eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
4795 research outputs found
Sort by
Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Kesehatan Rongga Mulut Anak Usia 4-6 Tahun di Kecamatan Sungai Pinang Samarinda
Prevalensi gigi berlubang pada anak di Indonesia mencapai 93%. Status kesehatan mulut anak dipengaruhi oleh pengetahuan serta kesadaran orang tua tentang kesehatan mulut anak mereka dan pengetahuan menjadi dasar terbentuknya suatu tindakan pencegahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua tentang kesehatan rongga mulut anak TK usia 4 - 6 tahun yang berada di Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dan accidental sampling kepada 136 responden dan data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan orang tua berada pada kategori kurang 40 responden (29,4%) kategori cukup 57 responden (41,9%) dan kategori baik 39 responden (28,7%). Kesimpulan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan rongga mulut anak usia 4-6 tahun di Kecamatan Sungai Pinang berada pada kategori cukup
Analisis Pengaruh Pertambangan Emas Tanpa Izin Berdasarkan Data Mutu Air Sungai Kahayan Pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah
Penelitian dilakukan pada sungai Kahayan, khususnya daerah Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Kahayan berdasarkan data mutu air Sungai Kahayan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis menggunakan metode Indeks Pencemaran, didapatkan data mutu air selama 5 tahun terakhir dan tren menujukan penurunan dari tahun 2018 – 2021, namun mengalami kenaikan pada tahun 2022. Dinas Lingkungan Hidup dalam penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan mutu air sungai Kahayan sudah melaksanakan upaya pemantauan, dan pengelolaan mutu air dengan cukup baik. Persepsi masyarakat terkait penggunaan air sungai Kahayan berdasarkan status mutu air menunjukan bahwa masyarakat daerah pesisir sungai Kahayan sudah beralih fungsi dalam penggunaan air sungai Kahayan menjadi lebih bijak. Dengan didapat hasil 0% untuk penggunaan air minum, dan masing-masing 5% untuk penggunaan mencuci baju, piring dan memasak. Namun masih menggunakan air sungai sebagai budidaya ikan air tawar dan peternakan sebesar 39% serta transportasi air sebesar 52%
STUDI KARAKTERISTIK SOIL DAN IMPLEMENTASI TERHADAP PENERAPAN MACHINE LEARNING SEBAGAI PENDEKATAN BARU DALAM EKSPLORASI ENDAPAN RESIDUAL NIKEL LATERIT BLOK Y
Daerah penelitian berada di blok Y, Provinsi Sulawesi Tengah, daerah tersebut disusun oleh sebagian besar formasi komplek ofiolit (Ku) dan formasi Matano (Km). Keberadaan endapan nikel laterit umumnya dicirikan dengan kehadiran warna tanah/soil merah kekuningan gelap hingga agak hitam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik soil dari segi fisik maupun kimia dan menerapkan machine learning sebagai pendekatan baru eksplorasi endapan nikel laterit. Metode penelitian ini kualitatif (perumusan masalah dan pengkajian literatur) dan kuantitatif (pengambilan data dan analisis kimia/studio). Kedua metode diintegrasi dengan data geologi. Pengamatan karakteristik soil di daerah penelitian dibagi menjadi 3 yakni soil non laterit, laterit Ni, dan soil dari batugamping. Data train dan validation tersebut diolah dengan algorithm CNN dengan 5 layer konvolusi dan 1 fully connected layer. Soil non laterit coklat hingga abu-abu hitam kandungan unsur kimia Ni 0.11 dan Fe 14.1, laterit Ni hitam kemerahan kandungan Ni 0.66 dan Fe 34.3, sedangkan Soil batugamping hitam gelap hingga abu-abu kandungan Ni 0.00 dan Fe 0.30. Hasil pelatihan model tingkat akurasi sebesar 88,05 %. Hasil model dari pelatihan data ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk ekplorasi awal keberadaan endapan nikel laterit menggunakan drone ataupun mobile apps
PEMETAAN RISIKO LIKUIFAKSI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN WEIGHTED OVERLAY DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH
Kota Palu, Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang pernah mengalami likuifaksi. Likuifaksi adalah fenomena ketika tanah kehilangan kekuatan akibat adanya perubahan tegangan secara mendadak. Likuifaksi di Kota Palu disebabkan karena wilayah yang didominasi oleh aluvium, serta tanah yang jenuh air akibat adanya gempa bumi. Likuifaksi di Kota Palu menyebabkan rusaknya infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa. Atas dasar tersebut, maka dibuat peta risiko bahaya likuifaksi Kota Palu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta administrasi dan populasi, peta produktivitas air tanah, peta jenis batuan, peta rawan gempa, peta kedalaman air tanah, dan peta umur batuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot prioritas dari parameter yang digunakan. Lalu digunakan Metode Weighted Overlay pada perangkat lunak pengolah SIG untukmenggabungkan peta secara tumpang susun berdasarkan bobot prioritas yang telah didapat. Sehingga diketahui zona bahaya likuifaksi Kota Palu yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas risiko likuifaksi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Peta tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai wilayah yang berpotensi mengalami likuifaksi di Kota Palu. Peta ini juga diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan keefektifan manajemen mitigasi bencana, serta dapat dijadikan pertimbangan pemerintah dalam melakukan pengembangan nasional
LOCAL OPEN GOVERNMENT: STUDIES IN WEST NUSA TENGGARA, INDONESIA
This research aims to analyze the bibliography and the local open government content of West Nusa Tenggara. This research uses a qualitative approach with bibliometric analysis and content analysis methods. This research uses secondary data obtained from the Google Scholar database and West Nusa Tenggara open government policy documents. The results of this research show that there are 160 publications, 376 citations, a 10 h-index, and a 15 g-index. However, the trend shows a decrease in publications every year. There are 149 keywords, 14 clusters, 3210 total link strengths, and 797 occurrences in the West Nusa Tenggara paper. Open government, local open government, NTB One Data, NTB Care, and Posyandu Information System are the dominant keywords. In implementing open government, the West Nusa Tenggara government implemented three policies: improving the West Nusa Tenggara One Data (NTB One Data) information system, improving the West Nusa Tenggara Care (NTB Care) information system, and revitalizing the Integrated Health Service Post (Posyandu). In their implementation, these policies encounter various challenges, but if they can be implemented, they will have the opportunity to provide quality public services in West Nusa Tenggara
Keragaman spesies burung di daerah aliran sungai Mentarang, Kabupaten Malinau Kalimantan Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan keragaman spesies burung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentarang, terutama pada tiga lokasi sasaran, yaitu di Muara Sungai Nonov, Muara Sungai Semamu dan Muara Sungai Tubu. Digunakan kombinasi metode, yaitu pengamatan langsung dan pengamatan tidak langsung pada 3 transek masing-masing sepanjang 2 Km, serta menggunakan pengamatan di dalam transek selama total 15 hari. Ditemukan 128 spesies burung dan didominasi oleh spesies burung yang menyukai kawasan hutan, terutama hutan tropis dataran rendah. Temuan ini membuktikan bahwa daerah DAS Mentarang merupakan daerah hutang bagus yang menyediakan pakan dan tempat hidup bagi burung. Kajian kelas makan, spesies burung yang mendominasi adalah kelas pemakan serangga yang mencari makan di dedaunan (AFGI). Terdapat beberapa spesies penting dan endemik di Kalimantan, seperti spesies Bondol-Kalimantan ( Lonshura fuscans ), Burung madi-hijau ( Calyptomena viridis ), dan Puyuh kepala-merah ( Haematortyx sanguiniceps ). Ditemukan pula spesies khas lantai hutan seperti Sempidan Kalimantan ( Lophura bulweri ). Juga spesies yang memiliki dominansi tinggi pada hutan dataran rendah dan tepi sungai, yaitu Raja udang-erasia ( Alcedo athis ) dan Raja undangan-mininting ( Alcedo meninting ). Daftar spesies burung di DAS Mentarang ini dapat dijadikan sumber data profil keanekaragaman hayati daerah dan rencana pengelolaan kawasan, apalagi daerah ini direncanakan akan dibangun pembangkit listrik tenaga air. Mempertahankan keanekaragaman hayati sangat penting untuk menghilangkan manfaat jasa lingkungan.
Analisis Strategi Customer Engagement Melalui Sosial Media Instagram @azrinabeauty
Menggunakan media sosial Instagram sebagai alat pemasaran bagi brand untuk membangun customer engagement dengan followers agar bisnisnya dapat terus berkelanjutan. Engagement yang tinggi di Instagram dapat membantu brand meningkatkan penjualan serta menggali informasi mengenai konsumennya lebih jauh dengan melakukan berbagai macam interaksi menggunakan fitur-fitur yang ada di Instagram. Penelitian ini menganalisis tentang upaya apa saja yang dilakukan oleh brand kecantikan Azrina Beauty dalam meningkatkan customer engagement dengan followersnya. Peneliti menggunakan metode kualitatif yang pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memaksimalkan penggunaan fitur-fitur Instagram dan mengaplikasikan konsep customer engagement yaitu content engagement (context dan communication), media engagement, dan engagement marketing activities (collaboration dan connection) merupakan upaya-upaya yang dilakukan dalam membangun customer engagement yang ternyata berpengaruh kepada peningkatan penjualan
Rumination and Empathy on Forgiveness in College Students Who Have Been Victims of Dating Violence
Dating violence often leaves anger or hurt on the part of the victim. For individuals who have experienced this condition, forgiveness is important so that they can move into the future with lighter feelings. The condition of always remembering painful events (rumination) and a willingness to empathize with the perpetrator is predicted to influence the victim to forgive the perpetrator. The objective of this research is to investigate the impact of rumination and empathy on forgiveness in college students who have been victims of dating violence. The respondents of this study were 74 college students who had been victims of violence in dating, which were obtained using purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the scale of Transgression-Related Interpersonal Motivation Inventory (TRIM-18), Rumination of Interpersonal Offence (RIO), and Empathic Understanding. The method of data analysis used in this study is multiple regression technique. The results of the analysis show that together rumination and empathy have a very significant effect on forgiveness in respondents who are college students who have been victims of dating violence, with a large effect of 17.7%. By comparing each variable, it is known that rumination has a very significant effect and the effect of empathy is significant. So even though the two variables influence respondents to be able to forgive the perpetrator, it is rumination that is more influential. This means that the more often you remember the painful events that have been experienced, the more difficult it is for the respondent to forgive the perpetrator.Kekerasan dalam pacaran seringkali meninggalkan kemarahan atau sakit hati di pihak korban. Bagi individu yang pernah mengalami kondisi tersebut, memaafkan menjadi hal penting agar dapat melangkah ke masa depan dengan perasaan lebih ringan. Kondisi selalu mengingat peristiwa menyakitkan (ruminasi) dan kemauan untuk empati terhadap pelaku, diprediksi mempengaruhi korban untuk memaafkan pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ruminasi dan empati terhadap pemaafan pada mahasiswa yang pernah menjadi korban kekerasan dalam berpacaran. Responden penelitian ini merupakan 74 mahasiswa yang pernah menjadi korban kekerasan dalam berpacaran, yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah yaitu skala Transgression-Related Interpersonal Motivation Inventory (TRIM-18), Rumination of Interpersonal Offence (RIO), dan Empathic Understanding. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bersama-sama ruminasi dan empati memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pemaafan pada responden yang merupakan mahasiswa yang pernah menjadi korban kekerasan dalam pacaran, dengan besar pengaruh sebanyak 17,7%. Dengan membandingkan masing-masing variabel diketahui bahwa ruminasi memberikan pengaruh yang sangat signifikan dan pengaruh empati adalah siginifikan. Jadi walaupun kedua variabel mempengaruhi responden untuk bisa memaafkan pelaku, namun ruminasi yang lebih berpengaruh. Hal ini berarti bahwa semakin sering mengingat-ingat peristiwa menyakitkan yang pernah dialami, semakin menjadikan responden lebih sulit untuk bisa memaafkan pelaku
Description of Mother’s knowledge In Administration of ORS (Oral Rehidration Solution) to Children in RT.01 District Bukuan City of Samarinda
Abstrak Latar Belakang: Pengetahuan atau kognitif merupakan dominan yang sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan atau tindakan seseorang (overt behavior). Pengetahuan ibu sangat berpengaruh dalam penatalaksanaan diare dirumah, terutama tentang upaya rehidrasi oral dan juga ibu akan mengetahui tentang tanda-tanda dehidrasi dan pemberian oralit dan kapan membawa anak berobat atau merujuk ke sarana kesehatan. Penyakit diare pada bayi dan anak balita bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Kematian diakibatkan oleh kekurangan cairan yang banyak keluar bersama tinja. Hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orangtua terhadap tanda dehidrasi dengan penggunaan oral rehydration solution (ORS) sebagai penatalaksanaan di rumah. Oralit merupakan terapi larutan yang dianjurkan untuk mengatasi diare karena kehilangan cairan tubuh, yang dimana jika kehilangan cairan tubuh ini, tidak cepat ditangani bisa menyebabkan dehidrasi berat yang berakibat kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian oralit pada anak balita di wilayah Rt.01 kelurahan bukuan kota samarinda dengan mengidentifikasi karakteristik responden dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan dari responden. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kuantitatif, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 orang diambil dengan cara menggunakan tekhnik Purposive Sampling, dilakukan di RT 01 Kel.Bukuan kota Samarinda. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Hasil: Pengetahuan ibu dalam pemberian oralit pada balita di RT 01 Kel.Bukuan kota Samarinda, termasuk dalam kategori baik dengan presentase pengetahuan baik yaitu 42 responden (70%), pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 responden (27%), dan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 2 responden (3%). Kata Kunci : Pengetahuan, Oralit, Balita Abstract Background: Knowledge or cognition is a very decisive dominant in forming a person's habits or actions (overt behavior). Mother's knowledge is very influential in managing diarrhea at home, especially about oral rehydration efforts, and also mothers will know about signs of dehydration and giving ORS and when to take children for treatment or refer them to health facilities. Diarrhea in infants and toddlers can be very dangerous because it can cause death. Death is caused by a lack of fluid that comes out of feces. The results of research conducted in Indonesia show that there is a significant relationship between parental knowledge of signs of dehydration and the use of oral rehydration solution (ORS) as a home treatment. ORS is a solution therapy that is recommended to treat diarrhea due to loss of body fluids, if this loss of body fluids is not treated quickly can cause severe dehydration which can result in death. Objective: This study aims to obtain a description of the level of knowledge of mothers in giving ORS to children under five in the area of Rt.01, Kelurahan Bukuan, Samarinda City by identifying the characteristics of the respondents and identifying the level of knowledge of the respondents. Methods: This study uses a quantitative descriptive method. The sample used in this study was 60 people taken using the purposive sampling technique, conducted in RT 01 Kel.Bukuan city of Samarinda. The tool used in data collection is a questionnaire. Results: Mother's knowledge of giving ORS to toddlers in RT 01 Kel. Bukuan city of Samarinda, is included in the good category with a good percentage of knowledge, namely 42 respondents (70%), sufficient knowledge is 16 respondents (27%), and less knowledge is as much as 2 respondents (3%). Keywords: Knowledge, ORS, toddle
The Relationship of Preeclampsia and Eclampsia, Antepartum Haemorrhage and Anemia Mother with Apgar Score
Background: Everyday 7,000 babies die worldwide, with 2,4 million babies dying in the first month of life. While in Indonesia 19 deaths per 1000 live births with the main causes of neonatal death in 2017 were complication related to premature birth (asphyxia or difficulty breathing at birth), infections, and births defects. Meanwhile, in East Kalimantan, the highest cause of death was dominated by low birth weight (LBW) followed by asphyxia neonatorum. The examination that is always used in newborns by health workers to assess the occurrence of distress respiration neonatal is to assess the APGAR score. The APGAR score reflects clinical signs of distress respiration neonatal, such as cyanosis or pallor, bradycardia, reflex response to stimuli, hypotonia, and apnea or dyspnea. Scores will be reported within the first minute and fifth minute after birth for all infants and thereafter at intervals of 5 minutes to 20 minutes for infants with a score below 7 (asphyxia). Preeclampsia and eclampsia, antepartum haemorrhage, and maternal anemia are factors that can affect the APGAR score which is one of the assessments of the diagnosis of neonatal asphyxia. Research Objectives: to determine the relationship between risk factors and APGAR scores below 7 (asphyxia) in Abdoel Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda. Methods: The design of this study used case control using observational analytical methods. The sample was taken from the medical record data of mothers and children born at the Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Samarinda for the 2019-2021 period as many as 65 cases and 65 controls. Result: Bivariate analysis was performed using the chi-square test. The results of the analysis showed that there was a relationship between preeclampsia (p=0.000), eclampsia (p=0.003), antepartum bleeding (p=0.001), and anemia (p=0.001) with an APGAR score below 7.Keywords: APGAR score, preeclampsia, eclampsia, anemia, haemorrhage, asphyxia