eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Euphemism analysis on the main character in Legally Blonde film

    No full text
    This research explores the use of euphemism in the film Legally Blonde, with a particular focus on Elle Woods as the main character. Euphemism is understood as a linguistic strategy used to avoid harsh, taboo, or impolite expressions, making communication more polite and socially acceptable. Through a qualitative descriptive approach, the research examines Elle’s utterances by applying Allan and Burridge’s (2006) euphemism framework and Palmer’s (1976) concept of meaning. The analysis identifies several types of euphemisms, including metaphor, circumlocution, understatement, omission, clipping, acronyms, borrowing, and hyperbole. The findings show that Elle uses euphemistic language not only to maintain politeness and navigate sensitive topics but also to challenge stereotypes and assert her identity in professional environments such as law school. Theoretically, this research contributes to sociolinguistic research by showing how euphemism functions as a form of language variation and politeness strategy. Practically, it provides useful insights for students, educators, and researchers in understanding euphemism in both literary works and real-life communication

    Building Self-Confidence Amidst Trauma: A Study of Adolescents with Adverse Childhood Experiences

    No full text
    Adolescents with adverse childhood experiences (ACE) are at higher risk of developing psychological problems, including social anxiety. Social anxiety may hinder adolescents’ social and emotional development, while self-confidence is considered a protective factor that reduces the negative impact of ACE. This study aims to examine the relationship between self-confidence and social anxiety among adolescents with ACE in Kulonprogo. A quantitative method was employed with self-confidence as the independent variable and social anxiety as the dependent variable. This study employed a quantitative method with self-confidence as the independent variable and social anxiety as the dependent variable. The research instruments consisted of a self-confidence scale (α = 0.87) and the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) (α = 0.91), both of which have been adapted into Indonesian. Participants were adolescents aged 18–23 years who experienced ACE and resided in Kulonprogo. The results indicated a significant negative relationship between self-confidence and social anxiety. Higher levels of self-confidence were associated with lower social anxiety, and vice versa. The strength of the relationship was in the moderate category (r=-0,42). Furthermore, most participants demonstrated high levels of social anxiety (61%) and moderate levels of self-confidence (84%). These findings highlight the crucial role of self-confidence in mitigating social anxiety among adolescents with ACE and may serve as a reference for developing more targeted psychological interventions. Remaja dengan pengalaman buruk masa kanak-kanak atau adverse childhood experience (ACE) berisiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis, termasuk kecemasan sosial. Kecemasan sosial dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional remaja, sementara kepercayaan diri dipandang sebagai faktor pelindung yang mampu menurunkan dampak negatif ACE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada remaja yang mengalami ACE di Kulonprogo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan variabel kepercayaan diri sebagai variabel bebas dan kecemasan sosial sebagai variabel terikat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 remaja berusia 18-23 tahun yang dipilih melalui metode non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala likert yang menggunakan sistem dua arah pernyataan yaitu favorable dan unfavorable. Penelitian ini dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 20.00. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial. Semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin rendah kecemasan sosial, demikian pula sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepercayaan diri dalam mengurangi kecemasan sosial pada remaja dengan ACE serta dapat menjadi dasar bagi intervensi psikologis yang lebih tepat sasaran

    The Dynamics of Family Background and Bullying Behavior among Senior High School Students in the Era of the Merdeka Curriculum

    No full text
    Bullying remains one of the recurring issues in school environments and requires attention in the implementation of the Merdeka Curriculum. This study aims to analyze the influence of family background on bullying behavior among high school students in Samarinda. A descriptive mixed-method approach was employed, with data collected through observation, questionnaires, and interviews. The research was conducted from January to May 2024 in four schools: SMAN 16, SMA Budi Luhur, SMAN 3, and SMK Negeri 14 Samarinda. The findings show that most students come from intact families, with percentages ranging from 70.4% to 93.7%. Nevertheless, bullying behaviors were still identified, including pushing peers (3.7%–32.9%), mocking with derogatory nicknames (14.8%–34.2%), and engaging in physical violence (2.8%–10.5%). These results indicate that family background is not the dominant factor influencing students’ bullying behavior. This study implies the need for more comprehensive prevention strategies involving schools, families, and the social environment to create a safe learning climate while simultaneously strengthening students’ character education.Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering muncul di lingkungan sekolah dan perlu mendapat perhatian dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latar belakang keluarga terhadap perilaku bullying pada pelajar SMA di kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan pendekatan mix methode yang bersifat deskriptif.  Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Kegiatan Penelitian dilakukan pada Januari-Mei 2024 di empat sekolah, yaitu SMAN 16, SMA Budi Luhur, SMAN 3 dan SMK Negeri 14 Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa berasal dari keluarga lengkap dengan presentase 70,4% hingga 93,7%. Meskipun demikian, perilaku bullying tetap ditemukan, seperti mendorong teman (3,7%-32,9%), mengejek dengan julukan buruk (14,8%-34,2%), serta melakukan kekerasan fisik (2,8%-10,5%). Data ini menunjukkan bahwa latar belakang keluarga bukanlah factor dominan yang mempengaruhi perilaku bullying siswa. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya strategi pencegahan yang lebih komprehensif dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan lingkungan social dalam menciptakan iklim belajar yang aman sekaligus memperkuat Pendidikan karakter siswa

    Pengaruh karakteristik habitat mangrove terhadap akumulasi timbal (Pb) dan tembaga (Cu) pada sedimen di sekitar Pelabuhan Lembar, Lombok Barat

    Get PDF
    Habitat mangrove merupakan faktor penting yang mendukung pertumbuhan, perkembangan dan keberhasilan rehabilitasi serta pengelolaan ekosistem mangrove.  Pencemaran menjadi salah satu faktor kerusakan mangrove yang mana logam-logam berat sebagai salah satu jenis polutan dapat masuk ke dalam perairan dapat mengendap di dasar perairan dengan sedimen kemudian akan masuk ke dalam sistem rantai makanan ekosistem perairan.  Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem perairan dapat berperan sebagai bioakumulator logam berat.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh karakteristik habitat mangrove terhadap akumulasi Pb dan Cu pada sedimen di kawasan mangrove sekitar Pelabuhan Lembar.  Parameter karakteristik habitat mangrove yang diambil meliputi kerapatan mangrove, ketebalan lumpur, suhu, pH, Dissolved Oxygen (DO), dan salinitas.  Data kerapatan diambil pada 30 plot pengamatan sekaligus pengambilan sampel sedimen untuk analisis Pb dan Cu di laboratorium.  Pengaruh diuji menggunakan korelasi dan regresi dengan software SPSS.  Hasil penelitian menunjukkan karakteristik habitat mangrove yang meliputi pH, suhu, salinitas dan dissolved oxygen (DO) masih memenuhi baku mutu.  Akumulasi Pb dan Cu pada sedimen mangrove juga masih memenuhi baku mutu.  Rata-rata kerapatan pohon mangrove 44,89 individu/ha dan kerapatan pancang 151,11 individu/ha yang berarti pohon dan pancang mangrove memiliki kerapatan jarang.  Karakteristik habitat mangrove di sekitar Pelabuhan Lembar yang berpengaruh dengan Cu pada sedimen hanya pH dan ketebalan lumpur, sedangkan yang berpengaruh dengan Pb tidak ada.

    Quality of Work Life as a Predictor of Employee Turnover Intention

    Get PDF
    Employees who resign and leave their job can affect the running of the company and reduce efficiency. Companies need to retain employees, so they do not feel like changing jobs. Turnover Intention can be prevented by working life factors through pleasant, satisfying working conditions, and a prosperous quality of work life. These working conditions are reflected in the quality of work life in the workplace. The purpose of this research is to determine the effect of quality of work life on turnover intention of outsourcing company employees. This research was conducted using a non-experimental quantitative method on 56 employees of an outsourcing company. Quality of work measurement tools adapted quality of work life questionnaires made by Timossi et al. and turnover intention used adaptations and modification measurements from Mobley et al. The data analysis technique used a simple linear regression test. The results showed that quality of work life affects the turnover intention of outsourcing company employees. The constitutionalism aspect has the greatest influence on the quality of work life in influencing employee turnover intention. The implication of this research finding is that to prevent turnover intention, the main concern of outsourcing company management can be directed to ensure that employees are satisfied with the constitutionalism aspect of their work.Karyawan yang mengundurkan diri dan keluar dari pekerjaan dapat mempengaruhi jalannya perusahaan dan mengurangi efisiensi. Perusahaan perlu mempertahankan karyawan agar tidak merasa ingin berganti pekerjaan (turnover intention). Turnover Intention dapat dicegah dengan faktor working life melalui kondisi kerja yang menyenangkan, memuaskan, dan kualitas kehidupan kerja yang membuat sejahtera. Kondisi kerja tersebut tercermin dalam kualitas kehidupan kerja (quality of work life) di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh quality of work life terhadap turnover intention karyawan perusahaan outsourcing. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif non-eksperimental pada 56 orang karyawan sebuah perusahaan outsourcing. Alat ukur quality of work life mengadaptasi kuesioner quality of work life yang dibuat oleh Timossi et al. dan turnover intention menggunakan adaptasi dan modifikasi pengukuran dari Mobley et al. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quality of work life berpengaruh terhadap turnover intention karyawan perusahaan outsourcing. Aspek constitutionalism memiliki pengaruh terbesar pada quality of work life dalam mempengaruhi turnover intention karyawan. Implikasi dari temuan penelitian ini yaitu untuk mencegah turnover intention, perhatian utama pihak manajemen perusahaan outsourcing dapat diarahkan untuk memastikan bahwa karyawan merasa puas pada aspek constitutionalism pekerjaa

    Career Decision Making Self-Efficacy: Confidence of Indonesian Professional Psychology Masters Students in Making Career Decisions

    Get PDF
    This study aims to describe Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) among master's students in professional psychology programs in Indonesia. The background of this study lies in the various challenges faced by master's students in professional psychology programs as prospective psychologists, such as limited job opportunities, low public awareness of mental health, and study periods that could exceed 4 semesters for this research. Data was collected by using semi-structured interviews technique through case study. Data analysis utilized a thematic analysis based on Crites's five career selection competencies to determine the domains of Career Decision-Making Self-Efficacy from Taylor & Betz (1983), namely accurate self-appraisal, gathering occupational information, goal selection, making plans, and problem-solving. Credibility in this study was established through triangulation and enhancing persistence. The results of this study indicate that the participants possess self-efficacy in accurately describing their capabilities related to their chosen career or major (accurate self-appraisal). However, the process of searching for job information and field of work choosing remains incomplete and superficial (gathering occupational information). This could potentially hinder their confidence in setting career goals (goal selection), making future career plans (making plans), and overcoming obstacles that may impede career decision-making (problem-solving).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang Career Decision Making Self-Efficacy (CDMSE) dari mahasiswa magister Psikologi profesi di Perguruan Tinggi di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa magister Psikologi profesi sebagai calon Psikolog, seperti peluang pekerjaan yang kurang memadai, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental, dan lama studi yang dapat mencapai lebih dari 4 semester. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur. Pengolahan data menggunakan analisis tematik yang mengacu pada 5 (lima) Kompetensi Pilihan Karier Crites yang digunakan untuk menentukan domain pada Career Decision Making Self-Efficacy dari Taylor & Betz (1983), yakni accurate self-appraisal, gathering occupational information, goal selection, making plans, dan problem solving. Kredibilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi dan meningkatkan ketekunan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa para partisipan sudah memiliki efikasi diri dalam menggambarkan kemampuan diri secara tepat atau akurat terkait dengan karier atau jurusan yang dipilih (accurate self-appraisal). Akan tetapi proses pencarian informasi pekerjaan dan bidang pekerjaan yang akan dipilih masih belum lengkap dan mendalam (gathering occupational information). Hal tersebut diprediksi dapat menghambat mereka untuk memiliki keyakinan bahwa mereka mampu menetapkan tujuan karier (goal selection), membuat perencanaan karier di masa depan (making plans), serta mengatasi masalah terkait hal-hal yang dapat menghambat pengambilan keputusan karier (problem solving)

    PERSEPSI PETANI TENTANG PENGARUH KINERJA PENYULUH TERHADAP KOMPETENSI PETANI PADI DI KABUPATEN ACEH BARAT (Rice Farmers Perceptions Of The Influence Of Extension Workers' Performance On The Competence Of Rice Farmers In West Aceh Regency)

    Get PDF
    This study aims to assess how farmers perceive the impact of agricultural extension performance on rice farmers' ability in Alue Tampak Village, Kaway XVI Sub-district, West Aceh District. With a total population of 176 rice farmers, the study adopted a quantitative approach through a survey method. The sample was selected using the Slovin formula, resulting in 64 rice farmer respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression as well as hypothesis testing with the help of SPSS 20. The research findings indicated that farmers' perceptions of agricultural extension workers' performance positively affected their competence in rice farming. The R² value of 0.554 indicates that the performance of agricultural extension workers can explain 55.4% of the variation in farmers' competence, while factors beyond the scope of this study influence the remaining 44.6%. The regression test results yielded the equation Y = 2.599 + 0.631X + e, where the positive coefficient of 0.631 confirms the existence of a positive influence between agricultural extension performance and farmers' competencies.

    Uji Daya Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Lokal Merah Sigi dengan Pemberian Beberapa Zat Pengatur Tumbuh

    Get PDF
    Jagung merupakan tanaman pangan utama kedua setelah padi. Jagung Merah Sigi (Mesi) berasal dari Sigi, Sulawesi Tengah. Jagung Mesi memiliki penampilan yang menarik, rasa manis, dan aroma khas. Upaya memperoleh hasil optimal budidaya jagung Mesi adalah dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). ZPT berperan dalam merangsang maupun menghambat pertumbuhan tanaman. ZPT yang terkandung dalam Bioaktivator yaitu 5,029 mg L-1 Indole Acetic Acid, 9,819 mg L-1 Giberelin, 1,603 mg L-1 Zeatin dan 0,933 mg L-1 Kinetin. Kandungan ZPT dalam Booster yaitu senyawa asam laktat, asam amino, dan Lactobacillus. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya hasil tanaman jagung Merah Sigi dengan pemberian beberapa ZPT. Penelitian dilaksanakan di Taman Teknologi Pertanian Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dari April hingga Juli 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial, terdiri atas 4 perlakuan yang diulang 8 kali, yaitu tanpa pemberian Bioaktivator dan Booster (kontrol), 7 mL L-1 Bioaktivator, 7 mL L-1 Booster, kombinasi antara 3,5 mL L-1 Bioaktivator dan 3,5 mL L-1 Booster. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian Bioaktivator, Booster dan kombinasinya berpengaruh tidak nyata pada semua parameter. Perlakuan 7 mL L-1 Booster menghasilkan rata-rata bobot 100 butir jagung sebesar 23,70 g, hanya mampu meningkatkan sebesar 4,64% dibandingkan dengan kontrol. Hasil bobot 100 butir jagung Merah Sigi masih sesuai dengan potensi bobot 100 butir jagung pada deskripsi yaitu 23,01 g. Kombinasi 3,5 mL L-1 Bioaktivator dan 3,5 mL L-1 Booster memberikan rata-rata berat pipilan kering per petak sebesar 1,18 kg

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih dan Kayumanis terhadap Penyakit Antraknosa pada Cabai Merah (Capsicum annuum L.)

    Get PDF
    Cabai merah (Capsicum annuum L.) atau biasa dikenal dengan cabai teropong menjadi salah satu tanaman hortikultura yang dibutuhkan oleh masyarakat sebagai pelengkap masakan dan obat. Produksi cabai pada tahun 2021 mencapai 1,36 juta ton dengan persentase peningkatannya hingga 7,62%. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogen yang menyerang cabai merah (Capsicum annuum L.) pada gejala penyakit antraknosa dan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih (Cinnamomum burmannii), kayu manis (Cinnamomum burmanni), dan kombinasi keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda dimulai sejak bulan November 2022 sampai bulan Maret 2023. Percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap dengan (empat) 4 perlakuan dan (tujuh) 7 ulangan yang digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan terdiri dari kontrol (A0), ekstrak bawang putih (A1), ekstrak kayu manis (A2), ekstrak kombinasi bawang putih dan kayu manis (A3). Faktor tunggal dalam penelitian ini adalah daya hambat ekstrak bunga krisan terhadap pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak bawang putih dan kayu manis telah memberikan aktivitas penghambatan pertumbuhan koloni jamur uji. Pemberian perlakuan ekstrak kayu manis memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 47 mL ditunjukkan pada data daya hambat sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas antifungi ekstrak kayu manis mampu menghambat pertumbuhan miselium jamur Colletotrichum gloeosporioides

    KARAKTERISTIK PASIEN KANKER SINONASAL DI POLI THT RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA PERIODE 2018-2022

    Get PDF
    Kanker kavum nasal dan sinus paranasal merupakan keganasan yang jarang terjadi namun bersifat agresif. Kanker sinonasal merupakan keganasan kepala dan leher kedua terbanyak setelah kanker nasofaring di beberapa negara Asia. Beberapa faktor risiko diantaranya genetik dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien kanker sinonasal di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Periode 2018-2022. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data penelitian berasal dari rekam medik pasien kanker sinonasal di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie periode 2018-2022 dengan metode total sampling. Terdapat 52 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan usia terbanyak pada pasien kanker sinonasal pada kelompok usia 41-50 tahun (37%); jenis kelamin terbanyak pada laki-laki (63%); dengan pekerjaan terbanyak petani (54%); stadium IV terbanyak pada pasien kanker sinonasal (63%); dengan tipe histopatologi terbanyak yaitu undifferentiated carcinoma (44%)

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇