eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Estimasi populasi orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus Wurmbii) berdasarkan sarang di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) terbagi menjadi 3 subspesies diantaranya Pongo pygmaeus wurmbii, yang berada di Kalimantan Tengah. Keberadaan orangutan di habitatnya berperan penting bagi pengelolaan hutan lestari berkelanjutan, orangutan memiliki peran keterlibatan dengan konservasi perlindungan spesies lain dan menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelimpahan sarang P. pygmaeus wurmbii, mengetahui kepadatan sarang, dan menaksir estimasi jumlah individu dari populasi P. pymaeus wurmbii, berdasarkan temuan sarang di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari, Barito Timur, Kalimantan Tengah. Dalam penelitian ini menggunakan metode transek garis (line transect). Terdapat 41 sarang orangutan yang ditemukan. Tinggi pohon sarang, tinggi sarang, diameter pohon setinggi dada, kelas sarang, posisi sarang, jumlah sarang yang ditemukan, panjang jalur transek, jarak sarang ke jalur, koordinat sarang, dan jenis pohon sarang merupakan parameter yang diamati. Hasil rata – rata tinggi pohon sarang seluruh transek adalah 10,9 meter, dengan rata – rata tinggi sarang 7,5 meter, dan diameter rata – rata sekitar 16,5 meter. Sarang kelas C dan D adalah kelas sarang yang ditemukan dalam penelitian ini, dan sarang posisi 1 menjadi dominan ditemukan. Pohon bersarang orangutan terdiri dari 15 jenis pohon yang didominasi oleh jenis bintangor dari famili Calophyllacae sebagai pohon tempat bersarang orangutan. Lokasi penelitian ini berada di kawasan konsesi PT Alam Sukses Lestari, Barito timur, Kalimantan Tengah seluas 19.060 ha. Panjang total garis transek dari 8 jalur line transect adalah 5.686 km. Populasi kepadatan orangutan di PT Alam Sukses Lestari didapat 0,3 Individu/km² atau 1 individu memerlukan 2,936  km², dengan jumlah estimasi populasi 65 individu berdasarkan perhitungan sarang yang ditemukan. 

    RAISA: Threat or Opportunity for Careers? A Study on Internship Students in Jabodetabek

    Get PDF
    The development of Artificial Intelligence (AI), robots, and automation services (RAISA) show us the advancing technology, however, it also poses the potential of negative impacts that need to be addressed. One such impact is the takeover of career opportunities by RAISA, causing some college students to feel threatened about future prospects. This study analyzes the relationship between RAISA awareness and perceived future career opportunities (PFCO) among internship college students in universities within the Jabodetabek area. The researchers obtained 131 respondents from various universities, comprising 44 male and 87 female. The research data was processed using convenience sampling, utilizing RAISA awareness and PFCO questionnaires distributed online by Google Form. The data analysis revealed a Cronbach's alpha coefficient 0.923 for the RAISA Awareness and 0.819 for PFCO; Kolmogorov-Smirnov test p <0.05 for both indicating non-normal data distribution; and r (131) = +0.293, p <0.05 for the hypothesis test results using the Spearman's Correlation test. Then, it can be concluded that there is a positive and significant correlation between RAISA Awareness and PFCO among internship students in universities within the Jabodetabek area. AI, robot dan otomatisasi layanan (RAISA) menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi semakin pesat, bahkan yang perlu diwaspadai adalah potensi dari dampak negatif yang diciptakan oleh kemajuan teknologi. Salah satunya adalah peluang karir yang makin banyak diambil alih oleh RAISA membuat sebagian mahasiswa merasa terancam akan masa depan berkarirnya. Studi ini menganalisis hubungan kesadaran terhadap RAISA dengan peluang karir masa depan pada mahasiswa magang di Jabodetabek. Peneliti mendapatkan 131 responden dari berbagai universitas di Jabodetabek dengan jenis kelamin laki-laki 44 orang dan jenis kelamin perempuan 87 orang. Data penelitian diolah menggunakan convenience sampling, menggunakan kuesioner RAISA awareness dan Perceived Future Career Opportunity (PFCO) yang disebar secara daring menggunakan Google Form. Hasil analisis data diketahui koefisien Cronbach’s Alpha yang diperoleh adalah 0.923 untuk variabel RAISA Awareness dan 0.819 untuk PFCO; Kolmogorov-Smirnov test p<0.05 untuk kedua variabel yang menunjukkan distribusi data tidak normal; dan r(129) = .29, p < .001 untuk hasil uji hipotesis menggunakan metode Spearman’s Correlation test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif dan signifikan antara RAISA Awareness dengan PFCO pada mahasiswa magang di universitas Jabodetabek

    The Effectiveness of Repeated Reading and Supported Cloze Procedure to Improve Beginning Reading Skills in Elementary School Slow Learner Students

    Get PDF
    Literacy plays a very important role in the academic performance and overall development of elementary school students. However, many elementary school age children experience problems in reading, including fluency, accuracy and reading comprehension. This affects the learning process and causes poor academic results. The initial reading ability of 4th grade elementary school slow learner students at MI Salafiyah Mahbubiyah still has not received special treatment to improve their reading ability. Improving initial reading skills in slow learner students must be done in the right way, one of which is repeated reading and supported cloze procedures. To overcome this problem, the intervention was carried out using the repeated reading method and supported cloze procedure. The aim of this research is to see the effectiveness of repeated reading and supported cloze procedures to improve the beginning reading abilities of slow learner students in grade 4 of elementary school. This intervention aims to improve early reading skills in elementary school children who experience slow learning. This research uses a single case experimental design, where the subjects are 4th grade elementary school students. The development of the subject's reading ability was measured using Gickling and Armstrong's checklist, namely Reading Proficiency and Error Checklists. The results of the research show that there is a difference after being given the repeated reading and supported cloze procedure technique and before being given the repeated reading and supported cloze procedure on the subject. This means that (Ha) is accepted and (Ho) is rejected. So, it can be concluded that the repeated reading and supported cloze procedure is effective in improving the initial reading skills of slow learner students in grade 4 of elementary school

    The Influence of Knowledge on The Lifestyle of Diabetes Mellitus Patients at The Workplace of The Bengkuring Community Health Center, Samarinda

    Get PDF
    Background: Diabetes mellitus is a chronic condition because the pancreas is unable to produce insulin effectively.  The increase in DM cases can be caused by  lifestyle, lack of knowledge and inability to detect early, lack of physical activity and inappropriate regulation of food composition.  Purpose: to determine the influence  of the level of knowledge with lifestyle in DM sufferers. Method: using  quantitative methods with analytical descriptive design. The total population of 260 people, based on purposive sampling techniques according to  the inclusion criteria of DM type I and II without comorbidities, 100 samples were obtained. Iinstrument DKQ-24  for knowledge level and HPLP-II for lifestyle variables.  Data analysis using contingency coefficient with chi square test. Results: The majority suffered from DM for 6 – 10 years, had  a family history of DM, and had received previous education. The majority of  knowledge about DM is sufficient but those who have less knowledge are also quite a lot (43%) whose dominant lifestyle is categorized as quite healthy . Crosstab result the majority of the patient's knowledge level is at a sufficient  level who  have a fairly healthy lifestyle, tend to  have a less knowledge level but have a fairly healthy lifestyle (43%).  Analyze the value of r = 0.641 with p value < α. Conclusion: the level of knowledge affects lifestyle even though the patient has poor knowledge about D

    Persepsi Manfaat, Kemudahan Penggunaan, dan Risiko Dalam Penggunaan E-Wallet OVO

    No full text
    Penelitian ini dilakukan pada E-wallet OVO. Tujuan dari penelitian untuk menguji secara parsial maupun simultan variabel persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan risiko terhadap minat menggunakan E-wallet OVO. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa Universitas Mulawarman. Teknik sampling pada penelitian ini yaitu menggunakan Non Probability Sampling. Jumlah sampling yang digunakan yaitu 115 responden. Data yang diperoleh dari penyebaran kuisioner diolah menggunakan SPSS Versi 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan E-wallet OVO. Sedangkan risiko tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan. Pengujian secara simultan menunjukkan persepsi manfaat, kemudahan penggunaan, dan risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan E-wallet OVO

    TECHNOLOGY ACCEPTABLE MODEL, ONLINE COSTUMER REVIEW AND RATING TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI MYPERTAMINA

    No full text
    Perkembangan aplikasi saat ini diiringi oleh inovasi yang berkesinambungan. Salah satunya dengan hadirnya inovasi pembayaran nontunai atau pembayaran elektronik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner dan penelitian kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Technology Acceptable Model dan Online Costumer Review and Rating memiliki pengaruh secara signifikan dan kedua variabel tersebut berpengaruh simultan dan parsial terhadap kepuasan pelanggan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Technology Acceptable Model dan Online Costumer Review and Rating berpengaruh signifikan secara simultan dan parsial terhadap kepuasan pelanggan pengguna MyPertamina dan variabel Technology Acceptable Model merupakan variabel yang dominan terhadap kepuasan pelanggan

    Adaptation of Perceived Parental Autonomy Support (P-PASS) on College Students 18-24 Years Old

    No full text
    Emerging adulthood who having a parental support for autonomy and reduced control exerted will show a high self-esteem. In addition, this is also related to his success in academic. Because emerging adulthood is related to college student age. So it is important to be able to measure the parental autonomy support and controlling parents obtained by students in Indonesia. This measurement tool for perceived parental autonomy was developed by Mageau in 2015 and has never been adapted in Indonesia. This study aims to evaluate the validity and reliability of the perceived parental autonomy support measuring instrument in Indonesian. Content validity for this measure uses CVI. Then use CTT to analyze reliability and discrimination items. Participants in this study were 272 students who were collected using accidental sampling technique. The results of the adapted measuring instrument are relevant for measuring the construct, by liberating the three items on the controlling parent dimension, the CVI valuesfor each dimension are 1 and .98, while the reliable values are .93 and .87. In the CFA results, the fit model can be accepted on every dimension.Emerging adulthood yang mendapatkan dukungan otonomi orang tua dan pengurangan kontrol yang diberikan akan menunjukkan self-esteem yang tinggi dan juga berkaitan dengan keberhasilannya di akademik. Dikarenakan usia emerging adulthood berada pada 18-24 tahun yang sebagian besar berprofesi sebagai mahamahasiswa. Maka dari itu, penting untuk dapat mengukur parental autonomy support dan controlling parent yang didapatkan oleh mahasiswa. Alat ukur perceived parental autonomy support ini dikembangkan oleh Mageau tahun 2015 dan belum pernah diadaptasi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan reliabilitas alat ukur perceived parental autonomy support dalam bahasa Indonesia. Validitas konten untuk alat ukur ini menggunakan CVI. Kemudian menggunakan CTT untuk menganalisis reliabilitas dan diskriminasi aitem. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahamahasiswa sebanyak 272 yang dikumpulkan menggunakan teknik sampling insidental. Hasil alat ukur yang diadaptasi relevan untuk mengukur konstruk, dengan membebaskan tiga item pada dimensi controlling parent didapatkan nilai CVI untuk setiap dimensi yaitu 1 dan .98, sedangkan untuk nilai reliabel yaitu .93 dan .87. Pada hasil CFA, model fit dapat diterima pada setiap dimensi

    Instructional Quality Questionnaire: Development of Instructional Quality Measurement Tools for Secondary Education Teachers

    Get PDF
    Instructional quality is a form of classroom teaching which is important to support the development of students’ abilities in class. Instructional quality has three dimensions, that is a collection of teachers’ teaching behaviors, namely classroom management, supportive climate, and cognitive activation. Measurements of instructional quality has begun to develop; however, no measurement scale has been constructed and used in Indonesia. This study discussed the adaptation of Instructional Quality Questionnaire with the aim of obtaining a measurement for instructional quality that is standardized and can be used in Indonesian population. The adaptation process carried out includes pre-condition stage, development stage and confirmation stage. A tryout of the instrument is carried out on 242 high school students. The final instructional quality scale consists of 18 items which measure all three dimensions with reliability (r=0,886) which indicates that the instrument is reliable. Collection of internal structure validity using confirmatory factor analysis shows that the validity construct of the instructional quality model is a good fit. This adaptation of instrument is expected to help the development of research related to instructional quality as an important construct in determining the increase in students’ abilities and achievements, especially in Indonesia. Meanwhile, the construction of the items that is flexible to be used in any population and context is expected to facilitate the needs of various research.Instructional quality atau kualitas instruksional guru merupakan bentuk dari classroom teaching yang penting untuk mendukung perkembangan kemampuan siswa di kelas. Instructional quality memiliki tiga dimensi berupa kumpulan perilaku guru ketika mengajar yaitu classroom management, supportive climate dan cognitive activation. Pengukuran kualitas instruksional telah mulai dikembangkan namun belum terdapat skala pengukuran yang telah dikonstruksikan dan digunakan di Indonesia. Penelitian ini membahas mengenai adaptasi Instructional Quality Questionnaire dengan tujuan untuk mendapatkan alat ukur instructional quality yang dapat digunakan pada populasi di Indonesia yang terstandarisasi. Proses adaptasi yang dilakukan meliputi tahap pre-kondisi, pengembangan dan konfirmasi. Uji coba alat ukur dilakukan kepada 242 siswa SMA/SMK/sederajat. Alat ukur final instructional quality terdiri dari 18 item yang mengukur ketiga dimensinya dengan reliabilitas (r=0,886) yang mengindikasikan alat ukur reliabel. Pengumpulan bukti validitas struktur internal dengan menggunakan confirmatory factor analysis menunjukkan bahwa model instructional quality memiliki hasil validitas konstruk baik (good fit). Pengembangan terhadap alat ukur instructional quality ini diharapkan dapat membantu perkembangan penelitian terkait konstruk perilaku instruksional sebagai konstruk yang penting dalam menentukan peningkatan kemampuan dan pencapaian siswa khususnya di Indonesia. Penyusunan item alat ukur yang fleksibel untuk dapat digunakan pada berbagai populasi dan konteks juga diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan beragam tujuan penelitian

    Description of Self-Esteem in High School Members of the Extracurricular Paskibra

    Get PDF
    This research conducted as a response to the phenomenon of PASKIBRA member vocational/high school students experiencing self-esteem problems. The aim of this research to find out the self-esteem of active Extracurricular Paskibra members in Krian District. The population in this study was high school/vocational school students, members of the active extracurricular Paskibra in Krian District, totaling 103 high school/vocational school students.The sample in this study was 103 samples using a saturated sampling technique, namely where the entire population was sampled. The data collection technique in this research uses a psychological scale, namely the self-esteem scale. The self-esteem scale was adopted from the scale compiled by Utari with reference to aspects according to Coopersmith, namely strength, significance, virtuousness, and competence. In this study, the instrument was declared valid (rit > 0.30) and reliable (Cronbach's Alpha = 0.927) using the JASP program version 0.18. The results show that there are 12 students (12%) with low self-esteem in the PASKIBRA extracurricular member student's self-esteem category, however there are 78 students (76%) showing the medium self-esteem category and 13 students (13%) showing the high self-esteem category. Meanwhile, descriptively, the problem of low self-esteem among female students is higher than that of male students.Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap fenomena pada siswa SMA/SMK anggota PASKIBRA mengalami permasalahan self-esteem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran harga diri pada anggota Ekstrakurikuler Paskibra aktif Kecamatan Krian. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMA/SMK anggota Ekstrakurikuler Paskibra aktif Kecamatan Krian berjumlah 103 siswa SMA/SMK. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 sampel dengan menggunakan teknik sampel jenuh, yakni dimana semua jumlah populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik skala psikologi yakni skala harga diri, yang diadopsi dari skala yang dikembangkan oleh Utari dengan merujuk pada aspek-aspek menurut Coopersmith yaitu kekuatan (power), keberartian (significance), kebaikan (virtue), kemampuan (competence). Dalam penelitian ini Instrumen dinyatakan valid (rit > 0,30) dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,927) dengan menggunakan bantuan program JASP versi 0.18. Hasil menunjukkan harga diri siswa anggota ekstrakurikuler PASKIBRA terdapat 12 siswa (12%) dengan kategori self-esteem rendah, akan tetapi terdapat 78 siswa (76%) menunjukkan kategori harga diri sedang dan 13 siswa (13%) menunjukkan kategori harga diri tinggi. Sementara itu secara deskriptif permasalahan harga diri rendah siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki

    Makna dan Unsur Budaya dalam Lirik Lagu Daerah Lampung “Cangget Agung”: Kajian Antropolinguistik

    Get PDF
    Bahasa dan kebudayaan adalah dua aspek yang saling terhubung. Bahasa digunakan oleh manusia sebagai suatu alat untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan ide, gagasan, dan pikiran. Manusia dianggap sebagai aktor atau pelaku budaya karena dari ide, gagasan, dan pikiran yang dihasilkan itulah suatu kebudayaan hadir. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam sebuah karya, salah satunya melalui sebuah lagu yang dianggap sebagai salah satu bentuk tradisi lisan. Syair sebuah lagu daerah mengandung pesan-pesan, nilai, norma, yang merepresentasikan suatu kelompok. Sebagai suatu karya, syair dari sebuah lagu ditulis dengan mempertimbangkan nilai keindahan yang terkadang pesannya tidak bisa langsung dimaknai begitu saja. Oleh sebab itu, penelitian ini hadir untuk mendeskripsikan mengenai makna dan unsur budaya yang ada pada lagu daerah Lampung “Cangget Agung”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatis deskriptif dan mengaplikasikan teori semiotika Roland Barthes dan teori unsur budaya oleh Kluckhon.  Temuan dari penelitian ini adalah makna denotasi dan konotasi didapat dari leksikon pada lagu yang memuat istilah budaya. Unsur kebudayaan yang ditemukan adalah bahasa, sistem peralatan hidup dan teknologi, dan sistem kekerabatan. Kata kunci: antropolinguistik, budaya, cangget agung, makn

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇