eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Social Media Addiction and Bedtime Procrastination in Students
Now, the internet has become a lifestyle necessity and is considered the most important part of human life. The presence of the internet in modern society does not only have positive impacts, but also negative ones. The increase in online activity via the internet has actually created social problems such as addiction to social media. Many factors are caused by social media addiction, one of which is bedtime procrastination. This study aims to determine the relationship between social media addiction and bedtime procrastination in Muhammadiyah 2 Palembang high school students. The research hypothesis is that there is a relationship between social media addiction and bedtime procrastination in Muhammadiyah 2 Palembang high school students. This study uses a correlational quantitative approach. Research participants consisted of 130 students with a total sampling technique. This scale consists of 2 scales, namely the social media addiction scale (a=0.809) and the bedtime procrastination scale (a=0.821). Data analysis in this study used the help of the JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) for windows program. The results of the study showed that there was a significant positive relationship between social media addiction and bedtime procrastination in Muhammadiyah 2 Palembang high school students with a coefficient value of 0.306 with a significance value (p <0.001). The higher the social media addiction, the higher the bedtime procrastination, conversely, the lower the social media addiction, the lower the bedtime procrastination.Kini, internet telah menjadi kebutuhan gaya hidup dan dianggap sebagai bagian terpenting dari kehidupan manusia. Kehadiran internet dalam masyarakat modern tidak hanya memberikan dampak yang positif, tetapi juga negatif. Meningkatnya aktivitas online melalui internet sebenarnya telah menimbulkan masalah sosial seperti kecanduan media sosial. Banyak faktor yang disebabkan oleh kecanduan media sosial, salah satunya yaitu menunda waktu tidur (bedtime procrastination). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan media sosial dengan bedtime procrastination pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Hipotesis Penelitian yaitu ada hubungan antara kecanduan media sosial dengan bedtime procrastination pada siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan penelitian terdiri dari 130 siswa dengan teknik total sampling. Skala ini terdiri dari 2 skala, yaitu skala kecanduan media sosial (a=0,809) dan skala bedtime procrastination (a=0,821). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program JASP (Jeffrey’s Amazing Statistics Program) for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara kecanduan media sosial dengan bedtime procrastination pada siswa siswa SMA Muhammadiyah 2 Palembang dengan nilai koefisien 0,306 dengan nilai signifikansi (p<0,001). Semakin tinggi kecanduan media sosial akan semakin tinggi bedtime procrastination, sebaliknya semakin rendah kecanduan media sosial akan semakin rendah bedtime procrastination
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Kulit Kacang Tanah dan Bakteri Bacillus cereus dan Lactobacillus bulgaricus terhadap Penurunan Amonia Ekskreta Ayam Kampung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sinbiotik dari kombinasi Bacillus cereus dan Lactobacillus bulgaricus dengan ekstrak kulit kacang tanah untuk menurunkan kadar amonia, pH, dan kadar air ekskreta ayam kampung. Metode yang digunakan yaitu eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penambahan sinbiotik terdiri dari konsentrasi 0% (P0) sebagai kontrol, 3% (P1), 6% (P2), 9% (P3). Parameter yang diukur meliputi kadar amonia, pH dan kadar air. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata konsentrasi sinbiotik dari kombinasi Bacillus cereus dan Lactobacillus bulgaricus dengan ekstrak kulit kacang tanah terhadap kadar amonia setelah inkubasi 12 jam, kadar pH setelah inkubasi 36 jam dan kadar air setelah inkubasi 36 jam. Perlakuan penambahan sinbiotik kurang efektif untuk menurunkan kadar amonia ekskreta ayam kampung diduga probiotik yang digunakan tidak mampu beradaptasi di dalam ekskreta sehingga mengganggu proses metabolisme primer dan sekunder
Psychological Dynamics of Individuals Using Shaman-Assisted Alternative Treatment: The Application of The Health Belief
Health is a basic need for everyone. Various methods are used by individuals to treat and cure their illnesses. Many Indonesian people still use supernatural alternative medicine with the help of traditional shamans. Alternative medicine from shamans is treatment by asking a shaman to cure the disease using supernatural methods. This study aims to obtain an overview of the decision-making process of individuals who undergo supernatural alternative medicine using the help of traditional shamans regarding the theoretical framework of the health belief model. Three informants had undergone supernatural alternative medicine with the help of a shaman. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques using the interview method. Source triangulation techniques, observer persistence, and discussions with colleagues demonstrated data validity. Data analysis was done by data reduction, presentation, conclusion, and verification with communicative validity. The results of this study indicate that the behavior of undergoing supernatural alternative medicine with the help of traditional healers is supported by several factors, such as demographic factors, perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived obstacles, action cues, and dissatisfaction with medical treatment. Factors of dissatisfaction with medical treatment and lack of information about the disease informants suffered became typical factors in this study. This research shows that health literacy also needs to be provided to the public so that they are more aware of healthy living behavior and have sufficient knowledge to access appropriate health services.Kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang. Berbagai cara dilakukan oleh individu untuk mengobati dan menyembuhkan penyakit mereka. Masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun. Pengobatan alternatif pada dukun adalah pengobatan dengan meminta bantuan dukun untuk menyembuhkan penyakit dengan menggunakan cara supranatural. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pengambilan keputusan individu yang menjalani pengobatan alternatif supranatural menggunakan bantuan dukun dengan mengacu pada kerangka teori health belief model. Informan berjumlah 3 orang yang pernah menjalani pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Keabsahan data ditunjukkan dengan teknik triangulasi sumber, ketekunan pengamat, dan diskusi dengan rekan sejawat. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan validitas komunikatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku menjalani pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun didukung oleh beberapa faktor, seperti faktor demografis, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefit, perceived barriers, cues to action, ketidakpuasan terhadap pengobatan medis. Faktor ketidakpuasan terhadap pengobatan medis dan kurangnya informasi tentang penyakit yang diderita oleh informan menjadi salah satu faktor khas dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan juga perlu dilakukan kepada masyarakat agar lebih sadar akan perilaku hidup sehat dan punya pengetahuan yang cukup untuk mengakses layanan kesehatan yang sesuai
Hubungan Pengalaman, Pengetahuan, Sosial Budaya, Dan Jenis Kelamin Dengan Persepsi Estetika Senyum Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman
Senyum yang estetis tercipta dari hubungan yang harmonis antara wajah dan komponen senyum. Estetika bukanlah hal yang mutlak karena sangat bersifat subjektif, yang bergantung dari sudut pandang pengamat. Persepsi dipengaruhi oleh sosial dan budaya, jenis kelamin, atau usia dari pengamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa kedokteran gigi Universitas Mulawarman terhadap komponen estetika senyum. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman yang berjumlah 130 mahasiswa. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara keseluruhan mahasiswa memiliki persepsi yang baik terhadap komponen estetika senyum karena dapat menilai sesuai dengan kriteria yang benar. Hasil uji Chi Square menunjukan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan antara pengalaman dengan persepsi mahasiswa terhadap estetika senyum karena memiliki (Asymp. Sig > 0.05), kecuali ruang negatif lateral yang memiliki (Asymp. Sig = 0.021). Tidak ditemukan adanya hubungan antara pengetahuan dengan persepsi mahasiswa terhadap estetika senyum karena seluruh komponen memiliki (Asymp. Sig > 0.05). Tidak ditemukan adanya hubungan antara sosial budaya dengan persepsi mahasiswa terhadap estetika senyum karena seluruh komponen memiliki (Asymp. Sig > 0.05). Tidak ditemukan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan persepsi mahasiswa terhadap estetika senyum karena seluruh komponen memiliki (Asymp. Sig > 0.05)
The Effectiveness of a Combination of Relaxation and Cognitive Restructuring Techniques in Managing Anxiety in College Students
Anxiety disorders are one of the most common mental health problems experienced by adolescents and young adults around the world, including university students. Those who experience anxiety often face difficulties in learning and problem-solving. In the cognitive behavioral therapy approach, one of the most common sources of anxiety is irrational thoughts and beliefs within the individual. If left untreated, anxiety can lead to severe consequences, including depression. This study aims to assess the effectiveness of a combination of cognitive restructuring therapy and relaxation techniques in reducing anxiety and irrational thoughts that trigger anxiety in college students. The research method used a single-subject pre-test post-test design with the subject being a 22-year-old male college student. Measurements were taken using the Beck Anxiety Inventory (BAI) and the Shortened General Attitudes and Beliefs Scale (SGABS). The results showed the effectiveness of the intervention in reducing irrational attitudes and beliefs that trigger anxiety in the subject. Subjects became more proficient in identifying, debating, and restructuring irrational thoughts into rational and adaptive thoughts. In addition, the subjects effectively applied relaxation techniques, which helped them feel more comfortable when facing anxiety-provoking situations. The implications of this study indicate the importance of applying a combination of cognitive restructuring therapy and relaxation techniques in overcoming anxiety among college students.Gangguan kecemasan adalah salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi pada remaja dan dewasa muda di seluruh dunia, tak terkecuali pada mahasiswa. Mahasiswa yang mengalami kecemasan dilaporkan menderita kesulitan belajar dan pemecahan masalah. Dalam pendekatan terapi perilaku kognitif, salah satu sumber kecemasan yang paling sering ditemui adalah pemikiran dan keyakinan yang irasional pada diri individu. Apabila tidak ditangani dengan tepat kecemasan dapat berakibat fatal dan berujung pada depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kombinasi terapi restrukturisasi kognitif dan teknik relaksasi dalam mengurangi kecemasan dan pemikiran irasional yang memicu kecemasan pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain subjek tunggal pre-test post-test dengan satu mahasiswa laki-laki berusia 22 tahun sebagai subjek. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) dan Shortened General Attitude and Beliefs Scale (SGABS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi ini efektif dalam menurunkan sikap dan kepercayaan irasional yang memicu kecemasan pada subjek. Subjek menjadi lebih mampu mengidentifikasi, mendebat, dan merestrukturisasi pemikiran irasional menjadi lebih rasional dan adaptif. Subjek juga dapat menerapkan teknik relaksasi dengan efektif yang membantu dirinya merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang memicu kecemasan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan kombinasi terapi restrukturisasi kognitif dan teknik relaksasi dalam mengatasi kecemasan pada mahasiswa
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET DENGAN MASALAH PERILAKU PADA SISWA SMP DI KOTA SAMARINDA
Adiksi internet merupakan Perilaku individu yang berlebihan atau tidak terkontrol dalam menggunakan Internet yang mengarah pada gangguan. Adiksi internet memiliki dampak negatif berupa gangguan psikologis dan fisik. Pada remaja adiksi ini dapat menimbulkan masalah emosional dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adiksi internet dengan masalah perilaku pada siswa SMP di Kota Samarinda. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Data yang diperoleh dari kuesioner Internet Addiction Test (IAT) dan kuesioner Difficulties Questionnaire (SDQ) dengan teknik consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 135 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 56 orang responden (41,5%) mengalami adiksi internet ringan dan 15 orang responden (11,1%) mengalami adiksi internet sedang, sedangkan untuk masalah perilaku sebanyak 56 orang responden (41,5%) mengalami masalah perilaku kategori abnormal dan 40 orang responden mengalami masalah perilaku kategori borderline. Uji analisis bivariat dengan uji Spearman menghasilkan nilai p-value < 0,001 dengan r = 0,370. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara adiksi internet dengan masalah perilaku, artinya semakin tinggi tingkat adiksi internet maka semakin tinggi pula tingkat masalah perilaku. Kata kunci: Adiksi internet, Masalah perilaku remaja, IAT, SD
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN PASER MAYANG DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN DI KECAMATAN KUARO KABUPATEN PASER
The sampling technique uses the purposive sampling method, so the number of samples is 10. The results of the study show that: (1) The belief of the fishing community is a joint prayer performed by fishermen as a form of gratitude to God Almighty, with taboos, namely sweeping before going to sea is something that is prohibited because it is believed to throw away sustenance (catch), and prohibitions speak rudely, are dirty, slander other people, and may not fight among themselves, (2) Good ethics towards nature and its surroundings will also bring good catches, and the rules that are mutually agreed upon by local residents prohibit the use of fishing gear that can damage aquatic ecosystems, such as trawling, poison, and the use of bombs, and the separation of graves based on the tribes that occupy Pasir Mayang Village. (3) Techniques by looking at effective locations for catching fish, specifically in waters with currents, as evidenced by the numerous seagulls flying above these waters, and by utilizing technology efforts to use gelam bark, (4) Practices passed down from generation to generation include fishing activities that do not overfish, and the tradition that is carried out is the use of catches that are processed as shrimp paste, papaya, and salted fish, as well as carrying out mutual cooperation activities
Determinan Faktor Lingkungan Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Klaten
Penyakit leptospirosis merupakan Penyakit yang banyak terjadi di daerah rawan banjir karena kejadian Penyakit ini paling tinggi setelah banjir tersebut surut. Kondisi pemukiman yang padat penduduk, kumuh dan terdapat selokan menggenang serta sampah menumpuk. Kondisi tersebut dapat menjadi tempat berkembangbiak tikus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian leptospirosis di Kabupaten Klaten. Desain penelitian menggunakan rancangan case control study. Populasi adalah 80 penderita leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Klaten, dengan sampel 35 kasus dan 35 kontrol. Teknik sampling dengan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Metode analisa data menggunakan uji chi square dan OR. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara keberadaan genangan air dengan kejadian leptospirosis (p-value = 0,001). Genangan air di lingkungan rumah memiliki resiko terkena leptospirosis 7,667 kali lebih besar dibandingkan dengan rumah yang tidak ada genangan air di lingkunganya. Ada hubungan antara kondisi selokan dengan kejadian leptospirosis ( p-value = 0,002). Kondisi selokan buruk memiliki resiko terkena leptospirosis 4,889 kali lebih besar dibandingkan dengan kondisi selokannya baik. Ada hubungan antara keberadaan tikus dengan kejadian leptospirosis (p-value = 0,001). Keberadaan tikus memiliki resiko terkena leptospirosis 5.537 kali lebih besar dibandingkan dengan kondisi selokannya baik. Tidak ada hubungan antara kepemilikan hewan peliharaan dengan kejadian leptospirosis (p-value = 0,771). Kepemilikan hewan peliharaan memiliki resiko terkena leptospirosis 0,844 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki hewan peliharaan. Disarankan kepada masyarakat sebaiknya menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas, menutup luka dengan perban steril dan selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
PENERAPAN TEKNOLOGI BERSIH DAN MINIMASI LIMBAH PADA INDUSTRI RUMAHAN AMPLANG KOTA PONTIANAK
Industri amplang merupakan industri rumahan yang menghasilkan amplang dengan menggunakan bahan baku ikan tenggiri yang popular di Kota Samarinda, namun telah banyak industri amplang yang bermunculan di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Pontianak. Problematika yang sering dijumpai dari industri rumahan ini ialah kurangnya kesadaran serta minimnya pengetahuan dari para pengusaha Penerapan teknologi bersih dan minimasi limbah merupakan konsep pengelolaan lingkungan yang dapat digunakan pada berbagai jenis industri dalam rangka pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis alternatif penerapan produksi bersih dalam rangka mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan efisiensi produksi. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis deskriptif untuk menentukan alternatif produksi besih yang dapat diterapkan pada industri amplang di Jalan Pak Benceng, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak Kalimantan Barat, terhadap data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu good housekeeping, penerapan teknologi, reuse, reduce dan recycle limbah yang di hasilkan dari proses produksi. Langkah-langkah ini akan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan efisiensi produksi industri amplang di Jalan Pak Benceng, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak Kalimantan Bara
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KELURAHAN KARANG ASAM ILIR KOTA SAMARINDA
This article wants to describe the quality of public services in the Karang Asam Ilir Village Office, Sungai Kunjang District. A qualitative approach with a descriptive research model as a research method. Interviews, observations, and field studies were used to obtain research data which were then analyzed using an interactive data analysis model. Testing the validity of the data is done by testing the reliability and validity of the data. In general, the quality of public services in Karang Asam Ilir Village is good. Three of the five dimensions of service quality have fulfilled the requirements of good public service. The dimensions that have been achieved include the dimensions of assurance, responsiveness, and empathy. The other two dimensions have not been achieved, namely the dimension of reliability and the dimension of physical or tangible evidence. Supporting factors consist of SOP, Collaboration with Related Services, Budget Availability, and Employee Rolling System. Inhibiting factors aspects of human resources, facilities and infrastructure.Keyword : service quality, physical evidence, reliability, assurance, responsiveness, empath