eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
ANALISIS SISTEM KERJA SEMPROT HAMA TANAMAN MENGGUNAKAN SOLAR CELL
A sprayer machine that can reduce air pollution and is environmentally friendly by utilizing natural energy, namely sunlight, so that this tool can be used for spraying in plantations by utilizing solar energy sources. In addition to making work easier and faster, the required energy source is also not difficult to obtain, making it more effective and efficient. In the making of such a tool/machine, it is capable of working optimally. In designing the pest sprayer tool, the author uses a 20 wp solar panel which can generate an average daily power (P) of 30.03 watts. A battery with a capacity of 12 volts 7.2 Ah can supply an average power (P) to a 12 volt 3 Ampere DC motor of 9.40 watts when operating. The average power used per hour during the 6-day testing period is 9.40 watts. The time required for the battery to be charged by the solar panel depends on the weather conditions and the intensity of light at the operating location because it affects the high and low current received. The power used to spray pesticide fluid from the tank until it runs out is: 1.6760 Watt
PENYEIMBANGAN BEBAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PCC-007 UNTUK MENGURANGI RUGI-RUGI JARINGAN PADA TEGANGAN MENENGAH 20KV
The distribution system of electrical power networks serves as a means to distribute electrical energy to both industrial and household consumers. With the increasing population growth, the number of electrical energy users or consumers also increases, potentially impacting the loading on each distribution transformer. If the loading on each transformer increases, it can lead to overload, load imbalance, power losses, and damage to the transformer. Therefore, to ensure the proper operation of distribution transformers, PLN (a state-owned electricity company in Indonesia) has set a standard for the loading on distribution transformers, which should not exceed 80%. This research aims to measure the loading on distribution transformers and analyze the occurrence of power losses caused by load imbalance. Measurements are conducted using a clamp meter and earth tester to obtain current and voltage values as well as the resistance value of grounding. Subsequently, calculations are performed for transformer loading, load imbalance, and power losses on the feeder
PENGEMBANGAN APLIKASI GAME LITERASI SEJARAH KOTA TASIKMALAYA DAN MENGUKUR PENGARUH APLIKASI PADA GENERASI Z MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)
Banyaknya kepemilikan gadget ditasikmalaya yang dilansir dari akun instagram @opendatatasik tahun 2023 dan rendahnya tingkat literasi yang dipublikasikan wisevoter.com indonesia menduduki posisi ke 98 dari 143 negara yang divoting. Dalam upaya untuk mengembangkan dan mengukur pengaruh penggunaan aplikasi game literasi sejarah kota Tasikmalaya berbasis android. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan model pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dengan variabel independen dan variabel dependen sebagai variabel yang analisis menggunakan spss statistic versi 25 dengan demonstrasi dan kuesioner skala likert sebagai metode pengumpulan data yang ditujukan pada generasi z sebanyak 101 responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukan nilai F hitung = 109.096 dengan Tingkat signifikansi sebesar 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan variabel Perceived Ease of Use (PEOU) berpengaruh tehadap variabel Perceived Usefulness (PU) dengan kata lain penggunaan aplikasi game literasi sejarah Kota Tasikmalaya sebagai media literasi sejarah memberikan pengaruh berdasarkan Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) terhadap generasi z. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk memperbaiki topologi dari objek 3D yang digunakan, pengembangan terhadap layar yang responsif terhadap perangkat yang berbeda dan kontrol pandangan kamera agar lebih mudah di operasikan
ANALISIS PEMANFAATAN DAYA LISTRIK BAGI PELANGGAN TEGANGAN MENENGAH
Electricity is an essential energy requirement in communal living. Nowadays, the electricity demand is increasing day by day, while the resources needed to generate this energy are diminishing. Therefore, we must consider its usage carefully. There are medium-voltage electricity customers provided with separate transformers by PLN, for example, the Glugur Together Advanced Supermarket. This research comprehends the calculation of the electrical power used because it differs from residential and industrial customers. The load factor of the Glugur Together Advanced Supermarket is 54%, indicating that there is still room for improvement in its activities; the volume can still be increased. The readiness of the electricity supply at the Glugur Together Advanced Supermarket is quite flexible in anticipating the development of the number of study programs and the number of students. This can be seen from the FDM, which is still at 19.5%
UJI TANJAK MOBIL LISTRIK BLACK BULL POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA
The development of transportation facilities is always evolving along with the progress of the times, one of which is vehicles using electric power as the main driving force. Electric cars are environmentally friendly vehicles and are expected to be able to significantly reduce the use of petroleum or ancient fossil fuels. Some of the advantages of electric cars compared to liquid fuel cars are that they sound smooth, have no smell and are free from smoke. He added that electric cars are seen as cars of the future. The purpose of this research is to determine the Hill Test of the Black Bull Electric Car at Harapan Bersama Polytechnic. The method used is varying the angle of inclination for climbing power, namely 10 degrees, 15 degrees and 20 degrees. The results of this research were at a slope angle of 10 degrees and a distance of 10 meters with an average initial battery capacity of 77.4 volts to an average final battery capacity of 77.1 volts with an average speed of 19 km/hour in 1.93 seconds. . Testing with an inclination angle of 15 degrees with an average initial battery capacity of 78.5 volts to an average final battery capacity of 78.3 volts with an average speed of 23 km/hour in 3.40 seconds. Test results with an inclination angle of 20 degrees with an average initial battery capacity of 77.2 volts to an average final battery capacity of 77 volts at a speed of 28 km/hour in 2.62 seconds
Edukasi Budidaya Tanaman Murbei sebagai Produk Olahan Keripik Daun Murbei di Padepokan Arben Kalikoa Cirebon
Edukasi pemanfaatan daun murbei yang selama ini hanya sebagai pakan ulat sutera ternyata dapat juga diolah menjadi olahan makanan yang memiliki nilai nutrisi yang tinggi. Keripik yang selama ini kita tahu hanya berupa peyek kacang, kedelai, rebono dan bayam. Masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui manfaat daun murbei dan terbuangnya daun murbei saat pelaksanaan pruning menjadi serta potensi nilai ekonomi produk keripik daun murbei menjadi alasan dilakukannya edukasi ini. Tujuannya agar masyarakat lebih dekat dan mengenal manfaa/khasiat daun murbei dan mengolah daun murbei menjadi produk keripik baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk dijual untuk menambah income keluarga. Kegiatan dilakukan dengan metode sharing session antara dosen dan mahasiswa yang Universitas Insan Pembangunan Indonesia dengan penggiat sekaligus pengurus Padepokan sebagai narasumber. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dianntaranya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengolahan daun murbei. Antusias peserta dalam memahami dan mengolah keripik daun murbei meningkat terbukti dengan beberapa pertanyaan peserta kepada narasumber mengenai daun murbei. Kegiatan sosialisasi tidak sampai pada pengukuran prosentase peningkatan hardskill dan softskilk.. Pengolahan dapat dilakukan dengan mudah tanpa memerlukan peralatan yang mahal dan pembuatan keripik daun murbei sama seperti membuat keripik pada umumnya. Keripik daun murbei dapat menjadi produk kearifan lokal masyarakat Kalikoa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kedepannya kegiatan serupa akan dilaksanakan kembali dengan tema dan topik yang berbeda seperti digital marketing untuk produk olahan daun murbei dan pachaging untuk produk keripik daun murbei agar lebih menarik.
Rancang Bangun Pembuatan Alat Peraga Kelistrikan dan Mekanik Kendaraan Motor 125 CC Untuk Pembelajaran Siswa Siswi SMK Ananda Mitra Industri Deltamas
SMK AMI Deltamas merupakan salah satu sekolah vokasi yang saat ini memiliki tiga jurusan yaitu Teknik Elektronika Industri, Teknik Pemesinan, dan Teknik Bodi Kendaraan Ringan. SMK ini memiliki beberapa kerjasama dengan Politeknik Industri ATMI (POLIN ATMI). Salah satu bentuk kerjasamanya adalah membuat sebuah unit alat peraga yang dibutuhkan untuk media pembelajaran Teknik Otomotif di SMK AMI Cikarang. Tujuan dari program ini adalah merancang dan membuat sebuah alat peraga kelistrikan, sistem pengapian, dan mekanik untuk jenis unit kendaraan sepeda motor 4 tak 125 cc, yang kedepannya akan dipakai sebagai media pembelajaran siswa pada program studi Teknik Otomotif. Pada program ini melibatkan 2 orang mahasiswa dan 2 orang dosen dari POLIN ATMI serta 1 orang guru dan 19 siswa SMK. Sebelumnya pihak SMK sendiri mengalami kesulitan dalam pengadaan alat peraga terkendala biaya dan kompleksitas dari alat yang diharapkan, apalagi selama ini kegiatan praktik di SMK kejuruan Teknik Otomotif hanya terdapat media praktikum untuk kendaraan roda 4, dari situ POLIN ATMI menawarkan pembuatan alat peraga. Progam dilaksanakan dengan metode proses observasi sampai dengan pembuatan dan ujicoba Alat. Hasilnya adalah sebuah alat peraga disertai modul ajar untuk program studi Teknik Otomotif. Selain itu penggunaan Skala Likert pada aspek kemampuan dan ketrampilan dalam mengoprasikan alat, didapatkan hasil nilai rata-rata 4,6 artinya alat yang dibuat memiliki cara penggunaan yang mudah dan cepat dipahami
Pengembangan Pemasaran UMKM ”Salsabila” di Kota Salatiga Dengan Memanfaatkan Digital Marketing
Digital marketing merupakan salah satu jenis strategi pemasaran berbasis digital yang digunakan untuk mempromosikan produk kepada pelanggan. Berdasarkan pengamatan awal pada mitra UMKM, diindikasikan bahwa pengelola usaha kurang memahami cara menggunakan platform digital dengan optimal untuk menjangkau pelanggan potensial. Hal ini ditunjukkan oleh keterbatasan penggunaan platform digital untuk pengembangan usaha. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang baik pada pemilik usaha mengenai konsep dan manfaat digital marketing serta cara mengimplementasikan penggunaan digital marketing. Metode pelaksanaan dari pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, serta melakukan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) secara langsung dan berkala dengan mitra UMKM.Berdasarkan hasil evaluasi akhir, diketahui bahwa peningkatan softskill yang sebelumnya ada pada angka 10% dalam pemanfaatan digital marketing, menjadi 90% setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian penerapan digital marketing dianggap dapat membantu UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan preferensi konsumen di era digital, sehingga dapat terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
Optimalisasi Kapasitas Manajerial BUMDes Sido Makmur Sejahtera (Simase) di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah instrumen penting pemerintah dalam menggerakkan ekonomi pedesaan, namun manfaatnya masih belum sepenuhnya terwujud karena kurangnya pengetahuan dan kapasitas manajerial di antara para pengelolanya. Melalui berbagai tahapan, program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial pengelola BUMDes agar lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tahapan program ini meliputi pra-kegiatan (survei awal, diskusi), kegiatan (sosialisasi, pelatihan), dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan partisipasi aktif dari pemerintah desa, perangkat desa, dan mahasiswa. Keberhasilan program ini terlihat dari nilai rata-rata kenaikan presentasi hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada pengelola BUMDes dengan peserta sebanyak 10 orang yaitu sebesar 56,48% serta kinerja pengelola BUMDes pasca pelatihan yang lebih efektif. Oleh karena itu, diharapkan program ini dapat membantu BUMDes Simase Pedawang dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi desa, dan mengoptimalkan peran BUMDes dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Program ini adalah contoh nyata upaya untuk menghadirkan perubahan positif dalam pemberdayaan masyarakat desa dan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat loka
Inovasi Olahan Brownies Rumput Laut di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, NTB
Desa Ekas Buana merupakan salah satu desa di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Timur yang terpilih sebagai pilot project (daerah pecontohan) pengembangan pangan biru (Blue Food) karena potensi rumput lautnya. Hanya saja potensi rumput laut yang ada hanya terbatas dijual dalam bentuk kering saja dan belum dimanfaatkan dalam bentuk olahan makanan yang bisa meningkakan nilai jual rumput laut. Salah satu produk olahan berbahan dasar rumput laut yang dapat meningkatkan add value, salah satunya adalah Brownies rumput laut. Adanya keterbatasan pengetahuan masyarakat akan olahan brownies rumput laut ini maka kegiatan pengabdian masyarakat ini betujuan untuk melakukan alih teknologixdan pengetahuan terkait olahan brownies rumput laut di Desa Ekas Buana Kegiatan pengabdian ini dilakuan dengan metode pelatihanxdan pendampingan produksi dengan indikator pencapaian adalah kemampuanvpeserta dalam membuat produk brownies rumput laut secara mandiri. Secara keseluruhan pengetahuan dan motivasicpeserta dalam membuat brownies rumput laut pada kegiatan pengabdian ini lebihcmeningkat setelah mempraktekkan pembuatan brownies rumput laut secara mandiri. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme pesertacdalam menyimak materi dan praktek yang diberikan serta adanya permintaan pesertacuntuk diberikan lagi pelatihan terkait manajemen pemasaran dan pembukuan keluarga. Peningkatan kemampuan peserta ini secara terukur melalui kuisioner menunjukkan bahwa 85% peserta dapat menguasai materi dan memiliki peningkatan keterampilan membuat brownies rumput laut selama pelatiha