Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Pengaruh Akupresur Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 30 Banjarmasin
Latar Belakang: Dismenore adalah keluhan kram pada rahim dan munculnya saat sedang haid, penyebab dismenore dikarenakan ketidakseimbangan yaitu hormon prostaglandin yang mengontrol kontraksi rahim. Angka kejadian dismenore di dunia sangat tinggi sektar 1.769.425 jiwa Wanita di dunia mengalami dismenore sementara di Indonesia angka kejadian dismenore 54,89%. Tujuan: Menganalisis Pengaruh Akupresur Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 30 Banjarmasin. Metode: : Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif pre eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan rekapitulasi observasi. Analisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum tindakan akupresur skala nyeri dismenore terbanyak adalah mengganggu aktivitas sebanyak 10 responden (33,3%) dan setelah tindakan akupresur skala nyeri dismenore terbanyak sedikit sakit 20 responden (66,7%). Penurunan nyeri dismenore setelah dilakukan penekanan pada meridian Hequ LI4, secara langsung meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh. Akupresur dapat mengurangi nyeri dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 30 Banjarmasin dengan hasil p-value= 0,000 yaitu p-value < α (0,000 < 0,05). Simpulan: Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima dan diharapkan dapat menambah pengetahuan remaja putri untuk mengetahui Pengaruh Akupresur Terhadap Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 30 Banjarmasin
Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Ketuban Pecah Dini
Ketuban pecah dini adalah salah satu komplikasi kehamilan maupun persalinan yang sering terjadi pada ibu. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang ketuban pecah dini di Puskesmas Sleman. Metode penelitian kuantitatif menggunakan praeksperimen dengan pendekatan one group pretest postest. Populasi dalam penelitian ini 130 ibu hamil dengan sampel 57 ibu hamil. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji analisis data menggunakan uji wilcoxon sign rank. Penelitian memperoleh hasil pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi ketuban pecah dini dengan nilai p-value 0.000 lebih kecil dari 0.005, maka “Ha diterima”. Sikap sebelum dan setelah diberikan edukasi ketuban pecah dini dengan nilai p-value 0.901 lebih besar dari 0.005, maka “Ho diterima”. Kesimpulannya ada pengaruh memberikan edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ketuban pecah dini. Tidak ada pengaruh memberikan edukasi terhadap sikap ibu hamil tentang ketuban pecah dini. Semoga dengan adanya hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dan bahan informasi untuk lebih meningkatkan media edukasi penyuluhan agar lebih variatif terkait kesehatan selama hamil sehingga ibu hamil lebih semangat dalam memperoleh ilmu pengetahuan
Pengaruh Paparan White Noise Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Di PMB Juweni Samarinda
Gangguan tidur merupakan salah satu keluhan umum pada ibu hamil trimester III yang dapat berdampak buruk pada Kesehatan ibu dan janin. Terapi white noise sebagai pendekatan non-farmakologis diyakini dapat meningkatkan kualitas tidur secara aman dan efektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi white noise terhadap peningkatan kualitas tidur ibu hamil trimester III di PMB Juweni Samarinda. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quai eksperiment menggunakan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel sebanyak 30 ibu hamil trimester III dibagi ke dalam dua kelompok: intervensi (n=15) dan kontrol (n=15). Intervensi berupa pemaparan white noise suara hujan selama 30 menit sebelum tidur selama 7 hari. Instrumen yang digunakan yakni pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Dari data yang didapat serta diolah, terdapat hasil berupa peningkatan kualitas tidur yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05)
Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Kelas X Di MAN 1 Sleman Yogyakarta
Dismenore adalah ketidaknyamanan yang terjadi pada saat seorang perempuan mengalami menstruasi yang menyebabkan aktifitas sehari-hari penderita terganggu. Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling banyak dialami oleh perempuan. Salah satu faktor dismenore yang terjadi pada remaja adalah kadar hemoglobin yaitu saat kadar hemoglobin kurang dari 12 gr/dL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 siswi diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data pada kategori kadar hemoglobin dengan pemeriksaan menggunakan alat ukur kadar hemoglobin digital dan pada kategori kejadian dismenore menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearman Rank. Dari penelitian yang dilakukan terhadap 54 responden didapatkan bahwa seluruh responden (100%) mengalami dismenore dan angka kejadian anemia 27,8%. Hasil uji bivariat didapatkan bahwa ada hubungan kadar hemoglobin dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas X di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman dengan nilai p value 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini kondisi kurangnya kadar hemoglobin dalam tubuh dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya dismenore dan remaja putri hendaknya memperhatikan asupan zat besi pada konsumsi sehari-harinya karena jika asupan zat besi kurang dapat meningkatkan risiko terjadinya dismenor
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wasting Pada Anak Usia 12–36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping II
Wasting merupakan kondisi anak yang kurus pada balita yang dapat menyebabkan risiko keterlambatan tumbuh kembang jangka panjang, penurunan sistem kekebalan tubuh, meningkatnya keparahan terhadap penyakit menular, dan bahkan meningkatkan risiko kematian. Kejadian wasting pada anak di Kabupaten Sleman Yogyakarta sebanyak 7,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping II. Jenis penelitian observasional analitik desain case control. Populasi anak wasting 78 anak sampel 44 kelompok kasus dan 44 kelompok kontrol dengan total sampel 88 responden subjek penelitian ibu yang memiliki anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gamping II. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin p value: 0,670, usia balita p value: 0,391, status pekerjaan ibu p value: 0,129, tingkat pendidikan ibu (p value: 0,006 OR 4,405). Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian wasting. Peneliti menyarankan lebih aktif mencari informasi kesehatan secara mandiri seputar pengasuhan anak untuk mencegah wasting
Efektivitas Prenatal Yoga dalam Mengurangi Tingkat Stress Pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB Aneu Cherawaty
Selama masa kehamilan, perempuan berada dalam kondisi yang lebih rentan mengalami gangguan psikologis, termasuk kecemasan. Apabila kecemasan tidak ditangani dengan tepat, hal ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis ibu serta perkembangan janin. Oleh karena itu, senam yoga menjadi penting untuk dilakukan, terutama menjelang persalinan, karena pada masa ini ibu hamil kerap merasakan kecemasan dan kepanikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas prenatal yoga dalam menurunkan tingkat stres pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan pendekatan satu kelompok pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan subjek penelitian yaitu ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria inklusi, antara lain usia kehamilan 28–40 minggu, tidak memiliki komplikasi medis, dan bersedia mengikuti program prenatal yoga selama empat minggu. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T tidak berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa prenatal yoga efektif dalam menurunkan tingkat stres pada ibu hamil, dengan nilai p sebesar 0,025 (p < 0,05). Hasil ini juga menunjukkan bahwa usia berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Gondomanan Yogyakarta
Pemberian ASI Eksklusif merupakan hal yang penting karena dapat meningkatkan dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh pada bayi sehingga tidak mudah terserang penyakit infeksi. Namun cakupan ASI eksklusif di indonesia sendiri masih sangat rendah yakni 69,7% sedangkan di wilayah Yogyakarta sendiri cakupan ASI Eksklusif belum mencapai target yakni 81,9%. Beberapa faktor yang mempengaruhi cakupan ASI Eksklusif tersebut yakni kurangnya dukungan tenaga kesehatan kepada ibu, kurangnya dukungan keluarga, usia ibu, pengetahuan, pekerjaan, pendidikan dan paritas ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif diwilayah kerja puskesmas gondomanan Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6-12 bulan di puskesmas Gondomanan Yogyakarta dengan jumlah 35 orang. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji chi squere didapatkan nilai P Value sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan usia ibu, pengetahuan ibu, dan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dan ada hubungan dukungan Suami dengan pemberian ASI Eksklusif. Sehingga disarankan ibu dan suami dapat bekerjasama selama masa menyusui, suami dapat turun terlibat aktif memberikan memberikan dukungan emosional dan praktis sehingga ibu termotivasi. Selain itu bidan sebagai tenaga kesehatan dapat meningkatkan edukasi terkait ASI Eksklusif, melakukan pemberdayaan keluarg
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Tingkat 1A S1 Keperawatan STIKES Eka Harap Palangka Raya
Sarapan pagi adalah kegiatan mengonsumsi makanan antara pukul 06.00 hingga 09.00 yang berfungsi sebagai sumber energi awal bagi otak sebelum memulai aktivitas. Sarapan penting untuk ketahanan fisik dan meningkatkan konsentrasi belajar. Namun, banyak mahasiswa melewatkan sarapan karena terburu-buru, tidak terbiasa,tidak merasa lapar, atau tinggal jauh dari orang tua. Padahal, tidak sarapan dapat menurunkan kadar glukosa darah, mengganggu fungsi otak, dan berdampak pada konsentrasi belajar. : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat 1A S1 Keperawatan STIKES Eka Harap Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 67 mahasiswa yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan sarapan yang tergolong cukup dan konsentrasi belajar yang berada pada kategori sedang. hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,630 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar. Penelitian menunjukan Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar. Meskipun demikian, sarapan pagi tetap disarankan sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk mendukung kesiapan belajar secara optimal
Pengaruh Pengetahuan Tentang Kanker Serviks Terhadap Motivasi Melakukan Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Pada Siswi SMP Negeri 45 Batam
Latar Belakang : Kanker leher rahim merupakan tumor yang tumbuh di serviks, ditandai dengan pertumbuhan abnormal pada jaringan epitel serviks. Menurut Data Dinas Kesehatan Kota Batam jumlah kasus kanker serviks di seluruh Puskesmas Kota Batam tahun 2024 ditemukan sebanyak 26 kasus dengan kasus tertinggi berada di wilayah Tanjung Sengkuang sebanyak 5 kasus. Penyebab yang dapat menyebabkan angka kejadian kanker serviks adalah kurangnya pengetahuan terhadap kanker serviks. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di SMP Negeri 45 Batam didapatkan kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks sehingga berdampak rendanya motivasi melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pengetahuan tentang kanker serviks terhadap motivasi melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) pada siswi SMP Negeri 45 Batam. Metode : Jenis penlitian pre ekperimental dengan rancangan one group pre test post test design, sampel 70 responden, dengan teknik puposive sampling. Pengukuran pengetahuan dan motivasi dilakukan dengan kuesioner, menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian didapatkan uji Wilcoxon pada pengetahuan dan motivasi P-value kurang dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan tentang kanker serviks terhadap motivasi melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) Pada Siswi SMP Negeri 45 Batam. Semakin tinggi pengetahuan maka semakin tinggi pula motivasi siswi. Artinya, intervensi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswi. Kesimpulan : Pengetahuan tentang kanker serviks dapat meningkatkan motivasi siswi dalam melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV)
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. I Umur 30 Tahun Dengan HBsAg Reaktif Di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024
Latar Belakang: Kehamilan hasil laboratorium HBsAg adalah infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah terjadi perhatian dunia karna penularan yang sering terjadi di seluruh dunia terutama pada daerah edemis. Angka kasus yang begitu tinggi juga terjadi di Kabupaten Brebes. Tujuan : Untuk memberikan pelayanan Asuhan Kebidanan komprehensif dimulai dari kehamilan sampai dengan penggunaan kontrasepsi mulai pendekatan manajemen kebidanan menurut Vrnay dan Soap. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskeripsi kualitatif dengan pendekatan setudi kasus. Hasil : Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. I dengan hasil Laboratorium HBsAg Reaktif, pada Terimester III kunjungan 1,2,3 ditemukan masalah pada kunjungan ke 1,2 dan 3 di mana adanya HBsAg Reaktif, Ny. I bersalin dengan persalinan section caesarea atas indikasi KPD, Fetal Hipoksia. Pada Asuhan Bayi Bayi Lahir kunjungan 1,2,3 tidak ada masalah sama sekali pada Asuhan Nifas dari 6 jam post partum hingga 42 hari tidak ada masalah sama sekali. Kesimpulan : Asuhan yang diberikan oleh bidan secara tepat pada masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir dan keluarga berncanan sangan penting bagi kesehatan ibu dan bayi. Sehingga deteksi Hasil Laboratorum HBsAg Reaktif yang dapat terjadi komplikasi yang mungkin terjadi