eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Analysis of New 4D Hyperchaotic Systems MACM and Implementation Using Runge-kutta

    Get PDF
    In general, hyperchaotic system is defined as a chaotic system with more than one positive Lyapunov exponent, this implies that its chaotic dynamics extend in several different directions simultaneously. The discovery of reliable and effective methods for solving hyperchaotic systems is carried out extensively. The aim of this research is to implement nonlinear hyperchaotic using runge-kutta. The NHS system is built by inspecting, modifying and adding one state to the MACM chaotic system. In this study, we use the same initial conditions x_0=y_0=z_0=w_0=1 and the parameters a = 2,b = 2,c = 0.5, and d = 14.5. At first we experiments modified approaches, namely Classic Runge-Kutta Method 3 Order, Runge-Kutta Method Based On Arithmetic Mean, Metode Runge-Kutta Method Based On Geometric Mean, Modified Runge-Kutta Geometric Mean Based Method-1, RKLCM Approaches Instead of RKGM using MAPLE software as a calculation tool. In this work, we observe that the Runge-Kutta Method Based on Arithmetic Mean has the smallest error value with an average variable x of 0.000606953, variable y of 0.009280181, variable z of 0.000378639 and variable w of 0.60781585. Then also in RKLCM Approaches Instead of RKGM it has the largest error value with an average variable x of 0.483789793, variable y of 0.620803849, variable z of 0.92097139, and variable w of 0.596137549

    EVALUASI KEBIJAKAN LARANGAN MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI KARANG MUMUS

    Get PDF
    Artikel ini akan mendiskusikan evaluasi kebijakan larangan pembuangan sampah di Sungai Karang Mumus. Pendekatan kualitatif digunakan sebgaai metode penelitian dan dianalisis dengan model analisis data interaktif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan belum maksimal dimana dari indikator sosialisasi belum efektif dan merata serta masyarakat belum mengetahui sanksi jika melanggar. Pengawasan tidak berjalan maksimal dan tidak terjadwal. Penindakan juga hanya memberikan sanksi yang ringan.Kata kunci: kebijakan, evaluasi, sampah, larangan, sunga

    ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KEDELAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ ( ECONOMIC ORDER QUANTITY ) (Studi Kasus Pada Pabrik Tahu Kediri Di Samarinda)

    Get PDF
    Pabrik Tahu Kediri belum memiliki prosedur tertentu dalam pengadaan atau pemesanan bahan baku, sehingga Pabrik Tahu Kediri harus menjaga sistem pengelolaan persediaan bahan baku dengan stabil dan optimal. Tujuan penelitian ini adalah menghitung perbandingan total biaya persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dengan menggunakan kebijakan Pabrik Tahu Kediri  dan menentukan pembelian optimal dalam pengendalian persediaan bahan baku kedelai dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini. Untuk analisis data, yang digunakan adalah menggunakan  metode Economic Order Quantity (EOQ) yang melibatkan penghitungan Frekuensi Pembelian, Persediaan Pengaman (Safety Stock), Titik Pemesanan Kembali (Reorder Point), dan Total Biaya Persediaan (Total Inventory Cost). Berdasarkan temuan penelitian ini, pembelian bahan baku kedelai yang optimal adalah dengan menggunakan metode EOQ yaitu sebesar 3.008 kg dengan frekuensi pembelian sebanyak 18 kali. Dengan menggunakan metode EOQ, total biaya persediaan adalah Rp 947.496 sedangkan menurut  kebijakan pabrik adalah Rp. 2.696.250. Metode EOQ akan membantu Pabrik Tahu Kediri menghemat biaya sebesar Rp 1.748.754 setiap tahunnya. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode EOQ menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan dengan kebijakan yang digunakan pada Pabrik Tahu Kediri

    Comparison of the Effectiveness of Traditional Massage with and Without Lemongrass Aromatherapy in Alleviating Menopausal Symptoms

    Get PDF
    Menopause is a natural phase experienced by all women, marked by the cessation of menstruation and often accompanied by symptoms of estrogen decline. With the increasing life expectancy of women, most will spend significant years in the menopausal phase, facing various physical and psychological symptoms that disrupt their quality of life. Objective: This study aims to compare the effects of traditional massage with and without the combination of lemongrass aromatherapy on menopausal symptoms.: This is a quasi-experimental study with a pretest and posttest design with two comparison treatments on 40 women aged 40-60 years, divided into two groups. The first group received traditional massage with lemongrass oil and lemongrass aromatherapy, while the second group received traditional massage with lemongrass oil only. Measurements were taken before and one week after the intervention, using the Menopause Rating Scale (MRS) to assess menopausal symptoms. Results: Menopausal symptom scores significantly decreased in both groups after the intervention. The aromatherapy massage group showed a decrease in the average symptom score from 14.80 to 5.60 (p=0.000), while the traditional massage group showed a decrease from 11.34 to 4.65 (p=0.000). The comparison between the two groups yielded a p-value of 0.197, indicating no significant difference in symptom score reduction, although the aromatherapy massage group experienced a greater decrease in menopausal symptoms than the massage-only group. There is no significant difference in the reduction of menopausal symptoms between the groups receiving massage with and without lemongrass aromatherapy; however, both interventions are equally effective in reducing menopausal symptoms. Further research is needed to increase the frequency of lemongrass aromatherapy massage

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skizofrenia pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2022

    Get PDF
    Orang dengan skizofrenia dalam masyarakat dianggap berbahaya, bahkan penderita skizofrenia dikucilkan dan disembunyikan, serta tidak dibawa berobat ke dokter karena keluarga merasa malu. Pada Tahun 2017 WHO (World Health Organization) menyebutkan bahwa 50 juta jiwa didunia menderita skizofrenia, dan di Asia Tenggara mencapai 6,5 juta jiwa. Prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia diperkirakan 2 juta jiwa (1%) dari penduduk yang menderita skizofrenia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keadian skizofrenia. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi pasien dengan gangguan kejiwaan di poli rawat jalan Rumah Sakit Jiwa Tampan pada Tahun 2021 berjumlah 10.780 dengan sampel 193 orang. Teknik pengambilan sampel Concecutive Sampling. Analisis data secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau sebesar 75,6%. variabel yang berhubungan adalah Stres (POR 9,073), Usia (POR 8,146), Pola Asuh Keluarga (POR 7,086), dan Riwayat Keluarga (POR 3,723). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan terhadap kejadian Skizofrenia adalah variabel stres. Diharapkan fasilitas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang mengelola stres, dan juga mengajak pasien untuk melakukan terapi kognitif untuk mengurangi frekuensi stres

    Pengaruh Konsentrasi Ca-Alginat dari Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) dalam Pengolahan Sampel Air Sungai Mahakam untuk Kebutuhan Air Minum

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Ca-Alginat dari cangkang kerang darah terhadap parameter kekeruhan, TSS, TDS, dan pH pada sampel air Sungai Mahakam untuk diolah menjadi air minum. Proses koagulasi dilakukan menggunakan metode jar test menggunakan sampel air Sungai Mahakam  sebanyak 500 mL, dengan variasi konsentrasi Na-Alginat  6, 8, 10, 14, dan 16 mg/L pada konsentrasi CaCO3 konstan, yaitu 200 mg/L serta variasi konsentrasi CaCO3 cangkang kerang darah 100, 200, 300, 400, dan 500 mg/L pada konsentrasi Na-Alginat konstan, yaitu 8 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh konsentrasi Ca-Alginat terbaik pada konsentrasi Ca2+ 100 mg/L dan konsentrasi Na-Alginat 8 mg/L dengan nilai akhir kekeruhan 18,67  NTU, TSS 19, 35 mg/L, TDS 244 mg/L, dan pH 7,14. Nilai TSS, TDS, dan pH setelah proses koagulasi memenuhi baku mutu air minum, sedangkan nilai kekeruhan belum memenuhi baku mutu air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 dan Peraturan Daerah Provinsi  Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2011.Kata kunci : ca-Alginat, cangkang kerang darah, kekeruhan, pH, TDS & TS

    TIME COST TRADE OFF ANALYSIS UNTUK PENGOPTIMALAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN WTP DI DESA PULAU PINANG KEC. KEMBANG JANGGUT KAB. KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    Proyek merupakan suatu usaha atau aktivitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources, dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Proyek pembangunan Water Treatment Plant (WTP) tepatnya di Desa Pulau Pinang kapasitas 50L/SPAM mempengaruhi akses di bawah jalanan umum. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mempercepat waktu proyek dengan metode Time Cost Trade Off Analysis (TCTO). TCTO adalah metode analisis yang digunakan untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek dengan cara kompresi jadwal untuk mendapatkan proyek yang lebih menguntungkan dari segi waktu (durasi), dan biaya. Analisis TCTO menggunakan metode Crashing yang dibantu software Microsoft Project 2016. Hasil penelitian menunjukkan waktu normal untuk menyelesaikan proyek adalah 180 hari, kemudian setelah dilakukan percepatan dengan waktu Crashing minimal waktu penyelesaian proyek menjadi 147 hari, sedangkan percepatan dengan waktu Crashing maksimal penyelesaian proyek menjadi 140 hari. Alternatif perbaikan berdasarkan hostpot kritis penelitian ini menggunakan Crashing maksimal. Hal ini dibuktikan dengan besaran efisiensi penurunan total biaya proyek secara keseluruhan sebesar 0,36% yaitu Rp 27.190.625,43 dan besaran efisiensi penurunan total waktu proyek secara keseluruhan sebesar 22,2% yaitu sebanyak 40 hari

    KOMPARASI PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE WARREN DENGAN STANDAR JEMBATAN RANGKA NO. 07/BM/2005 (STUDI KASUS : PADA PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN PENJALIN TABANG)

    Get PDF
    Sarana transportasi yang baik akan membuat kelancaran suatu daerah yang ada untuk lebih berkembang. Agar kelancaran lalu lintas dapat terjadi dan tidak terhambat maka, kondisi prasarana tersebut harus selalu dijaga dan dirawat. Sampai dengan saat ini pedoman yang digunakan untuk jembatan rangka baja adalah Pedoman No: 07/BM/2005 yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang ulang struktur bangunan atas pada jembatan rangka baja dengan tipe warren dan membandingkan hasil perencanaan jembatan dengan standar jembatan rangka No. 07/BM/2005. Jembatan ini merupakan alternatif baru yang akan berfungsi sebagai sarana penghubung antar Kecamatan Tabang – Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan rangka baja yang direncanakan memiliki panjang 60 meter dan lebar 9 meter. Metode yang digunakan dalam perencanaan jembatan adalah metode LRFD ( Load and Resistance Factor Design ) dengan berdasarkan konsep probabilitas yang menggunakan karakteristik statistik dari tahanan dan beban. Peraturan yang digunakan untuk merancang jembatan rangka baja tipe warren ini yaitu, peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1725:2016 dan RSNI T-03-2005. Tahapan dalam merencanakan jembatan rangka adalah analisis analisis gelagar memanjang jembatan, analisis gelagar melintang jembatan, dan analisis struktur rangka utama. Dari hasil analisis perancangan struktur atas jembatan, profil baja yang digunakan pada gelagar memanjang HB 400.400.20.35, profil gelagar melintang IWF 900.300.18.34, profil rangka baja utama HB 400.400.45.70, dan profil ikatan angin HB 250.250.14.14

    ANALISA KUAT LENTUR BALOK ZONA B PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERAWATAN RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE DAN SARANA PENDUKUNGNYA

    Get PDF
    Dalam perencanaan sebuah bangunan balok menjadi elemen struktur sangat sering digunakan. Kuat lentur balok merupakan parameter yang mengukur kekuatan suatu balok dalam menahan momen lentur yang mengakibatkan defleksi (lendutan) pada balok tersebut. Oleh karena itu, kuat lentur balok menjadi salah satu parameter penting untuk nantinya memastikan balok yang akan dilaksanakan dapat menahan momen-momen yang terjadi di lapangan akibat berat sendiri, beban tambahan, ataupun fenomena-fenomena alam seperti gempa dan angin puting beliung. Tujuan dari penelitian menghitung nilai kuat lentur dari balok Zona B pada proyek pembangunan Gedung Perawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan Sarana Pendukungnya. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil kuat lentur terbesar pada balok B.1 dan kuat lentur terkecil pada balok B.9

    Kajian strategi pengembangan Ekowisata Batu Dinding di Tahura Bukit Soeharto

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pada sektor pariwisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Hal ini disebabkan karena dengan adanya sektor pariwisata dapat mengembangkan atau menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Dengan hal ini pemerintah sebagai pemangku kepentingan harus bisa bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk menjaga dan membantu mengembangkan wisata di Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui kondisi Batu Dinding yang berada di Tahura Bukit Soeharto, Dapat menjelaskan potensi pemanfaatan dan pengembangan Batu Dinding sebagai ekowisata, Dapat mengetahui presepsi masyarakat terhadap Batu Dinding sebagai ekowisata. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto sangat menjanjikan dan menguntungkan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Kawasan Tahura Bukit Soeharto, namun. Pemerintah dan pengelola ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto harus bisa berupaya untuk melakukan pengembangan di beberapa area menuju ekowisata Batu Dinding Tahura Bukit Soeharto serta konsisten dalam memberikan fasilitas kepada pengunjung

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇