eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Intercultural Communication Competence and Loneliness Among Out-Of-Town Students from Central Kalimantan
Out-of-town students from Central Kalimantan in the Special Region of Yogyakarta and Central Java face challenges in adapting, becoming independent, and dealing with socio-economic difficulties, as well as experiencing a phenomenon of loneliness. This study explores the relationship between intercultural communication competence and their level of loneliness. The study uses a quantitative method with a correlational design and collects data through an online survey using a questionnaire that measures intercultural communication competence with the Intercultural Effectiveness Scale (IES) (α = 0.867) and level of loneliness with the UCLA Loneliness Scale (Version 3) (α = 0.925). The survey involved 235 overseas students from Central Kalimantan aged 18 to 24 years studying at various universities in DIY and Central Java, using the snowball sampling technique. Data analysis was performed using SPSS version 23 with tests for normality, linearity assumptions, and hypothesis testing with Pearson correlation. The analysis results show a significant negative relationship between intercultural communication competence and level of loneliness (r=−0.795; p=0.000), indicating that the higher the intercultural communication competence, the lower the level of loneliness felt by students. This study emphasizes the importance of developing intercultural communication competence in reducing the level of loneliness in ouf-of-town students.Mahasiswa rantau asal Kalimantan Tengah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah menghadapi tantangan dalam penyesuaian diri, mandiri, dan kesulitan sosial-ekonomi, serta terjadi fenomena kesepian sehingga penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kompetensi komunikasi lintas budaya dengan tingkat kesepian mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan mengumpulkan data melalui survei daring menggunakan kuesioner yang mengukur kompetensi komunikasi lintas budaya dengan skala Intercultural Effectiveness Scale (IES) (α = 0,867) dan tingkat kesepian dengan skala UCLA Loneliness (Version 3) (α = 0,925), melibatkan 235 mahasiswa rantau asal Kalimantan Tengah yang berusia 18 sampai 24 tahun dan menempuh pendidikan di berbagai universitas di DIY dan Jawa Tengah, dengan teknik snowball sampling, analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 23 dengan uji asumsi normalitas, dan linearitas, serta uji hipotesis korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kompetensi komunikasi lintas budaya dengan tingkat kesepian (r=−0,795; p=0,000), menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi komunikasi lintas budaya, semakin rendah tingkat kesepian yang dirasakan oleh mahasiswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi komunikasi lintas budaya dalam mengurangi tingkat kesepian pada mahasiswa rantau
Self-Management: Reducing Social Media
The development of technology from time to time will continue to grow rapidly with changes, especially in the field of communication and information. The development of communication and information has caused many communication delivery media to emerge that have been designed to be able to convey information in a very easy way, one of which is social media. Social media provides many conveniences that make its users feel safe in cyberspace for a long time. Most social media users are teenagers, who are easily carried away by global developments, the desire to get information, and have difficulty distinguishing between good and bad to be used as a reference for behavior. This study aims to direct students in reducing the use of social media during classroom learning. The research method used is the one group pretest-posttest experimental approach, pretest and posttest are carried out by racing against indicators of social media addiction behavior. Based on the results, the self-management strategy can reduce the use of social media in class XI students at SMK Nurul Islam Manyar.Perkembangan teknologi dari zaman ke zaman akan terus semakin pesat dengan adanya perubahan terutama pada bidang komunikasi dan informasi. Perkembangan komunikasi dan informasi ini menyebabkan banyak sekali bermunculan media penyampaian komunikasi yang sudah didesain untuk dapat menyampaikan informasi dengan cara yang sangat mudah, yaitu salah satunya media sosial. Media sosial memberikan banyak kemudahan yang membuat penggunanya bisa merasa aman di dunia maya dalam jangka waktu yang lama. Sebagian besar pengguna media sosial adalah remaja, yang mudah terhanyut dalam perkembangan global, keinginan untuk mendapatkan informasi, dan kesulitan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dijadikan acuan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengarahkan siswa dalam mengurangi penggunaan media sosial saat pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan eksperimen one group pretest-posttest, pretest dan posttest dilakukan dengan berpacu pada indikator perilaku kecanduan media sosial. Berdasarkan hasil yang dilakukan strategi self management dapat mengurangi penggunaan media sosial pada siswa kelas XI di SMK Nurul Islam Manyar
Gambaran Perilaku Kontrol Plak Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Periodontal Pada Remaja Akhir di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur
Latar Belakang: Perilaku kontrol plak merupakan bentuk upaya pencegahan terjadinya penyakit periodontal. Perilaku mencakup pengetahuan, sikap, dan tindakan. Kontrol plak dilakukan secara mekanis dengan menyikat gigi dan membersihkan daerah interdental serta secara kimiawi dengan penggunaan obat kumur dan penggunaan fluoride pada pasta gigi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku kontrol plak sebagai upaya pencegahan penyakit periodontal pada kelompok usia remaja akhir di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 68,75% responden memiliki pengetahuan kontrol plak dengan kategori sedang, 60,42% responden memiliki sikap kontrol plak dengan kategori sedang, dan 48,96% responden melakukan tindakan kontrol plak dengan kategori sedang. Kesimpulan: Perilaku kontrol plak pada remaja akhir di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur berada dalam kategori sedang. Edukasi dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan perilaku kontrol plak pada masyarakat khususnya remaja akhir di Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur
Gambaran Kista Odontogenik Rongga Mulut di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Periode Tahun 2017-2022
Pendahuluan: Kista odontogenik telah lama dikenal sebagai masalah klinis pada rongga mulut dan sering ditemukan dalam praktik kedokteran gigi hingga masa kini. Kista odontogenik yaitu kista yang berasal dari jaringan odontogenik dan sebagian besar dilapisi oleh epitel yang berasal dari epitel odontogenik. Gambaran klinis yang paling umum ditemukan adalah pembengkakan namun dengan rasa sakit yang kurang, kecuali kista menjadi terinfeksi atau terkait dengan gigi non-vital. WHO (2017), mengklasifikasikan kista odontogenik menjadi dua yaitu, kista perkembangan (developmental cyst) dan kista inflamasi (inflammatory cyst). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kista odontogenik rongga mulut di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian observasional deskriptif, dan data yang dikumpulkan merupakan data sekunder berupa rekam medis pasien yang menderita kista odontogenik Hasil: Dijumpai 46 pasien dengan diagnosis kista odontogenik, 39% menderita kista dentigerous, 52% kista radikular,7% keratokista odontogenik dan 2% kista glandular odontogenik. Dengan kelompok usia paling banyak terjadi pada remaja 35% dan dewasa 35%. Berdasarkan jenis kelamin, dijumpai pada perempuan sebanyak 54% dan laki laki 46%. Berdasarkan lokasi anatomis, dijumpai pada mandibula sebanyak 52% dan maksila 48%. Kesimpulan: Kista odontogenik yang paling banyak ditemukan adalah kista radikular. Dengan kelompok usia paling banyak terjadi pada remaja dan dewasa. Kista odontogenik lebih banyak dijumpai pada perempuan dibanding laki laki, dan lebih banyak dijumpai pada mandibula dibanding maksila
Perbedaan Tingkat Kecukupan Energi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi pada Kelompok Santri Putri yang Berpuasa dan Tidak Berpuasa Senin Kamis (Studi Kasus di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Kota Semarang)
Puasa Senin Kamis merupakan puasa yang tergolong sunnah dilakukan bagi santri, dapat menjalankan puasa sunnah Senin Kamis maupun tidak menjalankan. Kondisi selama berpuasa Senin Kamis dapat menyebabkan waktu makan seseorang berkurang dan berdampak pada kecukupan gizi, namun harus tetap menjalankan kegiatan harian yang tidak berubah. Penurunan asupan gizi yang terjadi dapat menyebabkan status gizi seseorang akan menurun yang ditandai dengan penurunan berat badan. Tidak hanya asupan yang berpengaruh terhadap status gizi, terbukti aktivitas fisik juga dapat berpengaruh terhadap status gizi. Salah satu faktor penilaian status gizi seseorang adalah aktivitas fisik. Mengetahui perbedaan tingkat kecukupan energi, aktivitas fisik, dan status gizi pada kelompok santri putri yang berpuasa dan tidak berpuasa Senin Kamis. Penelitian ini menggunakan metode desain case-control. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode total sampling dengan sampel santri putri Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Kota Semarang yang berusia 19-21 tahun sebanyak 70 sampel yang terdiri dari kelompok berpuasa dan tidak berpuasa. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan recall 4x24 jam, mengisi kuesioner PAL (Physical Activity Level), pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pengolahan data dilakukan dengan uji Chi Square dan uji Mann Whitney. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kecukupan energi pada kelompok santri putri yang berpuasa dan tidak berpuasa Senin Kamis. Sedangkan penelitian menunjukkan bahwa Tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat aktivitas fisik dan status gizi pada kelompok santri putri yang berpuasa dan tidak berpuasa Senin Kamis
PEMBUATAN CAIRAN PEMBERSIH LANTAI DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH
Minyak jelantah merupakan minyak yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan. Minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terbentuk selama proses penggorengan. Oleh karena itu, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian baik dari segi kesehatan manusia maupun lingkungan. Cairan pembersih lantai merupakan bahan yang dimanfaatkan dalam rumah tangga, sebagai cairan untuk membersihkan kotoran pada lantai. Pembersih lantai juga mengandung agen antimikroba yang dapat membunuh kuman. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan limbah minyak jelantah untuk dijadikan cairan pembersih lantai sebagai bentuk penanggulangan dan penanganan yang tepat guna terhadap limbah minyak jelantah. Kata kunci: minyak jelantah, cairan pembersih lanta
Analisis Konsumsi Energi Aplikasi Belanja Online pada Smartphone
Penggunaan smartphone yang semakin populer di berbagai kalangan masyarakat dikarenakan perangkat ini menyediakan beragam fitur yang dapat digunakan kapan dan dimana saja. Akan tetapi, perangkat ini mengalami beberapa keterbatasan termasuk kapasitas penyimpanan dan waktu pakai baterai yang singkat karena pengurasan energi yang meningkat saat menjalankan aplikasi yang memerlukan komputasi intensif pada perangkat seluler. Aplikasi e-commerce atau belanja online merupakan salah satu aplikasi internet yang banyak digunakan. Oleh karena itu, dilakukan studi analisis konsumsi energi aplikasi belanja online yang populer di pasar Indonesia antara lain Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Bukalapak berbasis smartphone. Pengukuran konsumsi energi menggunakan aplikasi Accubattery. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi energi dengan aplikasi belanja online, serta menganalisis konsumsi energi dari aplikasi belanja online. Hasil penelitian menunjukkan hubungan konsumsi energi dan aplikasi belanja online dapat dilihat berdasarkan ketiga kondisi yang digunakan, yaitu peningkatan konsumsi energi dipengaruhi oleh pengguna aplikasi belanja online yang melakukan aktivitas dalam aplikasi. Kemudian, jenis akses internet yang digunakan juga mempengaruhi dimana data seluler lebih banyak mengonsumsi energi daripada Wi-Fi. Selain itu, penggunaan pada waktu tertentu juga sedikit berpengaruh pada konsumsi energi, meskipun tidak sebesar pada konsumsi energi berdasarkan kondisi aktivitas dan jenis akses internet. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa aplikasi Blibli memiliki rata-rata konsumsi energi terendah pada keseluruhan kondisi di antara kelima aplikasi belanja online yang diuji dalam penelitian ini, konsumsi terendahnya ketika menggunakan akses internet Wi-Fi pada penggunaan idle sesi 1 sebesar 0,0547 Wh
ANALISIS KERENTANAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN OVERLAY DAN SKORING DAERAH TANI BHAKTI, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kerentanan lingkungan adalah tingkat kepekaan suatu wilayah terhadap perubahan atau gangguan eksternal, baik alami maupun akibat aktivitas manusia. Hal ini mencerminkan potensi kerusakan yang dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem, kualitas hidup, dan keberlanjutan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerentanan lingkungan di Tani Bhakti menggunakan pendekatan overlay dan skoring dengan data satelit dari tahun 2019 dan 2024. Latar belakang penelitian adalah adanya perubahan penggunaan lahan serta dampak lingkungan akibat aktivitas pertanian dan pemanfaatan lahan. Data satelit digunakan untuk memetakan parameter lingkungan seperti NDMI, NDVI, dan perubahan lahan terbuka. Parameter-parameter ini dianalisis dengan metode overlay untuk mengidentifikasi perubahan dalam lima tahun. Skoring kemudian diterapkan untuk menentukan tingkat kerentanan masing-masing parameter dan menghasilkan peta kerentanan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kerentanan di beberapa wilayah yang dipengaruhi oleh konversi lahan dan degradasi vegetasi. Penurunan kualitas vegetasi, kelembapan tanah, dan peningkatan suhu permukaan tanah menjadi indikasi utama. Berdasarkan analisis, kualitas lingkungan di Tani Bhakti telah menurun secara signifikan dalam lima tahun terakhir
Evaluasi Keterhubungan Manusia-Alam di Ruang Terbuka Publik: Studi Perbandingan Tiga Taman di Samarinda
Terdapat banyak faktor yang dapat menurunkan kualitas kesehatan warga perkotaan seperti stres, kecemasan, tekanan pekerjaan, dan kondisi sosial-ekonomi. Rekreasi dan relaksasi merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kondisi kesehatan mental ke keadaan yang baik. Taman yang ada di perkotaan dapat membantu manusia merasa terhubung dengan alam dan memberikan kesempatan untuk merenungkan makna hidup yang dapat membantu mengatasi perasaan sedih atau kehampaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi salah satu fungsi ruang terbuka publik, yakni taman, dalam perannya sebagai fasilitas publik yang bersifat rekreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan mengobservasi 3 taman yang berada di Samarinda yakni Taman Samarendah, Taman Cerdas, dan Taman Bebaya. Ketiga taman tersebut akan dikaji sejauh apa hubungan manusia dengan alam tercapai dan bagaimana hubungan tersebut mempengaruhi kondisi emosi/psikologis pengunjung. Penelitian ini akan melibatkan responden sebanyak 50 orang dari setiap taman yang diperbandingkan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam menentukan desain dan atribut taman yang lebih memberi benefit positif bagi kesehatan warga perkotaan
Euphemism Uttered by March Sisters in Little Women (2019) Film
This research aims to describe the euphemism uttered by March Sisters in Little Women (2019) film, focusing on what types of euphemisms and what the functions of euphemisms appear in the film with a sociolinguistic approach using Burridge (2012) theory. The researcher then displays the findings qualitatively. The result of this research shows that, the March Sisters; Jo, Meg, Amy, and Beth used thirty six euphemisms including eight different types of euphemism out of fifteen; metaphor, underestimate, hyperbole, ellipsis, circumlocution, affixation, rhyming, and external borrowing. Meanwhile, for the functions, March Sisters used all six functions of euphemism; protective, underhand, uplifting, provocative, cohesive, and ludic. Jo is the most user of metaphor because she frequently used a non-literal sentences. Jo mostly used euphemism to protect the listener’s feeling as she is an empathetic person. Amy, as the spoilest one, she is the most underestimate user. She used it to avoid some existing fact, which is to protect herself from feeling embarrassed. Beth used metaphor and hyperbole, but for the function, she used it all as a protective euphemism to protect the listener’s feeling because all of her euphemism words are related to dead, she died in the film caused by scarlet fever. Meg is the least euphemism user. She only use hyperbole twice and circumlocution once but all of them used as a protection to her self-esteem because she is easy to be provoked. In conclusion, March Sisters used euphemism differently based on their personality