eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Kondisi Kesehatan Masyarakat Berdasarkan Survei dan Observasi di Kelurahan Bukuan, Kota Samarinda
Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang tidak sesuai dengan umur atau panjang lebih dari -2 SD median standar pertumbuhan anak dari WHO. Persentase balita stunting di Kalimantan Timur sebesar 27.6% atau telah berada di bawah rerata persentase nasional 37,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan masyarakat dinilai dari survei dan observasi yang dapat mempengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini dilaksanakan di RT 01 dan RT 02 Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara sekunder dan primer melalui wawancara langsung yang dipandu kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memberikan gambaran umum mengenai pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Hasil penelitian menunjukkan secara epidemiologi terdapat 64% responden menderita ISPA dan 34% menderita Hipertensi. Dalam dunia kesehatan, ditemukan terdapat 14% responden sering mengonsumsi mie instan, secara kesehatan lingkungan terdapat 31% responden mengolah sampah dengan dibakar, berdasarkan tingkat pengetahuan dan sikap perilaku merokok terdapat 44.9% responden merokok di dalam rumah dan berdasarkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terdapat 56.5% remaja tidak menerima informasi tentang kesehatan reproduksi remaja dari orang tua. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 6 masalah yang berkaitan dengan penegtahuan dan perilaku hidup sehat sebagai faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting. Sehingga diharapkan peran tenaga kesehatan dan kader dapat lebih menyebarluaskan informasi pencegahan stunting dengan pengembangan inovasi program pencegahan stunting terbaru
ANALISIS STRATEGI PEMBERDAYAAN PETANI LADANG DI KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN (The Empowerment Strategies For Swidden Agriculture Farmers In Konawe Islands District)
This research aims to formulate farmer empowerment strategies on field rice farming in Konawe Islands Regency. This research is classified as descriptive research that combines qualitative and quantitative approaches. The data analysis used to formulate the strategy is SWOT analysis. This analysis identifies internal factors owned by farmers in the form of strengths and weaknesses and external factors owned by field farmers in the form of opportunities and threats. Informants in this study came from the village head, counsellor, field farmers and community leaders. The research findings show that effective empowerment strategies applied to field farmers in Konawe Islands Regency are: a. Combining field farming patterns with plantation patterns to obtain additional income b. Increasing the capacity and support of the government and related agencies such as the agriculture service/extension agency to farmer groups through coaching and participation in development programs c. Building togetherness of farmer groups to continue to trust each other, share fate and mutual cooperation so that it becomes a strength in strengthening the group d. Making farmer economic institutions such as BUMDes effective to help farmers' economic problems e. Increase farmers' knowledge about the benefits of groups through counseling, training and mentoring
Work Commitment to Contract Employees In Government Organization
This research discusses the work commitment of contract servant employees in government agencies. Work commitment rears to the voluntary action’s employees take to remain with an organization. Contract servant employees do not receive the same benefits and welfare as civil servant employees. Therefore, employees require work commitment that can have positive impacts on their work, such as improved performance, lower turnover intention, and increased job quality for contract servant employees. The aim of this study is to determine the reasons or factors that drive contract servant employees to stay in an organization for a significant period despite having a considerable workload. The research subject consists of three contract servant employees and two significant others in a government institution. The research data consist of voice recordings that were analysed using Atlas.ti. The data analysis was categorized according to aspects or coding. The researcher described analysed the data in detail to draw conclusions. The research findings indicate that the main reason contract servant employees are committed to the organization are their realistic expectations, such as being appointed as PPPK employees under ongoing government program, and their hope of receiving better welfare attention from the institution. These three subjects hope that their expectations will be fulfilled as they have been working and committed to the organization for a significant period of timer.Dalam penelitian ini membahas tentang komitmen kerja yang dimiliki oleh pegawai non-ASN pada instansi kepemerintahan. Komitmen kerja merupakan tindakan sukarela yang diberikan pegawai kepada suatu instansi dengan tujuan untuk tetap berada di instansi. pegawai non-ASN tidak mendapatkan benefit maupun kesejahteraan yang sama dengan pegawai ASN, hal ini tentu saja mempengauhi kinerja pewai non-ASN. Dengan hal itu, pegawai membutuhkan komitmen kerja yang dapat memebrikan dampak baik dalam pekerjaannya seperti kinerja yang meningkat, rendahnya keinginan turnover, dan meningkatnya kualitas kerja pegawai non-ASN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan atau hal yag mendasari pegawai non ASN untuk tetap bertahan di instansi dengan periode jabatan yang cukup lama dan jobdesk yang cukup banyak. Subjek penelitian ini adalah pegawai non ASN sejumlah tiga orang dan dua significant other pada suatu instansi pemerintah dengan data penelitian berupa voice record yang dilakukan analisa menggunakan Atlas.ti. Analisa data dibagi dalam kategori-kategori sesuai aspek atau sering disebut juga coding. Peneliti menjabarkan dan menganalisa dengan rinci sehingga memperoleh kesimpulan dari data yang telah diambil. Hasil penelitian manyatakan alasan utama pegawai non-ASN berkomitmen pada instansi, pegawai non ASN memiliki harapan-harapan realistis yang, yaitu diangkatnya menjadi pegawai PPPK seperti program pemerintah yang sedang berjalan, dan diperhatikan lagi kesejahteraannya oleh instansi. ketiga subjek berharap harapannya ini dapat terwujud karena sudah bekerja dan berkomitmen cukup lama dengan instansi
Implementation of Nurse-Doctor Interprofessional Collaboration During the COVID-19 Pandemic According to Nurses' Perceptions in Hospital
The COVID-19 pandemic poses significant challenges to the collaborative process between health workers. In handling a pandemic, every health professional must collaborate and coordinate with other professionals to produce safe and quality health services. Interprofessional collaboration is a general strategy to achieve the desired quality results effectively and efficiently in improving health services. This study aims to determine the implementation of nurse-doctor collaboration in inpatient rooms based on the perspective of inpatient nurses. This study used a descriptive research approach through a total sampling technique and as many as 151 inpatient nurses at dr. Soebandi Hospital participated as a respondent. Data was collected using a nurse characteristic questionnaire and NPCS (Nurse-Physician Collaboration Scale). Data were analyzed using descriptive methods and categorized as good and bad collaboration. The results showed that 51.7% of nurses had good interprofessional collaboration, and 48.3% reported bad interprofessional collaboration. The results showed that interprofessional collaboration between nurses and doctors showed almost the same results; nearly half of the nurses' perceptions showed results that still needed to be improved. There is a need to increase interprofessional collaboration in all hospital services. Even though the pandemic is a limitation for direct collaboration, collaboration is further enhanced by using supporting communication media, such as by telephone. Good collaboration between doctors and nurses will improve the quality of health services
The Influence of Breastfeeding On Nutritional Status, and the Frequency of Children Experience Tropical Diseases during the Covid 19 Pandemic in Samarinda
Warm temperatures, humidity, and high rainfall are factors in the high incidence of infectious diseases in the tropics. This condition is certainly risky for children's health. COVID-19 pandemic also adds to the risk of endangering the health of children in the golden period. In the golden period, infants and toddlers need adequate nutritional intake. Many factors hinder the provision of nutrition (ASI), one of which is the COVID 19 pandemic. Inadequate nutritional intake can lead to suboptimal growth and development of children, decreased immunity. The purpose of this study was to determine the effect of breastfeeding on nutritional status, and the frequency of children experiencing tropical diseases during the COVID 19 pandemic. Methods: Quantitative study with a categorical analytic research design. with a cross-sectional analytic approach. The sampling technique used a purposive sampling technique and the data collection tool was a questionnaire to measure the frequency of illness. Nutritional status measurement used anthropometric assessment. Conclusion: there is a significant relationship between breastfeeding and nutritional status and the frequency of illness in children. Recomedations:Therefore it is Important to campaign more intensively on the importance of breastfeeding for children's nutritional adequacy
Analisis Sentimen Terhadap Kebijakan Pemerintah Terkait Pandemi Covid-19 Pada Twitter
Twitter adalah salah satu media pertukaran informasi yang mudah dan populer. Twitter merupakan media sosial yang banyak digunakan di Indonesia dan memiliki persebaran serta distribusi informasi yang sangat cepat. Covid-19 menjadi topik yang hangat pada awal 2020. Virus yang bermula dari Wuhan China ini telah menyebar secara cepat ke hampir seluruh dunia. Sejak adanya kasus pertama dengan dua orang positif di Indonesia, topik covid-19 ini selalu dibahas dalam berbagai media berita, dan tentu saja media sosial. Pada penelitian ini, tweet yang mengandung opini masyarakat terhadap kebijakan pemerintah tentang covid-19 diklasifikasikan menggunakan metode klasifikasi Naïve Bayes. Tweet yang berisi kebijakan pemerintah tentang covid-19 diambil dengan menggunakan webscraping. Namun, data yang telah dikumpulkan masih belum dapat digunakan untuk klasifikasi karena terdapat kata-kata yang tidak baku dan terdapat banyak noise di dalam data tersebut sehingga perlu dilakukan preprocessing. Tahapan preprocessing dilakukan untuk menghilangkan hal yang tidak dibutuhkan (url, mention), tokenization, stopword removal, dan stemming. Penelitian ini telah menghasilkan sistem klasifikasi sentiment analisis masyarakat terhadap kebijakan pemerintah tentang covid-19 dengan metode Naïve Bayes. Berdasarkan hasil penelitian tingkat akurasi dari metode Naïve Bayes menggunakan perbandingan data pelatihan sebesar 70 dan data testing sebesar 30 mendapatkan Precision sebesar 38%, Recall sebesar 42%, F-Measure sebesar 40% dan tingkat akurasi sebesar 76%
Campur Kode Bahasa Batak Toba di Samarinda Kajian Sosiolinguistik
ABSTRAK Masyarakat suku Batak Toba menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari-hari yang diselipkan bahasa Indonesia maka dari situ terjadilah campur kode. Campur kode merupakan suatu kondisi di mana seseorang menggabungkan dua bahasa atau lebih ke dalam bahasa lain. Bukti dari masyarakat Indonesia merupakan masyarakat heterogen salah satunya dapat dilihat dari masyarakat suku Batak Toba yang tinggal di Samarinda. Hal ini yang menjadikan salah satu faktor bagi masyarakat suku Batak Toba yang lain untuk menggunakan lebih dari satu bahasa ketika berinteraksi. Adapun Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk campur kode; (2) mendeskripsikan faktor terjadinya campur kode. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Penelitian ini memiliki data berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber data penelitian adalah masyarakat suku Batak Toba yang berada di Kelurahan Gunung Lingai, Kelurahan Lempake, Kelurahan Mugirejo, Kelurahan Bengkuring dan Kelurahan Bukit Pinang. Metode dalam penelitian ini adalah teknik libat cakap, teknik rekam, dan catat dan bentuk analisis data mendeskripsikan campur kode. Hasil peneltian ini adalah campur kode bahasa Batak Toba di Samarinda kajian Sosiolinguistik terdapat beberapa bentuk campur kode dalam tuturan campur kode bahasa Batak Toba kajian sosiolinguistik yang terdiri dari (1) penyisipan kata (2) penyisipan frasa (3) penyisipan klausa,. Faktor penyebabnya dalah faktor ekstralinguistik yaitu status sosial, sikap penutur menyatakan pretise. Faktor intralinguistik, yaitu adanya padanan kata dan kesesuaian maksud.Kata kunci:bahasa batak toba,campur kode, sosiolinguistikABSTRACTThe Toba Batak people use the local language in their daily communication, which is inserted in Indonesian, so there is code-mixing. Code mixing is a condition in which a person combines two or more languages in another language. The evidence of the Indonesian people being a heterogeneous society can only be seen in the Toba Batak people who live in Samarinda. This is one of the factors for other Toba Batak people to use more than one language when interacting. This study aims to (1) describe the form of code-mixing; (2) describe the factors of code-mixing. This study uses field research with a qualitative approach that is described descriptively. This study has data in the form of community oral speech, while the source of research data is the Toba Batak people who are in Gunung Lingai Village, Lempake Village, Mugirejo Village, Bengkuring Village, and Bukit Pinang Village. The method in this study is a conversational engagement technique, recording technique, and data analysis technique describing code-mixing. The result of this research is that the Toba Batak language code-mixing in Samarinda Sociolinguistic studies there are several forms of code-mixing in the Toba Batak language code-mixing speech which consists of (1) insertion of words for example as a family (2) insertion of phrases in good health (3) insertion of cute clauses, security. The causative factors are extralinguistic, namely social status, and appropriate speech attitudes. Intralinguistic factors, namely the existence of equivalent words and the intent.Keywords: Toba Batak language, code-mixing, sociolinguistic
Deconstruction Perspectives toward the Characters in Langston Hughes’ Father and Son Short Story
This research was concerned with the deconstruction perspective of Colonel Norwood, Bert Lewis, and Coralee Lewis’ characters' meaning in Langston Hughes’ Father and Son short story. The research aimed to describe the characters represented in the story and deconstruct to reveal a new meaning. The researcher used a qualitative research design, and the method used in this research was descriptive. The data in this research were narrations related to the three characters obtained by reading the short story and note-taking the data. The results of this study showed that Colonel Norwood held the binary opposition of superior vs. inferior, bad person vs. good person, powerful vs. powerless, and surrounded vs. lonely, while Bert Lewis and Coralee Lewis held the same binary opposition of inferior vs. superior, good person vs. bad person, but the differences Bert Lewis had the meaning of unloved vs. loved and selfish vs. selfless, while Coralee Lewis held the meaning of ugly vs. beauty. The evidence could be seen by undermining the marginal meaning in the text. Therefore, the text of Father and Son short story displayed the meaning in the text was undecidable because many possibilities by all characters could be replaced by a new meaning
Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode Circular dengan Software Surpac 6.3 Pada Pit. 7 PT. Lamindo Inter Multikon Bunyu Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara
PT. Lamindo Inter Multikon merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batubara yang berlokasi di Pulau Bunyu, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. PT. Lamindo Inter Multikon. Estimasi sumberdaya Batubara berperan penting dalam penaksiran nilai sumberdaya bahan galian tersebut, sehingga pemilihan metode estimasi harus sesuai dengan karakteristik geologi keterdapatannya, karena dapat menentukan tingkat keyakinan geologi endapan bahan galian tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tonase batubara berdasarkan tingkat kepercayaan geologi ke dalam kategori sumberdaya Tereka,terunjuk, dan terukur menggunakan metode Circular. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu data pemboran sebanyak 7 titik bor. Data hasil pemboran yang telah didapatkan kemudian diolah menggunakan rumus perhitungan Volume dan Tonase Batubara, yaitu dengan mengkalikan tebal rata-rata Batubara dengan luas terkoreksi sumberdaya Batubara,untuk sumberdaya tereka diperoleh 215.863.029,63 m³, untuk sumberdaya terunjuk 150.838.191,36 m³, dan sumberdaya terukur 98.968.038,57 m³ kemudian dikalikan dengan densitas batubara yaitu 1,3 ton/m³.Estimasi sumberdaya tereka dengan radius 700 m diperoleh tonase batubara 280.621.938,51 ton,sumberdaya terunjuk dengan radius 500 m diperoleh tonase 196.089.648,76 ton, dan sumberdaya terukur dengan radius 250 m diperoleh tonase 128.658.450,14 ton.
The Struggle for Equality of Social Class Portrayed in Solomon Northup's "12 Years a Slave": A Marxist Analysis
AbstractThis Thesis discussed the relationship between two social classes, and also discussed the class struggle. As seen in the theory that complements this research, that is theory of Marxism. In the theory of Marxism, it is explained that the relationship of social class between the bourgeoisie and the proletariat is mutually hostile and contradicts each other, and from that conflicted it is seen how the struggle is carried out by an oppressed class. This research aims to determine clearly what relationship that existed between the two social classes, and what struggles the lower classes are doing in gaining equality. Based on this, the researcher decided to analyze the novel 12 Years a Slave by Solomon Northup, and make it the object of thisresearch. Qualitative descriptive method to fulfill the purpose of this research, and thedata in this research used a word, phrase, clause, and sentence taken from the novel 12 Years a Slave. The results showed a conflicting relationship between blacks and whites, in which whites always oppressed blacks. It is from these oppressions that clearly showed the relationship that exists between two classes and a visible struggle of blacks for equality for them. One of them was the struggled of Northup who comes from black people who fought hard to defend himself when he gets bad treatment from his white employer. White people felt they have the right to do that, because they had a higher economic position in the novel. Then, at the end of the story Northup has managed to get justice for him for what he fought for 12 years he hadbeen trapped in the shackles of slavery.Key words: Marxism, Social Class, Bourgeois, Proletariat, Class Struggle. AbstrakPenelitian ini membahas tentang hubungan antara dua kelas sosial, dan juga membahas tentang suatu perjuangan kelas. Seperti yang terlihat dalam teori yang menjadi pelengkap penelitian ini yaitu teori Marxisme. Dalam teori Marxisme dijelaskan bahwa hubungan kelas sosial antara kelas borjuis dan kelas proletariat itu saling bermusuhan dan bertentangan satu sama lain, dan dari pertentangan tersebutlah terlihat bagaimana perjuangan yang dilakukan oleh suatu kelas yang tertindas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan jelas hubungan apa yang terjalin antara kedua kelas sosial tersebut, dan apa saja perjuangan yang dilakukan kaum kelas bawah dalam mendapatkan suatu kesetaraan. Berdasarkan hal tersebut peneliti memutuskan untuk menganalisis novel 12 Years a Slave karya Solomon Norhtup, dan menjadikannya sebagai objek penelitian. Metode deskriptif kualitatif untuk memenuhi tujuan penelitian ini. Data dalam penelitian ini menggunakan suatu kata, frasa, klausa, dan kalimat yang diambil dari novel 12 Years a Slave. Hasil penelitian menunjukkan suatu hubungan yang saling bertentangan antara kaum kulit hitam dengan kaum kulit putih, yang dimana kaum kulit putih selalu menindas kaum kulit hitam. Dari penindasan-penindasan tesebutlah yang menunjukkan dengan jelas suatu hubungan yang terjalin antara kedua kelas tersebut dan suatu perjuangan dari kaum kulit hitamterlihat demi mendapatkan kesetaraan baginya. Salah satunya perjuangan dari Northupyang berasal dari kaum kulit hitam ia membela dirinya saat dia mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari majikannya, kaum kulit putih merasa berhak melakukan hal tersebut karena mereka memiliki kedudukan ekonomi yang lebih tinggi dalam novel.Kemudian, pada akhir cerita Northup telah berhasil mendapatkan keadilan untuknya atas apa yang diperjuangkannya selama 12 tahun lamanya dia telah terjebak dalam beleggu perbudakan.Kata Kunci: Marxisme, Kelas Sosial, Borjuis, Proletar, Perjuangan Kelas