eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Produktivitas Ternak Domba Program Baznas di Kelompok Subur Berkah Dikaji dari Perbedaan Umur Peternak

    No full text
    Kemiskinan merupakan suatu kondisi dimana manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pusat badan statistik angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,36% pada bulan maret 2023, karena hal tersebut maka pihak BAZNAS tergerak untuk memberikan bantuan zakat produktif kepada mustahik (penerima zakat). Bantuan yang diberikan oleh pihak BASNAZ yaitu zakat produktif berupa 65 ekor domba untuk 10 orang mustahik di Desa Sulek Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilaksanakan di Desa Sulek pada peternakan Subur Berkah dengan metode penelitian deskriptive kuantitatif. Data didapatkan dengan melakukan observasi non partisipan. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan uji korelasi pearson menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai litter size yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu 1,2, nilai mortalitas induk dan anak yaitu 7,29%, pertambahan jumlah populasi hingga bulan januari 2024 yaitu 167 dengan jumlah anak betina 87 serta anak jantan 81. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selama proses pemeliharaan di KSB yang awalnya mendapatkan bantuan domba sebanyak 65 ekor, selama periode pengamatan telah berkembang menjadi 230 ekor domba. hasil uji statistik yang dikaji dari perbedaan umur peternak tidak terdapat korelasi yang signifikan pada pertambahan populasi domba, rasio jantan dan mortalitas domba, dan terdapat korelasi yang signifikan terhadap nilai litter size

    Role Conflict in Student Mothers: A Review of Challenges and Coping Strategies

    No full text
    In fulfilling their multiple roles as mothers, students, and wives, student mothers encounter a range of challenges that encompass academic responsibilities, parenting duties, and household obligations. The convergence of these roles often generates considerable pressure, which can hinder productivity across various domains and negatively impact their psychological well-being. Therefore, effective coping strategies are essential to mitigate the complexities arising from role conflict. This article presents a literature review of seven selected studies, utilizing Ferrari’s (2015) framework for narrative reviews. The study aims to elucidate the coping strategies employed by student mothers to navigate the diverse and demanding expectations associated with their multifaceted roles. Findings indicate that student mothers primarily adopt two coping strategies: problem-focused coping and emotion-focused coping. Through problem-focused coping, they directly address the root causes of challenges using planful problem-solving, involving deliberate and strategic planning, alongside seeking instrumental support to obtain practical assistance from their social environment capable of providing tangible help. Conversely, emotion-focused coping involves prioritizing emotional regulation through mechanisms such as self-control to manage stress-induced emotional reactions, accepting responsibility as acknowledgment of the consequences stemming from multiple roles, positive reappraisal to reinterpret situations constructively, and seeking emotional support to obtain broader emotional assistance, encouragement, and understanding from significant others. These strategies not only facilitate balancing academic, parenting, and household responsibilities but also help reduce the adverse effects of role strain. Consequently, the implementation of effective coping mechanisms enables student mothers to overcome role-related challenges, maintain productivity, and achieve optimal well-being.Dalam memenuhi tanggung jawab multiperan sebagai ibu, mahasiswa, dan istri, student mothers menghadapi berbagai tantangan yang mencakup aspek akademik, pengasuhan, dan rumah tangga. Kombinasi peran ini sering kali menimbulkan tekanan yang berpotensi menghambat produktivitas pada setiap peran serta memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Oleh karena itu, diperlukan strategi coping yang efektif untuk membantu mereka mengatasi konflik peran yang kompleks. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur terhadap tujuh artikel yang dipilih menggunakan pendekatan framework for narrative reviews dari Ferrari (2015). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya student mothers dalam menerapkan strategi coping dalam menghadapi berbagai tuntutan peran yang beragam dan menantang. Hasil analisis menunjukkan bahwa student mothers mengadopsi dua jenis strategi coping utama, yaitu problem-focused coping dan emotion-focused coping. Pada problem-focused coping, mereka berupaya mengatasi sumber masalah secara langsung melalui planful problem-solving dengan perencanaan yang matang dan strategis, serta seeking instrumental support untuk mendapatkan dukungan praktis dari lingkungan sekitar untuk memberikan bantuan konkret. Sementara itu, dalam emotion-focused coping, mereka berfokus pada pengelolaan emosi melalui berbagai cara, seperti self-controlling untuk mengendalikan reaksi emosional terhadap tekanan, accepting responsibility dalam menerima konsekuensi dari peran ganda yang dijalani, positive reappraisal dalam memaknai situasi secara positif untuk menjaga motivasi, serta seeking emotional support sebagai upaya mendapatkan dukungan emosional dari orang-orang terdekat. Temuan ini dapat diterapkan oleh student mothers agar siap menghadapi berbagai tantangan, mempertahankan produktivitas, dan mencapai kesejahteraan secara optimal dalam setiap peran yang dijalani

    Manajemen Pasien Kritis Dengan Ketoasidosis Diabetik Disertai Dengan Multiple Organ Disfunction

    No full text
    AbstrakKetoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes mellitus yang mengancam nyawa, ditandai dengan hiperglikemia, asidosis metabolik, dan ketonemia. Pada kondisi berat, KAD dapat berkembang menjadi multiple organ dysfunction syndrome (MODS). Dilaporkan pasien perempuan 26 tahun dengan diabetes mellitus tipe 1, datang dengan gagal napas yang memerlukan ventilasi mekanik, syok sepsis, pneumonia bilateral, hiperglikemia, hiperkloremia, dan KAD berat. Sebelum masuk ICU, pasien telah mendapat resusitasi 3.000 mL NaCl 0,9%. Pemeriksaan awal menunjukkan asidosis metabolik (pH 6,82; HCO₃ 4,2 mmol/L), hiperkloremia (Cl⁻ 129 mmol/L), hipokalemia (K⁺ 2,1 mmol/L), dan fluid non-responsiveness (PPV 10%, SVV 9%). Perawatan di ICU meliputi strategi ventilasi protektif paru, vasopressor norepinefrin, koreksi kalium, titrasi insulin intravena, penggunaan kristaloid seimbang untuk maintenance, serta antibiotik spektrum luas (meropenem). Terapi continuous renal replacement therapy (CRRT) modalitas CVVHDF dilakukan untuk mengatasi asidosis metabolik refrakter, hiperkloremia, acute kidney injury (AKI) stadium 2, dan fluid overload. Setelah 48 jam CRRT, kadar klorida turun dari 129 mmol/L menjadi 109 mmol/L, pH meningkat menjadi 7,30, bikarbonat naik menjadi 11,8 mmol/L, dan base excess membaik dari −21,8 menjadi −14,8. Produksi urin meningkat dari 19 mL/jam menjadi 45 mL/jam, disertai perbaikan hemodinamik dan penurunan kebutuhan vasopressor. Prokalsitonin menurun dari 0,89 ng/mL menjadi 0,39 ng/mL, leukosit menurun dari 45.260/mm³ menjadi 25.570/mm³. Pasien berhasil weaning ventilator pada hari ke-7 dan keluar dari ICU setelah 9 hari perawatan. Penatalaksanaan komprehensif di ICU—meliputi dukungan ventilasi, optimasi hemodinamik, kontrol infeksi, koreksi gangguan metabolik dan elektrolit, serta penggunaan CRRT tepat waktu—berperan penting dalam keberhasilan perawatan pasien KAD dengan MODS

    Aplikasi bakteri asam laktat (BAL) untuk meningkatkan keamanan mikrobiologis terhadap Staphylococcus aureus pada proses olah minimal buah apel Malang (Malus sylvestris Mill.)

    Full text link
    Minimally processed apple usually came from partially-broken apple with some parts are still in very good condition. Minimally processed fruits are perishable foods due to quality degradation caused by microorganism activity. Main purpose of this research was to study the application of LAB culture in minimally processed apple fruit of Malang in order to increase safety against Staphylococcus aureus. Malang apple was used in this research while age of ripe 4.5 months and weight of around 90-100 grams. Lactic acid bacteria used were Lactobacillus brevis, and three strains of L. plantarum. Steps of this research are selection of potential LAB strains using well diffusion method, determining LAB concentration and soaking time, study of minimally processed apple shelf life and total acid titration. pH and total LAB colonies (Total Plate Count) in MRS agar medium, as well as total Staphylococcus aureus. Best inhibition-zone of S. aureus are was resulted from strain of L. brevis AE 1.6 (14.33mm). Optimum concentration to inhibit pathogenic bacteria is 10^6 cfu per mL with 30 minutes of soaking. Pathogenic bacteria life colonies decreased for 1 to 2 of log unit following soaking in optimal LAB concentration. LAB application in minimally processed apple did succeeded to increase safety against pathogens specially S. aureus. Shelf life could be extended up to 12 days with S. aureus life colonies not more than 100 cfu per g

    THE STRUGGLES OF WOMEN TOWARD GENDER INEQUALITY PORTRAYED IN ENOLA HOLMES: THE CASE OF THE MISSING MARQUESS NOVEL BY NANCY SPRINGER

    Full text link
    Gender inequality is a phenomenon that has never been separated from everyday life in the past until now. Women are considered as weak, helpless, and inferior to men, giving rise to gender inequality in everyday life. Gender inequality gives rise to the struggle of women to get equality with men in various fields of everyday life. This study aims to identify gender inequality experienced by female characters in Enola Holmes: The Case of the Missing Marquess Novel by Nancy Springer and analyzed how women struggle in dealing with gender inequality that occurs by using Judith Lorber's theory regarding gender inequality and women's struggles. This research is qualitative research conducted with a feminist approach. The data source used in this study is Enola Holmes: The Case of the Missing Marquess Novel by Nancy Springer. The data collected was in the form of dialogues and narrations that contain gender inequality and women's struggles. Based on data analysis, the researcher found gender inequality and women’s struggle that occurred in various fields, such as educational fields, economic fields, marriage life, sexual exploitation and violence, and political fields through several characters in the novel, such as Enola Holmes, Eudoria Holmes, and other female characters. The results of this study showed how the forms of gender inequality experienced by women have led to women's struggles to achieve equality, which will also have an effect on gender inequality and women's struggles in the future

    Monitoring Deforestasi Mangrove di Kabupaten Belitung Timur Berbasis Citra Penginderaan Jauh Sentinel 2 dan Klasifikasi Random Forest

    Full text link
    Mangrove merupakan vegetasi yang akarnya menjalar dipermukaan, dan berada di muara sungai, dan pesisir. Hutan mangrove sangat penting keberadaannya karena merupakan sistem di dalam menyeimbangkan ekosistem di pesisir, dan muara sungai. Deforestasi hutan mangrove dari akibat alih fungsi lahan pada vegetasi mangrove menjadi ancaman bagi keberlanjutan kehidupan di wilayah pesisir, dan muara. Keberadaan vegetasi mangrove yang penting bagi Kabupaten Belitung Timur untuk menjaga dari abrasi, dan habitat satwa. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsinya hutan mangrove sehingga menimbulkan deforestasi. Aktivitas manusia menyebabkan alih fungsi berbentuk aktivitas pertambangan, dan budidaya tambak udang. Luasan hutan mangrove yang semakin berkurang dari aktivitas tersebut menyebabkan deforestasi. Hal ini akan menjadi ancaman kepunahan yang akan terjadi di masa depan. Monitoring mangrove sangat penting karena untuk melihat deforestasi luasan hutan mangrove yang berubah dari tahun 2017 ke tahun 2024. Data Sentinel 2 sangat berperan penting untuk data yang diolah untuk melihat keberadaan, dan luasan alih fungsi. Dengan menggunakan rumus Mangrove Vegetation Index (MVI) untuk mengetahui area vegetasi mangrove. Pengolahan data menggunakan cara Random Forest untuk menganalisis tingkat lanjut terhadap perubahan alih fungsi mangrove. Sehingga memudahkan dalam pemetaan terjadinya alih fungsi mangrove. Dilakukan juga survei lapangan (ground check) untuk validasi pada Area of Interest (AOI) yang dikaji

    Evaluasi Tingkat Kekritisan Lahan di DAS Manggar Kota Balikpapan

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan tingkat kekritisan lahan DAS Manggar, Metode penelitian menggunakan Peta tutupan lahan dibuat dari hasil interpretasi citra satelit SPOT 6/7 dan citra Planet Sccope secara visual. Pengolahan data citra satelit SPOT-6/7 serta Planet Sccope Dari hasil evaluasi peta BPDASHL dapat dilihat bahwa pada DAS Manggar sebagian besar lahannya dalam kondisi agak kritis dengan luasan 5.704,58 ha atau 57,56%, diikuti oleh potensi kritis dengan luasan 2.140,87 ha atau 21,60%, tidak kritis seluas 1.900,49 ha atau 19,18% untuk lahan yang kondisinya kritis memiliki luasan 164,62 ha atau 1,66%. Sedangkan hasil dari penelitian yang di lakukan pada DAS Manggar sebagian besar lahannya dalam kondisi tidak kritis dengan luasan lahan sebesar 3.444,84 ha atau 34,76%, diikuti dengan kondisi lahan agak kritis dengan luasan 2.884,76 ha atau 29,11%, kemudian kondisi sangat kritis dengan luasan lahan 1.616,17 ha atau 16,31%, untuk kritis seluas 1.148,49 ha atau 11,59%, dan untuk lahan yang memiliki potensi kritis sebesar 816,30 ha atau 11,59%. Dari 9.910,56 hektar luasan total DAS Manggar, ada 3.164,32 hektar (31,93%) hasilnya sama dan ada 6.746,24 hektar (68,07%) hasilnya tidak sama

    The Sandwiched Young Adults: How Do They Cope with Stress?

    Full text link
    This study aims to describe the coping strategies of sandwich generation individuals. The sandwich generation is defined as adult individuals who are responsible for being caregivers for their nuclear family and their aging parents. Individuals in early adulthood can also bear the role of the sandwich generation. Challenges faced by the individual sandwich generation related to their condition can have a negative impact on their psychological condition, including stress. This study uses phenomenological qualitative methods to gather the coping strategies of the sandwich generation individuals, especially those in early adulthood (ranging from 18 years to 39 years). Data are collected by phone interviews, conducted in a semi-structured manner. The analysis technique used in this research is thematic analysis. The results obtained from this study shows that each subject displayed various forms of coping strategies, including active coping, planning, suppression of competing activities, seeking social support for instrumental reasons, seeking social support for emotional reasons, positive reinterpretation and growth, acceptance, turning to religion, and focusing on and venting of emotions. Penelitian ini bertujuan untuk menggali gambaran strategi koping individu generasi sandwich. Individu generasi sandwich yakni individu dewasa yang telah berkeluarga dan merawat keluarga intinya, sekaligus bertanggung jawab untuk merawat orang tua atau mertua yang telah menua. Kondisi generasi sandwich juga dapat dialami oleh individu usia dewasa awal yang baru merintis kehidupan berkeluarga. Tantangan sebagai individu generasi sandwich yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis individu, termasuk stres. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi untuk mendapatkan gambaran strategi koping individu generasi sandwich, khususnya yang berusia dewasa awal (mulai dari 18 tahun hingga 39 tahun). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui telepon secara semi-terstruktur. Data kemudian dianalisis secara tematik sehingga didapatkan gambaran bentuk-bentuk strategi koping yang dilakukan oleh individu generasi sandwich usia dewasa awal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, strategi koping yang dilakukan individu mencakup active coping, planning, suppression of competing activities, seeking social support for instrumental reasons, seeking social support for emotional reasons, positive reinterpretation and growth, acceptance, turning to religion, dan focusing on and venting of emotions

    Emotion Regulation as the Key to Coping with Work Stress in Working Students

    Full text link
    Working students faced academic and work-related pressures that could trigger job stress, affecting psychological well-being and performance. Emotion regulation played a crucial role in helping individuals adaptively cope with pressure. This study analyzed the relationship between emotion regulation and job stress among 94 working students using a quantitative method with a correlational analysis technique. Data were collected through a questionnaire using the Job Stress Scale based on Robbins et al. (2019) and the Emotion Regulation Scale from Gross (2015). The results showed a significant negative relationship between emotion regulation and job stress, where students with good emotion regulation experienced lower job stress levels. The psychological aspect of job stress had the strongest correlation with emotion regulation compared to physiological and behavioral aspects. Individuals who used adaptive emotion regulation strategies were better at managing pressure than those who used maladaptive strategies. These findings supported Gross’s theory and previous research on job stress and psychological well-being. The study’s implications emphasized the importance of emotion regulation-based interventions in academic and work environments to help students manage stress effectively and maintain a balance between academic and job demands. Mahasiswa yang bekerja menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan yang dapat memicu stres kerja, berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kinerja. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan secara adaptif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres kerja pada 94 mahasiswa yang bekerja, menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Stres Kerja berdasarkan teori Robbins et al. (2019) dan skala Regulasi Emosi dari Gross (2015). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan stres kerja, di mana mahasiswa dengan regulasi emosi yang baik mengalami tingkat stres kerja lebih rendah. Aspek psikologis stres kerja memiliki korelasi paling kuat dengan regulasi emosi dibandingkan aspek fisiologis dan perilaku. Individu yang menggunakan strategi regulasi emosi adaptif lebih mampu mengelola tekanan dibandingkan yang menggunakan strategi maladaptif. Temuan ini mendukung teori Gross serta penelitian sebelumnya mengenai stres kerja dan kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam lingkungan akademik dan pekerjaan untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara efektif, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan

    Factors Affecting Academic Burnout in College Students: Scoping Review

    Full text link
    Academic burnout is a condition where individuals feel fatigue caused by academic demands, have pessimistic feelings about themselves and lack of interest in their studies and feel themselves as incompetent students. The purpose of this scoping review is to determine the factors that can affect academic burnout. The method used is scoping review. The articles reviewed were research articles ranging from 2019-2024, international journals with a sample of students, and research articles with correlation and regression methods traced through the Scopus, ProQuest, and Clarivate Web of Science databases using the PRISMA method. Based on the 15 research articles reviewed, it is known that academic burnout is influenced by several internal factors and external factors. Internal factors include: academic self-efficacy, academic motivation, and personality. External factors include: social support, campus climate, physical activity, academic stress, health status, living habits, demographic factors, emotional exhaustion, stress, and academic achievement. The implications of this study can be a reference for further research in determining the independent variables that influence academic burnout. Academic burnout adalah adalah ketika seseorang merasa lelah karena tuntutan akademik, memiliki perasaan pesimis terhadap diri sendiri serta kurangnya ketertarikan pada studi yang dijalani dan merasa dirinya sebagai mahasiswa yang tidak berkompeten. Scoping review bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebosanan akademik. Artikel penelitian yang dievaluasi berkisar dari 2019 hingga 2024, jurnal internasional dengan sampel yaitu mahasiswa, dan artikel penelitian dengan metode kolerasi serta regresi yang ditelusuri melalui database Scopus, ProQuest, dan Clarivate Web of Science dengan menggunakan metode PRISMA. Berdasarkan 15 artikel penelitian yang ditinjau diketahui bahwa academic burnout dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal, meliputi: academic self efficacy, motivasi akademik, dan kepribadian. Faktor eksternal, meliputi: dukungan sosial, iklim kampus, aktivitas fisik, stres akademik, status kesehatan, kebiasaan hidup, faktor demografis, kelelahan emosional, stress, dan prestasi akademik. Implikasi temuan penelitian ini akan digunakan sebagai referensi untuk studi lanjutan yang akan menentukan variabel independen yang mempengaruhi academic burnout

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇