eJournal PoliTekniK TEGAL (Politeknik Harapan Bersama Tegal)
Not a member yet
3242 research outputs found
Sort by
Perancangan Ulang Desain UI/UX Aplikasi I-Nusaplant Dengan Metode Design Thinking dan A/B Testing
I-Nusaplant is a mobile-based application that can detect types of medicinal plants. The I-Nusaplant application was designed by Information Systems students using Android-based leaf images. This application aims to help the community in detecting medicinal plants. The ease of detecting medicinal plants using the application must also be supported by a good appearance and user experience. I-Nusaplant has 3 menus in it, namely Home, Detection, and About. The I-Nusaplant application has shortcomings after conducting interviews with medicinal plant experts, medicinal plant enthusiasts, and general users. The majority of respondents chose the I-Nusaplant application to be redesigned for several reasons related to user experience in running the application. Ease of obtaining information, time to move around each menu, and some features that users need. In doing a redesign, it is necessary to have an in-depth design using UI/UX. The design process in solving problems and generating user needs, researchers use the Design Thinking method to generate ideas to solve user problems. At the analysis stage, problem analysis is carried out, finding solutions to user problems, analyzing user needs. In the design stage, UI/UX design is produced, namely architecture information, user flow, and interface design. UI/UX design will be tested using the Maze tool. After that, compare the results of the old and new I-Nusaplant interface designs using the A/B Testing method. This method aims to see the performance of the old and new application designs. Our A/B testing revealed that the new design, while more complex, is just as efficient as the old one, both scoring 99 this shows that the new design is easy to use by users despite its different design
Pengembangan Sistem Pakar untuk Skrining Awal Penderita Penyakit Tuberkulosis Menggunakan Forward Chaining
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan banyak kasus yang belum terdeteksi. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 2 Oktober 2023, sekitar 36% dari total kasus TB belum terlaporkan, yang berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat. Banyak masyarakat yang kurang memahami gejala TB, sehingga tidak menyadari pentingnya melakukan deteksi dini dan sering kali terlambat dalam mencari penanganan yang tepat. Kriteria yang diperlukan untuk skrining TB meliputi gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, sesak napas, dan pembesaran kelenjar getah bening. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis web yang dapat digunakan untuk skrining awal TB. Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah forward chaining, menggunakan aturan logika IF-THEN untuk menentukan hasil berdasarkan gejala yang dimasukkan oleh pengguna. Hasil pengujian kesesuaian aturan menunjukkan bahwa semua aturan yang diterapkan dalam sistem dapat menghasilkan kesimpulan yang tepat berdasarkan kombinasi gejala yang dilaporkan. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode berbasis kasus uji, di mana setiap kombinasi gejala diuji untuk memastikan bahwa sistem memberikan keluaran yang sesuai. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan antarmuka yang intuitif, sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan skrining awal TB. Pengembangan sistem pakar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengendalian TB di Indonesia
Optimalisasi Poskestren Melalui Pelatihan kader Santri Sehat di Pondok Pesantren Abnaul Amir
Pondok pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan, khususnya dalam mempromosikan pentingnyakesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta aktif warga pondok pesantren dalam penyelenggaraan upayaKesehatan dan revitalisasi poskestren melalui optimalisasi Poskestren. Pengabdian dilakukan menggunakan pendekatan PAR (Partisipatory Action Research) melalui pelatihan danpendampingan kepada kader santri sehat dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek langsung penggunaan alat kesehatan, serta revitalisasi poskestren di pondok pesantren Abnaul Amir Kab. Gowa. Hasil menunjukkan respon positif santri pondok pesantren dilihat dari keaktifan pada saat pelatihan, peningkatan pemahaman terkait masalah kesehatan dengan aktif dalam menjawab pertanyaan selama pelatihan, terbentuknya kader poskestren yang berjumlah 6 santri, serta revitalisasi Poskestren di pondok pesantren Abnaul Amir Kab. Gowa. Hal tersebut merupakan wujud investasi keberlanjutan program poskestren di pondokpesantren Abnaul Amir Kab. Gowa
Penentuan Jalur Evakuasi dalam Upaya Kesiapsiagaan Bencana di Desa Cikole Lembang
DDesa Cikole merupakan salah satu desa yang dilewati Sesar Lembang, memerlukan penentuan jalur evakuasi sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap bencana. Salah satu bentuk rencana kesiapsiagaan bencana adalah pemahaman masyarakat mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul. Namun, tidak ditemukan adanya identifikasi jalur evakuasi yang jelas berasal dari dokumen instansional ataupun kebijakan terkait. Hal ini pula yang menyebabkan ketidaktahuan masyarakat mengenai jalur evakuasi mana yang harus mereka ambil pada saat terjadi bencana. Maka perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk merumuskan peta jalur evakuasi secara partisipatif. Kegiatan ini dilakukan dengan tahap di antaranya identifikasi rambu jalur evakuasi dan rambu titik kumpul eksisting, pembuatan peta awal jalur evakuasi hasil observasi di lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan pembuatan peta final jalur evakuasi dan titik kumpul. FGD menjadi kunci karena diharapkan akan menghasilkan peta jalur evakuasi yang baik berdasarkan aspirasi masyarakat. Melalui FGD diketahui bahwa masyarakat memilih jalur yang biasa dilalui untuk melaksanakan aktivitas. Selain itu, ditentukan juga terdapat 4 titik kumpul bencana yaitu di Lapangan Parkir Grafika Cikole, RS. Hewan, SDN 6 Cibogo, dan Balai Desa. Skema evakuasi masyarakat desa adalah menuju titik kumpul dusun terlebih dahulu kemudian menuju titik kumpul desa sebelum akhirnya menuju Balai Desa Cikole sebagai tempat pengungsian utama. Jalur evakuasi yang sudah dirumuskan kemudian dicetak dalam bentuk peta ukuran A3, dibagikan untuk setiap RW dan beberapa perwakilan masyarakat yang berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana
Analisis Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Makanan dan Minuman
Penelsitian ini ingin melihat sejauh mana rasio keuangan seperti CR, DER, ROE, dan TATO memengaruhi pertumbuhan laba perusahaan. Fokusnya pada 10 perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang tercatat di BEI, dipilih secara sengaja karena rutin merilis laporan keuangan dari 2021 sampai 2024. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa hanya ROE yang berdampak nyata terhadap pertumbuhan laba, sementara tiga rasio lainnya tidak memberi pengaruh signifikan
Monk Skin Tone Classification: RMSprop vs Adam Optimizer in MobileNetV2
The lack of accurate and accessible skin tone classification systems poses significant challenges in personalized fashion recommendations and inclusive technology development. This study aims to develop a skin tone classification system utilizing the Monk Skin Tone (MST) scale through the implementation of Convolutional Neural Network with MobileNetV2 architecture enhanced by transfer learning techniques. The MST scale encompasses ten distinct categories providing comprehensive representation of human skin color diversity. The methodology leverages efficient MobileNetV2 architecture suitable for web deployment, transfer learning to enhance accuracy despite limited training data, and strategic dataset balancing. A dataset of 1,729 facial photographs representing the complete MST spectrum was utilized. Preprocessing involved scaling images to 224×224 pixels, normalization, and augmentation through various transformations to address class imbalance challenges. The dataset was partitioned using a 70:15:15 ratio for training, validation, and testing respectively. The system was implemented as a web platform called SkinToneAI that enables users to upload facial images for skin tone analysis and receive personalized clothing color recommendations. Evaluation demonstrated classification accuracy of 97.83% on the test dataset with a loss value of 0.1166 when using Adam optimizer, while RMSprop optimizer achieved better performance with 98.26% accuracy and 0.0548 loss value. The implemented web application successfully translates technical capabilities into practical fashion assistance. The system provides users with customized apparel color suggestions based on their identified skin tone category, effectively connecting advanced AI technology with everyday fashion needs
Pemanfaatan TikTok sebagai Media Digital Marketing untuk Pemasaran Produk UMKM Desa Cingebul
Transformasi digital di sektor UMKM perdesaan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital marketing pelaku UMKM di Desa Cingebul melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan TikTok sebagai platform promosi. Metode pelaksanaan terdiri atas pemetaan kebutuhan, pelatihan teknis, praktik pembuatan konten, dan evaluasi performa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal kepercayaan diri peserta, keterampilan membuat konten, serta konsistensi dalam membangun citra produk secara digital. Selain itu, muncul pula individu yang berperan sebagai pemimpin lokal (local leader) dalam mendampingi UMKM lain, yang menjadi indikator awal terbentuknya ekosistem digital desa. Temuan ini menguatkan pentingnya pendekatan partisipatif dan kontekstual dalam penguatan literasi digital masyarakat perdesaan
PEKAN SEHAT MASYARAKAT TINDAKAN PREVENTIF PENYAKIT TIDAK MENULAR
Empat program prioritas utama dalam pembangunan kesehatan Indonesia adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi, stunting, pengendalian penyakit menular, dan pemberantasan penyakit tidak menular. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk mengawasi kesehatan masyarakat dan menemukan penyakit tidak menular yang mungkin muncul pada waktunya. Bersama dengan kepala desa, bidan, perawat, dan lima kader posyandu, sekelompok mahasiswa KKN berjumlah 22 orang melaksanakan pengabdian dengan metode praktik langsung. Kegiatan berlangsung, jumlah peserta yang hadir sekitar 65 orang, terdiri dari 30% lansia dan sisanya usia produktif. Hasil pemeriksaan menunjukkan 22 orang mengalami hipertensi, 13 orang diabetes, dan lainnya mengeluhkan nyeri kepala, perut, otot, serta pusing. Pemeriksaan gratis ini sangat membantu, terutama bagi orang tua karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemeriksaan medis rutin. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit. Pemeriksaan rutin membantu orang menjaga kesehatan mereka dan mencegah masalah di kemudian hari. Penelitian menunjukkan bahwa program ini meningkatkan upaya preventif dan promotif
Penerapan Algoritma Naive Bayes untuk Analisa Pengaruh Asisten Virtual Terhadap Efektivitas Pembelajaran Mahasiswa Teknik Informatika dalam Mata Kuliah Kecerdasan Buatan
Abstrak: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah menghadirkan berbagai inovasi dalam dunia pendidikan, salah satunya adalah penggunaan virtual asisten sebagai alat bantu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan virtual asisten terhadap pembelajaran mahasiswa Teknik Informatika dalam mata kuliah Kecerdasan Buatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi data menggunakan algoritma Naïve Bayes, yang memungkinkan analisis probabilistik terhadap faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pembelajaran dengan virtual asisten.Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 200 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang kemudian diolah dan diklasifikasikan menjadi tiga kategori efektivitas, yaitu Efektif, Cukup Efektif, dan Tidak Efektif.Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak RapidMiner dengan penerapan algoritma Naive Bayes. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 80,77%, dengan nilai precision dan recall tertinggi pada kelas Cukup Efektif. Hal ini menunjukkan bahwa model mampu mengenali pola persepsi mahasiswa dengan cukup baik, meskipun terdapat sedikit tumpang tindih antara kelas Efektif dan Cukup Efektif.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa algoritma Naive Bayes dapat digunakan secara efektif untuk menganalisis data persepsi berbasis survei dan memberikan gambaran yang objektif mengenai tingkat efektivitas Virtual Assistant dalam mendukung proses pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi institusi pendidikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi AI dalam kegiatan belajar mengajar.Kata Kunci – Naive Bayes; Virtual Assistant; Efektivitas Pembelajaran; RapidMiner; Kecerdasan Buata
Pengukuran Kinerja Algoritma K-Means dan Hierarchical Aglomerative Clustering Dalam Pengelompokan Perkara Dispensasi Kawin di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Makassar
Dispensasi kawin atau dispensasi nikah merupakan sebuah upaya bagi masyarakat yang ingin menikah, namun belum memenuhi persyaratan batas usia untuk menikah yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga perlu mengajukan proses dispensasi kawin ke Pengadilan Agama melalui proses persidangan. Melalui algoritma K-Means Clustering dan Hierarchical Aglomerative Clustering dilakukan klasterisasi terhadap data dispensasi kawin di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Makassar. Hasil Klasterisasi di evaluasi menggunakan metode Davies-Bouldin Index. Proses klasterisasi yang dilakukan pada data dispensasi kawin Pengadilan Tinggi Agama Makassar, dihasilkan jumlah klaster yang sama dari dua algoritma yang digunakan yakni 4 klaster. Nilai evaluasi terhadap klaster yang dihasilkan oleh dua algoritma yang digunakan, algortima K-Means menghasilkan nilai Davies-Bouldin Index 1,898 dan algoritma Hierarchical Aglomerative Clustering dihasilkan nilai Davies-Bouldin Index 1,906. Mengacu pada nilai evaluiasi Davies-Bouldin Index terhadap dua algoritma tersebut, dikatakan proses klasterisasi yang dihasilkan cukup baik.Kata Kunci: Dispensasi Kawin; K-Means Clustering; Hierarchical Aglomerative Clustering; Pengadilan Agama; Davies-Bouldin Inde