eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
New Word Formations in J.K. Rowling's Fantastic Beasts and Where to Find Them Film
This research investigated types of word formation process found in J.K. Rowling’s Fantastic Beast and Where to Find Them film using Yule’s theory (2010). The methodology was descriptive qualitative research because it focused on words as its data produced in Fantastic Beast and Where to Find Them film and the data was explicated descriptively. The analysis revealed that the processes of word-formation of new words in Fantastic Beast and Where to Find Them film consist of borrowing, compounding, blending, acronym, and multiple processes. From the findings, it can be implied that borrowing was the most frequent process that occurred in Fantastic Beast and Where to Find Them film. The new words found in Fantastic Beasts and Where to Find Them film have the functions as naming beasts, magic spells, and describing person or building
PERILAKU ABNORMAL TOKOH MALA DALAM NOVEL MAMA KARYA WULAN MULYA PRATIWI DAN ERBY S KAJIAN PSIKOLOGI SASTR
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fakta cerita yang mencerminkan abnormalitas tokoh Mala, mendeskripsikan bentuk perilaku abnormal dan faktor penyebab perilaku abnormal tokoh Mala dalam novel Mama karya Wulan Mulya Pratiwi dan Erby S ditinjau dengan psikologi sastra. Penulis tertarik mengkaji novel Mama, karena novel ini terdapat edukasi terkait gangguan mental pascamelahirkan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu untuk menggambarkan bentuk perilaku dan faktor penyebab perilaku abnormal tokoh Mala dalam novel Mama. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi abnormal. Sumber data penelitian adalah novel Mama karya Wulan Mulya Pratiwi dan Erby S.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca dan teknik mencatat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta cerita novel Mama karya Wulan Mulya Pratiwi dan Erby S terdiri atas tokoh, alur dan latar. Tokoh Mala dalam novel ini berperasn sebagai perempuan yang mengalami gangguan mental pascamelahirkan. Alur yang digunakan dalam cerita ini yaitu alur maju-mundur (kombinasi). Latar cerita ini yaitu rumah Mala, IGD, dan Rumah Sakit Jiwa. Tokoh Mala memiliki 6 bentuk perilaku abnormal yaitu perilaku yang tidak biasa, perilaku melanggar norma sosial, persepsi yang salah terhadap realitas, perilaku yang berada dalam stres pribadi yang signifikan, perilaku maladaptiv, dan perilaku berbahaya. Perilaku abnormal tokoh Mala disebabkan oleh 3 faktor yaitu struktur keluarga yangpatogenis, pola asuh yang tidak akurat dan trauma pada masa kecil
Pola kekayaan jenis burung pada berbagai kelompok jarak di ruas jalan negeri Lima-Laha, Kabupaten Maluku Tengah
Jaringan jalan dan penggunaan lahan di sekitarnya menciptakan lanskap dengan struktur, komposisi, konfigurasi, dan interaksi tertentu yang berpengaruh terhadap proses-proses ekologis bagi keberadaan dan sebaran satwa burung. Membandingkan kekayaan jenis burung pada areal-areal yang demikian akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana jaringan jalan dan penggunaan lahan dalam suatu lanskap berpengaruh terhadap sebaran kekayaan jenis burung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kekayaan jenis burung pada berbagai kelompok jarak pengamatan di sekitar ruas jalan Negeri Lima – Laha. Uji korelasi dan uji analisis varians (ANOVA) satu arah digunakan untuk mengetahui karakteristik hubungan serta perbedaan rerata kekayaan jenis burung dari setiap kelompok jarak pengamatan dari ruas jalan. Kekayaan jenis burung yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 38 spesies dengan 32 spesies burung diantaranya dapat diidentifikasi dan 6 spesies lainnya belum teridentifikasi. Kekayaan jenis burung pada masing-masing kelompok jarak pengamatan dari ruas jalan menunjukkan tren penurunan kekayaan jenis seiring bertambahnya jarak pengamatan dari ruas jalan. Hasil uji korelasi didapatkan nilai koefisien korelasi (r) = -0,69 dengan Pvalue (0,001) < α (0,05), yang menunjukkan adanya korelasi negatif moderat dan signifikan antara variabel kekayaan jenis burung dengan variabel jarak pengamatan dari ruas jalan. Hasil uji ANOVA dari rerata hitung kekayaan jenis burung di antara kelompok-kelompok jarak menghasilkan nilai Pvalue (0.04) < α (0.05), dengan demikian H0 ditolak, yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang nyata dari rerata hitung kekayaan jenis burung di antara kelompok jarak pengamatan dari ruas jalan di lokasi penelitian
A Challenge for Parents? Understanding The Needs of a Psychoeducational Program for Parents of Children with Autism Spectrum Disorder
Autism spectrum disorder (ASD) is a disorder with a high prevalence and continues to increase from time to time. ASD is still considered a taboo and a scourge. Whereas ASD is not a disease, but a disorder characterized by a decrease in the quality of individuals in social interactions, communication skills, and repetitive interests and behaviors. Due to the increasing prevalence of ASD and the lack of available information, this study seeks to explore the need for whether a parental assistance program is needed when dealing with a diagnosis of ASD in their child. The research method used in this research is qualitative. Researchers involved 6 participants consisting of 2 parents of children diagnosed with ASD, 2 parents of children with typical development, and 2 therapists who have treated children with special. The sampling technique used is purposive sampling. The findings in this study indicate that not much is known about ASD by parents. Parents do a lot of searching independently but the information obtained is generally limited. Parents are also often still confused about understanding ASD and what actions can be taken to help their child. One of the main problems parents face when dealing with an ASD diagnosis is acceptance. Autism spectrum disorder (ASD) menjadi gangguan dengan prevalensi yang cukup tinggi dan terus meningkat dari waktu ke waktu. ASD masih dianggap tabu dan menjadi momok. Padahal ASD bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gangguan yang ditandai dengan penurunan kualitas individu dalam interaksi sosial, kemampuan komunikasi, serta minat dan perilaku yang berulang. Dengan prevalensi ASD yang terus meningkat dan kurangnya informasi yang tersedia, penelitian ini bertujuan untuk menggali kebutuhan apakah suatu program psikoedukasi bagi orang tua dibutuhkan ketika menghadapi diagnosa ASD pada anaknya. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Peneliti melibatkan 6 orang partisipan yang terdiri dari 2 orang tua dengan anak terdiagnosa ASD, 2 orang tua dari anak dengan perkembangan tipikal, dan 2 orang terapis yang menangani anak berkebutuhan khusus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai ASD belum banyak diketahui oleh para orang tua. Orang tua banyak melakukan pencarian secara mandiri namun informasi yang didapat umumnya terbatas. Orang tua juga seringkali masih mengalami kebingungan dalam memahami ASD dan tindakan apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak mereka. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi orang tua ketika menghadapi diagnosa ASD adalah penerimaan
Laju Pertumbuhan Karang Dan Kelangsungan Hidup Karang Hasil Transplantasi Di Kawasan Perairan Resort Green Nirvana Kampung Payung-Payung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan karang dan tingkat kelangsungan hidup karang yang ditransplantasikan menggunakan rangka berbahan besi dan pipa PVC. Penelitian dilaksanakan pada 25 Januari hingga 25April 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelangsungan hidup karang pada rangka besi dengan menggunakan spesies Montipora memperoleh nilai akhir 87.50%, Porites 100%, Pocilopora 100% dan Acropora 100%. sedangkan pada rangka pipa PVC menggunakan spesies karang Acropora memperoleh nilai akhir 78.50%, dan Hydnophora 100%. Laju pertumbuhan total karang yangditransplantasikan pada rangka besi menggunakan spesies Montipora memperoleh tinggi karang 1.63 cm/3 bulan, dan lebar 1.69 cm/3 bulan, spesies Porites memperoleh tinggi 2.00 cm/3 bulan dan lebar 1.25 cm/3 bulan, spesies Pocilopora memperoleh tinggi 2.25 cm/3 bulan dan lebar 2.00 cm/3 bulan, spesiesAcropora memiliki pertumbuhan tinggi 2.38 cm/3 bulan dan lebar 1.63 cm/3 bulan.Laju pertumbuhan total karang pada rangka pipa PVC dengan menggunakan spesies Acropora memperoleh pertumbuhan tinggi 2.04 cm/3 bulandan lebar 1.14cm/3 bulan, dan spesies Hydnophora memperoleh pertumbuhan tinggi 2.00 cm/3 bulan dan lebar 1.00 cm/3 bulan
KARAKTERISTIK KELIMPAHAN MAKRO GASTROPODA DI PADANG LAMUN PULAU KEDINDINGAN KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2021 – Januari 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kelimpahan makrozoobentos gastropoda di padang lamun P. Kedindingan Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengambilan sampel gastropoda dilakukan secara purposive sampling pada 4 stasiun pengamatan kemudian identifikasi gastropoda dilakukan di Laboratorium Kualitas Air FPIK Unmul. Hasil penelitian ditemukan 29 spesies yang terdiri dari 16 famili yaitu, Cerithiidae, Collumbellidae, Conidaei, Costellariidae, Cypraeidae, Hydrobiidae, Littorinidae, Nassariidae, Naticidae, Planaxidae, Strombidae, Stromboidae, Strombidae, Tegulidae, Turbinidae, dan Trochidae. Komposisi persentase gastropoda yang mendominasi terdapat 3 famili yaitu dari famili Cerithiidae, Collumbellidae, dan Cypraeidae dengan masing-masing kelimpahan relatif 13,8% sedangkan spesies dengan kelimpahan relatif yang ditemukan dari famili Collumbellidae dengan spesies Pyrene scripta dengan kepadatan relatif sebesar 43,6%. Nilai indeks keanekaragaman (H’) menunjukan kriteria sedang, Nilai indeks keseragaman (E) menunjukan kriteria sedang, dan Nilai indek dominasi (C) menunjukan tidak terdapat spesies yang mendominasi. Berdasarkan hasil Correspondence Analysis (CA) untuk sebaran gastropoda Cerithinium literatum, Pyrene scripta, Conus tesolatus dan Tectus pyramis berasosiasi erat dengan karakteristik Stasiun Utara dan Stasiun Timur, Conus scabriusculus dan Littorina carinivera berasosiasi erat dengan karakteristik Stasiun Selatan, Euplica fesfita, Pyrene flava, Vexillium caffrum, Cypraea lynx, Hydrobia acuta, Lentigo lentiginosus, Astralium calcar, Turbo pentholatus, dan Turbo ticaonicus berasosiasi erat dengan karakteristik Stasiun Barat. Hubungan antara keanekaragaman makro gastropoda dengan kerapatan lamun adalah berbanding terbalik, yaitu semakin tinggi jumlah gastropoda maka semakin rendah pula kerapatan lamun begitu pun sebaliknya, semakin tinggi persentase kerapatan lamun maka keanekaragaman makro gastropoda semakin rendah
Reflections on Memorizing the Qur'an on the Spiritual Intelligence of Santri Ma'had Al-Mubarok Al-Islami Litahfidzil Qur'an Al-Karim
The purpose of this study was to describe the reflection of the effect of memorizing the Koran on the spiritual intelligence of students. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The sampling technique used was purposive sampling, while data collection was carried out by observation and interviews. Then the data analysis process used thematic analysis (tradition) The results of this study indicate that memorizing the Koran affects the spiritual intelligence of the five subjects and of course there have been many changes from before and after memorizing the Koran to the spiritual intelligence of Ma'had Al-Mubarok students to make the students better in living their daily lives. The conclusion of this study is that the five subjects felt the impact of memorizing the Koran on their spiritual intelligence. There were supporting factors which influenced, namely pure intention because of Allah, and consistent worship (istiqomah) and the motivation of parents, teachers, and families. While the inhibiting factors are laziness and the temptation to use gadgets.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui refleksi pengaruh menghafal al-Quran terhadap kecerdasan spiritual santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Kemudian proses analisis data menggunakan tradisi analisis tematik (Thematic Analysis). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa refleksi kelima subjek menghafal al-Quran berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual mereka. Banyak perubahan dari sebelum dan sesudah menghafal al-Quran terhadap kecerdasan spiritual santri Ma’had Al-Mubarok sehingga menjadikan santri lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini kelima subjek merasakan pengaruh dari menghafal al-Quran terhadap kecerdasan spiritual sehingga mengalami perubahan dari sebelum dan sesudah menghafal Quran. Ada dua faktor pendukung yang mempengaruhi yaitu niat semata karna Allah dan ibadah yang istiqomah, serta motivasi orang tua, guru dan keluarga. Sedangkan faktor penghambatnya adalah rasa malas dan godaan penggunaan gawai
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pengetahuan Antibiotik di Kabupaten Padang Lawas Utara
Currently, Indonesian infections fall into the most prevalent category. Antibiotics are a type of medicine used to treat infections brought on by bacteria. Antibiotics are widely used throughout the entire population as one of the most common types of treatment. There are many situations where people using antibiotics run the risk of developing antibiotic resistance. Antibiotic resistance effects may result from more frequent use of antibacterial soap by health care providers. To achieve the desired level of public awareness and understanding on the use of antibiotics, education about the ethics of using antimicrobial agents is necessary. As a result, there isn't a widespread use of antibiotics among the general population, which helps to prevent the development of antibiotic resistance. Results from the preliminary test are as follows 45 people have the salah category number whereas 5 people have the true category number. This indicates that the general populace does not fully understand the benefits and proper methods for using antibacterial agents. About 47 people who took the test were positive, and 3 people were positive salah. It is possible to understand from this that efforts to promote preventive measures that are intended for the general populace can provide them with education that is both effective and simple to understand. By using the same presentation material, it is possible to infer that the intended audience is already familiar with the material being discussed.Infeksi di Indonesia saat ini masuk dalam kategori paling banyak. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sebagai jenis pengobatan yang paling umum, antibiotik banyak digunakan di seluruh masyarakat. Ada banyak kasus di mana pengguna antibiotik berisiko mengalami resistensi antibiotik. Efek resistensi antibiotik dapat disebabkan oleh pemberian pengobatan antibakteri yang lebih sering oleh penyedia layanan kesehatan. Edukasi tentang etika penggunaan antimikroba diperlukan untuk mendapatkan tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang diinginkan. Jadi tidak ada penggunaan antibiotik yang berlebihan pada masyarakat umum, sehingga mencegah berkembangnya resistensi antibiotik. Hasil yang diperoleh dari pre-test adalah sebagai berikut 5 orang mendapat nilai kategori benar dan 45 orang mendapat nilai kategori salah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat umum belum sepenuhnya memahami manfaat dan cara penggunaan bahan antibakteri yang tepat. Hasil posttest sebanyak 47 orang tersenyum benar dan 3 orang tersenyum salah. Hal ini dapat dipahami bahwa upaya untuk mempromosikan penyuluhan yang ditujukan kepada masyarakat umum dapat memberikan pendidikan yang baik dan mudah dipahami. Dengan berbedanya materi presentasi yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa target populasi sudah mempunyai pemahaman terhadap materi yang dibicarakan
Gambaran Penggunaan Media Sosial Dalam Promosi Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Pengetahuan Karies Gigi Pada Mahasiswa Universitas Mulawarman
Promosi kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu proses pemberian informasi yang timbul atas dasar kebutuhan kesehatan gigi dan mulut, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta kesadaran dari individu untuk tetap dapat menjaga kesehatan rongga mulutnya dengan baik. Pencarian informasi kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan menggunakan media sosial , seperti Instagram, Youtube, Tik Tok, Blog, Twitter, Wiki, Facebook, dan Whatsapp. Salah satu penyakit gigi dan mulut yang banyak dialami adalah karies gigi. Hasil Riskesdas pada tahun 2018 menunjukkan angka karies gigi kelompok tamatan perguruan tinggi di Kalimantan Timur mencapai 43,79%. Dengan tingginya angka karies ini, maka perlu dilakukannya optimalisasi penggunaan media sosial sebagai sarana promosi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial dalam promosi kesehatan gigi dan mulut terhadap pengetahuan karies gigi pada mahasiswa Universitas Mulawarman. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel proportional sampling. Respon penelitian ini berasal dari mahasiswa Universitas Mulawarman dengan responden sebanyak 403 sampel. Penelitian ini menggunakan kuesioner media promosi kesehatan gigi dan mulut, serta kuesioner pengetahuan karies gigi. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas mahasiswa yang mendapatkan penjelasan kesehatan gigi dan mulut melalui media sosial berjenis kelamin perempuan dengan mayoritas usia 21 tahun. Mahasiswa Universitas Mulawarman yang mendapatkan promosi kesehatan gigi dan mulut dari melalui media sosial memiliki tingkat pengetahuan karies gigi dengan kategori baik sebanyak 78,7%. Serta jenis media sosial yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan promosi kesehatan gigi dan mulut adalah Instagram
Perceived Organizational Support (POS) With Home Industry Employee Organizational Commitment
Effective human resource management can increase employee productivity and performance. A person's success and performance in doing work is influenced by his sense of commitment to work. Some of the phenomena that occur in the bag home industry in Tanggulangin are the emergence of negative perceptions in employees towards the home industry and the impact on work processes that are not optimal. This study aims to determine the relationship between perceived organizational support (POS) and organizational commitment. This study used a quantitative approach and used a random sampling technique with 150 respondents. The data collection method uses a Likert scale with 34 item perceived organizational support (POS) scale and 24 item organizational commitment scale. The data analysis technique uses the pearson product moment correlation test. The results show that the value of Sig. (2-tailed) o.oo1 (<0.05) and a value of r=o.433 which explains that perceived organization support (POS) is positively related to Organizational Commitment with a moderate degree of correlation. The correlation test stated that the Pearsons correlation value was greater, namely 0.433 when compared to the r table value, which was 0.159. This means that there is a relationship between the variables perceived organization support (POS) and Organizational Commitment. The higher the Perceived Organizational Support (POS), the higher the level of commitment to the organization.Pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dapat meningkatkan produktivitas serta kinerja karyawan. Keberhasilan dan kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan dipengaruhi oleh rasa komitmennya terhadap pekerjaan. Beberapa fenomena yang terjadi pada home industri tas di Tanggulangin yaitu munculnya persepsi negatif dalam diri karyawan terhadap home industri dan berdampak pada proses bekerja yang tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support (POS) dengan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik random sampling dengan 150 responden. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert dengan skala perceived organizational support (POS) 34 aitem dan skala komitmen organisasi 24 aitem. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment. Hasil menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) o.oo1 (<0.05) dan nilai r=o.433 yang menjelaskan bahwa perceived organization support (POS) berhubungan secara positif dengan Komitmen Organisasi dengan derajat hubungan korelasi sedang. Uji korelasi menyatakan nilai pearsons correlation lebih besar yakni 0,433 jika dibandingkan dengan nilai r tabel yakni 0,159. Artinya terdapat hubungan antara variabel perceived organization support (POS) dan Komitmen Organisasi. Semakin tinggi Perceived Organizational Support (POS) maka semakin tinggi tingkat komitmen terhadap organisasi.