eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
KAJIAN LITERATUR: BAKTERI PENGAKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN MERKURI (Hg)
Pencemaran lingkungan oleh logam berat Pb dan Hg biasanya berasal dari limbah industri, proses penambangan, serta kegiatan pertanian. Salah satu upaya untuk menanggulangi pencemaran lingkungan oleh logam berat adalah dengan bioremediasi melalui penggunaan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis bakteri dan mengetahui tingkat efektivitas bakteri yang dapat mengakumulasi logam berat timbal (Pb) dan merkuri (Hg). Penelitian ini menggunakan data sekunder melalui studi pustaka, yaitu mengumpulkan informasi dari sumber-sumber ilmiah seperti jurnal ilmiah, skripsi, publikasi ilmiah, peraturan-peraturan yang berkaitan dengan topik penelitian, pendapat ahli, maupun berbagai studi eksperimental. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah terdapat 7 (tujuh) jenis bakteri yang dapat mengakumulasi Pb yaitu Bacillus sp, Pseudomonas, Klebsiella edwardsii, Enterobacter coacae, Pediococcus pentosaceus, Alcaligeneses paecalis dan Staphylococcus aureus dan terdapat sepuluh jenis bakteri yang terbukti merespon baik Hg dan dapat mengakumulasi penurunan Hg yaitu Bacillus, Burkholderia cenosepacia, Brevundimonas sp., Klebsiella pneumonia, Morganella morganii, Fusobactreium aquatile, Pseudomonas sp., Brevibacterium casei, Escherichia coli dan Proteus mirabilis. Tingkat keefektifan bakteri dari 7 genus yang ditemukan terdapat 3 genus yang terbaik dalam mengakumulasi logam Pb yaitu Bacillus, Pseudomonas dan Alcaligeneses faecalis. Hasil kajian literatur ini adalah ditemukannya 3 jenis bakteri yang terbaik dari 3 kategori kadar merkuri yaitu Bacillus albus, Bacillus thuringiensis dengan persentase akumulasi dan Morganella morgani
RELEVANSI TINGKAT KEPEDULIAN LINGKUNGAN DENGAN TINGKAH LAKU MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN SITU BAGENDIT
Situ Bagendit merupakan danau alami yang saat ini mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran serta perilaku masyarakat yang tidak ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kepedulian lingkungan masyarakat dan menilai relevansi antara kepedulian lingkungan dengan tindakan nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan danau Situ Bagendit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden dari lima kelompok masyarakat di sekitar Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, serta penerapan prinsip-prinsip etika lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki tingkat kepedulian lingkungan yang tinggi berdasarkan penerapan prinsip etika lingkungan, dengan prinsip kasih sayang dan peduli terhadap alam mencapai 83,6% sedangkan prinsip lainnya menunjukkan nilai di atas 75%. Meskipun demikian, kondisi aktual Situ Bagendit masih menunjukkan permasalahan lingkungan yang serius dengan ditemukannya sampah dan pertumbuhan gulma air secara masif. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara tingkat kepedulian yang tinggi dengan perilaku nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu, relevansi antara kepedulian dan perilaku masyarakat belum sepenuhnya terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan strategi pendidikan lingkungan dan penguatan regulasi untuk memastikan nilai-nilai etika lingkungan tercermin dalam perilaku nyata masyarakat
IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER DALAM SISTEM SOLAR TRACKER DUAL AXIS BERBASIS INTERNET OF THINGS PADA PLTS
Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi besar, namun intensitas cahaya yang diterima panel fotovoltaik dipengaruhi oleh perubahan posisi matahari sepanjang hari. Untuk mengoptimalkan penyerapan energi, penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem solar tracker dual axis berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode Fuzzy Logic Controller (FLC) Mamdani. Sistem ini menggunakan empat sensor LDR sebagai pendeteksi arah cahaya, sensor BH1750 untuk mengukur intensitas cahaya, serta sensor INA219 untuk memantau tegangan, arus, dan daya keluaran panel surya. Mikrokontroler ESP32 berfungsi sebagai pusat kendali yang memproses data dari seluruh sensor dan menggerakkan motor DC melalui driver BTS7960 agar panel selalu menghadap ke arah datangnya cahaya matahari. Data pengukuran ditransmisikan melalui protokol MQTT dan divisualisasikan pada Node-RED Dashboard, sehingga sistem dapat dipantau secara real-time maupun jarak jauh secara praktis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa solar tracker dual axis dengan kontrol fuzzy Mamdani mampu mengikuti pergerakan matahari secara efektif. Hal ini dibuktikan pada pengukuran terbaik tanggal 17 Agustus pukul 09.00 dengan tegangan 18,42 V, arus 2,71 A, daya 49,918 W, serta intensitas cahaya 164.000 lux dengan posisi tracker pada sudut elevasi 45° dan azimuth 76°. Integrasi IoT dan Node-RED mendukung pemantauan yang efisien, sehingga sistem ini berpotensi meningkatkan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tropis seperti Indonesi
ANALISIS PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN PUBLIK (STUDI KEPUSTAKAAN: UU TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL (TPKS) DI INDONESIA)
This research article aims to describe and analyze the process of making public policy in Indonesia on the TPKS Law (Criminal Acts of Sexual Violence). The research employs a descriptive qualitative approach with a library research method, in which data were collected from various relevant literature sources such as books, academic journals, legislative documents, and previous research reports. The data were analyzed using a thematic analysis approach based on Creswell’s analytical steps, including data collection, filtering, categorization, description, and interpretation. The theoretical framework used is Nugroho’s public policy process model, which consists of six main stages: problem identification, agenda setting, policy formulation, policy legitimation, policy implementation, and policy evaluation. The results indicate that the formulation process of the UU TPKS generally aligns with the theoretical stages, although several obstacles were identified, such as political deadlock, limited understanding among implementers, and lack of public participation. This research contributes theoretically to public policy studies and opens avenues for future research, particularly in examining policy implementation at the local level and evaluating the effectiveness of the UU TPKS post-enactment
Pengembangan Kawasan Wisata Glamping di Berambai Adventure Park dengan Pendekatan Ekologi
Kota Samarinda memiliki pariwisata yang beragam seperti wisata cagar budaya, wisata belanja, wisata keagamaan, dan didominasi dengan wisata rekreasi. Berdasar-kan data dinas pariwisata Kalimantan Timur jumlah wisatawan mengalami lonjakan yang cukup banyak yaitu 3.119.216 orang. Melihat adanya lonjakan wisatawan, sektor pariwisata kota Samarinda harus dikembangkan mulai dari penambahan destinasi wisata, dan pengembangan wisata yang ada. Salah satu contoh tempat wisata yang per-lu adanya pengembangan adalah Berambai adventure park. Pada berambai adventure park memiliki keunggulan yaitu view atau pemandangan perbukitan dan hutan yang masih asri. Namun berambai adventure park memiliki kekurangan yaitu fasilitas penunjang dan aksesibilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Kemudian, data diolah dengan analisis SWOT, analisis konteks, analisis kebutuhan dan analisis rupa. Dengan itu dapat menghasilkan strstegi pengembangan untuk kawasan wisata glamp-ing dengan pendekatan ekologi pada objek wisata berambai adventure park
Penerapan Six Sigma untuk Menurunkan Cacat Pengemasan Amplang
Penelitian ini menerapkan pendekatan SixSigma dengan kerangka kerja Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI) untuk menurunkan cacat pada lini pengemasan amplang di sebuah UMKM di Kota Samarinda. Tiga Critical-to-Quality (CTQ) yang dianalisis adalah: kemasan tidak merekat, cacat label, dan kebocoran pada kemasan. Data dikumpulkan selama 12 minggu (total 4.800 unit) menggunakan lembar periksa, kemudian dianalisis dengan metrik kapabilitas (DPU, DPO, DPMO/level sigma), peta kendali atribut (p-chart), Pareto, dan diagram sebab–akibat. Hasil menunjukkan kinerja proses saat ini: DPU 0,0654; DPO 0,0218; DPMO 21.805,56 (≈3,5 sigma). Peta kendali p-chart mengindikasikan proses stabil secara statistik (in control), namun masih terdapat peluang perbaikan. Analisis Pareto mengungkap dua jenis cacat dominan—kemasan tidak merekat dan cacat label—yang menyumbang 91% dari total cacat. Akar penyebab teridentifikasi pada faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Rekomendasi perbaikan yang terukur mencakup: pelatihan dan rotasi operator, supervisi aktif dan checklist harian, standardisasi spesifikasi serta inspeksi bahan, kalibrasi dan perawatan mesin sealer/cetak, pengendalian kelembaban dan kebersihan area (5R), penggunaan jig dan SOP visual untuk pelabelan, serta first article inspection dan sampling berkala. Temuan ini memberi peta jalan praktis bagi UMKM pangan untuk menekan DPMO, menaikkan level sigma, dan menstabilkan mutu kemasan secara berkelanjutan
Persepsi Pengguna Jalan Terhadap Fasilitas Pejalan Kaki Pada Kawasan Citra Niaga Kota Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna jalan terhadap fasilitas pejalan kaki di Koridor Citra Niaga, Kota Samarinda. Variabel seperti keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan kualitas infrastruktur menjadi fokus kajian penelitian ini. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara dengan pengguna jalur pedestrian. Hasil kajian di lapangan menunjukkan bahwa meskipun jalur pedestrian tersedia di kawasan Citra Niaga, fungsinya sering terganggu oleh pedagang kaki lima dan parkir liar yang menghambat mobilitas serta menurunkan tingkat keamanan. Elemen pendukung seperti penerangan, tempat duduk, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas masih terbatas dan kurang terpelihara dengan baik. Berdasarkan hasil analisis, persepsi pengguna menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan berada pada kategori sedang, sedangkan aspek keamanan dan kebersihan memerlukan peningkatan signifikan. Untuk meningkatkan kualitas jalur pedestrian, direkomendasikan adanya penataan ulang ruang pejalan kaki, penambahan fasilitas penyeberangan dan lampu lalu lintas, perbaikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, serta keterlibatan komunitas lokal dalam pengelolaan fasilitas pedestrian
Punarbhawa: Menghidupkan Kembali Kawasan Citra Niaga dengan Pendekatan Teori Perilaku Manusia
Citra Niaga merupakan pusta perbelanjaan pertama yang berdiri di Kalimantan Timur dengan kapasitas ciri yang unik, menjual berbagai jenis aksesoris budaya dan souvenir. Oleh khusus Samarinda. Meskipun ada banyak produk yang disediakan di Citra Niaga, namun hal ini tidak menarik minat pengunjung untuk hadir dan mengunjungi wilayah tersebut karena tidak adanya keberadaan pesona budaya yang menarik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini merevitalisasi kawasan dengan pendekatan Perilaku Manusia agar dapat menyuguhkan aspek koneksi ke seluruh wilayah nanti yang bisa menarik bagi para pengunjung, menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan pemetaan perilaku untuk mengamati tindakan manusia dalam suatu wilayah selain itu memanfaatkan wawancara, angket dan dokumentasi. Data tersebut diolah menggunakan analisis perancangan dan dari data tersebut diperoleh hasil desain menggunakan pendekatan Human Behavior yang didalamnya memuat aspek seperti pengaturan pola ruang, bentuk ruang, penataan perabot, pemilihan warna, tingkat kebisingan, suhu ruang dan pencahayaan
Code switching analysis in Merry Riana podcast video “Curhat Maudy Ayunda tentang Perempuan, Jessie Choi, dan Krisis Identitas”
Penelitian ini menganalisis fungsi code-switching dalam podcast Friends of Merry Riana bersama Maudy Ayunda. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi code-switching yang digunakan oleh kedua pembicara dalam percakapan bilingual, serta memahami bagaimana pergantian bahasa berperan dalam menyampaikan emosi, konsep, dan efek retoris. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan teori Appel dan Muysken (2005) mengenai tipe dan fungsi code-switching, yaitu expressive, phatic, referential, directive, dan poetic function, serta tipe intra-sentential dan inter-sentential switching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode-switching digunakan tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk menekankan emosi, menjaga alur percakapan, menyampaikan konsep tertentu, mengarahkan pendengar, dan menambahkan efek estetik atau figuratif. Expressive dan referential function cenderung muncul dalam intra-sentential switching, sedangkan directive dan poetic function dapat muncul baik secara intra maupun inter-sentential. Temuan ini menegaskan bahwa code-switching bersifat fleksibel dan multifungsi, berperan sebagai strategi komunikasi efektif dalam konteks profesional maupun santai. Penelitian ini memberikan kontribusi pada studi linguistik terapan dengan memperlihatkan bagaimana code-switching digunakan secara strategis dalam komunikasi bilingual
An Analysis of Actantial Model in the Avatar: The Last Airbender (2024) TV Series
This research aims to reveal the actantial scheme and actantial roles of the major characters in the first season of Avatar: The Last Airbender (2024) TV series. Using the actantial model theory developed by A. J. Greimas and applying a structuralist approach, the researchers analyze the characters’ actions. Furthermore, the researchers use qualitative methods to collect and analyze relevant data. Based on the results of the analysis, the researchers identify three schemes, which are considered complete as they contain all the key elements: a subject, object, sender, receiver, helper, and opponent. The researchers also provide an analysis of the characters’ characterization to reveal their actantial roles in each scheme. The types of characterization that appear the most are characterization through dialogue between characters and the external actions of characters