eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Volume equations for tree species in the tropical dry forest of East Nusa Tenggara, Indonesia

    Get PDF
    The aims of this study is to develop and validate tree volume prediction models of tree species in East Nusa Tenggara tropical dry forest, Indonesia. Data collection in this study was conducted bymeasuring diameter andheight of trees. Tree species volume equation is estimated using models of Berkhout, Kopezky-Gehrhardt and Hohenadl-Krenn. Selectionof the best models was based on the values of the coefficient of standar deviation (SD), R2 adj, aggregate deviation (AD) and average deviation (AveD), root mean square error (RMSE) and bias. Hohenadl-Krenn and Kopezky-Gehrhardt models were accepted as the best model for tree species in all research sites. The selected volume model for these tree species has Hohenadl-Krenn (V = 0.572 - 0.033Dbh + 0.00106Dbh2 for Binafun and V = 0.683 - 0.0366Dbh + 0.001278Dbh2 for Bonmuti) and Kopezky-Gehrhardt models (V = 0.0502 + 0.000537 Dbh2 for Letkole and V = -0.1776 + 0.000677Dbh2 for Oelbanu)

    Application of Behavioristic Learning Theory of Creative Mathematics Learning in Increasing Student Learning Motivation

    Get PDF
    This study aims to analyze the effectiveness of the application of behavioristic learning theory in creative mathematics learning in increasing student learning motivation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, where data is collected through observation, interviews, and documentation to gain an in-depth understanding of the experiences of students and teachers in applying this method. The subjects in this study are 26 students in grade V of SD Negeri 3 Ubung, as well as informants consisting of class teachers and school principals. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing to identify the main patterns that appear related to student learning motivation. The results of the study show that the application of behavioristic theory in creative mathematics learning has a positive impact on students' learning motivation. Most students showed an increase in the courage to ask questions, active participation in class, and confidence in working on math problems. In addition, the use of positive reinforcement such as achievement stars, praise from teachers, and interactive teaching aids has been proven to increase students' interest in mathematics. The application of this method also helps to change the perception of students who previously considered mathematics as a difficult and scary subject to be more interesting and fun. The conclusion of this study is that the application of behavioristic theory in creative mathematics learning can significantly increase students' learning motivation and create a more conducive learning environment. The implications of this study show that teachers need to apply positive reinforcement strategies more broadly in learning, especially in subjects that are considered difficult by students, and consider the use of interactive tools to increase student involvement in the teaching and learning process. Therefore, this method can be used as one of the effective approaches in increasing the effectiveness of mathematics learning in elementary schools. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teori belajar behavioristik dalam pembelajaran matematika kreatif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pengalaman siswa dan guru dalam menerapkan metode ini. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Ubung yang berjumlah 26 orang, serta informan yang terdiri dari guru kelas dan kepala sekolah. Teknik analisa data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang muncul terkait motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori behavioristik dalam pembelajaran matematika kreatif berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Sebagian besar siswa menunjukkan peningkatan dalam keberanian bertanya, partisipasi aktif dalam kelas, serta kepercayaan diri dalam mengerjakan soal matematika. Selain itu, penggunaan reinforcement positif seperti bintang prestasi, pujian dari guru, dan alat peraga interaktif terbukti dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika. Penerapan metode ini juga membantu mengubah persepsi siswa yang sebelumnya menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan teori behavioristik dalam pembelajaran matematika kreatif dapat secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih kondusif. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu menerapkan strategi penguatan positif secara lebih luas dalam pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, serta mempertimbangkan penggunaan alat bantu interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, metode ini dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di sekolah dasar

    Gangguan Berbicara Gagap Pada Remaja AR Studi Kasus: Kajian Psikolinguistik

    Get PDF
     Kemampuan berbicara remaja yang mengalami gangguan berbicara gagap mengakibatkan sulitnya mengekspresikan pikirannya melalui tuturan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk bahasa remaja penderita gangguan berbicara gagap dan faktor penyebabnya.  Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan berupa studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian berupa kata, frasa, klausa dan kalimat. Sumber data berasal dari tuturan remaja AR di Kota Sangatta yang memiliki gangguan berbicara gagap dan informan yang merupakan orang terdekatnya. Pengumpulan data diperoleh dari hasil teknik simak libat cakap, teknik dasar sadap, rekam, dan wawancara. Teknik analisisnya terdiri dari 4 tahap yakni tahap transkripsi, reduksi, identifikasi bentuk bahasa dan faktor penyebabnya serta penarikan simpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan beberapa bentuk bahasa yang diperoleh dari tuturan remaja AR, yakni bentuk pengulangan berupa bunyi, suku kata, kata, dan frasa. Kemudian perpanjangan berupa penyebutan bunyi huruf, penyisipan/penambahan, penjedaan serta berbicara yang berbelit. Adapun faktor yang menjadi penyebab remaja AR mengalami gangguan berbicara gagap terdiri dari faktor psikologis berupa penyesuaian terhadap lingkungan baru sehingga menyebabkan ketegangan dan kecemasan serta faktor sosiologis berupa lingkungan. Demikian dapat diketahui faktor penyebab gagap remaja AR lebih banyak disebabkan karena faktor psikologis, sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis gagap yang  diderita adalah gagap sementara atau ringan

    Dinamika interaksi stakeholder dalam pengelolaan Wisata Alam Maima Kabupaten Sigi

    Get PDF
    Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memiliki potensi wisata alam yang strategis di Desa Lawua, terutama objek wisata Alam maima. Pengelolaan destinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Desa, BUMDES Lawua, POKDARWIS, dan BBTNLL. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kolaborasi pengelolaan Wisata Alam maima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4Rs untuk melihat peran stakeholder, analisis pengaruh dan kepentingan untuk melihat tingkat pengaruh dan kepentingan stakeholder dan deskriptif kuantitaif untuk menggambarkan dinamika yang terjadi dalam pengelolaan wisata alam maima. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat 13 (tiga belas) stakeholder yang mempunyai tingkat pengaruh maupun kepentingan yang berbeda dalam pengelolaan wisata alam maima, 4 (empat) stakeholder diantaranya masuk kedalam stakeholder kunci antara lain pemerintah desa, BUMDES Lawua, POKDARWIS dan Juga BBTNNL. terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan objek wisata ini misalnya kendala akses jalan, infrastruktur dan juga masalah lingkungan. Kendala ini dapat diselesaikan dengan beberapa kegiatan bersama seperti melakukan pengelolaan lingkungan bersama berdasarkan pembagian peran. Pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas serta membangun kemitraan pengembangan kemitraan dalam bentuk pengembangan fasilitas dab pelayanan objek wisata maima

    Exposing Self-Esteem in Adoptive Children: Implications of Literature Review's Findings

    Get PDF
    Family is a social environment that can influence the growth and development of a child, in a normal family consisting of a father, mother and child. A family can be said to be successful if the child can express himself, convey his feelings, achieve and can be useful to society. However, not all families have children. Women are often considered the cause of couples not having children, which ultimately leads to the family adopting. This study aims to examine the relationship between adoption and self-esteem in adopted children through a literature review. Self-esteem is an important aspect in a child's psychological development, especially for adopted children who may face additional challenges in forming their self-identity. The method used in this study is a systematic literature study that includes an analysis of previous scientific articles on factors that influence the self-esteem of adopted children. The results of the study indicate that the self-esteem of adopted children is influenced by various factors, such as parenting style, openness of communication about adoption status, and involvement in the culture of origin. Adopted children with strong social support from their adoptive families show higher levels of self-esteem than those who do not receive sufficient support. The conclusion of the study shows that the literature review shows that self-esteem of adopted children can increase through foster family support, good adaptability, and positive self-acceptance. Conversely, self-esteem can decrease due to social pressure, lack of family support, and difficulty adapting to a new environment. Although existing research has provided initial understanding, further studies are needed to develop effective interventions that take into account the unique characteristics of each adopted child. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, dalam sebuah keluarga normalnya terdiri dari ayah, ibu dan anak. Sebuah keluarga dapat dikatakan berhasil apabila sang anak dapat berekpresi, menyampaikan perasaanya, berprestasi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Namun, tidak semua keluarga memiliki anak. Wanita sering kali dijadikan sebagai penyebab pasangan tidak memiliki anak sehingga membuat keluarga tersebut pada akhirnya melakukan adopsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara adopsi dan harga diri (self-esteem) pada anak-anak yang diadopsi melalui tinjauan literatur. Self-esteem merupakan aspek penting dalam perkembangan psikologis anak, terutama bagi anak-anak adopsi yang mungkin menghadapi tantangan tambahan dalam membentuk identitas diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur sistematis yang mencakup analisis terhadap artikel-artikel ilmiah terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi self-esteem anak-anak yang diadopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem anak adopsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti gaya pengasuhan, keterbukaan komunikasi tentang status adopsi, dan keterlibatan dalam budaya asal. Anak-anak yang diadopsi dengan dukungan sosial yang kuat dari keluarga angkat menunjukkan tingkat self-esteem yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapat dukungan yang cukup. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa Tinjauan literatur menunjukkan self-esteem anak adopsi dapat meningkat melalui dukungan keluarga asuh, kemampuan adaptasi yang baik, dan penerimaan diri yang positif. Sebaliknya, self-esteem dapat menurun akibat tekanan sosial, kurangnya dukungan keluarga, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Meski penelitian yang ada telah memberikan pemahaman awal, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengembangkan intervensi yang efektif dengan mempertimbangkan keunikan karakteristik setiap anak adopsi

    Optimalisasi Kadar Gula Darah Melalui Senam Kaki untuk Mendukung Keselamatan Pasien

    Get PDF
    Ulkus kaki dan amputasi adalah aspek penting dalam keselamatan pasien. Manajemen yang efektif dan strategi pencegahan sangat penting untuk mengurangi insiden tersebut. Perawatan kaki diabetik adalah bagian integral dari manajemen diabetes. Penelitian ini mengkaji pengaruh latihan kaki terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest, melibatkan 20 responden dari populasi pasien diabetes melitus tipe II di RS. Teknik Purposive Sampling digunakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebelum intervensi, kadar glukosa darah diukur dengan glucometer. Responden mengikuti program senam kaki diabetes selama 30-60 menit per sesi, 3 kali seminggu selama 4 minggu. Setelahnya, kadar glukosa darah diukur kembali untuk menilai perubahan. Data dibandingkan dengan nilai pretest untuk menentukan efektivitas intervensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata kadar GDP turun signifikan dari 201.95 mg/dL menjadi 177.70 mg/dL setelah senam kaki. Uji statistik Bivariat menunjukkan perbedaan signifikan kadar GDP sebelum dan sesudah senam kaki (Z = -3.921, P = 0.000). Intervensi ini menunjukkan dampak positif senam kaki diabetes dalam mengendalikan glukosa darah dan mencegah ulkus diabetik serta amputasi, yang berkontribusi signifikan pada keselamatan pasien

    Management of Patients with Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) : Serial Case Report

    No full text
    Gastrointestinal stromal tumors (GISTs) are the most common mesenchymal tumors of the gastrointestinal tract. These are rare representing approximately 0.1-3% of all GI. The management of GIST is carried out using a multidisciplinary approach. Standard treatment of localized GIST is complete surgical resection associated (or not) with adjuvant Imatinib therapy. We reported 4 cases of GISTs with different management. We performed the surgical excision in three female patients with a median age of 44.7 years and 1 male patient get neoadjuvant imatinib due to unresectable mass. In our series, clinical manifestations are variable among patients, abdominal discomfort is the most primary symptoms. All of our patients received one year of Imatinib 400 mg daily therapy after the surgery and follow up based on Algorithm Treatment For GISTs

    Implementasi baseline penggunaan kawasan hutan pada perusahaan pertambangan batubara di Provinsi Kalimantan Timur

    Get PDF
    Baseline penggunaan kawasan hutan merupakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai konsekuensi diterbitkan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk kegiatan operasi produksi batubara di dalam kawasan hutan. Realisasi penggunaan kawasan hutan merupakan gambaran kondisi aktual penggunaan kawasan hutan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi baseline terhadap realisasi penggunaan kawasan hutan yang dilakukan oleh pemegang PPKH di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan dengan studi literatur, interptretasi citra satelit seara visual, kuisoner dan wawancara kepada pemegang PPKH. Data yang diperoleh dilakukan analisa dengan skala likert. Hasil penelitain menunjukkan bahwa baseline penggunaan kawasan hutan telah terimplementasi cukup baik dengan persentase 66,40%. Pemegang PPKH telah mengetahui peran baseline penggunaan kawasan hutan namun dalam realisasi pelaksanaan di lapangan belum optima

    Self-Acceptance and Resilience in Students Working on Their Thesis

    Get PDF
    During the thesis work, students will be faced with various demands. The demands faced by students are in the form of rules that must be met in working on the thesis, pressure from parents, and self-standards that must be achieved when working on the thesis. The demands that occur during the thesis work encourage students to be able to rise and adapt to face every difficulty they face. The ability of an individual to rise in the face of difficulties in his or her life is called resilience. One of the factors that affects the emergence of resilience in a person is self-acceptance. Self-acceptance plays a role in encouraging students to have a sense of optimism, so that students will try to remain calm in facing challenges and problems during the thesis work. The subject of this study is 254 students who are working on their thesis. The measuring tools used in this study are Berger's Self-Acceptance Scale and The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). The results of this study found that there was a very weak significant positive relationship between self-acceptance and resilience, where the value of r = 0.246 and sig = 0.000 (p < 0.05). This means that the higher the level of self-acceptance, the higher the level of resilience. On the other hand, the lower the level of self-acceptance, the lower the level of resilience in students working on the thesis. The implications of this study are expected to make students who work on their thesis more able to develop self-acceptance, so that they can form resilience that helps students survive and rise to face the demands of working on their thesis. Selama pengerjaan skripsi mahasiswa akan dihadapkan dengan berbagai tuntutan. Tuntutan yang dihadapi oleh mahasiswa berupa aturan yang harus dipenuhi dalam mengerjakam skripsi, desakan dari orang tua, dan standar diri yang harus dicapai ketika mengerjakan skripsi. Tuntutan dan masalah yang terjadi selama mengerjakan skripsi mendorong mahasiswa agar mampu bangkit dan beradaptasi menghadapi setiap kesulitan yang dihadapi. Kemampuan individu untuk bangkit dalam menghadapi kesulitan di dalam hidupnya disebut dengan resiliensi. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya resiliensi pada diri seseorang adalah penerimaan diri. Penerimaan diri berperan untuk mendorong mahasiswa agar memiliki rasa optimis, sehingga mahasiswa akan berusaha agar tetap tenang dalam menghadapi tantangan maupun masalah selama pengerjaan skripsi. Subjek penelitian ini adalah 254 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Berger’s Self-Acceptance Scale dan The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat hubungan positif signifikan yang sangat lemah antara penerimaan diri dan resiliensi, dimana nilai r = 0,246 dan sig = 0,000 (p < 0,05). Artinya, semakin tingkat penerimaan diri maka semakin tinggi juga tingkat resiliensi. Sebaliknya, semakin rendah tingkat penerimaan diri maka semakin rendah tingkat resiliensi pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Implikasi dari penelitian ini diharapkan mahasiswa yang mengerjakan skripsi agar lebih mampu mengembangkan penerimaan diri, sehingga dapat membentuk resiliensi yang membantu mahasiswa bertahan dan bangkit menghadapi tuntutan dalam mengerjakan skripsi

    Pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap akarakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan sensori abon nabati bonggol pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) abon nabati dari bonggol pisang kepok, serta kadar air, kadar serat kasar, dan mikroba totalnya. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal (penambahan kayu manis) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Level perlakuan yang dicoba adalah 0,0 g, 0,5 g, dan 1,0 g. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Jumlah bonggol pisang kepok yang digunakan adalah 100 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kayu manis pada pembuatan abon nabati bonggol pisang kepok memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik untuk semua atribut, kadar air, kadar serat kasar, dan angka lempeng total. Penambahan bubuk kayu manis sebesar 1,0 g menghasilkan abon nabati dengan respons organoleptik terbaik untuk aroma, rasa dan tekstur, sedangkan respons hedonik untuk warna terbaik adalah tanpa penambahan kayu manis

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇