Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas XI Di MAN 3 Sleman
Latar belakang: Ketidakteraturan menstruasi dapat mengindikasikan anovulasi yang berisiko menyebabkan infertilitas, sementara perdarahan berlebihan dapat memicu anemia. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memperburuk Premenstrual Syndrome (PMS) dan dismenorea, mengganggu produktivitas remaja, serta menimbulkan gejala fisik seperti nyeri perut dan kepala serta perubahan emosi. Dalam jangka panjang, gangguan menstruasi yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko masalah kesuburan dan gangguan kesehatan yang lebih serius. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan status gizi dengan siklus menstruasi pada siswi kelas XI di MAN 3 Sleman. Metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian korelasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. sampel yang digunakan adalah 71 siswi kelas XI di MAN 3 Sleman. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan timbangan dan microtoise untuk mengukur status gizi dan kuesioner untuk mengukur siklus menstruasi. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, dengan cara simple random sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi uji Spearman Rank. Hasil penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi tertinggi adalah siswi dengan status gizi baik yang memiliki siklus menstruasi normal sebanyak 40 siswi (56,3%). Hasil uji statistik menggunakan Spearman Rank menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini berarti terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada siswi kelas XI di MAN 3 Sleman, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,791 yang menunjukkan tingkat kekuatan hubungan yang kuat. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada siswi kelas XI di MAN 3 Sleman. Temuan terpenting dalam penelitian ini adalah, bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam keteraturan siklus menstruasi. Saran: diharapkan agar MAN 3 Sleman dapat menyelenggarakan program penyuluhan tentang gizi yang optimal. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain yang relevan seperti stres dan aktivitas fisik, atau dengan menggunakan sampel yang lebih besar agar hasil yang diperoleh lebih representatif
Hubungan Tingkat Stres Dengan Nyeri Dismenore Pada Mahasiswi Semester I Program Studi S1 Kebidanan Di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan suatu gejala sakit yang umum sering dialami wanita saat sebelum atau selama menstruasi, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah yang bisa menjalar ke pinggang, punggung bagian bawah, dan paha. Kondisi ini dapat bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil, seperti stres, depresi, cemas berlebihan, dan keadaan sedih atau gembira yang berlebihan. Dampak dismenore cukup besar bagi sebagian remaja putri karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat stres dengan nyeri dismenore pada mahasiswi semester I Program Studi S1 Kebidanan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Jenis Penelitian ini adalah survey analitik dengan desain pendekatan cross sectional atau pengambilan data sekaligus pada satu saat. Pengambil Sampel dengan teknik probability random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 83 mahasiswi semester I Program Studi S1 Kebidanan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta tahun 2025. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan analisis korelasi Kendall Tau (τ). Hasil diperoleh nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,001 berarti (p < 0,05), Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan nyeri dismenore pada Mahasiswi Semester I Program Studi S1 Kebidanan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2025, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,397 yang menunjukkan tingkat keeratan hubungan yang cukup. Mahasiswi disarankan agar dapat melakukan aktivitas positif yang dapat membantu mengelola stres misalnya berolahraga di hari libur. hal ini membuat tubuh lebih rileks, sehingga pekerjaan yang dilakukan terasa lebih mudah dan tenang.
 
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Postpartum Blues Di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman
World Health Organization (WHO) mencatat prevalensi postpartum blues secara umum dalam populasi dunia adalah 3-8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20-50 tahun. Prevalensi postpartum blues di beberapa negara berbeda antara lain seperti di Jepang mencapai 15-50%, Yunani mencapai 44,5% dan Prancis mencapai 31,7%. Angka kejadian postpartum blues di Indonesia mencapai 23% sedangkan skrining dengan menggunakan EPDS didapatkan bahwa 14-17% wanita postpartum beresiko mengalami postpartum blues. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian postpartum blues di Wilayah Puskesmas Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Cross Sectional. Populasi adalah ibu yang melahirkan di Puskesmas Sleman. Teknik pengambilan sampel dengan kuota sampling sebanyak 30 ibu nifas. Pengambilan data dengan kuesioner karakteristik responden EPDS, dan kuesioner dukungan suami dan beban kerja. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Usia dengan p-value = 0,003, Paritas p-value = 0,007, Dukungan Suami p-value = 0,003 dan Beban Kerja p-value = 0,011 terhadap kejadian Postpartum Blues. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas untuk dapat mengenali gejala yang berkaitan dengan postpartum blue
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio
Anemia pada ibu hamil merupakan kondisi medis yang cukup umum dan diketahui dapat meningkatkan risiko munculnya komplikasi kehamilan, termasuk bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kejadian anemia selama kehamilan dengan kelahiran bayi BBLR di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Alabio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross-sectional). Partisipan dalam studi ini adalah ibu yang melahirkan pada periode tertentu di lokasi penelitian dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil yang mengalami anemia melahirkan bayi dengan berat badan di bawah 2500 gram. Uji statistik memberikan hasil signifikan antara anemia dan kejadian BBLR (p < 0,05), yang menunjukkan pentingnya penanganan anemia sejak dini pada ibu hamil penanganan anemia selama kehamilan sebagai tindakan pencegahan BBLR. Diharapkan tenaga kesehatan dapat lebih meningkatkan skrining anemia dan edukasi gizi bagi ibu hamil untuk mengurangi kejadian BBLR
Tingkat Pengetahuan Tentang Partograf Memengaruhi Pelaksanaan Pengisian Partograf Pada Mahasiswa Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Seorang bidan harus memiliki kemampuan untuk dapat melakukan pendokumentasian persalinan dengan menggunakan partograf. Penggunaan partograf sangat penting untuk mengidentifikasi masalah dan komplikasi selama proses persalinan. Partograf harus digunakan dan diisi dengan benar. Untuk itu mahasiswa kebidanan sebagai calon bidan harus memiliki kemampuan dalam menggunakan partograf untuk dapat melakukan observasi selama persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang partograf dengan pelaksanaan pengisian partograf pada mahasiswa kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan sampel penelitian sebanyak 47 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, soal kasus dan cheklist partograf. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Spearman Rank serta menggunakan nilai Correlation coefficient. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 35 responden (74,5%), kategori cukup sebanyak 12 responden (25,5%), dan tidak ada responden dalam kategori kurang. Pada pengisian partograf dalam kategori kurang sebanyak 28 responden (59,6%), dan kategori baik sebanyak 19 responden (40,4%). Hasil uji statistik menunjukkan p value sebesar 0,001 (p value < 0,05) dengan nilai Correlation coefficient sebesar 0,482. Kesimpulannya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang partograf dengan pelaksanaan pengisian partograf pada mahasiswa kebidanan di Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta dengan keeratan hubungan dalam kategori sedang.
Kata Kunci: Pengetahuan, Keterampilan, Pengisian, Partogra
Pengaruh Kompres Hangat Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Dismenore Remaja Putri SMAN 20 Batam
Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian maupun prestasi belajar. Pendekatan non-farmakologis seperti kompres hangat dan aromaterapi lavender dinilai berpengaruh dalam mengurangi nyeri haid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 20 Kota Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Jumlah responden sebanyak 20 orang yang diberikan perlakuan berupa kompres hangat dengan aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala Numerical Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,000). Kesimpulan: Pemberian kompres hangat aromaterapi lavender berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang mudah diterapkan di UKS (Unit Kesehatan Sekolah) maupun di rumah
Gambaran Pengetahuan Tentang Resiko Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di MAS P3A Guppi Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene
Pernikahan dini adalah sebuah pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah 19 tahun atau sedang menempuh di bangku Sekolah Menengah Atas. Jadi, sebuah pernikahan dikatakan pernikahan dini, jika kedua atau salah satu pasangan masih berusia 19 tahun ke bawah (masih berusia remaja) Beberapa dampak atau efek sangat berbahaya yang dapat ditimbulkan dari menikah usia dini. Yaitu 90% kanker disebabkan diantaranya karena menikah usia dini. Tujuan Mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan tentang resiko pernikahan dini pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Totoli SMK Negeri 5 Majene. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri. Penentuan sampel pada pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri DI MAS P3A GUPPI Rangas di wilayah kerja Puskesmas Totoli berjumlah 49 orang. Hasil penelitian Mayoritas remaja putri di MAS P3A GUPPI berusia 17 ttahun yaitu 25 orang (51%), 18 tahun 10 orang (20,4%), 16 tahun 14 orang (28,6%) dan 15 tahun 1 orang (2%). Kesimpulan Mayoritas remaja putri di MAS P3A GUPPI Rangas berada pada kategori memiliki pengetahuan tentang resiko pernikahan dini yang cukup sebanyak 31 orang yaitu 63,26 % dan bepengetahuan baik sebanyak 15 orang yaitu 30,61 % dan minoritaas memiliki pengetahuan kurang sebanyak 3 orang yaitu 6,12%
Faktor Dominan Yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menjelang Persalinan Di Wilayah Puskesmas Tilango
Kecemasan menjelang persalinan merupakan kondisi psikologis yang sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester ketiga. Kecemasan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan berisiko menimbulkan dampak negatif baik bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil menjelang persalinan di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan kriteria inklusi ibu hamil trimester III. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan kuesioner dukungan sosial. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, pendidikan, paritas, dan dukungan sosial memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kecemasan ibu hamil (p < 0,05). Namun, berdasarkan analisis Odds ratio, dukungan sosial ditemukan sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi tingkat kecemasan menjelang persalinan. Ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan sosial yang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan berat. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga dan komunitas yang mendukung kesehatan mental ibu hamil sangat diperlukan
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I Di RSIA Siti Khadijah
Kecemasan yang dirasakan oleh ibu saat persalinan cenderung meningkat seiring dengan frekuensi kontraksi yang bertambah. Kondisi kecemasan ini dapat menyebabkan stres, nyeri, gangguan pada kontraksi rahim, proses persalinan yang memanjang, bahkan berpotensi menyebabkan kematian pada ibu. Penanganan nyeri haid dapat diatasi secara non farmakologi seperti pemberian aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin kala I di RSIA Siti Khadijah. Desain yang digunakan yaitu Quasi Exsperimental pendekatan control group pretest and posttest design, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 32 bersalin yang terbagi menjadi 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan kelompok intervensi yang diberikan aromaterapi lavender, terjadi penurunan rata-rata tingkat kecemasan dari 2,78 sebelum intervensi menjadi 1,31 setelah intervensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000<0.05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang sangat signifikan pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin kala I di RSIA Siti Khadijah
Gambaran Penatalaksanaan Skrining Preeklamsia Di Puskesmas Alalak Selatan Kota Banjarmasin
Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab tertinggi morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Menurut WHO Angka Kematian ibu sangat tinggi sekitar 287.000. Pada tahun 2021 AKI di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 205 kelahiran hidup, meningkat dibanding tahun 2020 yaitu sebesar 135/100.000 kelahiran hidup. Ada beberapa faktor penyebab yang mempengaruhi atau meningkatkan preeklamsia yaitu umur, paritas, obesitas, riwayat hipertensi, dan riwayat preeklamsia. Tujuan: Mengetahui Gambaran Penatalaksanaan Skrining Preeklamsia Pada Buku KIA Sebagai Deteksi Awal Resiko Preeklamsia Pada Usia Kehamilan kurang lebih 20 Minggu Di Puskesmas Alalak Selatan dan mengidentifikasi Pengisian buku KIA pada lembar skrining preeklamsia. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan tenaga kesehatan, dan observasi pelaksanaan skrining. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa skrining preeklamsia telah dilakukan pada setiap ibu hamil di Puskesmas Alalak Selatan, namun pencatatan hasil skrining dalam buku KIA masih kurang optimal. Untuk meningkatkan kualitas skrining preeklamsia sebagai deteksi dini risiko preeklamsia, perlu adanya peningkatan kesadaran, dan keterampilan tenaga kesehatan serta pemberdayaan kader kesehatan. Selain itu, pengawasan dan evaluasi rutin serta penyediaan fasilitas dan alat skrining yang memadai juga penting untuk mendukung pelaksanaan skrining yang optimal