eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
AN ANALYSIS OF SOCIAL CONFLICT IN THE GRAND BUDAPEST HOTEL MOVIE BY WES ANDERSON
This research is titled "An Analysis of Social Conflict in The Grand Budapest Hotel Movie by Wes Anderson" explores various types of social conflicts depicted in the movie. Released in 2014, The Grand Budapest Hotel is a comedy-drama that follows the adventures of Gustave H., a dedicated hotel concierge, and his assistant, Zero Moustafa, in a fictional Eastern European country. Using qualitative descriptive research methodology and drawing upon Lewis A. Coser's framework on social conflict and Deutsch theory on the causes of social conflict. The research aims to identify the types and causes of social conflict depicted in The Grand Budapest Hotel. This study identifies three main types of social conflict: Conflict of Social Position, Conflict of Interest, and Conflict of Role. The causes of these conflicts, as reflected in the movie, include differing expertise, rivalry for position, control, and recognition, personal dislike, diverse economic interests, and drive for autonomy.Keywords: Social Conflict, Conflict of Social Position, Conflict of Interest, Conflict of Rol
Representation of Social Class in The Outsiders by S.E. Hinton Novel
This research is concerned with the representation of bourgeoisie and proletariat social class in The Outsiders by S.E. Hinton novel. This research aimed to describe the Socs and the Greasers. This research used a characterization; direct and indirect to find representation of bourgeoisie and proletariat social class characteristic. This research used a qualitative research design with a descriptive method. The data in this research were quotations, narrations, words, phrases, clauses, sentences, or paragraphs that are related to buorgeoisie and proletariat social class characteristic and obtained by reading the novel. In the analysis, the researcher used Marxist theory. The result showed that the Socs represent the bourgeoisie and the Greasers represent the proletariat. The Socs has five bourgeoisie social class characteristic; ownership of capital, control of the means of production, wealth, education, and culture. While the Greasers has five proletariat social class characteristic; working class, low income, exploited, lack of education, and sense of solidarity. The researcher found that the Socs as bourgeoisie and the greasers as proletariat
Perhitungan kebutuhan dan pemetaan ruang terbuka di Kota Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Samarinda yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau, dan memprediksi kebutuhan ruang terbuka hijau untuk 10 tahun mendatang berdasarkan tingkat kebutuhan oksigen. Analisis dalam pemetaan ruang terbuka hijau dan lahan potensial untuk pengembangan ruang terbuka hijau dilakukan dengan menginterpretasi fitur pada citra satelit secara visual menggunakan Citra Satelit SPOT 6/7 tahun 2020, serta memproyeksikan kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Samarinda selama 10 tahun mendatang berdasarkan tingkat kebutuhan oksigen menggunakan formula matematika sederhana yaitu = ( × xr)100 + . Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ruang terbuka hijau di Kota Samarinda mencakup luasan 26.265,33 ha, yang terbagi menjadi ruang terbuka hijau publik sebesar 709,02 ha dan ruang terbuka hijau pribadi sebesar 25.556,31 ha.. Selain itu, penelitian ini juga memetakan area potensial untuk penambahan ruang terbuka hijau, yang mencakup luasan 8.473,73 ha, dan menghitung kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan tingkat kebutuhan oksigen untuk 10 tahun mendatang, mencakup luasan 24.414 ha
Plant Performance and Storability Tomato (Solanum lycopersicum L.) Fruit With theApplication of Calsium Chloride (CaCl2)
This study was conducted to determine the interaction of CaCl2 concentration and application technique on the tomato plant
performance and storability of tomatoes. The CaCl2 concentration (K) consisting of k0 (0 mL L
-1
), k1 (0.5 mL L
-1
), k2 (1.0 mL L
-1
), k3
(1.5 mL L
-1
), k4 (2.0 mL L
-1
) and application technique (T) consisting of t1 (sprayed on the plant) and t2 ( watered into the growing
media). The results shows that k2t2 combination obtained the maximum number of flowers with an average 24.33 florets and obtained
height of tomato plant. The maximum number of fruits was obtained by k3t2 combination (11.33 florets), followed by k4t2 combination
(11.00 florets). The minimum number of flowers fall off was obtained by k0t2 combination (1.00 florets) and the maximum number of
flowers fall off was obtained by k3t1 combination (4.67 florets). The combination of k4t1 and k4t2 gave the best results on blossom endrot diseases (zero diseases) and storability of tomatoes (up to 30 days).
Key words: tomato, calcium chloride (CaCl2), performance, storabilit
Career Expectations in Certified Internship and Independent Study Students (MSIB)
The relationship between internship experiences and career expectations among students has become an increasingly interesting topic for academics and practitioners alike. This study focused on 108 active student participants, both female and male, who had internship experiences at companies across four different sectors: retail, media, hospitality, and technology. The researcher employed a quantitative method using the Career Expectations Questionnaire, consisting of 24 items translated into Indonesian. This scale encompasses eight dimensions: competition, freedom, management, life balance, learning, entrepreneurship, organization membership, and expertise. The results indicated that female students tend to have higher career expectations than male students, while 19-year-old students demonstrated the highest career expectations compared to other age groups. Additionally, internship experiences in technology companies yielded more positive career expectations than other sectors. The study also identified competition and expertise as the primary contributors to career expectations.
Hubungan antara pengalaman magang dan ekspektasi karir pada mahasiswa telah menjadi topik yang semakin menarik perhatian di kalangan akademisi dan praktisi. Penelitian ini memfokuskan pada subjek penelitian berjumlah 108 partisipan yang merupakan mahasiswa aktif berjenis kelamin perempuan maupun laki-laki yang memiliki pengalaman magang di sebuah perusahaan dan berasal dari 4 jenis perusahaan yang berbeda, diantaranya perusahaan ritel, media, hospitality, dan teknologi. Peneliti menerapkan metode kuantitatif dengan menggunakan Career Expectations Questionnaire yang terdiri dari 24 item yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Skala ini memiliki 8 dimensi yaitu competition, freedom, management, life balance, learning, entrepreneur, organization membership dan expertise. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan cenderung memiliki ekspektasi karir yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sementara mahasiswa berusia 19 tahun menunjukkan ekspektasi karir yang paling tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Selain itu, pengalaman magang di perusahaan teknologi menghasilkan ekspektasi karir yang lebih positif dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini juga mengidentifikasi aspek competition dan expertise sebagai kontributor utama terhadap ekspektasi karir
Fakta Sosial dan Solidaritas Sosial dalam Novel KKN di Desa Penari Karya SimpleMan: Kajian Sosiologi Sastra
Andi Nur Azizah Handayani. 2023. "Penelitian ini berfokus pada analisis gejala-gejala sosial yang terdapat dalam novel KKN di Desa Penari karya SimpleMan (2019) dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Novel KKN di Desa Penari tidak sekadar novel horor, sebab perhatian di dalamnya juga memuat kelompok sosial di desa terpelosok Jawa yang memiliki rangkaian aspek sosial yang berbeda, seperti sistem kemasyarakatan, keyakinan, adat istiadat, serta lainnya. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fakta sosial dan solidaritas sosial di dalam novel KKN di Desa Penari Karya SimpleMan menggunakan teori Sosiologi Sastra Durkheim.Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data berupa kutipan kalimat, sumber data yang digunakan yaitu novel KKN di Desa Penari karya SimpleMan. Teknik pengumpulan data ialah teknik pustaka. Teknik analisis terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini akan menggunakan teori sosiologi sastra (fakta sosial dan solidaritas sosial Emile Durkheim).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beragam fenomena sosial yang terjadi dalam kelompok sosial di Desa Penari terhadap kumpulan mahasiswa mengacu pada ciri-ciri masyarakat yang memiliki kekuatan sosial. Temuan fakta sosial dalam kelompok sosial di Desa Penari tersebut terbagi menjadi fakta sosial material dan nonmaterial. Fakta sosial material mengacu pada bentuk fisik, sedangkan nonmaterial terdiri dari moralitas, representasi kolektif, kesadaran kolektif, arus sosial, serta pikiran kelompok. Solidaritas sosial yang terdapat dalam kelompok sosial di Desa Penari yaitu solidaritas mekanik. Hal ini mengacu pada beragam tindakan sosial yang dilakukan oleh kelompok di Desa Penari memenuhi karakteristik sebagai masyarakat solidaritas mekanik, yakni pedesaan, kesadaran kolektif kuat, pola normatif, pembagian kerja rendah, konsensus kelompok, sistem penghukuman, produk pengalaman bersama, serta kolektivitas kelompok yang erat.
Subjective Well-Being Among Unemployed Early Adults: The Role of Optimism and Unemployment Duration Across Genders
Subjective well-being (SWB) is an essential aspect of life. The higher a person's well-being level, the higher their quality of life. This research aims to know the correlations between the duration of unemployment, gender, and optimism with the subjective well-being of unemployed early adults. The research hypotheses are: 1) There is a relationship between duration of unemployment and optimism and subjective well-being; 2) There are many differences in subjective well-being between male and female unemployed early adults. The subjects of this research are early adults who are unemployed or starting a business and currently reside in Central Java. The subjects involved in this research are 159 respondents. The measuring instruments used are an optimism scale and a subjective well-being scale created by researchers. Both measuring instruments have been tested for validity and reliability. The data analysis techniques are multiple regression analysis and t-test. The research results show 1) there is a correlation between the duration of unemployment and optimism with subjective well-being (R= 0.737, Adjusted R Square = 0.537, F: 92.477, p0.05)
Kesejahteraan subjektif adalah aspek penting dalam kehidupan. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan seseorang, maka semakin tinggi pula kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama menganggur, jenis kelamin, dan optimisme dengan subjective well-being pada dewasa awal yang menganggur. Hipotesis dari penelitian ini adalah: 1) Terdapat hubungan antara durasi menganggur dan optimisme dengan kesejahteraan subjektif; 2) Terdapat perbedaan kesejahteraan subjektif antara laki-laki dan perempuan dewasa awal yang menganggur. Subjek penelitian ini adalah orang dewasa awal yang sedang menganggur atau memulai usaha dan berdomisili di Jawa Tengah. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 159 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala optimisme dan skala kesejahteraan subjektif yang dibuat oleh peneliti. Kedua alat ukur tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada hubungan antara durasi menganggur dan optimisme dengan kesejahteraan subjektif (R= 0,737, Adjusted R Square = 0,537, F: 92,477, p0.05
Analysis of the Profile of Bullying Perpetrators
Bullying in the educational context has serious impacts on the psychological and social well-being of victims, while also creating an unsafe learning environment. Despite extensive research on bullying, there is a gap in understanding the perpetrators, particularly in the educational context. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method to identify and summarize previous research findings regarding the profile of bullying perpetrators. From the 11 articles analyzed, this study reveals various factors influencing the behavior of bullying perpetrators, including a lack of empathy, low empathy skills, and the absence of preventive procedures in schools. The perpetrators' perceptions of their actions, involving elements of humor or self-satisfaction, are also crucial aspects to understand. The profile of bullying perpetrators includes personality characteristics, low empathy skills, and emotional issues such as anger and satisfaction after committing bullying acts. External factors such as family environment, leisure activities, and emotional conditions also influence the perpetrators' behavior. This study provides insights into the complexity of bullying perpetrators in the educational context. It highlights the importance of understanding the impact of bullying on all parties involved, with the hope of making a significant contribution to creating a safe, supportive, and bullying-free educational environment.
Bullying dalam konteks pendidikan menimbulkan dampak serius pada kesejahteraan psikologis dan sosial korban, sambil menciptakan lingkungan belajar yang tidak aman. Meskipun telah banyak penelitian tentang bullying, terdapat kesenjangan dalam pemahaman tentang pelaku, khususnya dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi dan merangkum hasil penelitian sebelumnya mengenai profil pelaku bullying. Dari 11 artikel yang dianalisis, penelitian ini mengungkapkan berbagai faktor yang memengaruhi perilaku pelaku bullying, kurangnya empati, kemampuan empati yang rendah, dan kekurangan prosedur pencegahan di sekolah. Persepsi pelaku terhadap tindakan mereka, yang melibatkan aspek humor atau kepuasan diri, juga menjadi elemen penting yang perlu dipahami. Profil pelaku bullying mencakup karakteristik kepribadian, rendahnya kemampuan empati, serta masalah emosional seperti rasa marah dan kepuasan setelah melakukan tindakan bullying. Faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, aktivitas waktu luang, dan kondisi emosi juga mempengaruhi perilaku pelaku. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kompleksitas pelaku bullying dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami dampak bullying pada semua pihak terlibat, dengan harapan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, suportif, dan bebas dari perilaku bullying
Self-Acceptance for Mothers Who Have Children with Special Needs on Lower-Middle Socio-Economic Status in Bantul
Children with special needs are children who experience developmental delays either physically, psychologically, socially, or emotionally, and who have above-average abilities so that they need help that suits their needs to improve their abilities and quality of life. This study aims to find out the description of self-acceptance and the stages of self-acceptance of a mother who has a child with special needs with socioeconomic status with a middle to lower social status. The research method used is qualitative with a case study approach with several subjects 3. The data analysis methods used are reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of interviews and observations show that the three subjects have different self-acceptance, the middle to lower economy being one of the causes of different self-acceptance. The first subject has shown good acceptance, although sometimes they still feel dissatisfied in their efforts to achieve the recovery of children with special needs and resigned to their economic conditions. The second subject has been accepted, but the time is more used for work, so it is not optimal in accompanying children with special needs. The third subject with an unstable economy is still convinced that their needs can be met but still have difficulties in dealing with children with special needs.
Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan baik dari segi fisik, psikologis, sosial, atau emosional, dan yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata sehingga mereka memerlukan bantuan yang sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri dan tahapan penerimaan diri seorang ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus dengan status sosial ekonomi dengan status sosial menengah ke bawah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah subjek 3. Adapun metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil dari wawancara dan observasi menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki penerimaan diri yang berbeda, ekonomi menengah ke bawah menjadi salah satu penyebab berbedanya penerimaan diri. Subjek pertama sudah menunjukkan penerimaan yang baik, walaupun terkadang masih merasa kurang puas dalam usaha mencapai kesembuhan anak berkebutuhan khususnya dan pasrah terhadap kondisi ekonominya. Subjek kedua sudah menerima, akan tetapi waktunya lebih banyak digunakan untuk bekerja, sehingga kurang maksimal dalam mendampingi anak berkebutuhan khususnya. Subjek ketiga dengan ekonomi belum stabil tetap yakin kebutuhannya bisa terpenuhi, tetapi masih kesulitan dalam menangani anak berkebutuhan khususnya
From Parental Attachment to Loneliness: Self-Esteem as a Mediator in Adolescents
Loneliness is a mental health threat often linked to low self-esteem, which can stem from poor parental attachment in childhood. This study examines the indirect relationship between parental attachment and loneliness through self-esteem, as well as the direct relationship. Conducted at SMP Kanisius Kudus with 128 participants, the research used the IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), R-SES (Rosenberg Self-esteem), and UCLA Loneliness Scale. Mediation analysis in JASP 17.0 revealed a significant indirect negative relationship between parental attachment and loneliness through self-esteem (estimate = -0.171, p = 0.001), but no direct relationship (estimate = -0.138, p = 0.120). This indicates that self-esteem fully mediates the connection between parental attachment and loneliness. The results of this study provide knowledge about the important role of self-esteem in the negative relationship between parental attachment and loneliness.Loneliness menjadi salah satu ancaman kesehatan mental yang dapat menyebabkan beberapa gangguan mental yang lain. Loneliness selalu terkait dengan self-esteem yang rendah. Perkembangan self-esteem yang rendah dapat disebabkan oleh parental attachment yang buruk sedari kecil. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui mengetahui hubungan negatif antara parental attachment dan loneliness secara tidak langsung melalui self-esteem dan secara langsung. Penelitian ini dilakukan di SMP Kanisius Kudus. Teknik sampling yaitu, purposive sampling. Total partisipan adalah 128 partisispan. Alat ukur yang digunakan adalah IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), R-SES (Rosenberg Self-esteem), dan UCLA Loneliness Scale. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif mediasi sederhana dengan analysis mediation from JASP 17.0. Hasil dari analisis mediasi adalah terdapat hubungan negatif pada variabel parental attachment dan loneliness secara tidak langsung melalui self-esteem dengan niliai estimasi -171 serta p = 0.001 (p < 0,001). Namun, hasil lain menunjukan tidak berbehubungan secara langsung dengan nilai estimasi -138 serta p= 0.120. Hal ini berarti hubungan terbentuk dengan mediasi penuh dari self-esteem. Hasil dalam penelitian ini memberikan pengetahuan pentingnya peran self-esteem dalam hubungan negatif parental attachment dan loneliness