Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
    450 research outputs found

    Respon Psikologis dan Kesiapan Persalinan Ibu Hamil Usia Remaja di Wilayah Pesisir

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi psikologis dan kesiapan persalinan pada ibu hamil usia remaja di wilayah Pesisir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 34 ibu hamil usia remaja yang berada di Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur aspek psikologis (kecemasan, stres, kepercayaan diri, kesiapan mental dan stabilitas emosional) dan kesiapan persalinan (pengetahuan, perencanaan persalinan, kesiapan fisik dan mental). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada respon psikologis pada kategori tinggi untuk aspek rasa takut sebanyak 18 orang (52,94%), kesiapan mental sebanyak 17 orang (50%) dan stabilitas emosional sebanyak 17 orang (50%). Kategori sedang pada aspek kecemasan sebanyak 23 orang (67,65%), dan stress psikologis sebanyak 19 orang (55,88%). Sedangkan untuk aspek kepercayaan diri terdapat jumlah yang sama pada kategor sedang dan tinggi yaitu masing-masing sebanyak 15 orang (44,12%). Terkait kesiapan persalinan, sebagian besar responden menunjukkan kesiapan dalam hal pengetahuan sebanyak 18 orang (52,94%), perencanaan persalinan sebanyak 24 orang (70,59%), dan dukungan sosial sebanyak 20 orang (58,82%), namun masih terdapat kekurangan dalam kesiapan fisik dan mental sebanyak 18 orang (52,94%). Penelitian ini menyarankan perlunya program edukasi dan pendampingan yang lebih intensif untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu hamil usia remaja dalam menghadapi persalinan

    Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Dengan Perilaku Sadari Pada Siswi SMK Pembangunan Cibadak Kabupaten Sukabumi Tahun 2024

    Full text link
    Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu metode deteksi dini kanker payudara yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh setiap wanita. Namun, tingkat kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan SADARI secara rutin masih tergolong rendah, terutama di kalangan wanita usia subur. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku SADARI pada siswi SMK Pembangunan Cibadak Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 61 responden yang dipilih melalui teknik non probabillity sampling dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, sikap dan tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan siswi dengan perilaku SADARI dengan nilai p-value 0,000. Terdapat hubungan antara sikap siswi dengan perilaku SADARI dengan nilai p-value 0,000. Terdapat hubungan antara tindakan siswi dengan perilaku SADARI dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah  faktor faktor seperti pengetahuan, sikap dan tindakan memiliki hungungan yang signifikan dengan perilaku SADARI siswi SMK Pembangunan Cibadak Tahun 2024. Dengan temuan ini diharapkan Siswi SMK Pembangunan Cibadak Kabupaten Sukabumi diharapkan untuk lebih memperhatikan perihal perilaku SADARI yang dimana perlu memperdalam pengetahuan tentang SADARI agar lebih baik, sikap positif terhadap SADARI, dan tentunya melaksanakan tindakan SADARI terhadap diri sendiri untuk kesehatan kedepannya

    Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Menular Seksual Pada Siswa Di MAN 1 Sleman

    No full text
    Remaja adalah masa peralihan ke dewasa, di mana mulai mencari jati diri dan tertarik pada lawan jenis. Mereka cenderung ingin tampil menonjol, diakui, dan punya rasa ingin tahu tinggi. Ini wajar karena organ seksual dan genetalia sekunder sedang berkembang.Kurangnya pengetahuan membuat remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko yang bisa memicu PMS. Sebaliknya, remaja yang paham bisa lebih mengontrol diri. PMS bisa menyebabkan ketidaksuburan, gangguan reproduksi, cacat bawaan, serta dampak psikologis seperti malu dan rendah diri yang menghambat pengobatan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang penyakit menular seksual pada siswa di MAN 1 Sleman. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian Pre Eksperimen dengan desain One Group Pre test- Post test. sampel yang digunakan adalah 64 siswa kelas X di MAN 1 Sleman. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan penyakit menular seksual . Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data non parametrik ini menggunakan uji wilcoxon dan di dapatkan hasil pengetahuan dengan hasil p value = 0.000 < 0.05 Simpulan : ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang penyakit menular seksual pada siswa di MAN 1 Sleman. Saran: diharapkan agar MAN 1 Sleman dapat menyelenggarakan program penyuluhan berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel tambahan atau memperdalam aspek penting yang belum diteliti secara detail

    Dilema Etik Bank ASI di Negara Muslim : Studi Kasus Pada Negara Iran

    No full text
    Bank ASI merupakan inovasi kesehatan yang bertujuan menyediakan ASI donor bagi bayi yang tidak dapat disusui langsung oleh ibunya, khususnya bayi prematur atau dengan berat lahir rendah. Namun, implementasi bank ASI di negara-negara Muslim menghadapi dilema etik yang kompleks, terutama terkait dengan konsep radha‘ah (kekerabatan susu) dalam hukum Islam yang menetapkan hubungan mahram melalui penyusuan. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk dilema etik tersebut serta menganalisis bagaimana Iran, sebagai negara Muslim pertama yang berhasil mendirikan bank ASI secara formal, mengelola tantangan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis literatur, studi dokumen, dan laporan empiris terkait praktik bank ASI di Iran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Iran didorong oleh sinergi antara kebijakan negara, dukungan fatwa dari ulama Syiah, pencatatan identitas donor dan penerima secara sistematis, serta edukasi publik yang masif. Studi ini menyimpulkan bahwa dilema etik dalam bank ASI dapat diatasi melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan nilai-nilai syariah dengan prinsip bioetika modern. Pengalaman Iran dapat menjadi model adaptif bagi negara-negara Muslim lain dalam membangun sistem bank ASI yang etis, religius, dan berkelanjutan

    Pengaruh Penyuluhan Gizi dengan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting

    No full text
    Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan berada pada posisi ke-6 (30%) dengan kejadian stunting tertinggi di Indonesia. Di Kota Banjarmasin, Puskesmas Alalak Selatan pada tahun 2023 menunjukkan peningkatan kasus stunting menjadi 246 balita. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Alalak Selatan yang mengalami stunting pada tahun 2021 sebanyak 43 orang, tahun 2022 sebanyak 48 orang dan tahun 2023 sebanyak 210 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan gizi dengan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting di Puskesmas Alalak Selatan. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimetal design dengan rancangan pretest-posttest. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang berada Puskesmas Alalak Selatan sebanyak 54 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan kesehatan gizi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 35 orang (64,8%), kurang sebanyak 16 orang (29,6%) dan baik sebanyak 3 orang (5,6%). Setelah diberikan penyuluhan kesehatan gizi sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 51 orang (94,4%), cukup sebanyak 2 orang (3,7%) dan kurang 1 orang (1,9%). Hasil uji marginal homogeinity didapatkan nilai p sebesar 0,0001 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan gizi dengan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting di Puskesmas Alalak Selatan

    Analisis Status Imunisasi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Paramasan

    No full text
    Latar Belakang: Stunting merupakan indikator yang menunjukkan buruknya status gizi generasi penerus bangsa di masa depan. Program imunisasi merupakan salah satu implementasi penurunan stunting namun capaiannya masih belum optimal. Status imunisasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan anak mengalami infeksi berulang sehingga energi dari asupan nutrisi terfokus untuk penyembuhan dan pertumbuhan anak menjadi terhambat. Tujuan: Menganalisis hubungan status imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paramasan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan pendekatan cross sectional ini dilakukan pada 30 balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Paramasan dengan teknik purposive sampling dan dianalisa dengan uji korelasi fisher’s exact. Hasil: Sebagian besar responden memiliki status imunisasi tidak lengkap dengan jumlah 22 anak (73,3%), dan tergolong stunting dengan jumlah 15 dari 30 anak (50%). Analisa uji hipotesis secara bivariate menunjukkan nilai p = 0,035. Simpulan: Ada hubungan hubungan status imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paramasan

    Efektivitas Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Di Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Gamping

    No full text
    Kurangnya edukasi tentang kesehatan reproduksi pada remaja berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang cara menjaga kebersihan organ reproduksi, yanh dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Remaja membutuhkan pemahaman yang tepat untuk menjaga personal hygiene, terutama saat pubertas. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas VII di SMP Muhammadiyah 2 Gamping. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental dengan desain pretest-posstest one geoup dengan populasi kelas VII berjumlah 102 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media Power Point. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dalam penelitian ini setelah dilakukan uji statistic menggunakan Wilcoxon pada pengetahuan laki-laki dan perempuan menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 atau <0,05 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh efektivitas pemberian edukasi kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja di kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Gamping

    Studi Kasus Penerapan Terapi Water Tepid Sponge Dalam Mengatasi Hipertermia Pada Pasien Dengeu Hemoragic Fever (DHF)

    No full text
    Dengue Hemoragic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan banyak ditemukan di wilayah tropis. Salah satu gejala utama DHF adalah demam tinggi atau hipertermia, yang dapat memicu komplikasi bila tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi nonfarmakologi berupa teknik Water tepid sponge dalam mengatasi hipertermia dan nyeri akut pada pasien anak dengan DHF. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Penelitian dilakukan selama 3 hari pada satu pasien anak laki-laki usia 3 tahun di RSUD Kardinah Tegal. Intervensi dilakukan sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan fokus utama pada manajemen hipertermia dan nyeri akut. Hasil menunjukkan terjadi penurunan suhu tubuh dari 39,1°C menjadi 36,2°C serta penurunan keluhan nyeri secara signifikan. Evaluasi akhir menunjukkan seluruh indikator hasil berada pada skala maksimal (skala 5), menandakan bahwa masalah keperawatan hipertermia dan nyeri akut telah teratasi. Terapi Tepid Water Sponge terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologi pada pasien anak dengan DHF

    Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Di SD Negeri Depok 1

    No full text
    Masa pubertas merupakan masa peralihan atau perubahan seseorang dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikis dan psikososial. Pada remaja putri akan mengalami menarche yaitu menstruasi pertama. Pada umumnya menarche terjadi pada usia 12-14 tahun, tetapi saat ini ada kecenderungan penurunan usia menstruasi pertama menjadi usia yang lebih muda akibatnya banyak siswi SD (sekolah dasar) yang sudah mengalami menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan kesiapan menghadapi menarche di SD Negeri Depok 1. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden dengan Teknik purposive sampling. Teknik analisis pada penelitian ini mencangkup analisis univariat dan bivariat dengan mencari frekuensi distribusi, analisis bivariat dengan uji chi-square (p<0,05). Hasil uji chi-square menunjukan p-value 0,004<0,05. Kesimpulan ada Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Di SD Negeri Depok 1.

    Hubungan Kejadian Karies Gigi Dengan Status Gizi Pada Anak Di MI 1 Brakas

    No full text
    Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak. Mengkonsumsi makanan kariogenik berlebih dapat meningkatkan risiko karies gigi. Anak yang mengalami karies gigi dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan rasa sakit saat mengunyah, sehingga anak akan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi dan terjadi penurunan nafsu makan, hal tersebut akan berpengaruh terhadap asupan zat gizi dan status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian karies gigi status gizi pada anak usia sekolah di MI 1 Brakas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasi atau korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 32 anak usia 6-11 tahun yang diambil dari MI 1 Brakas. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan karies gigi yang diukur dengan observasi secara langsung kondisi gigi anak menggunakan lembar Indeks (DMF-T dan def-t) dan untuk status gizi diukur dengan menggunakan (Z-Score) dengan cara pemeriksaan tinggi badan dan berat badan anak. Hasil uji statistic Spearman Rho menunjukan bahwa P-Value= 0,460 dan P-Value= 0,717 dengan a =0,05 maka artinya tidak berkorelasi atau tidak ada hubungan yang signifikan antara karies gigi dengan status gizi, diperoleh angka coefficient correlation sebesar 0,135 dan 0,067 yang artinya tingkat kekuatan korelasi/hubungannya adalah hubungan sangat lemah

    113

    full texts

    450

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇