Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebutuhan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Latar Belakang: 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode kritis yang menentukan tumbuh kembang anak. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai 1000 HPK dapat menyebabkan masalah gizi seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan stunting. WHO (2023) mencatat 22,3% anak balita di dunia mengalami stunting. Di Indonesia prevalensinya sebesar 24,4%, dan di Kota Banjarmasin tercatat 2,82% (Dinkes, 2023). Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman menunjukkan 90% ibu hamil belum mengetahui pentingnya 1000 HPK.. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Pemberian Video Edukasi terhadap pengetahuan Ibu Hamil tentang kebutuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Quasi experimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil pretest menunjukkan 73,3% responden di kedua kelompok memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan video edukasi, terjadi peningkatan pada kelompok intervensi, dengan 86,7% responden masuk kategori pengetahuan baik, sedangkan kelompok kontrol sebagian besar tetap pada kategori kurang (90,5%). Hasil uji menunjukkan nilai p-value = 0,00 > 0,05 yang artinya ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Simpulan: Ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Untuk hasil yang lebih optimal, keluarga dan pasangan sebaiknya turut dilibatkan dalam kegiatan edukatif guna mendukung penerapan pengetahuan oleh ibu hamil
Hubungan Pengetahuan Dengan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar
Berdasarkan data tahun 2024, target peserta kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar di adalah sebanyak 323 ibu hamil, namun yang berhadir hanya sebanyak 171 orang. Hal ini berarti hanya 52,9% saja ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil dari target 100%. Berdasarkan hasil wawancara singkat yang telah dilakukan kepada 10 ibu hamil, 4 ibu hamil mengakui teratur mengikuti kelas ibu hamil dan 6 ibu hamil yang menjawab tidak teratur kelas ibu hamil, dengan alasan tidak tahu apa kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang tercatat telah melakukan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar sebanyak 44 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden dalam penelitian ini tidak teratur dalam mengikuti kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 25 orang (56,8%). Sedangkan sisanya sebanyak 19 orang (45,5%) teratur. Sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan yang baik tentang kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 29 orang (65,9%) sedangkan sisanya sebanyak 15 orang (34,1%) memiliki pengetahuan yang kurang baik. Hasil uji chi square didapatkan nilai p sebesar 0,011 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar
Pengaruh Dukungan Emosional dan Komunikasi Positif Suami terhadap Kejadian Postpartum Depression pada Ibu Nifas
Postpartum depression (PPD) merupakan gangguan kesehatan mental yang sering terjadi pada ibu di masa nifas dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan ibu maupun perkembangan bayi. Salah satu faktor protektif yang berperan penting dalam pencegahan PPD adalah dukungan emosional dan komunikasi positif dari suami. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis hasil-hasil penelitian terkait pengaruh dukungan suami terhadap kejadian PPD. Melalui penelusuran di berbagai database (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest) terhadap publikasi tahun 2014–2024, ditemukan lima studi relevan yang menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka, empatik, dan validatif dari suami mampu menurunkan risiko PPD secara signifikan. Efektivitas dukungan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti gaya keterikatan ibu, dinamika hubungan, nilai budaya, dan kesiapan emosional pasangan. Hasil kajian menegaskan pentingnya peran suami sebagai mitra emosional dalam menjaga kesehatan mental ibu, serta perlunya keterlibatan aktif suami dalam pelayanan kebidanan melalui edukasi, konseling pasangan, dan program berbasis komunitas
Pengaruh Edukasi Terhadap Sikap Tentang Perubahan Psikologi Ibu Nifas Pada Suami
Latar Belakang Tingginya penyakit gangguan emosional yang terjadi di Tanah Air masih menjadi masalah besar, depresi pasca melahirkan dapat berdampak negatif pada ibu, anak, dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap sikap tentang perubahan psikologi inu nifas pada suami di RSUD Syekh Yusuf Gowa. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Quasi experiment one groub pre dan post test. sampel dalam penelitian ini adalah ibu post partum sebanyak 31 responden dengan teknik Total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil : sikap ibu sebelum dilakukan pemberian edukasi tentang perubahan psikologi ibu nifas pada suami sebanyak 7 orang ibu ( 23.3%) yang memiliki sikap positive dan 23 orang ibu (76.7%) yang memiliki sikap negative. Setelah dilakukan pemberian edukasi tentang perubahan psikologi ibu nifas pada suami seluruh responden memiliki sikap yang positive terhadap perubahan psikologi ibu nifas terhadap suami. Analisis : Hasil analisis data mengenai pengaruh pemberian edukasi tentang perubahan psikologi ibu nifas pada suami diperoleh nilai P-Value sebesar 0.000 yang berarti nilai Sig < 0.00 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh pemberian terhadap perubahan sifat pada ibu nifas. Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemberian edukasi dapat mempengaruhi perubahan sikap pada ibu nifas
Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik Kombinasi Dengan Timbulnya Efek Samping Di PMB NM
Latar Belakang: Pertumbuhan populasi yang tidak terkendali akan menyebabkan kepadatan penduduk. Upaya pengendalian kelahiran dilaksanakan melalui program keluarga berencana. Salah satu kontrasepsi yang populer di Indonesia adalah kontrasepsi suntik dengan jumlah pengguna metode kontrasepsi suntik sebesar 62,42%. Efek samping penggunaan kontrasepsi suntik hormonal adalah amenorea, spotting dan penambahan berat badan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik hormonal dengan timbulnya efek samping di Praktik Mandiri Bidan Neneng Mahfuzah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 237 responden, sampel sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan data primer, instrument penelitian menggunakan ceklis dan di analisis menggunakan uji Kolmogrov Smirnov. Hasil: Hasil penelitian ini lama pemakaian kontrasepsi suntik mayoritas ≥ 2 tahun sebanyak 59 responden (84,29%) dan < 2 tahun sebanyak 11 responden (15,71%). Efek samping berupa amenorea sebanyak 20 responden (28,58%), spotting sebanyak 25 responden (35,71%), penambahan berat badan sebanyak 19 responden (27,14%) dan lainnya sebanyak 6 responden (8,57%). Ada hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik kombinasi dengan timbulnya efek samping (p value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik kombinasi dengan timbulnya efek samping di Praktik Mandiri Bidan Neneng Mahfuzah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan ataupun pengalaman belajar untuk melakukan penelitian selanjutnya terkhusus tentang lama pemakaian kontrasepsi suntik dan efek sampingnya
Penggunaan Media Sosial Berkaitan Terhadap Kejadian Gangguan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMPN 1 Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta
Uncontrolled use of social media among adolescents can have an impact on mental health. The prevalence of incidents in 2021 according to WHO globally, 1 in 7 (14%) children aged 10-19 years experience mental health disorders, in 2022 in Indonesia there were 15.5 million (34.9%) cases aged 10-17 years, while the results of research in D.I Yogyakarta Sleman Regency in 2023 became the highest area, namely 2,000 cases from 21.27% of adolescents who experienced mental development problems. Mental health disorders are a state of imbalance in a person, centered on feelings, emotions and drives (motives/desires). This study aims to determine the relationship between social media use and the incidence of mental health disorders in adolescents. This study uses a correlational method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 209 students with total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire and analyzed using the Spearman-Rank Test. This study shows that social media use does not always have a direct impact on adolescent mental health. The use of normal social media does not always prevent someone from experiencing mental health disorders. The results of the Spearman-Rank test obtained a p-Value of 0.575 on the difficulty scale and a p-Value of 0.0221 on the strength scale, meaning p Value> 0.0005, this indicates that there is no relationship between social media use and the incidence of mental health disorders in adolescents. It is hoped that this study can provide knowledge as a support and basis for consideration in the problem of mental health disorders in adolescents
Deteksi Dini Depresi Postpartum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Latar Belakang: Secara global, kejadian depresi postpartum mencapai 300 juta orang wanita dan negara-negara di Asia dengan angka kejadian yang masih tinggi, berkisar antara 28% - 85%. Di Indonesia, angka kejadian depresi postpartum mencapai sekitar 18,37%. Angka kejadian ini mungkin dapat meningkat seiring dengan isu gangguan kesehatan mental yang semakin banyak terjadi di era ini. Mendeteksi kejadian depresi postpartum dapat dilakukan menggunakan kuisioner EPDS yang interpretasinya terbagi menjadi 4 kategori; tidak depresi (skor 1-3), depresi ringan (skor 4-9), depresi sedang (skor 10-12) dan kategori berat (>13). (Cox, 1987 dalam Alesandro et al, 2022). Tujuan: Mengetahui kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling pada 40 orang ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Tekhnik pengumpulan data menggunakan kuisioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) yang telah teruji validitas secara internasional dan nasional, dan hasil penelitian menggunakan metode analisis data univariat. Hasil: Penelitian ini di wilayah kerja Puskesmas Pekauman dengan mengggunakan kuisioner EPDS yang terdiri dari 10 pertanyaan, mayoritas ibu postpartum mengalami depresi ringan 18 orang (45%), dan terdapat 6 orang ibu postpartum dengan tingkat depresi berat (15%). Simpulan: Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman, dengan mayoritas ibu postpartum mengalami depresi ringan dan terdapat beberapa ibu postpartum mengalami depresi berat yang direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan bidan untuk dilakukan deteksi dini depresi postpartum dan jika bidan menemukan gejala depresi postpartum, maka bidan dapat melakukan rujukan ke layanan kesehatan jiwa atau dokter spesialis kejiwaan untuk perawatan depresi dan perencanaan pengobatan yang tepat
Peran Kader Remaja Terhadap Perilaku Konsumsi Gizi Seimbang Dalam Kesehatan Reproduksi
Permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia saat ini telah menjadi permasalahan gizi ganda yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Kelompok remaja merupakan salah satu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi (gizi lebih atau gizi kurang). Pemberdayaan masyarakat adalah solusinya dapat memungkinkan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam kesehatan masyarakat. Kegiatan dibentuk Program Pemberdayaan Masyarakat yang melibatkan remaja bertujuan untuk mengoptimalkan status kesehatan remaja. Pemberdayaan remaja dilakukan melalui pendirian pos pelayanan remaja, rekrutmen kader kesehatan remaja, pelatihan kader remaja yang menyediakan prasarana dan media pendukung promosi kesehatan dan pos konseling untuk remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader kesehatan remaja dalam upaya peningkatan perilaku konsumsi gizi seimbang pada remaja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analitik metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Datanya adalah dikumpulkan dengan menggunakan angket dan lembar observasi perubahan perilaku remaja yang terlibat di dalamnya kader kesehatan remaja. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja yang tergabung dalam kader Kesehatan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader aktif dalam posyandu remaja yaitu 19 (70,4%) kader. Kader yang berperan aktif terhadap perilaku konsumsi gizi seimbang dalam kesehatan reproduksi berjumlah 14 (73,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader remaja terhadap perilaku konsumsi gizi seimbang dalam kesehatan reproduksi dimana p sama dengan 0,038 (p kurang dari 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kader memiliki peran penting dalam memberi edukasi kesehatan tentang gizi seimbang terutama pada remaja melalui kegiatan posyandu remaja, semakin rendah pengetahuan mahasiswa tentang gizi dan semakin kurang baik pola konsumsi mahasiswa maka akan semakin besar kemungkinan untuk memiliki status gizi kurus atau gemuk
Efektifitas Terapi Musik Klasik Mozart dan Kangaroo Method Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Low Birth Weight (LBW) infants are at high risk for various health complications, including growth delays. This study aims to evaluate the effectiveness of Mozart music therapy and the kangaroo method in increasing the weight of LBW infants over 30 days. The findings reveal that Mozart music therapy resulted in a weight gain of 550 grams, while the kangaroo method achieved a gain of 510 grams. These results align with previous studies showing that Mozart music therapy enhances appetite and sleep patterns in infants by regulating neurophysiological responses and reducing cortisol levels. Meanwhile, the kangaroo method improves thermal stability and promotes weight gain through direct skin-to-skin contact between mother and baby, which also increases oxytocin production. International studies confirm the effectiveness of both methods in supporting LBW infants' growth. The combination of music therapy and the kangaroo method has been found to yield even better outcomes, with up to 20% higher weight gain compared to using either method alone. However, the implementation of these methods depends on resource availability and cultural context. This study concludes that both Mozart music therapy and the kangaroo method effectively enhance the weight of LBW infants. Combining these approaches is recommended as an optimal strategy for supporting infant growth, particularly in healthcare settings equipped with adequate technology and trained personnel
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMK IT Raflesia Depok Pada Tahun 2024
Latar Belakang : Menstruasi merupakan suatu proses menuju pubertas pada wanita yang ditandai dengan pembusukan lapisan dalam rahim berlangsung selama 5-7 hari. Menurut data WHO (2020) Prevalensi gangguan siklus menstruasi pada wanita sekitar 45%. Data Riskesdas (2018) sebanyak 11,7% remaja di Indonesia mengalami gangguan menstruasi tidak teratur di jawa barat prevalensi gangguan menstruasi di Jawa Barat 14,4%. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Raflesia pada bulan Juli, ditemukan bahwa dari 30 siswa yang mengalami siklus menstruasi normal berkisar antara 21 sampai 35 hari sebanyak 11 orang (36,67%). Siswa dan mengalami siklus menstruasi < 21 hari sebanyak 18 (58,1%) mahasiswa yang mengalami siklus menstruasi. 35 hari sebanyak 1 (3,2%) mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswa remaja putri di SMK TI Raflesia Depok tahun 2024. Metodologi: jenis survei penelitian dengan penelitian deskriptif dan analitis. Sampel penelitian ini adalah teknik simple random sampling sebanyak 79 responden. Analisis menggunakan Chi-square. Hasil: Hasil yang diperoleh dari tingkat Chi-square stres (nilai p 0,000), aktivitas fisik (nilai p 0,910), BMI (nilai p 0,002), diet (nilai p 0,001), dan gaya hidup (nilai p 0,002). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan menstruasi. gangguan siklus, ada hubungan stres, BMI, dan diet terhadap siklus menstruasi