Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Buku Saku Dalam Kegiatan Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menghadapi Menstruasi
Lack of knowledge of personal hygiene for menstruation will cause various health problems related to reproductive organs. To avoid various reproductive health problems, health education is needed about knowledge of personal hygiene when menstruation with effective media. The purpose of this study was to determine the effect of health education with pocket book media on knowledge of personal hygiene when menstruation in female students of SMP Negeri 1 Cikarang Timur in 2024. This type of research was a quasi-experimental study with a one group pre-test-post-test design. The population in the study were all 132 female students in grade VII at SMP Negeri 1 Cikarang Timur. The sample used was 99 female students with a stratified random sampling technique. The data collection instrument used a questionnaire. Bivariate analysis used the Wilcoxon Test. The results of the study showed that there was an increase in knowledge of personal hygiene when menstruation after being given a pocket book in health education. The bivariate test obtained a significant p-value of 0.001. It can be concluded that there was an effect of health education with pocket book media on knowledge of personal hygiene when menstruation in female students of SMP Negeri 1 Cikarang Timur in 2024
Hubungan Premenstruasi Syndrome Dengan Missed Nursing Care Pada Perawat Perempuan di Rumah Sakit X Kota Batam
Latar Belakang : Perawat memiliki peran penting dalam pelayanan pasien di rumah sakit, dengan tugas utama memberikan asuhan keperawatan. Namun, kadang terjadi missed nursing care, yaitu kelalaian atau keterlambatan dalam memberikan perawatan yang dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, serta meningkatkan kejadian rawat inap kembali dan angka kematian. Salah satu faktor penyebab missed nursing care adalah premenstrual syndrome (PMS) pada perawat wanita, yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan emosional mereka, mengganggu konsentrasi dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi pramenstruasi dalam pengelolaan perawat untuk mengurangi dampak PMS terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengaalisa hubungan premenstruasi dengan kejadian missed nursing care pada perawat perempuan di Rumah Sakit X kota Batam. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat perempuan di ruang rawat inap rumah sakit x, dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 172 perawat perempuan. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa p-value sebesar 0,000 kurang dari 0,005, sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Permesntruasi Syndrome dengan kejadian Missed Nursing Care. Kesimpulan: Ada hubungan antara Permesntruasi Syndrome dengan kejadian Missed Nursing Car
Efektifitas Buah Tarap Dan Buah Naga Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Remaja
Anemia pada remaja putri disebabkan karena kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl. Remaja putri rentan terkena anemia karena adanya mentruasi yang diperoleh tiap bulan, konsumsi sayur dan buah-buahan yang kurang serta pola hidup yang tidak sehat. Buah naga dan buah tarap merupakan buah-buahan yang ada sepanjang tahun dan dapat hidup di daerah tropis dengan baik. Kandungan zat besi dalam buah tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan buah anggur, semangka, nenas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian buah naga dan buah tarap terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimen dengan pendekatan pretest-posttest design. Populasi penelitian mahasiswa semester 1 S1 Kebidanan Fakultas Imu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan, sampel diambil secara simple random sampling sebangak 40 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Mahasiswa diberikan buah naga dan buah Tarap sebanyak 200 g selama 7 hari. Pengukuran hemoglobin di lakukan 2 kali menggunakan Easy Touch GCHb. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan setelah perlakuan (selisih rerata buah naga 3,01g/dl dan buah tarap selisih rerata 0,63g/dl). Hasil uji statistik menggunakan uji paired T-Test menunjukkan buah naga dan buah tarap efektip meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja dengan ρ = 0.001
Akurasi pengukuran Non-Invasive Haemoglobin Meter Dan Invasive Point Of Care Dalam Mengukur Kadar Haemoglobin Pada Remaja Putri
Pendahuluan : Pemantauan Hemoglobin berperan penting dalam menunjang monitoring status kesehatan pada bidang kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengukuran kadar haemoglobin menggunakan Non-invasif haemoglobin meter dengan standar emas pemeriksaan berupa Hb meter POCT pada remaja putri dalam upaya inovasi kesehatan dalam mendeteksi permasalahan kesehatan di bidan kebidanan. Metode : yang digunakan adalah metode kuantitatif Quasi Eksperiment dengan jenis One-group pretest-posttest design dengan satu kelompok subjek yang dilakukan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan 2 jenis metode yang berbeda. Hasil : Penelitian diperoleh rerata selisih kadar haemoglobin remaja putri menggunakan Non-invasif haemoglobin meter dan Hb meter POCT adalah -0,325 lebih rendah. Tingkat akurasi Non-invasif haemoglobin meter dalam tingkat moderate (70%). Kesimpulan : Non-invasif haemoglobin meter dapat digunakan sebagai metode pengukuran Hb secara non-invasif dengan selisih yang sedikit antara standar emas pengukuran Hb meter POCT
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pernikahan Dini Di SMA Negeri 1 Godean
Dampak pernikahan dini dilihat dari segi kesehatan dapat berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, kematian bayi serta berpengaruh terhadap rendahnya kesehatan ibu dan anak. WHO (2019) menunjukan 16 juta kelahiran dari ibu usia 15-19 tahun, 11% dari total global, dengan 95% terjadi di negara berkembang. Indonesia berada di peringkat ke-37 dunia dan kedua di ASEAN dalam pernikahan muda, dengan 11,7% perempuan muda menikah dibandingkan 1,6% laki-laki muda.Dari data yang didapat Kabupaten Sleman menduduki peringkat pertama untuk kejadian pernikahan usia muda yaitu sebanyak 159 pasangan, ini dikarenakan remaja putri yang kurang pengetahuannya tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan tentang pernikahan dini pada siswi SMA Negeri 1 Godean. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperiment desain dengan pendekatan Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden siswi kelas X SMA Negeri 1 Godean dengan Teknik Sampling simple random Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan Kuesioner Annisa Sekar Salmawati 2021 . Hasil penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon menunjukkan pengetahuan dan nilai p value = 0.000, Z= -6.742. Penelitian dilakukan setelah melakukan Uji Etik Penelitian Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi mengenai pernikahan dini sehingga siswi mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat mengenai pernikahan dini
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Media Informasi Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Remaja Di SMK Mulia Buana Parungpanjang-Bogor Tahun 2024
Latar Belakang: WHO menyatakan ada sekitar 250 juta orang yang meninggal akibat IMS. Asia Tenggara dan Asia Selatan terdapat 151 juta orang, 70 juta orang di Afrika bagian Sahara, dan masing-masing 1 juta orang di Australia dan Selandia Baru. Di antara negara berkembang, Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penyakit IMS yang dirawat di rumah sakit. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan sikap, dan media informasi terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMK Mulia Buana Parungpanjang-Bogor tahun 2024. Metodologi : desain penelitian observasional analitik dengan metodologi penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah Teknik stratified random sampling sebanyak 154 responden. Analisis menggunakan Chi-squard. Hasil : hasil yang di proleh dari Chi-squard. pengetahuan (p-value 0,007), sikap (p-value 0,002), media informasi (p-value 0,116). Kesimpulan : terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual dan tidak terdapat hubungan antar media informasi dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual. Saran : diharapkan kepada sekolah dapat menambahkan kurikulum seputar kesehatan reproduksi agar remaja mendapatkan pengetahuan dan informasi seputar kesehatan reproduksi serta dapat menentukan sikap yang benar terhadap seksualitas
Hubungan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Melakukan Pemeriksaan Kehamilan
Pemeriksaan kehamilan (ANC) adalah program yang mencakup observasi, edukasi, dan penanganan medis untuk memastikan kehamilan dan persalinan yang aman. Pada tahun 2021, cakupan K4 nasional mencapai 88,8%, sementara K6 sebesar 63%. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, cakupan K4 hanya 60,4%, jauh di bawah target RPJMN 2021 sebesar 85%, dan cakupan K6 hanya 43,7%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan suami dan kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Playen 1. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan retrospektif, dengan sampel 49 ibu yang mengunjungi imunisasi bayi usia 0-5 bulan. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan teknik uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil berusia 20-30 tahun (100%), sebagian besar berpendidikan SMA/SMK (71,4%), tidak bekerja (59,2%), dan multigravida (77,6%). Dukungan suami sebagian besar dalam kategori baik (81,6%) dan kepatuhan ibu terhadap ANC dalam kategori patuh (83,7%). Simpulan terdapat hubungan signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan ibu hamil, dengan nilai p 0,000 ( kurang dari 0,05) dan koefisien kontigensi 0,450. Dukungan suami mempengaruhi kelengkapan kunjungan pemeriksaan kehamilan.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan secara global, termasuk di Indonesia yang mempengaruhi banyak individu terutama remaja dan mahasiswa. Pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pencegahan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dan metode cross sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari fakultas yang berbeda di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner mengenai pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman rank untuk mengukur hubungan antara pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Hasil analisis data meggunakan uji Spearman’s Rho menghasilkan nilai r 0,193 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p kurang dari 0,05), yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan kekuatan korelasi hubungan sangat lemah ke arah positif. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengadakan edukasi rutin bersama narasumber ahli guna meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai pencegahan HIV/AIDS serta mengurangi stigma negatif. Mahasiswa tingkat akhir diharapkan dapat memperkuat upaya penvegahan HIV/AIDS di lingkungan kampus dan masyarakat. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain yang mempengaruhi sikap pencegahan HIV/AIDS seperti pengalaman pribadi, lingkungan, dan media massa.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Bidan Pada Pelayanan Komplementer Di PMB Kabupaten Sleman
Dalam rangka mencapai program SDGs tahun 2030, setiap tenaga kesehatan membutuhkan komitmen dalam meningkatkan peran profesinya. Indikator kesehatan ibu dan anak dapat diukur dari besarnya AKI dan AKB (Permenkes 2020). Jumlah kematian ibu pada tahun 2022 mencapai 4.005 kematian dan di tahun 2023 meningkat menjadi 4.129 kematian Sementara itu, untuk kematian bayi pada tahun 2022 tercatat sebanyak 20.882 dan pada tahun 2023 tercatat 29.945 (MDPN 2023). Pelayanan komplementer merupakan salah satu layanan inovatif yang bersifat komprehensif yang dapat diberikan pada kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi, balita hingga menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap bidan pada pelayanan komplementer . Desain penelitian ini menggambarkan tingkat pengetahuan Bidan pada pelayanan komplementer di PMB Kabupaten Sleman. Sampel dalam penelitian ini adalah bidan di PMB yang berjumlah 45 orang bidan yang diambil dari masing-masing ranting PC IBI kabupaten sleman. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dianalisis dengan analisis univariat. Hasil analisis menunjukkan tingkat pengetahuan Bidan tentang pelayanan komplementer termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 26 (58%) sisanya sebanyak 19 (42%) mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang. Sikap Bidan tentang pelayanan komplementer termasuk dalam kategori mendukung atau bersikap positif, yaitu sebesar 31 orang (69%), sedangkan yang termasuk bersikap negatif atau tidak mendukung sebesar 14 orang (31%). Berdasarkan hasil analisis univariat yang dilakukan, diperoleh data Tingkat pengetahuan Bidan tentang pelayanan koplementer paling banyak berada dalam kategori baik. Sikap Bidan tentang pelayanan komplementer paling banyak berada dalam kategori sikap positif atau mendukung penggunaan komplementer dalam kebidanan. Saran untuk bidan agar melakukan peningkatan pengetahuan secara formal maupun informal tentang terapi komplementer sehingga dapat memberikan pelayanan kebidanan komplementer berdasarkan evidence based kebidanan
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Pada Balita Dengan Kejadian Stunting
Latar Belakang: Prevalensi angka stunting di Kota Banjarmasin Tahun 2023 mengalami kenaikan 4,1% dibandingan pada Tahun 2022 lalu. Ibu yang punya pengetahuan rendah tentang nutrisi pada balita, akan berdampak mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, didapatkan balita usia 24-59 bulan ada 1.257 balita diantaranya 74 mengalami stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024 berjumlah 30 orang. Data Analisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita tentang nutrisi tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori kurang sebanyak 23 responden (76%), sedangkan 5 responden masuk kategori cukup (17%), dan 2 responden termasuk dalam kategori baik (7%) dan untuk data kejadian stunting tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori tidak stunting sebanyak 26 responden (86,7%), sedangkan 4 responden masuk kategori stunting (13,3%) dan berdasarkan uji hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita (0,247>0,05) tidak ada hubungannya dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Simpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita dengan kejadian stunting bisa disebabkan adanya keterbatasan penelitian, variabel belum mewakili semua faktor yang mempengaruhi kejadian stunting