eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
An analysis of verbal parallelism on Eminem Curtain Calls: The Hits album
Songwriters or poets have their own styles in composing literary works, often by breaking conventional rules or employing parallelism to create aesthetic value and emphasize certain messages. One of these devices is verbal parallelism. This study aims to identify the types of verbal parallelism and their functions in Eminem’s Curtain Call: The Hits album lyrics. To conduct this study, Leech’s (1969) stylistic theory and a qualitative descriptive method were applied. The findings reveal six types of verbal parallelism: anaphora, epistrophe, symploce, anadiplosis, polyptoton, and homoiteleuton. Among them, anaphora is the most frequently used across the analyzed songs. his frequent use of anaphora serves to underline central ideas or criticisms. For example, in lyrics expressing trauma, or personal experiences, the repetition at the beginning of lines intensifies the message, making it more powerful and difficult to ignore. The conclusion is that Eminem employs verbal parallelism in his lyrics as a stylistic device to strengthen meaning, create rhythm, and emphasize the messages he conveys
The Digital Temptation: Adult Attachment Style and Commitment as Predictors of Online Extradyadic Involvement in Dating Partner
The development of social media in the digital age has increased the likelihood of Online Extradyadic Involvement (O-EDI) or online infidelity, especially among young adults who are in romantic relationships. This phenomenon is influenced by psychological factors such as adult attachment style and commitment level, which play a role in determining an individual's vulnerability to O-EDI behavior. This study aims to examine the role of adult attachment style and commitment in predicting O-EDI behavior in individuals who are in romantic relationships in Indonesia. O-EDI is defined as emotional or sexual involvement online with someone other than one's primary partner, which is done in secret. A total of 172 young adult participants aged 20–38 years (M = 24.58) participated in this study. Commitment was measured using the Investment Model Scale subscale, while adult attachment style was measured using the Experiences in Close Relationships – Short Form. Multiple linear regression analysis was performed by controlling for demographic variables. Results show that the model with three predictors explains 38.1% of the variance in O-EDI, where attachment avoidance (β=0.258, p<0.05), attachment anxiety (β=0.220, p<0.05), and commitment level (β=-0.152, p<0.05) are significant predictors. Relationship duration and education also had an effect. These findings confirm that low commitment and high insecure attachment tendencies increase the risk of O-EDI in individuals in romantic relationshipsPerkembangan media sosial di era digital meningkatkan peluang terjadinya Online Extradyadic Involvement (O-EDI) atau perselingkuhan daring, terutama di kalangan dewasa muda yang sedang menjalin hubungan pacaran. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti adult attachment style dan tingkat komitmen, yang berperan dalam menentukan kerentanan individu terhadap perilaku O-EDI. Penelitian ini bertujuan menguji peran adult attachment style dan komitmen dalam memprediksi perilaku O-EDI pada individu yang menjalin hubungan pacaran di Indonesia. O-EDI didefinisikan sebagai keterlibatan emosional atau seksual secara daring dengan orang lain di luar pasangan utama yang dilakukan secara rahasia. Sebanyak 172 partisipan dewasa muda berusia 20–38 tahun (M = 24.58) berpartisipasi dalam penelitian ini. Komitmen diukur menggunakan subskala Investment Model Scale, sedangkan adult attachment style diukur dengan Experiences in Close Relationships – Short Form. Analisis regresi linear berganda dilakukan dengan mengontrol variabel demografis. Hasil menunjukkan model dengan tiga prediktor menjelaskan 38,1% variansi O-EDI, di mana attachment avoidance (β=0.258, p<0.05), attachment anxiety (β=0.220, p<0.05), dan tingkat komitmen (β=-0.152, p<0.05) menjadi prediktor signifikan. Durasi hubungan dan pendidikan juga berpengaruh. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya komitmen dan tingginya kecenderungan insecure attachment meningkatkan risiko O-EDI pada individu dalam hubungan pacara
The Relationship Between Compliance with Antihypertensive Medication and the Quality of Life of Hypertensive Patients at Jailolo Regional Hospital, North Maluku
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memberikan dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan dan menjadi tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi memiliki peran sentral dalam menjaga kestabilan tekanan darah sekaligus mempertahankan kondisi fisik dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di RSUD Jailolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di RSUD Jailolo, Maluku Utara pada tahun 2024 sebanyak 272 orang, dengan 162 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin melalui metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen utama, yaitu Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis karena hasil uji normalitas menunjukkan distribusi data tidak normal. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien pada pada domain psikologis (H=9,220; p=0,010) serta domain lingkungan (H=8,616; p=0,013). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada domain fisik (H=2,180; p=0,336) dan hubungan sosial (H=4,949; p=0,084). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat berkontribusi secara selektif terhadap aspek tertentu dari kualitas hidup pasien hipertensi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi peningkatan kepatuhan yang lebih komprehensif dalam pelayanan hipertensi serta mendukung penguatan konsep perilaku kesehatan, khususnya Health Belief Model, dalam menjelaskan implikasi kepatuhan terhadap luaran kualitas hidup yang multidimensional
Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk dalam Iklan Ramayana “Tulusnya Cinta”
Sudah menjadi tradisi ketika mendekati bulan Ramadan tiap-tiap pelaku usaha mempromosikan usahanya dengan menggunakan iklan yang bertema Ramadan. Sama halnya dengan salah satu brand pakaian cukup terkenal, yaitu Ramayana Departement Store yang sering kali membuat iklan bertajuk Ramadan. Salah satunya iklan dengan judul “Tulusnya Cinta” yang diunggah di akun Youtube resmi @ramayanadepartementstore pada tahun 2018 lalu. Iklan ini menjadi salah satu iklan bertema ramadan yang saat itu menarik banyak perhatian publik dengan jumlah tontonan 4.5 juta. Penelitian ini mengambil iklan “Tulusnya Cinta” sebagai sampel untuk diteliti dengan menggunakan teori wacana kritis model Teun A. Van Dijk yang berfokus pada struktur mikro, super struktur, dan struktur makro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari setiap dialog yang tersaji di dalam iklan. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan data yang ada di dalam dialog dan visual yang tersaji di iklan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa iklan Ramayana berjudul “Tulusnya Cinta” memiliki unsur struktur mikro, super struktur dan struktur makro di dalamnya
Emotional Dynamics and Communication: Their Influence on Husbands' Sexual Satisfaction with Working Wives
The increasing number of working wives created new dynamics in marital life, particularly in emotional aspects and communication, which could affect husbands' sexual satisfaction. The dual role of wives as workers and partners in the household posed challenges in maintaining a balance between work demands and personal relationships. This study aimed to analyze the influence of emotion regulation and interpersonal communication on the sexual satisfaction of husbands with working wives. The research employed a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of husbands with working wives, selected using purposive sampling. Data were collected using emotion regulation scales, interpersonal communication scales, and sexual satisfaction scales. Data analysis was conducted using multiple linear regression techniques to examine the relationships between variables. The results indicated that emotion regulation and interpersonal communication had a significant relationship with husbands' sexual satisfaction. Interpersonal communication had a greater influence than emotion regulation in explaining variations in sexual satisfaction. These findings provided implications for psychological interventions and marital counseling by emphasizing the importance of communication skills in enhancing relationship quality. Training in interpersonal communication and emotional management could be an effective strategy in maintaining marital satisfaction, particularly for couples where the wife was employed.
Peningkatan jumlah istri yang bekerja menciptakan dinamika baru dalam kehidupan pernikahan terutama dalam aspek emosional dan komunikasi yang dapat memengaruhi kepuasan seksual suami. Peran ganda istri sebagai pekerja dan pasangan dalam rumah tangga menimbulkan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan hubungan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan seksual suami yang memiliki istri bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan terdiri dari suami yang memiliki istri bekerja dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala regulasi emosi skala komunikasi interpersonal dan skala kepuasan seksual. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda untuk melihat hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi dan komunikasi interpersonal memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan seksual suami. Komunikasi interpersonal memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan regulasi emosi dalam menjelaskan variasi kepuasan seksual. Temuan ini memberikan implikasi bagi intervensi psikologis dan konseling pernikahan dengan menekankan pentingnya keterampilan komunikasi dalam meningkatkan kualitas hubungan pasangan. Pelatihan komunikasi interpersonal dan pengelolaan emosi dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga kepuasan dalam pernikahan terutama bagi pasangan dengan istri bekerja
Implementation of Edwin Guthrie and Watson's Behavioristic Conditioning Learning Theory in the Learning of Grade V Elementary School Students
This study aims to analyze the effectiveness of the conditioning theory put forward by Edwin Guthrie and John Watson in increasing the involvement and understanding of grade V elementary school students. The research subjects consisted of 31 students who were randomly selected from one of the elementary schools. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques through observation, interviews, and learning outcome tests. Data analysis was carried out with a thematic approach based on the results of observations and interviews, as well as simple quantitative analysis to measure the improvement of students' academic scores. The results of the study showed that the application of the conditioning method had a positive impact on students' motivation in learning, where they were more active in the classroom after being given positive reinforcement in the form of praise and small rewards. In addition, light punishments such as point deductions also contribute to improving learning discipline. However, there were some students who did not experience significant changes, suggesting that this method needed to be combined with other approaches to achieve more optimal results. The implication of this study is the need to develop more varied learning methods by considering the characteristics of different students. Teachers are advised to flexibly adapt conditioning strategies and combine them with other approaches, such as cognitive-based or constructivist learning, to increase the effectiveness of learning. In addition, further research with a wider scope can be conducted to obtain a more comprehensive understanding of the impact of conditioning in the context of elementary school learning.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teori conditioning yang dikemukakan oleh Edwin Guthrie dan John Watson dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa kelas V SD. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa yang dipilih secara random sampling dari salah satu sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik berdasarkan hasil observasi dan wawancara, serta analisis kuantitatif sederhana untuk mengukur peningkatan nilai akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode conditioning berdampak positif terhadap motivasi siswa dalam belajar, di mana mereka lebih aktif dalam kelas setelah diberikan penguatan positif berupa pujian dan reward kecil. Selain itu, hukuman ringan seperti pengurangan poin juga berkontribusi dalam meningkatkan disiplin belajar. Namun, terdapat beberapa siswa yang tidak mengalami perubahan signifikan, menunjukkan bahwa metode ini perlu dikombinasikan dengan pendekatan lain untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dengan mempertimbangkan karakteristik siswa yang berbeda. Guru disarankan untuk mengadaptasi strategi conditioning secara fleksibel dan mengombinasikannya dengan pendekatan lain, seperti pembelajaran berbasis kognitif atau konstruktivis, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas dapat dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak conditioning dalam konteks pembelajaran sekolah dasar
Prediksi Erosi dengan Metode Universal Soil Loss Equation (USLE) di DAS Kerandangan Kabupaten Lombok Barat
Kerandangan Watershed is frequently affected by flooding despite more than 50% of its area being covered by forest land. To assess the potential erosion in the Kerandangan Watershed, calculations were conducted using Universal Soil Loss Equation (USLE) method. Erosion Hazard Level is classified based on soil depth and erosion rate. The research findings serve as fundamental data for managing the Kerandangan Watershed. The results indicate a potential erosion rate ranging from 0.14 to 1,113.92 tons/ha/year, with highest potential erosion occurring in the shrub land unit-slope V (SV) and lowest in the forest land unit-slope I (HI). Erosion Hazard Level in the Kerandangan Watershed is classified as follows: Very Light Erosion Hazard is found in forest land units (HI, HIII, HIV, and HV), covering 69% of the total watershed area. Light Erosion Hazard is present in orchard land units (KI) and field land units (LI), covering 17%. Moderate Erosion Hazard is observed in orchard land units (KII), covering 1%. High Erosion Hazard is identified in orchard land units (KIII, KIV), field land unit (LIV), and shrub land unit (SIII), covering 9%. Very High Erosion Hazard is found in shrub land units (SIV, SV), covering 2% of the total area
Peers as a Bridge to Adaptation: A Study on Social Adjustment among New Student
Social adjustment was an important aspect in adolescent development, especially for students (santri) living in Islamic boarding schools (pesantren) where adaptation to various prevailing social norms and values was required. Peer interaction was believed to play a significant role in facilitating this adjustment, as positive peer relationships enabled individuals to learn social skills, build self-confidence, and understand surrounding social expectations. This study aimed to examine the influence of peer interaction on the social adjustment of junior high school students. A quantitative method with a simple linear regression approach was used. The sample consisted of 85 new students at SMP IT Al-Ibrah Gresik, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale. The peer interaction scale contained 32 items covering openness, cooperation, and frequency of interaction, based on the theory by Suryani and Fitriani (2021). The social adjustment scale comprised 25 items based on Schneiders' theory in Tionardi (2019), which included recognition, participation, social approval, altruism, and conformity. The regression analysis showed that peer interaction had a significant effect on social adjustment, with an F value of 260.765 and a significance of 0.000. These findings emphasized the importance of strengthening positive peer interaction through social skills development programs in pesantren settings.
Penyesuaian sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, khususnya bagi santri yang tinggal di pesantren dan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan norma serta nilai sosial yang berlaku. Interaksi teman sebaya diyakini berperan penting dalam membantu proses penyesuaian sosial karena melalui hubungan yang positif, individu belajar keterampilan sosial, membangun rasa percaya diri, dan memahami ekspektasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial santri SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Sampel berjumlah 85 santri baru SMP IT Al-Ibrah Gresik yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup berbasis skala Likert lima poin. Skala interaksi teman sebaya terdiri dari 32 item berdasarkan aspek keterbukaan, kerjasama, dan frekuensi hubungan menurut Suryani dan Fitriani (2021). Skala penyesuaian sosial terdiri dari 25 item berdasarkan teori Schneiders dalam Tionardi (2019) yang mencakup lima dimensi: recognition, participation, social approval, altruisme, dan conformity. Hasil analisis regresi menunjukkan pengaruh signifikan interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial, dengan nilai F sebesar 260,765 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan interaksi positif melalui program pengembangan keterampilan sosial di lingkungan pesantren
Intervention Academic Stress in Adolescents
Academic stress in adolescents often affects their emotional and cognitive well-being, which can interfere with academic achievement and quality of life. This study aims to explore interventions that can reduce academic stress in adolescents with an approach based on stress management techniques and social support. The method used is a literature study that reviews various studies on academic stress in adolescents and effective intervention strategies. Based on the literature, relaxation techniques, time management, and social support from family and school have been shown to reduce academic stress in adolescents. In conclusion, an integrated intervention approach between psychological skills and environmental support is very important to overcome academic stress in adolescents.
Stres akademik pada remaja sering kali mempengaruhi kesejahteraan emosional dan kognitif mereka, yang dapat mengganggu prestasi akademik serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi yang dapat mengurangi stres akademik pada remaja dengan pendekatan yang berbasis pada teknik manajemen stres dan dukungan sosial. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang meninjau berbagai penelitian mengenai stres akademik pada remaja serta strategi intervensi yang efektif. Berdasarkan literatur, teknik relaksasi, pengelolaan waktu, dan dukungan sosial dari keluarga dan sekolah terbukti dapat mengurangi stres akademik remaja. Kesimpulannya, pendekatan intervensi yang terintegrasi antara keterampilan psikologis dan dukungan lingkungan sekitar sangat penting untuk mengatasi stres akademik pada remaja
Innovative Work Behavior: Role of Knowledge Sharing, Organizational Justice, And Gender in Retail Bussiness
Business competition in the retail sector is currently very competitive characterized by the number of retail businesses in Indonesia that compete starting from traditional retail businesses and the emergence of modern retail businesses. Retail companies are facing intense pressure due to technological advancements, increased consumer expectations, and fierce competition. To deal with these market changes, strategies are needed. The purpose of this study was to determine the role of organizational justice and knowledge sharing on innovative work behavior among retail company employees. This study also aims to examine how gender role differences affect innovative work behavior. A total of 110 employees from a retail company in makassar was recruited using non-probability sampling technique. Confirmatory factor analysis (CFA) was used to test the validity of each scale using Mplus software. Multiple regression analysis method was utilized to analyse the data, using SPSS software. The results showed that organizational justice and knowledge sharing significantly have a positive influence on innovative work behavior. This study suggests the company should implement fair, transparent policies, and strengthen the culture of knowledge sharing to create innovative work behavior.
Persaingan bisnis di sektor ritel saat ini sangat kompetitif ditandai dengan banyaknya bisnis ritel di Indonesia yang bersaing mulai dari bisnis ritel tradisional hingga munculnya bisnis ritel modern. Perusahaan ritel menghadapi tekanan yang hebat karena kemajuan teknologi, meningkatnya ekspektasi konsumen, dan persaingan yang ketat. Untuk menghadapi perubahan pasar tersebut, diperlukan strategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran keadilan organisasi dan berbagi pengetahuan terhadap perilaku kerja inovatif pada karyawan perusahaan ritel. Penelitian ini juga ingin melihat bagaimana perbedaan peran gender terhadap perilaku kerja inovatif. Sebanyak 110 karyawan dari sebuah perusahaan ritel di Makassar direkrut dengan menggunakan teknik non-probability sampling. Confirmatory factor analysis (CFA) digunakan untuk menguji validitas setiap skala dengan menggunakan perangkat lunak Mplus. Metode analisis regresi berganda digunakan untuk menganalisis data, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational justice dan knowledge sharing secara signifikan memiliki pengaruh positif terhadap innovative work behavior. Penelitian ini menyarankan perusahaan perlu menerapkan kebijakan yang adil, transparan, dan memperkuat budaya berbagi pengetahuan untuk menciptakan perilaku kerja yang inovatif