eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
Perancangan Aplikasi Sistem Pakar untuk Pemilihan Pelek pada Mobil
Pada saat ini, banyak orang mulai tertarik dengan hobi otomotif khususnya mobil. Menggunakan kreatifitas sebaik mungkin agar mobil terlihat lebih menarik dan enak di pandang. Hal yang paling mudah pertama kali dilakukan yaitu dengan mengganti pelek OEM dengan pelek aftermarket yangmana memiliki berbagai jenis, ukuran, desain, dan merek. Banyak dari modifikator merasa kurang puas dikarenakan desain pelek yang kurang sesuai dengan mobil yang dimiliki. Banyak juga pertanyaan yang muncul seperti “Mobil saya bagusnya pakai pelek apa ya?” ketika datang ke dealer pelek. Untuk itu dibangun aplikasi sistem pakar untuk menentukan desain pelek yang sesuai bagi calon pembeli. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan pendekatan prototype, dimana pembuatan ini dimulai dari pengumpulan kebutuhan, perancangan dan diakhiri dengan evaluasi. Aplikasi sistem pakar menggunakan metode Forward Chaining. Uji coba telah dilakukan dan aplikasi sistem pakar pelek ini terbukti dapat menemukan desain yang cocok bagi calon pembeli. Kata Kunci : sistem pakar, pelek mobil, otomotif, prototype, forward chainin
Perancangan SPK Wisata Budaya Kota Solo Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Solo menjadi salah satu kota yang terus berbenah di segala bidang. Satu di antaranya merupakan kawasan wisata budaya yang berkembang sangat pesat di kota Solo. Banyaknya tempat wisata budaya yang saat ini berkembang di wilayah kota Solo menawarkan ke para wisatawan berbagai macam alternatif tempat wisata budaya yang membuat wisatawan kesulitan untuk mencari tempat yang tepat dan sesuai. Dengan kondisi tersebut, maka diperlukan sebuah sistem pengambilan keputusan, dengan tujuan membantu para wisatawan menemukan tempat wisata budaya yang tepat dan sesuai. Simple additive weighting (SAW) merupakan sistem pengambilan keputusan untuk masalah ini. Kriteria yang digunakan antara lain harga tiket masuk, fasilitas yang ditawarkan, keamanan yang memadai, lokasi tempat wisata dan juga Nilai Kebudayaannya. Hasil dari perhitungan metode SAW adalah alternatif A2 dengan skor 2.8, yaitu Pura Mangkunegaran
Analisis Tingkat Kepuasan Nasabah Fitur Sukha Pada Aplikasi Livin’ by Mandiri Menggunakan Metode PIECES
Mobile banking merupakan sebuah layanan yang disediakan oleh suatu bank, untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi secara online yang salah satunya adalah Livin’by Mandiri. Pada Livin’ by Mandiri menghadirkan ekosistem digital melalui fitur Livin’ Sukha. Sukha merupakan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan lifestyle nasabah. Pada fitur Sukha dapat melakukan transaksi tanpa harus registrasi atau login, memberikan promo pembayaran, nominal pembayaran yang secara otomatis tergenerate untuk menghindari kesalahan pembayaran, bekerja sama dengan mitra yang sudah terakurasi serta melayani event - event nasional yang sudah dan akan diselenggarakan ke depannya
APLIKASI PENDATAAN PUSKESMAS KABUPATEN TEGAL BERBASIS GEOSPASIAL
Abstrak: Persebaran Pusat Kesehatan Masyarakat atau biasa disingkat dengan puskesmas, telah menjangkau hingga pelosok desa. Dikarenakan puskesmas adalah unit terkecil dari dinas kesehatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.. Maka diperlukan sebuah konsep atau sistem yang baik yang akan digunakan untuk pendataan dan memonitoring. Maka dari itu dibuatlah Sistem Pendataan Puskesmas Berbasis Geospasial di Kabupaten Tegal, Sistem ini menyediakan informasi tentang Puskesmas. Sehingga Dinkes dapat memonitoring puskesmas di seluruh kabupaten tegal dengan mudah. Hasil yang diperoleh adalah data puskesmas se Kabupaten Tegal terdata lebih rapi dan mudah pencarian datanya jika suatu saat dibutuhkan. Kata Kunci : Puskesmas; Sistem; Pendataa; Geospasial; Kesehata
Prediksi Suhu Dan Frekuensi Kerja Processor Saat Terjadi Penaikan Nilai Tegangan Menggunakan Regresi Non Linear Polinomial
Saat bermain game atau mengoperasikan aplikasi kompleks, suhu processor dapat naik cepat hingga 80 derajat Celcius. Suhu maksimum yang aman untuk processor biasanya antara 80 dan 95 derajat Celsius, tetapi suhu ini mungkin terlalu tinggi untuk beberapa model processor dan Suhu processor yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan. Kerusakan ini dapat menyebabkan komputer menjadi tidak stabil atau bahkan mati total. Selain itu, suhu processor yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan penurunan performa komputer. Secara umum, peningkatan tegangan akan menyebabkan peningkatan kinerja processor. Tegangan adalah faktor utama yang menentukan frekuensi clock dan suhu processor. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan metode peramalan untuk memperkirakan suhu processor saat tegangannya dinaikkan. Suhu processor cenderung mengikuti pola non linear seiring dengan peningkatan frekuensi clock dan tegangan. Dan ternyata Regresi non linear polinomial lebih pas untuk diterapkan pada prediksi/peramalan kenaikan frekuensi kerja dan suhu processo
Implementasi Job Order Costing (JOC) dalam Penentuan Harga Pokok Produksi pada Cahaya Offset Printing Implementation of Job Order Costing (JOC) in Determining the Cost of goods manufactured in Cahaya Offset Printing
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana Cahaya Offset Printing dalam menentukan harga pokok produksinya dan mencoba untuk mengimplementasikan metode job order costing sebagai instrumen dalam menghitung HPP pada Cahaya Offset Printing. Adapun metode analisis data yang digunakan melalui pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya penentuan HPP pada Cahaya Offset Printing belum sesuai dengan teori akuntansi biaya yaitu metode job order costing, sebab biaya yang dihitung hanya bahan baku dan tenaga kerja langsung saja tanpa menghitung BOP sehingga perhitungan HPP yang dilakukan Cahaya Offset Printing menghasilkan nilai yang lebih rendah dibanding dengan perhitungan menggunakan job order costing
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi pada UMKM di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin
Ketiadaan tujuan data pembukuan menjadi salah satu faktor yang membuat UMKM sulit berinovasi dan berkembang sehingga berujung pada likuidasi. Mengetahui apa yang menjadi pengaruh dari pemanfaatan informasi akuntansi dengan menggunakan faktor skala usaha, umur usaha, pendidikan, pelatihan dan pemahaman akuntansi merupakan tujuan dari penelitian. Informasi diperoleh melalui kuisioner. Model regresi linear berganda digunakan dengan menggunakan SPSS. Teknik pengujian menggunakan random sampling, 50 orang pemiliki/pengelola/pekerja UMKM di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyusin untuk tingkat kesalahan 5%. Pengujian data yang diperoleh memperlihatkan bahwa skala usaha dan pelatihan akuntansi berdampak siginifikan positif pada UMKM atas penggunaan informasi akuntansi dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Di sisi lain, faktor umur usaha, pelatihan akuntansi, dan pemahaman akuntansi pada UMKM masing-masing memiliki nilai signifikan sebesar 0,705, 0,859, dan 0,502
Pengaruh Skeptisisme Profesional, Analisis Big Data, Pengalaman Auditor terhadap Pendeteksian Kecurangan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh skeptisisme profesional, analisis big data, dan pengalaman auditor terhadap pendeteksian kecurangan. Data yang digunakan untuk pengujian adalah data primer yang dikumpulkan dari 56 responden auditor eksternal yang bekerja di Kantor Akuntan Publik yang terdaftar dalam direktori Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) di wilayah Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan menggunakan aplikasi SPSS 26. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman auditor dan analisis big data berpengaruh positif signifikan terhadap pendeteksian kecurangan. Sedangkan skeptisisme profesional auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap pendeteksian kecurangan
THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE WITH MOTHERS' ATTITUDES ABOUT INFANT FEEDING AND STUNTING CHILDREN IN NGALANG GUNUNGKIDUL
Stunting refers to a condition characterized by the failure of a toddler to achieve optimal growth and development, primarily attributable to sustained inadequate dietary intake leading to chronic energy deficiency. Consequently, children affected by stunting exhibit a diminished stature compared to their peers of the same age cohort. The primary objective of this study was to ascertain the potential correlation between maternal knowledge levels and attitudes concerning infant and child feeding practices amidst instances of stunted growth, specifically focusing on the context of Ngalang Village within the Gunungkidul region of Yogyakarta, Indonesia. This type of quantitative research uses a cross-sectional approach. The study encompassed the entire demographic of mothers with children aged 0 to 60 months exhibiting stunted growth within Ngalang Village, Gunungkidul, comprising 85 respondents. The sample was selected using a purposive sampling technique, using the Slovin formula, and a sample of 46 respondents was obtained. Statistical analysis was conducted using the chi-square test and obtained a p-value of 0.504 (< 0.05). This study concludes that there is no significant influence between knowledge and maternal attitudes about stunting infant and child feeding (PMBA) in Ngalang Village, Gunungkidul, Yogyakarta. The next researcher should look at the factors of the living environment so that it can be known whether the environment in which they live affects attitudes
EFFECTIVENESS OF FACIAL ACCUPRESURE THERAPY IN THE REDUCTION OF ANXIETY IN POSTPARTUM WOMEN
The puerperium is the period of the return of the reproductive organs in their pre-pregnancy state. In most postpartum mothers experience anxiety, this condition if not immediately overcome the risk of postpartum mothers experiencing baby blues to lead to postpartum maternal depression. This study aims to determine the effectiveness of complementary obstetric services on facial acupressure to reduce anxiety levels in postpartum mothers. This research method is quantitative with quasy experimental design with a two-group pre-test design – post test control group design. The treatment group was postpartum mothers who were given facial acupressure every 10-15 minutes for 3 days and the control group were postpartum mothers who were not given facial acupressure, The population in this study was 40 postpartum mothers, The samples used were postpartum mothers day 3-10 days, sampling by purposive sampling, 20 postpartum mothers in the treatment group and 20 in the control group. Bivariate anailisa used Wilcoxon's alternative test with research criteria for postpartum mothers 3-10 days, postpartum mothers for the first time and mothers who were willing to be respondents. The results of statistical tests using Wilcoxon obtained by the treated group with a P-value of 0.000 (P0.05) showed that the hypothesis was accepted so that facial acupressure was effective in reducing anxiety levels in postpartum mothers