eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
The Reality of African-American Racism During The 2oth Century Depicted in Roll of Thunder Hear My Cry Novel
During the 20th century, several important events influenced the behaviour and way of thinking of Americans. There are also various technological innovation achievements that have significantly resurrected the American economy. The dynamics that occurred in 20th-century America also involved the issue of African-American racism. The injustice faced by the African nation is still one of the most important issues in understanding the definition of multiculturalism which they are proud of in describing the idea of American exceptionalism. Through Roll of Thunder Hear My Cry novel, this paper is interested in analyzing the reality of the lives of African Americans towards the issue of racism in the 20th century. In analyzing this paper, the researcher employs the qualitative method and utilizes Critical Race Theory (CRT) by Delgado & Stefancic. Through this research results, the issues of inequality and racism experienced by African Americans can be found in several forms during the 20th century, such as applying the separate but equal rule. Keywords: African-American, Jim Crow, Racism, Segregation, The Dynamic of the 20t
PROSES PEMBUATAN DAN UJI KARAKTERISTIK BIOETANOL DARI KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS)
Bioethanol is one solution to reduce the exploitation of fossil energy produced from biomass fermentation. Bioethanol production can be done from starchy plants or those containing carbohydrates, glucose and cellulose. One of them is pineapple skin, pineapple skin is fruit waste which has quite high sugar and carbohydrate content. The Central Statistics Agency (BPS) reports that pineapple production in Indonesia will reach 2.89 million tons in 2021. This number grew 17.89% compared to the previous year which amounted to 2.45 million tons. The process of making bioethanol begins with preparation, hydrolysis, fermentation, distillation and FTIR analysis. The hydrolysis process uses acid hydrolysis using hydrochloric acid (HCL) and the best hydrolysis is obtained at a temperature of 100 C to produce the highest sugar content, namely 17% Brix. The fermentation process using saccaromyces cerevisiae yeast for 14 days with pH control under acidic conditions, namely 4-5 yeast gnats used can work optimally. The alcohol content after distillation was found to be >80. The FTIR test showed that there was ethanol in the bioethanol sample from pineapple skin
PENGEMBANGAN PLASTIK BIODGRADBLE BERBASIS PATI: STUDI KETAHANAN BIODGRADASI LINGKUNGAN TANAH DAN AIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bioplastik berbasis pati dari limbah jagung dan singkong yang ramah lingkungan, serta menguji kemampuan degradasinya di lingkungan tanah dan air. Pembuatan bioplastik dilakukan dengan mencampurkan pati dengan gliserol sebagai bahan pelunak dan seng oksida (ZnO) sebagai zat antibakteri. Campuran bahan dipanaskan dan dicetak menjadi lembaran plastik, lalu dikeringkan hingga siap diuji. Pengujian dilakukan untuk mengetahui ketebalan, kekuatan tarik, daya serap air, serta kemampuan bioplastik terurai secara alami. Hasil menunjukkan bahwa bioplastik yang dihasilkan bersifat lentur, tidak rapuh, dan mampu terdegradasi sempurna hingga 100% dalam waktu 15 hari. Daya serap air yang tinggi mempercepat proses penguraian, namun membuat ketahanannya terhadap air menjadi rendah. Sementara itu, uji tarik menunjukkan bahwa bioplastik cenderung kaku dan kurang elastis. Secara keseluruhan, bioplastik ini memiliki potensi sebagai pengganti plastik konvensional untuk produk sekali pakai, khususnya kemasan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa limbah pertanian lokal dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku yang murah, melimpah, dan berkelanjutan untuk menghasilkan produk yang lebih ramah lingkunga
STUDI LITERATUR MENGENAI PENAMBAHAN FOAM AGENT TEHADAP KUAT TEKAN BETON
Dengan semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang teknologi beton yang mendorong kita lebih semakin lebih memperhatikan standar mutu serta produktivitas dalam kerja yang bekualitas. Diperlukan suatu bahan yang memiliki keunggulan yang lebih baik di banding dengan bahan yang sudah ada. Selain itu bahan tersebut harus memiliki ciri tersendiri yang menyesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi teknis dan daya tahan yang kuat, kecepatan pelaksanaan serta ramah terhadap lingkungan. Penggunaan beton tidak hanya digunakan pada konstruksi yang struktural namun bisa juga sebagai non struktural. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan penelitian untuk mengkaji penelitian beton yang telah ada maupun yang sedang berjalan. Hal ini peneliti mengkaji ketahanan foam concrete terhadap kuat tekan dengan beberapa penelitian yang ada tepat penelitian yang dilakukan di Universitas Mulawarman Kota Samarinda dengan penggunaan aggregat kasar yang beda. Berdasarkan hasil Analisa beberapa penelitian mendapati hasil bahwa penelitian menghasilkan beton tanpa foam agent dengan karakteristik paling optimal dengan kuat tekan 47.68 MPa Namun jika dibandingkan dengan kuat tekan optimal berbahan tambah foam agent maka mengalami penurunan kuat tekan yang cukup drastis kecuali pada penelitian 6 penurunan dari beton tanpa foam agent dengan yang menggunakan foam pada kondisi optimumnya hanya sebesar 1,57%.Sedangkan penurunan yang paling tinggi ialah pada penelitian 10 yang dimana penurunannya sebesar 69,86%. With the rapid advancement in knowledge and technology in the field of concrete technology, there is an increasing emphasis on maintaining high quality standards and productivity in construction work. There is a need for materials that offer superior advantages over those currently available. Additionally, these materials must possess distinct characteristics that align with specific needs, technical specifications, strong durability, implementation speed, and environmental friendliness. Concrete is utilized not only in structural applications but also in non-structural contexts. In response to this, research has been conducted to review both existing and ongoing studies on concrete. This study specifically examines the compressive strength of foam concrete through various investigations, including research conducted at Mulawarman University in Samarinda City using different coarse aggregates. The analysis of several studies reveals that concrete without a foam agent achieves optimal characteristics, with a compressive strength of 47.68 MPa. However, when compared to the optimal compressive strength of foam concrete, there is a significant decrease, except in Study 6, where the reduction from foam agent-free concrete to foam concrete at its optimum condition is only 1.57%. The highest reduction is observed in Study 10, where the decrease amounts to 69.86%
The Application of Psychoanalytic Psychotherapy in Reducing Suicidal Ideation through Ego Functioning Enhancement: A Single-Subject Experiment
Suicide is a complex mental health issue often associated with ego dysfunction, including affect regulation, impulse control, and defense mechanisms. This study aims to evaluate the application of psychoanalytic psychotherapy in enhancing ego function and reducing suicidal ideation in a final-year university student. The research employs a single-subject experimental design, measuring ego function before and after the intervention using the Ego Functioning Assessment (EFA). The subject underwent 10 sessions of psychoanalytic psychotherapy, focusing on intrapsychic conflict exploration, transference, and defense mechanisms. The results indicate a significant improvement in all aspects of ego function, particularly in impulse regulation, defense mechanisms, and cognitive processes, contributing to a reduction in the intensity of suicidal ideation. EFA scores showed substantial increases, and the subject transitioned from a neurotic personality organization to a normal personality organization. These findings suggest that psychoanalytic psychotherapy effectively strengthens ego function, which plays a crucial role in mitigating suicide risk. Future research is recommended to include a larger sample and longitudinal evaluation to validate these findings.Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks dan sering dikaitkan dengan gangguan fungsi ego seperti regulasi emosi, kontrol impuls, dan mekanisme pertahanan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan psikoterapi psikoanalisis dalam meningkatkan fungsi ego dan menurunkan ide bunuh diri pada seorang pasien berstatus mahasiswa semester akhir. Penelitian menggunakan eksperimen subjek tunggal dengan pengukuran fungsi ego dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan Ego Functioning Assessment (EFA). Subjek menjalani 10 sesi psikoterapi psikoanalisis yang berfokus pada eksplorasi konflik intrapsikis, transferensi, dan mekanisme pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam semua aspek fungsi ego, terutama dalam regulasi dan kontrol dorongan, mekanisme pertahanan, dan proses pemikiran yang berkontribusi pada penurunan intensitas ide bunuh diri. Skor EFA meningkat secara signifikan dan subjek mengalami transisi dari organisasi kepribadian neurosis ke normal. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoterapi psikoanalisis efektif dalam memperkuat fungsi ego yang berperan dalam mereduksi risiko bunuh diri. Penelitian ini merekomendasikan studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi jangka panjang untuk mengonfirmasi temuan ini
Validation of Confirmatory Factor Analysis (CFA) Adaptation of The Family Strengths Measurement Tool In Indonesian
The concept of family strength not only focuses on the ability to overcome challenges, but also involves identifying strengths that can be optimized within the family. Measurement instruments are needed to identify family strengths. One such measurement instrument is the Qatar Family Strength (QFS), which consists of seven dimensions: commitment to family, support for each other, effective communication, respect for each other, passing on family values and traditions, family resilience, and showing love and affection for each other. This study aimed to adapt and evaluate the psychometric properties of the Indonesian version of the Qatar Family Strength Scale (QFS). The QFS measures the extent to which family members believe that their family has strengths that make it a strong family. The instrument was piloted with 474 participants aged 15-18 years. The results showed that the Indonesian version of the QFS, with a seven-dimensional model (47 items), demonstrated good model fit (RMSEAWLSMV = 0.077, CFIWLSMV = 0.94, TLIWLSMV = 0.94). Additional validity tests, such as content validity index (CVI), and reliability tests using Cronbach's alpha were conducted. The findings show that the Indonesian version of the QFS with 47 items is reliable and valid.Konsep family strengths tidak hanya memfokuskan kemampuan dalam permasalahan yang dihadapi, melainkan terdapat pula identifikasi kekuatan yang dapat dioptimalkan dalam sebuah keluarga. Penggunaan alat ukur bertujuan untuk mengidentifikasi family strengths. Salah satu alat ukur family strengths adalah Qatari Family Strengths (QFS) yang terdiri atas tujuh aspek dimensi, yakni commitment to the family, support for each other, effective communication, respect for each other, conveying values and family traditions, family resilience, dan demonstrating love and affection for each other. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengadaptasi dan menguji properti psikometri dari alat ukur Qatari Family Strengths (QFS) versi Bahasa Indonesia. QFS bertujuan untuk mengukur sejauh mana seorang anggota keluarga percaya bahwa keluarga mereka memiliki kekuatan yang menjadikan keluarga yang kuat (strong family). Alat ukur diujikan kepada 474 partisipan dengan status anak dengan rentang usia 15-18 tahun. Hasil menunjukkan bahwa alat ukur QFS versi Bahasa Indonesia dengan model tujuh aspek (47 item) memiliki model fit yang baik (RMSEAWLSMV=0.077, CFIWLSMV=0.94, TLIWLSMV=0.94). Uji validitas lainnya yang dilakukan adalah content validity index (CVI) serta untuk uji reliabilitas dilakukan dengan melihat nilai cronbach’s alpha. Hasil menunjukkan bahwa alat ukur QFS versi Bahasa Indonesia dengan 47 item termasuk dalam kategori reliabel dan valid
Exploration of the Mediation Role of Work Engagement and Work Family Enrichment in Working Mothers
Women often face conflicts when deciding to continue working after having children. Despite making a significant contribution to the economy, many choose to quit their jobs due to role conflicts. This study aims to expand the literature on work-family relationships experienced by working mothers, focusing on the mediating role of work-family enrichment and work engagement, as well as job crafting as an antecedent. The research method uses a survey with questionnaires that include job crafting, work engagement, and work-family enrichment. This study uses data from 169 working mothers using a sampling technique in the form of convenience sampling. The data were analyzed using simple linear regression analysis to test the relationship between job crafting, work engagement, and work-family enrichment. Furthermore, a simple mediation analysis was used to test the role of mediation in work engagement and work-family enrichment. The results show the importance of job crafting in increasing work engagement and work-family enrichment. This study also explores the role of mediation in work-family enrichment and work engagement in relation to job crafting. These findings can help develop strategies and programs that support women in maintaining work engagement while considering their family roles.
Perempuan sering menghadapi konflik saat memutuskan untuk terus bekerja setelah memiliki anak. Meskipun memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi, banyak yang memilih berhenti kerja karena konflik peran. Penelitian ini bertujuan memperluas literatur mengenai hubungan pekerjaan dan keluarga yang dialami ibu bekerja, dengan fokus pada peran mediasi work-family enrichment dan work engagement, serta job crafting sebagai antesedennya. Metode penelitian menggunakan survei dengan kuesioner yang mencakup job crafting, work engagement, dan work-family enrichment. Penelitian ini menggunakan data dari 169 ibu bekerja dengan menggunakan teknik sampling berupa convenience sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara job crafting, work engagement, dan work-family enrichment. Selanjutnya, analisis mediasi sederhana digunakan untuk menguji peran mediasi pada work engagement dan work-family enrichment. Hasil menunjukkan pentingnya job crafting dalam meningkatkan work engagement dan work-family enrichment. Penelitian ini juga mengeksplorasi adanya peran mediasi pada work-family enrichment dan work engagement dalam hubungannya dengan job crafting. Temuan ini dapat membantu mengembangkan strategi dan program yang mendukung perempuan dalam menjaga keterlibatan kerja sambil mempertimbangkan peran keluarga mereka
Independent Cadre Training on Periodontal Disease Prevention Behavior (MP4)
Periodontal disease is one of the ten biggest dental and oral problems in Indonesia. One of the preventive methods through habituation and independent behavior to prevent this disease. Behavior can persist if done routinely. The purpose of the community service was to provide education to cadres and increase the habituation of independent behavior in preventing the occurrence of periodontal disease starting from oneself. The methods used were counseling, simulation, examination, coaching and evaluation of cadre knowledge. Evaluation was done by pre and post test questionnaire. Pre and post examination also provide to assess the oral health status after 21 days of habituation. The results showed an increase in cadre knowledge before and after counseling by 20%. Meanwhile the examination didn’t provide any data due to zero participant were being assessed.Penyakit periodontal termasuk sepuluh masalah gigi dan mulut terbesar di Indonesia. Salah satu metode preventif dengan pembiasaan dan perilaku mandiri pencegahan penyakit periodontal. Perilaku dapat menetap apabila dilakukan secara rutin. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada kader dan meningkatkan pembiasaan perilaku mandiri dalam mencegah kejadian penyakit periodontal dimulai dari diri sendiri. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, simulasi, pemeriksaan, pembinaan dan evaluasi pengetahuan kader. Evaluasi dilaksanakan melalui pengisian kuesioner pre dan post edukasi dan pembinaan. Pemeriksaan status kesehatan rongga mulut juga disediakan setelah 21 hari pembiasaan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan kader sebelum dan sesudah edukasi sebesar 20%. Sedangkan data pemeriksaan setelah pemeriksaan tidak didapatkan karena tidak ada kader yang melakukan pemeriksaan ulang
Pengaruh Penyuluhan Online Menggunakan Media Video Terhadap Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak
Pendahuluan: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian, dikarenakan anak usia sekolah 13-15 tahun memiliki tingkat plak yang tinggi mengarah menjadi karies dan penyakit periodontal. Sementara anak-anak pada usia tersebut berperilaku benar ketika menyikat gigi sangat rendah. WHO merekomendasikan pelajar remaja sebagai kelompok usia yang tepat untuk diperkenalkan dan dipromosikan mengenai perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan online dengan media video terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Metode: Penelitian eksperimental semu dengan desain one group pretest and posttest, sebanyak 49 pelajar SMP Negeri 7 Muara Badak menjadi subjek penelitian. Data pada riset ini yakni data primer yang didapatkan melalui hasil kuesioner pretest dan lembar checklist posttest yang diisi oleh responden selama 21 hari. Hasil: Sebelum penyuluhan online menggunakan media video 21 responden termasuk kedalam perilaku kategori kurang (42,9%) dan 28 responden termasuk kedalam perilaku kategori baik (57,1%) setelah dilakukan penyuluhan online media video. Hasil pengujian Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Penyuluhan online menggunakan media video memiliki pengaruh terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak
Integrasi Grooming Standard dan Servqual untuk Membangun Keunggulan Kompetitif pada Industri Perhotelan: Studi pada The Alana Hotel Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran grooming standard sebagai determinan dalam kerangka SERVQUAL serta implikasinya terhadap keunggulan kompetitif industri perhotelan. Grooming standard yang mencakup kebersihan tubuh, kerapian berpakaian, ekspresi wajah, dan kestabilan emosional dipandang tidak hanya sebagai prosedur estetika, melainkan sebagai sumber daya strategis berbasis human capital. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi SOP, serta analisis ulasan digital tamu di Google Review pada departemen Food and Beverage (F&B) Service Hotel The Alana Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grooming berkontribusi langsung pada dimensi tangibles, responsiveness, dan assurance, sementara reliability dan empathy masih menghadapi tantangan inkonsistensi akibat faktor beban kerja dan rotasi shift. Integrasi grooming dengan SERVQUAL memperlihatkan bahwa aspek non-teknis layanan dapat menciptakan diferensiasi yang sulit ditiru kompetitor, memperkuat citra profesional hotel, serta meningkatkan loyalitas tamu melalui reputasi digital positif (e-WOM). Secara teoretis, penelitian ini memperluas literatur kualitas layanan dengan menempatkan grooming sebagai intangible resource yang mendukung keunggulan kompetitif. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya strategi manajemen dalam mengintegrasikan grooming dengan pelatihan berkelanjutan, pengawasan konsistensi, dan pemanfaatan ulasan digital sebagai instrumen evaluasi untuk memperkuat daya saing hotel di pasar perhotelan yang semakin kompetitif