Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Edukasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Untuk Mengurangi Tingkat Stres Kerja Pada Karyawati Pabrik Sohun Gunung Madu Desa Ledug
Stres merupakan kondisi dinamis yang dihadapi individu ketika dihadapkan pada tuntutan dalam lingkungan kerja, terutama pada karyawati yang menjalani peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah tangga. Edukasi terapi relaksasi otot progresif sebagai metode non-farmakologis untuk mengurangi stres kerja menjadi fokus dalam kegiatan ini yang dilaksanakan di Pabrik Sohun Gunung Madu, Desa Ledug. Pabrik ini mempekerjakan 80 karyawati yang rentan mengalami stres akibat tekanan dan beban kerja tinggi. Hasil menunjukkan 25 karyawati dengan tingkat stres sedang menjadi rendah setelah edukasi. Tingkat pengetahuan sebelum PkM masih rendah, namun meningkat secara signifikan setelah edukasi diberikan. Melalui kegiatan ini, karyawati diharapkan mampu menerapkan relaksasi otot progresif untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan kinerja kerja
Pengaruh Kelas Balita Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotagede I Yogyakarta
Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi dimana pertumbuhan balita terhambat akibat kekurangan gizi yang terus menerus membuatnya lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, sehingga program kelas balita menjadi salah satu pendukung untuk pencegahan stunting. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kejadian stunting sebelum dan sesudah dilakukan kelas balita diwilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest, pendekatan cross-sectional Sampel penelitian berjumlah 100 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari kuesoner perilaku pencegahan stunting, kemudian dianalisis menggunakan uji Man Whitney Test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang diuji dengan uji statistik Man Whitney Test, nilai signifikansi (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh kelas balita terhadap perilaku pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara kelas balita dengan perilaku pencegahan stunting diwilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Saran: Diharapkan ibu lebih aktif dalam mengikuti kelas balita untuk upaya memperluas pengetahuan, perilaku, sikap pencegahan stunting
Pengaruh Terapi SENFOKA Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Produksi ASI dengan Indikator Berat Badan Bayi
Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif mengalami peningkatan sebesar 68,74%,. Tetapi sekitar 30% wanita mengalami satu masalah saat proses menyusui di dua minggu pertama masa nifas sekitar 38% ibu menyusui bermasalah pada produksi ASI yang belum lancar sehingga ibu merasa produksi ASI tidak cukup, menjadi alasan utama untuk penghentian pemberian ASI secara dini. Untuk mengatasinya dengan pemberian kombinasi oketani massage esensial oil fennel dan self hypnosis.Tujuan: Membuktikan efektivitas kombinasi oketani massage esensial oil fennel dan self hypnosis sebagai alternatif layanan kebidanan untuk meningkatkan produksi ASI ibu post partum Metode: Penelitian ini menggunakan True Experiment, Pretest Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling didapatkan 15 responden untuk setiap kelompok. Peneliti melakukan pengambilan data setiap hari dan dicatat di lembar observasi. Hasil: Pada kelompok intervensi, rata-rata peningkatan produksi ASI terhadap indikator berat badan sebanyak 216 gram dan volume ASI=73 ml (ES=1.8). Kesimpulan: Potensi pemberian kombinasi oketani massage esensial oil fennel dan self hypnosis memiliki penerapan yang efektif dalam pelayanan kebidanan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum normal
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Higiene Personal saat Menstruasi pada Mahasiswi Baru Fakultas Kedokteran Universitas X
Remaja putri seringkali mengalami infeksi pada organ reproduksinya yang disebabkan perilaku menjaga kebersihan diri saat menstruasi masih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku hygiene personal saat menstruasi. Rancangan penelitian ini observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan subjek penelitian menggunakan Teknik quota sampling diperoleh 63 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariabel dan bivariabel (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan, sikap, dan perilaku higiene personal saat menstruasi adalah baik (65,1%; 50,8%; 57,1%), serta hasil analisis bivariabel menunjukkan pengetahuan (PR 2,330; IK 95% 1,337 - 4,058) dan sikap (PR 2,452; IK 95% 1,264 - 4,753) dengan nilai p kurang dari 0,05. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene personal saat menstruasi
Efektifitas Rebusan Daun Sirih Hijau Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Batu
Latar Belakang: Luka perineum adalah sobekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan menggunakan alat bantu Tindakan. Salah satu masa yang paling penting adalah masa nifas karena dapat diperkirakan 50% kematian ibu terjadi pada 24 jam masa nifas. Hal ini terjadi disebabkan adanya infeksi jalan lahir yang disebabkan beberapa faktor seperti perilaku vulva hygiene. Tujuan: Mengetahui efektifitas rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Lok Batu. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experimental Design (Eksperimen Semu), Non Equaivalent Control Group. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok eksperiment dan Kelompok Kontrol. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan responden yang dilakukan perlakuan rebusan daun sirih yang mengalami penyembuhan luka baik ≤ 6 hari sebanyak 10 orang (50%), sedangkan yang tidak diberikan perlakuan, mengalami penyembuhannya baik ≤ 6 hari sebanyak 6 orang (30%) dan yang mengalami penyembuhan buruk > 6 hari sebanyak 4 orang (20%). Kemudian dilakukan analisis menggunakan uji MC Nemar maka didapatkan p value 0,031 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima yaitu adanya efektifitas rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum di Wilayah kerja Puskesmas Lok Batu. Simpulan: p value 0,031 < 0,05 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima yaitu adanya efektifitas rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum di Wilayah kerja Puskesmas Lok Bat
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Kompres Dingin (Cool Pack) Untuk Mengurangi Tingkat Nyeri Saat Pemasangan Infus Pada Pasien DBD Di Ruang IGD RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong
Demam tinggi yang bisa mencapai 39 derajat merupakan gejala paling umum dari demam berdarah, yaitu infeksi virus yang terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis, mayoritas orang yang terjangkit demam berdarah tidak menunjukkan gejala apa pun. Demam ini mereda dengan cepat setelah berlangsung selama dua hingga tujuh hari, sakit kepala, pegal-pegal di badan, mual, muntah, menggigil, lemas, dan ruam dengan bintik-bintik merah di kulit merupakan gejala umum. Salah satu tindakan yang paling umum dilakukan di rumah sakit adalah pemasangan infus, yang dapat melukai tempat jarum dimasukkan dan membuat anak merasa takut, cemas, atau kesakitan.. Intervensi non-farmakologis merupakan salah satu tindakan terbaik untuk mengurangi nyeri pada saat pemasangan infus dengan terapi kompres dingin menggunakan (cool pack). Tujuan : Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menganalisa intervensi untuk mengurangi skala nyeri pada saat pemasangan infus dengan intervensi inovasi kompres dingin menggunakan (cool pack). Hasil : Yang didapatkan pada kasus menunjukan bahwa adanya pengaruh pemberian intervensi inovasi pemberian kompres dingin menggunakan cool pack untuk mengurangi tingkat nyeri pada saat pemasangan infus
Identifikasi Kriteria Kelayakan Medis Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Akseptor KB Suntik 3 Bulan Di Puskesmas Sungai Bilu
Latar Belakang: Berdasarkan hasil yang sudah didapatkan dengan 51 responden kriteria kelayakan medis kategori I sebanyak 34 responden (66,6%) Kondisi tidak ada pembatasan apapun dalam penggunaan metode kontrasepsi, Kategori II sebanyak 3 responden (5,8%) Kondisi dimana penggunaan kontrasepsi lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan resiko, Kategori III sebanyak 14 responden (27,8%) Kondisi dimana penggunaan kontrasepsi lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan resiko, Kategori IV Kondisi dengan resiko kesehatan yang tidak dapat diterima pada suatu penggunaan metode kontrasepsi. Tujuan: Mengidentifikasikan kriteria kelayakan medis pada pengguna kontrasepsi akseptor KB suntik 3 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 51 responden diambil dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan chekclist dan roda klop KB. Teknik analisis data secara univariat. Hasil: Dari hasil penelitian berdasarkan umur terbanyak yaitu tidak beresiko yaitu 31 responden (60,7%), berdasarkan paritas terbanyak yaitu multipara 33 responden (64,7%), berdasarkan pendidikan terbanyak yaitu SMA 21 responden (41,1%), berdasarkan pekerjaan terbanyak yaitu IRT 44 responden (86,2%), berdasarkan kriteria kelayakan medis terbanyak kategori I yaitu 34 responden (66,6%). Simpulan: Berdasarkan kriteria kelayakan medis kategori I sebanyak 34 responden (66,6%), Kategori II sebanyak 3 responden (5,8%), Kategori III sebanyak 14 responden (27,8%), Kategori IV Kondisi dengan resiko kesehatan yang tidak dapat diterima pada suatu penggunaan metode kontrasepsi
Analisis Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Kebidanan Dan Kandungan RS Bhayangkara Tk. II Medan Tahun 2022
Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 30 Tahun 2019, menyebutkan bahwa penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit yang profesional dan bertanggung jawab dibutuhkan upayadalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Waktu tunggu pelayanan kesehatan di Indonesia ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui standar pelayanan minimal. Setiap RS harus mengikuti standar pelayanan minimal tentang waktu tunggu ini, dimana standar pelayanan minimal di rawat jalan berdasar Kemenkes Nomor 129/Menkes /SK/II/2008 ialah kurang atau sama dengan 60 menit. Tujuan peneliitian untuk mengalisis faktor – faktor yang memengaruhi waktu tunggu pasien rawat jalan di Poliklinik Kebidanan Dan Kandungan RS Bhayangkara Tk. II Medan Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan sampai bulan juli 2023. Informan penelitian yaitu petugas pendaftaran sebanyak 2 orang, Rekam Medis 2 orang, Dokter Obgyn 2 orang, Perawat 2 orang, dan pasien di poliklinik kandungan RS Bhayangkara II Medan sebanyak 2 orang. SDM yang meliputi jumlah petugas, pendidikan, umur dan masa kerja sangat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan di Poliklinik Kebidanan Dan Kandungan RS Bhayangkara Tk. II Medan. Kegiatan yang meliputi pendaftaran pasien, pemeriksaan, dan pengambilan obat, dimana kondisi ini sangat mempengaruhi waktu tunggu, kualitas sarana prasarana juga mempengaruhi waktu tunggu pasien, serta fasilitas sarana prasarana yang baik dan berkualitas dapat menunjang pelayanan yang diberikan kepada pasien. Disamping itu kualitas sarana prasarana yang baik juga berperan dalam memberikan kenyamanan kepada pasien. Rata – rata Waktu tunggu pelayana pasien di Poliklinik Kebidanan Dan Kandungan RS Bhayangkara Tk. II Medan adalah 59 – 65 menit. Disarankan kepada RS dapat meningkatkan aspek keamanan pasien dengan menerapkan prinsip International Patient Safety Goal yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan di Poliklinik Kebidanan Dan Kandungan RS Bhayangkara Tk. II Medan
Analisis Pengetahuan Remaja Putri Tentang Bahaya Pernikahan Dini Di Universitas Sari Mulia Banjarmasin
Latar Belakang: Pernikahan dini adalah pernikahan pada remaja dibawah usia 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilaksanakan didapatkan data remaja putri semester II yang sudah menikah pada usia 18 tahun ada 2 remaja putri dengan alasan karena orang tua dan kemauan sendiri, sedangkan dari semester IV yang sudah menikah di usia 19 tahun ada 2 orang dengan alasan terjadinya hamil diluar nikah dan kemauan sendiri. Tujuan: Menganalisis pengetahuan remaja putri tentang bahaya pernikahan dini di Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik deskriptif. Sasaran penelitian remaja putri kategori usia 18-21 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan pruposive sampling dan pengambilan data melalui data primer dengan analisis univariat distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian dari 64 responden didapatkan sebagian besar berpengetahuan cukup 30 orang (46,87%), dengan rata-rata responden banyak menjawab tidak tepat dan tidak memahami pada pernyataan no 4 & no 8 hal ini dibuktikan dengan hanya benar 30 orang (46,87%) pada pernyataan no 4 dan 20 orang (31,25%) menjawab benar pada no 8. Kesimpulan: Pengetahuan remaja tentang pernikahan dini sebagian besar dikategorikan cukup hal ini menunjukkan bahwa informasi didapatkan oleh remaja dari pendidikan, media massa, orang tua dan teman/saudara
Hubungan Kehamilan Remaja Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Wonosari Gunungkidul
Secara global, terdapat 2,4 juta anak meninggal pada bulan pertama kehidupannya pada tahun 2020. Salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia adalah kejadian Berat Lahir Rendah (BBLR) sebesar 38.85%. Faktor risiko kejadian BBLR yaitu status kehamilan remaja, gizi, Status ekonomi, Pendidikan, komplikasi, pekerjaan berat, umur kehamilan, riwayat BBLR sebelumnya, tinggi badan dan tinggal di daerah ketinggian. Ibu hamil pada usia kurang dari 20 tahun (remaja) akan mempengaruhi masalah kesehatan pada ibu baik fisik, mental, komplikasi penyakit, fungsi rahim dan kualitas sel telur yang menurun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan remaja dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional, teknik pengambilan sampel simple random sampling (acak) dengan jumlah sampel 90 responden. Instrumen penelitian menggunakan rekam medis. Data dianalisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan uji kendall’s tau. Hasil uji satatistika menunjukan 4 responden (4.4%) kurang dari 20 tahun, 86 responden (95,6%) lebih dari sama dengan 20 tahun, 8 responden (8,9%) BBLR dan 82 responden (91,1%) tidak BBLR. Didapatkan hasil penelitian bahwa nilai p value 0.000 yang berarti kurang 0.05. Simpulan terdapat hubungan antara kehamilan remaja dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta. Peneliti menyarankan agar RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta kerjasama dengan Dinas Pendidikan Gunungkidul membuat program pencegahan kehamilan remaja