Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
    450 research outputs found

    Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Pada Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Di RA Mawaddah Palangka Raya

    No full text
    Latar Belakang: Kemampuan Sosialisasi merupakan suatu proses pembelajaran yang melibatkan suatu aspek untuk kehidupan, termasuk bahasa, nilai norma di suatu sistem kemasyarakatan, pengetahuan serta keagamaan.Kemampuan sosialisasi anak sangat dipengaruhi oleh proses pola asuh orang tua terhadap anak dalam mengenalkan aspek-aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat.Akan tetapi ada beberapa anak yang kemampuan sosialisasi nya kurang berkembang,hal ini dapat dilihat bahwa anak akan takut ketika bertemu dengan orang lain seperti sering menundukan kepalanya dan tidak mau melepaskan tangan dari orang tua nya.Tujuan penelitian ini mengetahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Pada Anak Usia Prasekolah 4-6 Tahun Di RA Mawaddah Palangka Raya. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah Korelasional menggunakan Uji Statistik Spearman Rank dan Teknik Sampling yang digunakan total sampling dengan Pendekatan Crossectional jumlah sampel 40 responden.Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner kemampuan sosialisasi. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil didapatkan p value 0,030<0,05 sehingga terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak usia prasekolah 4-6. nilai tingkat kekuatan diperoleh nilai 0,343 yang yang artinya ini menunjukan korelasi yang positif dan berada pada kategori lemah hingga sedang dengan arah hubungan bernilai positif. Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia prasekolah 4-6 tahun di RA Mawaddah. Penelitian ini harap dapat membantu instansi pendidikan,orang tua serta mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan sosialisasi anak dengan menerapkan pola asuh yang baik bagi anak

    Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas

    No full text
    Ketidaklancaran produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan masalah yang sering dialami ibu nifas, berkaitan dengan perubahan fisiologis maupun psikologis pasca persalinan. Kondisi tersebut dapat diatasi melalui pemberian terapi pijat, salah satunya pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu nifas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Pre eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu nifas yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan di TPMB Ni Wayan Sinaryathi, Nusa Dua Bali pada tanggal 10 Mei hingga 10 Juni 2025 menggunakan lembar observasi produksi ASI dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai ada peningkatan ASI sebelum dan setelah pemberian pijat oksitosin dari rata-rata 48,73 ml menjadi 89,90 ml. Pijat oksitosin berpengaruh secara signifikasn terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Ni Wayan Sinaryathi di Nusa Dua Bali (p-value=0,000) Bidan dan petugas kesehatan lainnya diharapkan dapat menerapkan pemberian pijat oksitosin sebagai intervensi rutin untuk membantu meningkatkan produksi  produksi ASI pada ibu nifa

    Hubungan Literasi Label Makanan Kemasan Dengan Food Skill Pasien Diabetes Mellitus Di Sleman

    No full text
    Latar Belakang: Literasi label makanan kemasan merupakan kemampuan penting bagi pasien diabetes mellitus dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana keterkaitan antara literasi label makanan kemasan dengan keterampilan pengelolaan makanan (food skill) pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 pasien diabetes mellitus berusia 21–60 tahun yang menjalani rawat jalan di beberapa puskesmas dan rumah sakit di Sleman. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi label makanan kemasan dan food skill yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden memiliki literasi label makanan kemasan yang baik (79%), namun sebagian besar memiliki food skill yang kurang (21%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus (p = 0,003). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi label makanan kemasan dengan food skill pada pasien diabetes mellitus di Sleman. Peningkatan literasi label makanan kemasan perlu diikuti dengan pelatihan food skill agar pasien mampu mengelola makanan dengan baik sesuai kebutuhan gizi

    Determinants of Obesity Control Behavior in the Oil and Gas Industry: A Review Integrating the Theory of Planned Behavior with Occupational Health Factors

    No full text
    The rising prevalence of obesity among the workforce poses a significant challenge, particularly within high-demand industrial sectors like oil and gas. While the Theory of Planned Behavior (TPB) provides a robust framework for understanding health intentions, its application often overlooks potent, context-specific occupational factors. This narrative review aims to synthesize literature on the determinants of obesity control among workers by integrating the core constructs of the TPB with critical findings from occupational health science. A literature search was conducted focusing on studies from 2015-2025 related to the TPB, workplace health, work stress, fatigue, and social culture, particularly in industrial settings. The review finds that while attitude, subjective norms, and perceived behavioral control are key predictors, their effects are significantly influenced by workplace realities. Specifically, work-related fatigue, often exacerbated by long hours or shift work, creates a gap between intention and behavior. High occupational stress can trigger automatic unhealthy eating patterns as a coping mechanism. Furthermore, the unique social culture within industrial workplaces provides powerful, immediate pressure that shapes choices through social identity and descriptive norms. As a synthesis of the reviewed evidence, this article presents an integrated conceptual framework that illustrates the complex interplay between these psychosocial and occupational determinants. This framework provides a more holistic understanding and can serve as a guide for future research and the development of more effective wellness interventions in demanding industrial environments

    Pengaruh Permainan Make A Match Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Fluor Albus di SMP Negeri 41 Batam

    No full text
    Latar Belakang : Fluor albus merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri, namun kurang mendapatkan perhatian karena masih dianggap tabu untuk dibahas. Minimnya pengetahuan remaja tentang fluor albus dapat menyebabkan kesalahan persepsi dan perilaku yang kurang tepat dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan Make A Match terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang fluor albus di SMP Negeri 41 Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen one group pre-test dan post-test. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tertutup yang terdiri dari 16 item dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah diberikan intervensi, dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p lebih kecil 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan permainan Make A Match terhadap pengetahuan responden. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi metode edukatif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode interaktif seperti Make A Match dalam pendidikan kesehatan di sekolah dan mendorong penelitian lanjutan terkait efektivitas jangka panjangny

    Keberagaman Makanan Terhadap Kejadian Wasting Pada Bayi Usia 0-59 Bulan di Kota Bukittinggi

    No full text
    MDG 1 – Target 1C is to reduce the prevalence of malnutrition in 2015 to ½ of the 1990 situation with a target of 18% malnutrition and only 28.7% was achieved, which can be predicted to increase. By using the FAO1 criteria in measuring minimum consumption needs, only 6% of the Indonesian population has daily consumption below this standard. In the past, the standards used to measure the adequacy of this consumption were slightly too high for Indonesia, so it is indicated that almost 70% of the Indonesian population does not consume enough food. The proportion of the population has also remained relatively unchanged since 1990. Factors that influence the poor nutritional status of toddlers are the adequacy of nutrition and the diversity of food consumed by infants, which ultimately has an impact on death. The purpose of this study was to obtain a description and analysis of the incidence of wasting in toddlers (0-59 months) in Bukittinggi City. This study is an analytical survey study with a case control design. The study was conducted at the Bukittinggi City health center. A quantitative sample of 216 people using the proportionate stratified sampling technique. Chi-square test data analysis. The statistical test results showed that there was a significant relationship between wasting incidence and food diversity (0.028, OR 2.667) in Bukittinggi City. Toddlers who were wasted often occurred in toddlers who consumed food that was not diverse, although there were toddlers who were wasted who had diverse food consumption patterns. This is caused by other factors such as infectious diseases

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Tentang Toilet Training Pada Anak Usia Toddler Di PAUD St. Yosef Palangka Raya

    No full text
    Latar Belakang: Toilet training merupakan tahap penting dalam perkembangan anak usia toddler untuk mencapai kemandirian buang air kecil dan besar. Pengetahuan dan sikap ibu sangat berperan dalam keberhasilan toilet training. Namun, masih ditemukan anak usia di atas 3 tahun yang menggunakan diapers, menunjukkan adanya keterlambatan dalam proses ini. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di PAUD St. Yosef Palangka Raya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia toddler di PAUD St. Yosef. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang toilet training, dengan nilai korelasi (r = 0,435) dan signifikansi (p = 0,016 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima, artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin positif pula sikap ibu terhadap toilet training. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang toilet training pada anak usia toddler. Ibu dengan pengetahuan yang baik cenderung memiliki sikap yang lebih positif dalam menerapkan toilet training

    Manfaat Massage Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi 0-12 Bulan DI TPMB WM

    No full text
    Masa bayi adalah periode penting pertumbuhan dan perkembangan optimal, yang sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Tidur yang baik mendukung perkembangan otak dan produksi hormon pertumbuhan, yang penting bagi kesehatan bayi. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bayi adalah melalui pijatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manfaat dari massage bayi terhadap kualitas tidur bayi 0-12 bulan di TPMB WM. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan deskritif dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan ceklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 bayi (52,6%) mengalami peningkatan kualitas tidur yang baik setelah dipijat, 10 bayi (26,3%) merasakan manfaat yang cukup, dan 8 bayi (21,1%) menunjukkan peningkatan yang kurang. dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pijatan bayi yang diajarkan oleh bidan WM dan dilakukan di rumah memiliki dampak positif terhadap kualitas tidur bayi. Bayi-bayi ini cenderung tidur lebih lama setelah dipijat, yang diduga disebabkan oleh rangsangan pada saraf vagus yang meningkatkan pelepasan hormon serotonin. Hormon ini berperan dalam menginduksi rasa kantuk dan memberikan ketenangan pada bayi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pijatan sebagai intervensi sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas tidur bay

    Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah

    Full text link
    Asupan nutrisi yang tidak mencukupi pada ibu hamil dapat memicu gangguan kesehatan. Gangguan gizi yang paling sering terjadi pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronik (KEK). Berdasarkan data Puskesmas Sungai Jingah tahun 2023 jumlah ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 35 orang dan pada tahun 2024 ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 12 orang. Mengetahui determinan yang mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah.     Penelitian Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel Accidental Sampling sebanyak 30 responden menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan hasil uji Fisher’s Exact Test dengan (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,407), usia (p=0,290), status ekonomi (p=0,004), dan jarak kehamilan (p=0,628). Ada pengaruh antara status ekonomi dengan kejadian KEK dan tidak ada pengaruh antara pengetahuan, usia, dan jarak kehamilan dengan kejadian KEK pada ibu hamil

    Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Sectio Caesarea (SC) Hari Ke 1 Di RSUD Beriman Balikpapan

    Full text link
    Secsio Caesarea adalah persalinan buatan di mana janin harus melewati sayatan dinding perut sebelum dilahirkan. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk menghindari kematian ibu dan janin akibat komplikasi yang timbul selama persalinan pervaginam. Rasa sakit disebabkan oleh kerusakan jaringan dan sel yang disebabkan oleh operasi SC. Kemampuan seorang ibu untuk berinteraksi dengan bayinya terhambat oleh rasa sakit yang terjadi setelah SC, yang juga menimbulkan resiko dan penundaan dalam pemulihan ibu. Salah satu langkah yang dapat diambil para ibu untuk mengurangi rasa nyeri setelah SC adalah dengan melakukan mobilisasi dini.  Studi pra-eksperimental pada penelitian ini menggunakan One Grup Pretest Posttest Desain. Populasi penelitian terdiri dari 61 pasien. Sejumlah 38 pasien dijadikan sampel menggunakan pendekatan consecutive sampling. Uji Wilcoxon merupakan metode analisis data yang digunakan. Berdasarkan temuan penelitian, 3% responden melaporkan mengalami nyeri berkelanjutan, sementara 97% mengatakan penurunan rasa nyeri. Mobilisasi dini mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca SC di RSUD Beriman Balikpapan, berdasarkan temuan uji statistik menunjukkan bahwa P-Value adalah 0i.000 atau iP-Value < nilai (0.05

    113

    full texts

    450

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇