eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
Pengaplikasian Praktek Layouting Kabel Multicore Fiber Optik Pada SMK NU Hasyim Asyari di Tarub Tegal
Perkembangan media transmisi sangat pengaruh di dunia telekomunikasi. Beberapa jenis transmisi yang digunakan untuk mengirimkan sinyal telekomunikasi yaitu transmisi fisik dan non fisik, untuk transmisi non fisik memiliki banyak kekurangan karena rentan terhadap dengan interferensi saat pengiriman sinyal, selain non fisik ada juga media transmisi fisik seperti kabel tembaga memiliki kelemahan tidak dapat mengirimkan sinyal dalam bentuk sinyal cahaya, untuk kapasitas bandwithnya sangat kecil dan saat pengiriman sinyal telekomunikasi kabel tembaga rentan terpengaruh oleh gangguan frekuensi listrik dan radio. Oleh karena itu pada sistem pengiriman sinyal memiliki solusi dimana transmisi fisik berupa kabel fiber optik. Fiber optik telah digunakan dibeberapa dunia perindustrian, tetapi untuk sistem pengaplikasian kabel fiber optik di dunia pendidikan masih sangat sedikit untuk penjelasannya terutama pada sekolah tingkat SMK yang mempelajari ilmu dibidang telekomunikasi. Pada sebuah sekolah di daerah Tegal seperti SMK NU Hasyim Asyari berharap siswa dan siswi tersebut dapat mengaplikasikan perkembangan sistem telekomunikasi terutama pada transmisi fiber optik secara teori maupun praktek di kelas industri. Oleh karena itu telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk pengaplikasianlayouting kabel multicore fiber optik pada SMK NU Hasyim Asyari. Pengabdian kepada masyarakat memiliki tujuan agar siswa dan siswi SMK NU Hasyim Asyari pengaplikasian secara langsung cara layouting kabel multicore pada fiber optik yang selama ini dilakukan oleh beberapa provider. Pengaplikasianlayouting kabel multicore fiber optik ini berupaya untuk memberikan pengetahuan kepada siswa dan siswi SMK NU Hasyim Asyari tentang perkembangan media transmisi fisik dunia industri telekomunikasi dan pengaplikasian perangkat fiber optik secara langsung. Selain itu dapat menambah ilmu pengetahuan tentang fiber optik terhadap para pengajar sekolah SMK NU Hasyim Asyari di Tarub Tegal
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Alami Menjadi Pupuk Cair di Desa Limpakuwus Banyumas
Petani jamaah muhammadiyah menghadapi tantangan dalam mencari alternatif penggunaan pupuk sebagai nutrisi tanaman karena peningkatan biaya sarana dan biaya produksi pertanian dan nutrisi tanaman. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan pelatihan pembuatan pupuk oranik cair dari akar bambu dan cucian air beras untuk meningkatkan ketrampilan petani dalam penggunaan pupuk cair. Rancangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode dua arah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi serta praktek secara langsung. hasil pengabdian kepada masyarakat pelatihan pembuatan pupuk cair dari limbah alam di Desa Limpakuwus Banyumas dapat ditarik kesimpulan bahwa; 1) Jama’ah tani dapat merencanakan berdasarkan permasalahan tentang pembuatan pupuk cair dari bahan akar bambu dan limbah cucian air beras di Desa Limpakuwus. 2) Jama’ah tani mampu mengembangkan ilmu pengetahuan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Aplikasi pupuk cair dapat sebagai pengganti pupuk kimia pabrikan yang harganya cukup mahal dan pupuk cair dapat menjaga kesehatan tanah. 3) progres kegiatan peserta sebelum mengikuti kegiatan pelatihan persentase nya masih rendah. Namun setelah mengikuti kegiatan pelatihan keaktifan dari peserta seperti kepeminatan peserta dalam penyuluhan sebelum kegiatan 0%, setelah kegiatan 100%, keaktifan peserta sebelum kegiatan 0% dan setelah kegiatan 90%, dan kehadiran peserta sebelum kegiatan 0%, dan setelah kegiatan 95%, serta motivasi peserta ikut kegiatan pengabdian sebelum kegiatan 0% dan seseudah kegiatan 95% dan setelah mengetahui dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk organik cair dengan limbah air beras dan akar bambu petani dapat meringankan peserta dalam mengaplikasikan pupuk. Dimana pupuk merupakan makanan bagi tanaman
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar: Strategi Optimalisasi Implementasi Kurikulum Merdeka di MI Nurul Huda Sukaraja
Permasalahan utama dalam implementasi kurikulum Merdeka adalah kurangnya pemahaman guru pada paradigma baru dalam pembelajaran melalui kurikulum Merdeka, sehingga kompetensi dan pemahaman guru dalam Menyusun modul ajar juga masih rendah. Pengabdian kepada Masyarakat ini (PkM) ini dilakukan di MI Nurul Huda Sukaraja, pendampingan ini berupa “pendampingan penyusunan modul ajar kurikulum Merdeka” pada guru MI Nurul Huda Sukaraja. Bertujuan untuk memberikan pendampingan berupa penguatan pemahaman dan pengetahuan konsep implementasi kurikulum Merdeka serta memberikan pendampingan dalam penyususan modul ajar. Metode pelaksanaan pendampingan dikulai dari: identifikasi masalah di lapangan, proses pemberdayaan (edukasi) penguatan pemahaman dan pengetahuan IKM melalui kegiatan seminar/pelatihan diskusi, tanya jawab, simulasi penyusunan modul ajar, serta memberikan monitoring dan pendampingan berkala. Hasil kegiatan ini adalah dari kurang lebihnya hanya 3 guru yang awalnya memahami paradigma IKM setelah diadakannya kegiatan pengabdian ini semua Guru yang ada di MI Nurul Huda sebanyak 25 guru sudah memahami paradigma IKM dan sudah mampu membuat modul ajar kurikulum Merdeka
Deteksi Asap Rokok Menggunakan Color Image Processing
Kebutuhan sistem untuk mengawasi suatu ruangan umum pada khususnya asap rokok memerlukan keakuratan dan ketelitian mengidentifikasi. Metode pendeteksian asap rokok yang digunakan dalam penelitian dengan memproses warna pada input citra RGB yang dikonversikan dalam model HSV. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kelemahan pada metode color imag processing. Pendekatan dalam penelitian ini dengan teknik sampling untuk mendapatkan rentang warna komponen H (Hue), S (Saturation) dan V (Value) untuk membangun perangkat lunak dalam pengujian sistem. Hasil penelitian adalah metode pendeteksian asap rokok yang memproses warna dengan model HSV dapat memperoleh kelas warna asap rokok dengan teknik sampling dapat mengelompokan warna pada rentang warna pada komponen H (Hue), S (Saturation) dan V (Value) dengan presentase uji keberhasilan dalam mendeteksi obyek asap rokok dengan model warna HSV menggunakan input 30 citra uji diperoleh presentase dengan hasil 96.667 %. Toleransi untuk untuk membantu kualitas hasil pendeteksian potensi ukuran obyek asap rokok. Dengan kelemahan metode pendeteksian asap rokok yang masih tidak dapat memisahkan obyek yang memiliki warna menyerupai asap rokok dapat dikembangkan untuk mebedakan ciri obyek
Desain Warehouse Management System Melalui Perbaikan Proses Operasional Pergudangan Pada Gudang Barang Jadi PT XYZ
Kegiatan operasional pergudangan dapat dikelompokkan atas aktivitas inbound gudang dan aktivitas outbound gudang. Aktivitas inbound gudang meliputi proses penerimaan barang, peletakan barang, dan penyimpanan barang. Sedangkan aktivitas outbound gudang meliputi proses pengambilan barang, pengemasan barang, dan pengiriman barang. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa masalah pada gudang barang jadi PT XYZ diantaranya proses pengecekan barang masih menggunakan cara manual, belum adanya sistem yang membantu dalam proses penyimpanan barang kedalam racking terkait dimana lokasi barang tersebut akan disimpan sehingga membuat proses pengambilan barang membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses perbaikan terhadap kegiatan operasioanal pergudangan dengan terlebih dulu dipetakan proses bisnis operasional pergudangan menggunakan BPMN dari hasil pemetaan tersebut nantinya akan dilihat proses mana saja yang dapat dilakukan analisis perbaikan. Adapun analisis perbaikan dalam penelitian ini menggunakan analisis streamlining dari metode business process improvement dimana analisis yang digunakan terdiri dari analisis simplifikasi dan analisis otomatisasi dengan hasil perbaikan berupa desain warehouse management system yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mengatasi masalah yang terjadi. Desain warehouse management dalam penelitian ini menggunakan software odoo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan desain warehouse management system sebagai perbaikan proses operasional gudang serta simulasi perbaikan proses operasional pergudangan
ANALISIS PENYEBAB ARUS BOCOR PADA INSTALASI LISTRIK RUMAH TINGGAL TERHADAP PEMBAYARAN REKENING BULANAN
Kondisi dimana jumlah pembayaran beban rekening listrik sering dinilai kurang masuk akal oleh konsumen karena nilainya berbeda dengan perhitungan pemakaian dan beban terpasang pada rumah konsumen diperkirakan salah satunya disebabkan oleh adanya arus bocor. Hasil penelitian dilakukan terhadap 50 sampel menunjukkan bahwa umur instalasi akan mempengaruhi besarnya arus bocor sebesar 26,7% untuk Daya 900 VA sentara 1300 VA sebesar 32,6% sementara pengaruh daya terpasang tidak cukup besar walaupun dari analisis korelasi menunjukkan pengaruh positif sekalipun kecil dengan hubungan sebesar .0,254. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengaruh arus bocor akan memberikan nilai penambahan pembayaran listrik rata rata Rp. 11.272.- untuk daya terpasang 900 VA sedangkan untuk daya 1300 VA sebesar Rp. 15.232,-. sedangkan faktor lain yang memungkinkan untuk mempengaruhi besar arus bocor adalah panjang saluran
Progran Edukasi Kesiapan Anak Menghadapi Menarche Menggunakan Metode Storytelling di Desa Carangsari
Kecenderungan semakin awal usia menarche mengharuskan program persiapan menghadapi menarche juga dilaksanakan sejak dini pada usia 10-11 tahun yaitu pada kelas V sekolah dasar (SD). Siswi SD di Desa Carangsari belum siap menghadapi menarche. Storytelling merupakan salah satu cara dalam pemberian informasi pada anak usia sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk program edukasi kesiapan menghadapi menarche bagi siswi SD di Desa Carangsari. Metode pengabdian yaitu advokasi bagi pemangku kepentingan dan edukasi kesiapan menarche dengan metode storytelling kepada siswi SD. Kegiatan dilaksanakan di Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Brovinsi Bali tahun 2023. Hasil kegiatan ini menunjukkan komitmen pemangku kepentingan untuk membentuk program edukasi kesiapan menghadapi menarche dengan metode storytelling secara berkelanjutan 1) Buku cerita edukasi kesehatan reproduksi tentang persiapan menghadapi menarche dengan judul “Menarche penyakit berbahaya, benarkah?” tersimpan di perpustakaan sekolah SDN 1, 2, 3 dan 5 Carangsari; 2) Terbentuknya program persiapan menghadapi menarche dengan metode storytelling di masing-masing sekolah; 3) Terlaksananya edukasi persiapan menghadapi menarche dengan metode storytelling di SDN 1, 2, 3 dan 5 Carangsari; 4) Meningkatnya kengetahuan dan kesiapan siswi SD kelas V dan VI dalam menghadapi menache di Desa Carangsari. Hasil Survei menunjukan program edukasi dengan metode storytelling secara berkelanjutan meningkatkan kesiapan siswi SD menghadapi menarche dengan rata-rata sebelum kegiatan 7,61 menjadi 9,07 setelah kegiatan.
Peningkatan Kompetensi di Bidang Pariwisata dan Tata Operasi Darat Bagi Siswa SMK Setia Bhakti Tangerang
SMK Setia Bhakti Tangerang adalah salah satu SMK Pariwisata yang terletak di Kota Tangerang. SMK Setia Bhakti Tangerang memiliki program studi Usaha Perjalanan Wisata. Permasalahan yang dihadapi oleh SMK Setia Bhakti Tangerang adalah tidak memiliki fasilitas seperti laboratorium sebagai sarana praktik yang mendukung pembelajaran. Hal ini membuat siswa tidak memiliki kesempatan untuk melakukan praktik terkait dengan pariwisata dan penanganan layanan di bidang perjalanan wisata. Sebagai solusi, disarankan untuk mengadakan pelatihan yang fokus pada pariwisata dan tata operasi darat. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang tersebut. Metode pelaksanaan melibatkan persiapan awal, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan penyusunan materi pelatihan. Selanjutnya, pelatihan dilakukan dengan melibatkan 16 siswa SMK Setia Bhakti Tangerang, diikuti dengan tahap evaluasi. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan baik, menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Peningkatan ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test, dimana skor rerata naik dari 51,3 sebelum pelatihan menjadi 80 setelah pelatihan, menandakan peningkatan pemahaman peserta. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata yang disiapkan oleh SMK Setia Bhakti Tangerang
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN AKIBAT PENGHANTAR NETRAL JARINGAN DISTRIBUSI SKUNDER
Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban konsumen. Pada sistem distribusi sekunder, bentuk saluran yang paling banyak digunakan adalah sistem radial. Sistem ini menggunakan konduktor tanpa insulasi. Karena beban disuplai melalui sistem satu fasa, maka ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan arus mengalir pada bagian netral transformator, sehingga mengakibatkan rugi-rugi pada penghantar netral. Jika arus netral (arus bocor) yang mengalir pada penghantar netral terlalu besar, maka rugi-rugi daya yang diakibatkannya akan semakin besar. Seharusnya, jika sistem benar-benar seimbang, maka rugi-rugi daya hanya terjadi pada saluran R, S, dan T. Setelah dilakukan analisa didapatkan apabila terjadi ketidakseimbangan beban sebesar -0.66% maka arus netral yang muncul sebesar 20,42, dan rugi-rugi akibat arus netral yang mengalir ke tanah sebesar 1,27%
Sistem Monitoring Keamanan Pada Green House
This study aims to develop a security monitoring system for greenhouses using Internet of Things (IoT) technology. The system utilizes motion sensors to monitor activity, with the ESP32 Cam module implemented within the greenhouse. Data from the ESP32 Cam is processed using object detection algorithms to identify and track any objects entering the greenhouse.In the development of the moving object detection system, several approaches have been explored by previous researchers. One such approach involves the use of cameras to detect and track moving objects on UAVs using the segmentation method with edge-based dilation. Another study implemented a surveillance system using a webcam to detect motion and trigger an alarm to enhance security measures.This research leverages existing technologies in the areas of workflow and object recognition algorithms. These technologies are implemented in a relatively simple system capable of executing established algorithms. The primary objective is to focus on implementation that can enhance the Technology Readiness Level (TRL). The study successfully produced a security monitoring system that improves greenhouse security and assists in monitoring activities within the greenhouse. The system uses PIR (motion) sensors configured to trigger image capture by the camera and notify the ESP32 to send alerts via Telegram