Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
    450 research outputs found

    Asuhan Kebidanan Dengan Terapi Pemberian Sari Kacang Hijau Pada Remaja Dengan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pemurus Dalam

    Get PDF
    Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2022, prevalensi anemia pada remaja umur 13-18 tahun adalah 23% sedangkan  pada pria 17%. Berdasarkan data Dinas Provinsi Kalimatan Selatan Kota Banjarmasin tahun 2023 menduduki ke-4 tertinggi mencapai (43,07%). Data Puskesmas Pemurus Dalam Banjarmasin tahun 2022 remaja dengan anemia adalah (57,43%), pada tahun 2023 sebanyak (67,98%). Angka kejadian anemia tertinggi diwilayah kerja Puskesmas Pemurus Dalam yaitu di SMAN 13 Banjarmasin (75.91%). Memberikan Asuhan Kebidanan Pada Remaja Putri Dengan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Pemurus Dalam Banjarmasin. Jenis Penelitian ini adalah laporan studi kasus dengan metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan untuk memaparkan atau membuat gambaran tentang studi keadaan secara obyektif. Hasil pengkajian data subjektif Nn. A umur 17 tahun mengatakan pusing seperti berkunang-kunang disertai tidak bertenaga sejak 2 hari yang lalu. Hasil pengkajian data objektif didapatkan hasil pemeriksaan pada Nn.A tekanan darah 90/70 mmHg, hasil laboratorium: Hb 11,3 gr/dl, hasil dapat disimpulkan diagnosa remaja usia 17 tahun dengan masalah anemia ringan, diberikan penatalaksanaan pemberian terapi minuman sari kacang hijau dikonsumsi pagi dan sore. Observasi dilakukan hari 1-7 hari dengan hasil kadar hemoglobin remaja hari  meningkat menjadi 11,8gr/dl dan tekanan darah 110/70 mmHg, remaja mengatakan sudah tidak pusing. Asuhan yang diberikan pada remaja dengan anemia saat menstruasi selama 7 hari memberikan dampak positif yaitu kadar Hemoglobin mengalami peningkatan menjadi 11,8 gr/dL yang sebelumnya 11,3 gr/d

    Pengaruh Metode Ular Tangga Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Bahaya Kekerasan Seksual

    No full text
    Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada remaja, dalam bentuk diskriminasi secara fisik maupun fisiologis bisa mengakibatkan rasa trauma pada anak hingga dapat mengancam jiwanya. Metode permainan ular tangga ini merupakan pemberian informasi yang menarik sehingga informasinya mudah untuk di terima oleh respoden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek metode permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang bahaya kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol, melibatkan 120 responden yang terdiri dari 60 peserta dalam kelompok eksperimen dan 60 dalam kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan Uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan responden tentang kekerasan seksual, sebanyak 81,7% remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang sementara sebelum intervensi pada kelompok kontrol, persentase remaja putri dengan pengetahuan kurang mencapai 96,7%. Setelah intervensi, 41,6% remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup, dan 45% memiliki pengetahuan yang baik. Hasil analisis statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan nilai P = 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga Ha diterima. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, jadi permainan ular tangga memiliki efek positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri di kelompok intervensi mengenai bahaya kekerasan seksual. Permainan ini membantu meningkatkan pemahaman remaja tentang cara menghadapi kekerasan seksual serta metode edukasi ini bisa dijadikan media yang efektif dan menarik untuk menyampaikan informasi kepada remaja putri

    Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Anak

    Get PDF
    Imunisasi dasar lengkap mencakup serangkaian vaksin yang diberikan kepada bayi dan anak-anak untuk melindungi mereka dari berbagai penyakit menular yang dapat berakibat fatal atau menyebabkan kecacatan. Selain melindungi individu yang divaksinasi, imunisasi dasar lengkap juga berperan penting dalam menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak di Wilayah Posyandu Nurcahya II tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan data primer. Desain penelitian ini menggunakan “Cross Sectional”. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan hasil analisis bivariat dapat dilihat bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan (p-value 0.89>0.05), ketersediaan vaksin lengkap (p-value 0.13>0.05), pendidikan (p-value 0.973>0.05) dengan kelengkapan imunisasi dasar anak dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p-value 0.003<0.05) dan dukungan tenaga kesehatan (p-value 0.002<0.05) dengan kelengkapan imunisasi dasar anak. Terdapat hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi dasar anak serta tidak terdapat hubungan antara pendapatan, ketersediaan vaksin lengkap dan pendidikan terhadap kelengkapan imunisasi dasar anak. Bagi masyarakat khususnya para ibu diharapkan untuk terus menambah pengetahuan mengenai kelengkapan imunisasi dasar anak agar anak terlindungi dari penyakit

    Asuhan Kebidanan Dengan Pemberian Makanan Tinggi Protein Pada Ibu Nifas Post SC Di RS. Sultan Suriansyah Banjarmasin

    Get PDF
    Latar Belakang: Tingginya jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea (SC) baik atas permintaan sendiri maupun indikasi medis, memerlukan perhatian khusus dalam hal pemulihan pasca operasi. Makanan tinggi protein terbukti berperan penting dalam mempercepat proses penyembuhan luka jahitan pasca SC, sehingga penting untuk memahami dampaknya terhadap kesehatan ibu nifas. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan makanan tinggi protein di rumah sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami masalah secara mendalam melalui kontak langsung. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode SOAP (Subjektif, Objektif, Asesmen, dan Rencana), yang melibatkan pengumpulan data subjektif dari pasien, observasi objektif kondisi klinis, asesmen terhadap kebutuhan dan perkembangan penyembuhan, serta perencanaan intervensi yang tepat. Hasil: Ibu post SC 1 hari yang lalu, diberikan makanan tinggi protein berupa telur rebus sebanyak 4 butir per hari, baik pada pagi maupun malam, selama periode 14 hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa luka jahitan pada ibu nifas sembuh dalam waktu 7 hari, dengan penampilan klinis yang menunjukkan proses penyembuhan yang cepat dan efektif. Simpulan: Asuhan yang diberikan pada Ibu Nifas dengan pemberian makanan tinggi protein selama 14 hari waktu penyembuhan dalam jangka 7 hari&nbsp

    Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Seksual Remaja

    Get PDF
    Latar Belakang:  Perilaku seksual remaja merupakan segala tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual. Salah satu dampak perilaku seksual berisiko adalah IMS berupa AIDS, Kota Banjarbaru menjadi salah satu kota dengan angka prevalensi tertinggi pengidap AIDS usia 15-19 tahun yaitu 28,57%. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap perilaku seksual remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional. Terdapat 45 sampel dengan teknik Cluster Proportional Random Sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Variabel terikat:perilaku seksual remaja. Variabel bebas:pengetahuan dan sikap. Hasil: Terdapat pengaruh antara pengetahuan (p=0,007) terhadap perilaku seksual, dan tidak terdapat pengaruh antara sikap (p=0,259) terhadap perilaku seksual.  Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara pengetahuan terhadap perilaku seksual, dan tidak terdapat pengaruh antara sikap terhadap perilaku seksua

    Pengaruh Kelas Edukasi Pemberdayaan Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Stunting Usia 1-5 Tahun

    Get PDF
    Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Edukasi gizi yang dilakukan merupakan suatu proses mempengaruhi keputusan masyarakat untuk memperbaiki pola makan anak balita dan membangun pola makan seimbang yang memenuhi asupan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral sesuai kebutuhan anak. Jumlah balita stunting yang ada di Puskesmas Karang Rejo 27.5%, dengan angka yang cukup tinggi di banding dengan Puskesmas yang lain di Kota Tarakan, dan letak wilayah kerjanya berada di daerah perkotaan sehingga sangat di sayangkan jika akses wilayah dekat fasilitas kesehatan namun angka stunting tergolong tinggi yang menandakan kurang tercapainya intervensi kesehatan yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting tersebut. Tujuan : untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kelas edukasi gizi yang akan di berikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita stunting usia 1-5 tahun di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis rancangan : penelitian eksperimen yang digunakan adalah rancangan pra-eksperimen dengan rancangan One Grup Pretest Posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - November 2023. Tempat pelaksanaan penelitian yaitu Puskesmas Karang Rejo dengan menyebarkan kuisioner. Memberikan edukasi gizi, pengukuran tinggi badan dan berat badan. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh (sampling) balita usia 1- 5 tahun yang mengalami status gizi stunting. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil : terdapat pengaruh kelas edukasi terhadap pemberdayaan gizi pada balita dengan nilai pre tes 43,8% dan post tes 48,4%

    Pengaruh Penyuluhan Kanker Payudara Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu-Ibu Di PKK Brengosan Donoharjo Kecamatan Ngaglik

    Get PDF
    Kanker Payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit payudara. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyebutkan bahwa kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta dengan (11,6%) terdiagnosis kanker payudara, kanker payudara adalah kanker yang paling umum di kalangan wanita di 173 dari 185 negara (95%). Berdasarkan Riskesdas 2018 kasus kanker payudara di DIY sebesar 2,4%. Jumlah kasus baru penderita kanker payudara ditemukan sebanyak 899 kasus dari 4 Kabupaten yang dilaporkan, tertinggi di Bantul 38,01% atau 312 kasus, Gunung Kidul 29,24% atau 276 kasus, Yogyakarta 28,82% atau 273 kasus dan Sleman 4,01% atau 38 kasus. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kanker payudara terhadap tingkat pengetahuan ibu-ibu di PKK Brengosan Donoharjo Kecamatan Ngaglik. Penelitian ini adalah studi penelitian eksperimen dengan desain yang digunakan one group pre test- post test design. Sampel penelitian sejumlah 35 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji analistik wilcoxon. Sebelum dilakukan penyuluhan diketahui ibu memiliki pengetahuan baik sebanyak 24 responden (68,6%), 10 responden (28,6%) memiliki pengetahuan cukup, dan 1 responden (2,9%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah dilakukan penyuluhan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik sebanyak 32 responden (91,4%) dan 3 responden (8,6) memiliki pengetahuan cukup. Hasil uji wilcoxon diperoleh hasil Z hitung =-7,311 dengan p value 0,000 < a = 0,05 disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kanker payudara terhadap tingkat pengetahuan ibu-ibu di PKK Brengosan Donoharjo Kecamatan Ngaglik

    Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Gaya Hidup dengan Kejadian Anemia pada Calon Pengantin Perempuan di Puskesmas Sapuran Tahun 2024

    Get PDF
    Anemia pada calon pengantin perempuan adalah kondisi calon pengantin yang mengalami jumlah sel darah merah atau kandungan Hemoglobin dalam darah lebih rendah dari batas normal. Hal ini berdampak pada saat terjadinya kehamilan yang menyebabkan kehamilan menjadi beresiko. Kadar hemoglobin normal pada perempuan adalah 12 gr/dl. Masih tingginya kasus anemia baik di Dunia, Indonesia dan pada tahun 2021 terdapat 184.227 wanita usia subur (WUS) di Kabupaten wonosobo 14,1% diantaranya mengalami anemia (Dinkes Kab. Wonosobo, 2021). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Gaya Hidup dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Sapuran Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survey dengan penelitian analitik. Dimana variabel yang diteliti diukur dalam waktu yang sama dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Teknik pengambilam sampel yang dilakukan peneliti Accidental sampling adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari kuesioner terhadap 51 sampel calon pengantin perempuan di Puskesmas Sauran. Analisis data menggunakan ChiSquare. Hasil uji Chi Square Test terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000), Sikap (p value = 0,000) dan Gaya hidup (p value = 0,000), dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan. Terdapat hubungan hubungan antara pengetahuan, Sikap dan Gaya Hidup dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Sapuran Tahun 2024. Saran dari penelitian ini yaitu dilakukan pengembangan penelitian dengan meneliti faktor lain seperti faktor predisposisi, faktor enabling, faktor reinforcing, agar dapat diketahui secara signifikan penyebab anemia pada catin

    Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Skrining Hipotiroid Kongenital Di PMB WM

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipotiroidisme kongenital (HK) merupakan penyebab paling umum keterbelakangan mental. dengan defisiensi hormon tiroid secara langsung berhubungan dengan fungsi intelektual, motorik dan perilaku. Insiden hipotiroid di Indonesia diperkirakan 1:1.500 kelahiran hidup. keseriusan pemerintah pada program ini tertuang dalam Permenkes nomor 78 tahun 2014 tentang Skrining Hipotyroid Kongenital yang mengatur tatalaksana kegiatan SHK. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital di PMB WM juga diharapkan kepada yang membaca agar menambah pengetahuan serta informasi tentang penting nya skrining hipotiorid kongenital serta dapat disebarluaskan mengenai informasi pentingnya skrining ini pada bayi baru lahir. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan jumlah sampel 30 orang ibu hamil. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital dengan kriteria baik sebanyak 2 (6,7%), cukup 13 (43,3%) dan yang paling banyak yaitu kurang sebanyak 15 (50%) serta dari hasil penelitian bahwa pengetahuan responden mengenai pertanyaan kuesioner tentang  keuntungan shk sebanyak 20 (67%) dan pengetahuan responden yang paling rendah didapatkan tentang prosedur shk sebanyak 12 (40%). Kesimpulan:  Seluruh praktik mandiri bidan di Indonesia diharapkan melakukan skrining bayi baru lahir termasuk skrining hipotiroid kongenital sebagai prosedur tetap di praktik mandiri bidan dan petugas kesehatan khususnya bidan dapat memberikan konseling dan penyuluhan tentang manfaat skrining pada bayi baru lahir dimulai dari masa kehamilan

    Penerapan Breast Care Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Post Section Caesarea di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

    Get PDF
    Persalinan sectio caesarea (SC) dapat menyebabkan hambatan dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) akibat nyeri pascaoperasi dan gangguan hormonal yang mempengaruhi produksi serta kelancaran keluarnya ASI. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas perawatan payudara (breast care) dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post SC di ruang HCU Maternal RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada 4-6 Februari 2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengkajian, diagnosa keperawatan menyusui tidak efektif, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang dilakukan mencakup edukasi menyusui, perawatan payudara, serta dukungan psikososial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan perawatan selama 3x24 jam, terjadi peningkatan perlekatan bayi, peningkatan pancaran ASI, peningkatan suplai ASI, serta peningkatan kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Dengan demikian, perawatan payudara terbukti efektif dalam membantu ibu post SC mengatasi hambatan menyusui dan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI

    113

    full texts

    450

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇