eJournals System Universitas Mulawarman
Not a member yet
    4795 research outputs found

    Description of Risky Sexual Behavior in Men Indicated for HIV

    Full text link
    Risky sexual behavior is any form of vaginal or anal sexual activity with a sexual partner that makes individuals more vulnerable to contracting sexually transmitted infections (STIs), including HIV, unwanted pregnancy, violence, and abortion. Men are at high risk of contracting and transmitting STIs by not using protection during sex, having multiple sexual partners, and having sex with strangers, such as sex with sex workers. This study applies a qualitative phenomenological approach with in-depth interviews analyzed using interpretive phenomenological analysis (IPA), aiming to explore the meaning of the experiences of risky sexual perpetrators. The snowball sampling technique was applied to recruit eight participants with the following criteria: sexually active men aged 19-40 years and having sex at an early age. This study obtained key findings, namely the description, factors, and impact of risky sexual behavior in men indicated by HIV. The description of risky sexual behavior includes sex at an early age, inconsistent condom use, multiple sexual partners, and sex with strangers. Factors of risky sexual behavior include watching pornography, sensation seeking, addiction, sexual satisfaction, and self-esteem. The impact of risky sexual behavior includes contracting STIs and regret over previous behavior. The implications of this research are that safe and healthy sexual behavior can be a method for preventing sexually transmitted infections, unwanted pregnancies, and violence. The health status of sexual partners can be identified early, thus preventing further transmission.Perilaku seks berisiko merupakan segala bentuk aktivitas seksual vaginal atau anal bersama pasangan seks sehingga menempatkan individu menjadi lebih rentan terjangkit penyakit menular seksual termasuk HIV, kehamilan tidak diinginkan, melakukan kekerasan, dan aborsi. Pria berisiko tinggi tertular dan menularkan dengan tidak memakai pengaman saat melakukan seks, berganti-ganti pasangan seks, seks bersama orang asing seperti seks bersama pekerja seks. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam yang dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA), bertujuan menggali makna pengalaman dari pelaku seks berisiko. Teknik snowball sampling diterapkan untuk merekrut partisipan yang berjumlah delapan partisipan dengan kriteria; pria seks aktif 19 – 40 tahun dan melakukan seks di usia dini. Penelitian ini memperoleh temuan utama yaitu gambaran, faktor, dan dampak perilaku seks berisiko pria yang terindikasi HIV. Gambaran perilaku seks berisiko berupa seks di usia dini, inkonsisten pemakaian kondom, berganti – ganti pasangan seks, dan seks dengan orang asing. Faktor perilaku seks berisiko yaitu menonton tayangan porno, pencarian sensasi, ketagihan, kepuasan seksual, dan harga diri. Dampak perilaku seks berisiko seperti terjangkit penyakit menular seksual dan penyesalan atas perilaku terdahulu. Implikasi penelitian ini merupakan perilaku seks aman dan sehat sebagai metode pencegahan penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan melakukan kekerasan. Status kesehatan pasangan seks dapat diketahui lebih dini sehingga dapat mencegah penularan lebih lanjut

    Minyak Keruing Sebagai Produk Hasil Hutan Bukan Kayu

    Full text link
    Hutan hujan tropis Kalimantan didominasi oleh jenis Dipterocarpaceae, diantaranya adalah keruing (Dipterocarpus). Selain memiliki kayu dengan kualitas tinggi, keruing juga menghasilkan minyak. Minyak keruing merupakan metabolit sekunder pohon Keruing (Dipterocarpus) dengan bau yang khas dan bersifat mudah menguap. Minyak keruing diperoleh dari destilasi daun, batang, ranting serta pemisahan dari oleoresin keruing. Kandungan minyak keruing didominasi oleh metabolit sekunder terpenoid. Minyak keruing memiliki beragam kegunaan di bidang farmasi dan kesehatan. Minyak keruing dan produk turunannya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, bahkan sudah mulai dijual pada “online shopping”, dengan harga Rp.400.000,00 hingga Rp.800.000,- per liter minyak keruing. Adanya nilai ekonomi yang tinggi, dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan warga sekitar hutan

    Analisis Data Surveilans Suspek Campak di Indonesia

    No full text
    Campak adalah salah satu penyakit yang paling menular sehingga memerlukan pemeliharaan terhadap kekebalan penduduk yang tinggi serta merata. Pada tahun 2022 jumlah kasus campak yang dilaporkan di seluruh dunia mengalami peningkatan sebesar 79% dalam dua bulan pertama. Terdapat 2.161 kasus suspek campak antara 1 Januari dan 3 April 2023 di 18 dari 38 provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data surveilans suspek campak di Indonesia tahun 2016-2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dan sampel adalah kasus Suspek Campak di Indonesia tahun 2016-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus campak tahun 2016-2021 mengalami fluktuasi dimana Jawa Timur memiliki jumlah kasus tertinggi. Jumlah kasus pada Perempuan setiap tahunnya lebih tinggi dibandingkan laki- laki. Jumlah kasus yang menerima vaksinasi setiap tahunnya juga bervariasi

    EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM ASURANSI USAHA TANI TANAMAN PADI DI KABUPATEN LUMAJANG (The Effectiveness Of Agricultural Extension On The Success Of The Rice Farming Business Insurance Program In Lumajang District)

    Full text link
    This study examines the impact of agricultural extension on farmers' success in the Rice Farming Business Insurance Program (AUTP) in Lumajang Regency using the SEM-PLS method with a sample of 300 farmers from 14 sub-districts.The results show that all aspects of the extension worker's roles (facilitator, innovator, motivator, dynamist, and educator) have a significantly positive impact on the success of the AUTP, with the motivator role being the most dominant.Several constraints were identified, such as low participation, complicated claim processes, limited monitoring, and difficult access to services, thus recommending improvements in education, claim assistance, regular evaluations, and better access to information.In conclusion, the effectiveness of the AUTP program highly depends on the optimization of the role of extension workers, which can be enhanced through continuous training, effective communication, individual approaches, institutional support, and active farmer engagement

    The Role of Fathers in the Formation of Emotion Regulation in Adolescent Girls: A Parenting Review

    Full text link
    Father involvement in parenting plays a crucial role in influencing adolescent emotion regulation, which is a key factor in children's psychological development. The aim of this study is to examine the relationship between paternal involvement and emotional regulation in female adolescents at SMKN 6 Medan. The research used a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 231 female students from grades X, XI, and XII, selected randomly. Data were collected using questionnaires on emotional regulation and paternal involvement, and analyzed using Pearson correlation techniques. The results showed a significant positive correlation between paternal involvement and emotional regulation in female adolescents (r = 0.440, p < 0.05). The higher the paternal involvement, the better the students' ability to manage their emotions. The implications of this research suggest that paternal involvement plays a crucial role in adolescents' emotional development, and programs that encourage paternal involvement in parenting and education are expected to enhance adolescents' emotional regulation, preparing them to better face life's challenges.Keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam mempengaruhi regulasi emosi remaja, yang menjadi faktor krusial dalam perkembangan psikologis anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dan regulasi emosi pada remaja perempuan di SMKN 6 Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini terdiri dari 231 siswi kelas X, XI, dan XII yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang regulasi emosi dan keterlibatan ayah, serta dianalisis dengan teknik korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan ayah dan regulasi emosi pada remaja perempuan (r = 0.440, p < 0.05). Semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin tinggi kemampuan siswi dalam mengelola emosi mereka. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berperan penting dalam perkembangan emosional remaja, dan program yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak diharapkan dapat meningkatkan regulasi emosi remaja, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik

    Adult Romantic Attachment in Early Adults with Divorced Parents (Phenomenological Study of Members of the Young Professional Cell Community at Kemah Daud Church, Yogyakarta)

    Full text link
    Parental divorce can disrupt children's psychosocial development, especially in forming a strong sense of confidence, emotional stability and identity. The impact of unresolved conflict at this stage will be seen in the Intimacy vs. Isolation stage, namely in early adulthood. This study aims to understand the description of adult romantic attachment in early adult individuals from divorced parents. This study uses a phenomenological approach that allows researchers to understand the dynamics of the subject. The results of this study indicate that there is a picture of adult romantic attachment in early adults with divorced parents. Subjects who have strong trust in themselves and their partners tend to have better openness, emotional involvement, and relationship satisfaction. In contrast, individuals who have low self-confidence or distrust of partners tend to face challenges in building healthy and satisfying relationships. The implications of this study show the importance of knowing their attachment picture and being able to build healthier relationships in the future. Perceraian orang tua dapat mengganggu perkembangan psikososial anak, khususnya dalam membentuk rasa percaya diri, stabilitas emosi, dan identitas yang kuat. Dampak dari konflik yang tidak terselesaikan pada tahap ini akan terlihat di tahap Intimacy vs. Isolation yaitu pada usia dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran adult romantic attachment pada individu dewasa awal dari orang tua yang bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang memungkinkan peneliti memahami dinamika subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran dari adult romantic attachment pada dewasa awal dengan orang tua bercerai. Subjek yang memiliki kepercayaan yang kuat terhadap diri sendiri maupun pasangan cenderung memiliki keterbukaan, keterlibatan emosional, dan kepuasan hubungan yang lebih baik. Sebaliknya, individu yang memiliki kepercayaan diri rendah atau ketidakpercayaan terhadap pasangan cenderung menghadapi tantangan dalam membangun hubungan yang sehat dan memuaskan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya mengetahui gambaran kelekatan mereka dan mampu membangun hubungan yang lebih sehat di masa depan

    Pengembangan Sistem Informasi Geografis Pemetaan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Malaka Menggunakan Metode Rapid Application Development

    No full text
    Informasi terkait pemetaan penyakit demam berdarah Dengue masih kurang informatif dibeberapa daerah Indonesia. Penyajian informasi secara informatif dapat memberikan masukan bagi pengambilan keputusan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin meningkat, membuat sistem pemetaan data secara visual berbasis wilayah sangat dibutuhkan. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi geografis untuk pemetaan penyakit demam berdarah Dengue di Kabupaten Malaka dengan menggunakan metode Rapid Application Development. Sasaran utama dari penelitian ini adalah menentukan dan memvisualisasikan lokasi persebaran kasus DBD serta wilayah endemis berdasarkan data yang tersedia. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan mencakup aktivitas pengumpulan data koordinat kasus DBD menggunakan perangkat GIS, pengolahan data dengan metode Rapid Application Development, serta analisis pola persebaran penyakit untuk mengetahui daerah dengan tingkat risiko tinggi. Hasil dari studi ini adalah peta digital yang menggambarkan distribusi kasus demam berdarah di Kabupaten Malaka. Peta ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan strategi pencegahan dan pengendalian DBD secara lebih efekti

    Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna DANA sebagai Dompet Elektronik dengan Metode Fuzzy Mamdani (Studi Kasus: Kota Samarinda)

    No full text
    Kemajuan teknologi amat berpengaruh pada dorongan ke berbagai aktivitas manusia untuk dilakukan dengan cara yang lebih modern, tak tekecuali dalam melakukan sebuah transaksi. Metode pembayaran modern yang mulai ramai dikembangkan saat ini adalah penggunaan dompet elektronik (e-wallet). Dompet elektronik dinilai memiliki banyak kelebihan yang dapat membantu mempermudah aktivitas terkait keuangan. Banyaknya kelebihan yang ditawarkan penyedia layanan dompet elektronik membuat penggunaan dompet elektronik semakin berkembang. Namun, di balik semua kelebihannya, dompet elektronik tentu saja memiliki kekurangan. Berdasarkan kuesioner pra penelitian yang telah disebarkan, dompet elektronik yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Kota Samarinda adalah DANA.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa puas pengguna DANA dengan aplikasi tersebut. Penelitian ini mengumpulkan sebanyak 271 data responden pengguna DANA di Kota Samarinda. Variabel yang digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna didasarkan pada metode Servqual, yang mencakup tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Setelah melalui proses validasi dan reliabilitas data, analisis dilakukan dengan menerapkan metode Fuzzy Mamdani  dalam 4 tahap, yaitu membentuk himpunan fuzzy atau disebut juga proses fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi. Diperoleh nilai tingkat kepuasan pengguna DANA dari hasil perhitungan manual dan menggunakan bantuan Matlab R2023a adalah sebesar 81 dimana nilai ini tergolong ke dalam kategori Puas dan Sangat Puas dengan derajat keanggotaan Puas sebesar 0,267 dan Sangat Puas sebesar 0,733. 

    Identifikasi Penyakit Pada Daun Anggrek Hitam Berdasarkan Ekstraksi Fitur

    No full text
    Salah satu spesies anggrek yang menjadi favorit di kalangan pecinta tanaman anggrek yaitu Anggrek Hitam. Anggrek hitam yang begitu indah dan unik menjadi koleksi bagi para pecinta tanaman hias. Anggrek Hitam dalam bahasa latinnya Coelogyne Pandurata merupakan salah satu anggrek alam endemik Kalimantan. Tanaman ini rentan terhadap penyakit. Penyakit pada tanaman anggrek hitam dapat disebabkan oleh adanya bakteri, jamur dan virus. Penelitian ini mengembangkan ekstraksi fitur berdasarkan citra daun bertujuan membantu user mengidentifikasi jenis penyakit pada anggrek hitam sehingga dapat melakukan perawatan pada tanaman tersebut. Pada penelitian ini, ekstraksi fitur tekstur menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix dengan 4 arah yaitu 0°, 45°, 90° dan 135°. Data citra daun tanaman anggrek hitam  yang digunakan berjumlah 64 data citra. Terdapat empat penyakit pada daun anggrek hitam yaitu penyakit bercak coklat, busuk lunak, bercak hitam dan bercak bercincin. Pengujian terhadap model menggunakan Multi SVM pada 3 jenis kernel yaitu linear, Gaussian/RBF dan polynomial. Pengujian model menggunakan proporsi 80:20 dengan 51 data training dan 13 data testing. Hasil evaluasi menunjukkan penyakit yang teridentifikasi adalah penyakit bercak coklat berdasarkan Multi SVM dengan nilai akurasi sebesar 100% pada kernel Gaussian/RBF, 92% pada kernel linear dan 92% pada kernel polynomial

    Analisis Determinan Pengetahuan Ibu, Pola Asuh, dan Pola Makan terhadap Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan

    No full text
    Masalah gizi pada anak usia dini di Indonesia masih menjadi isu kesehatan utama yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga usia prasekolah merupakan masa kritis pertumbuhan, di mana pengetahuan ibu, pola asuh, dan pola makan anak berperan penting dalam menentukan status gizi.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan pengetahuan ibu tentang 1000 HPK, pola asuh, dan pola makan terhadap status gizi anak usia 6–59 bulan di Kabupaten Lebak, Banten. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 103 anak usia 6–59 bulan (bayi n=47; prasekolah n=56). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan FFQ, dianalisis dengan uji Chi-square (p<0,05).  Sebagian besar anak mengalami gizi kurang (59,2%), dengan 78,2% ibu berpengetahuan rendah tentang 1000 HPK. Ditemukan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,022; PR=1,94), pola asuh (p=0,001; PR=2,11), dan pola makan (p=0,001; PR=2,37) dengan status gizi anak.  Kesimpulan: Pengetahuan ibu, pola asuh, dan pola makan merupakan determinan penting status gizi anak usia 6–59 bulan. Penguatan edukasi gizi keluarga dan promosi pola asuh responsif penting untuk percepatan penurunan stunting di tingkat rumah tangga

    4,239

    full texts

    4,795

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournals System Universitas Mulawarman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇