UBM Journal (Universitas Bunda Mulia Jakarta)
Not a member yet
2474 research outputs found
Sort by
THE INFLUENCE OF ESG PERFORMANCE, LIQUIDITY, CAPITAL STRUCTURE, AND CASH HOLDING ON CORPORATE FINANCIAL PERFORMANCE
Background: In recent years, the integration of Environmental, Social, and Governance (ESG) considerations has become increasingly important in corporate decision-making, as stakeholders demand greater transparency and accountability regarding corporate sustainability practices. Alongside ESG performance, internal financial factors such as liquidity, capital structure, and retained cash play a crucial role in determining a firm’s ability to maintain operational efficiency and enhance financial performance. However, empirical evidence on how ESG performance and these financial characteristics jointly affect both accounting-based and market-based performance remains inconclusive, particularly in emerging markets such as Indonesia.
Objective: This study aims to examine the effect of ESG performance, liquidity, capital structure, and cash holding on the financial performance of non-financial sector companies
Research Methods: The research employs a quantitative method using secondary data and a purposive sampling technique, resulting in a sample of 48 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Hypothesis testing was conducted using multiple linear regression analysis with SPSS 25.
Research Results: The results show that ESG performance has a significant positive effect on financial performance (measured by ROA and Tobin’s Q). Liquidity and capital structure have no significant effect on financial performance. Cash holding has a significant positive effect on ROA but does not significantly affect Tobin’s
Originality/Novelty of Research: This study examines the impact of ESG performance, liquidity, capital structure, and retained cash on financial performance, measured using two indicators: accounting performance proxied by Return on Assets (ROA) and market performance proxied by Tobin’s Q. The analysis compares non-financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) using data from 2021 to 2023
PENGARUH PSIKOLOGI MARKETING DAN DESTINASI WISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI OBJEK WISATA FARMHOUSE LEMBANG
This study aims to determine marketing psychology, tourist destinations and tourist satisfaction and to determine how much influence the choice of marketing psychology and tourist destinations has on tourist satisfaction at the Farmhouse Lembang tourist attraction. This research method uses quantitative methods. The population in the study were tourists visiting the Lembang farmhouse tourist attraction. The number of samples in the study was taken using simple random sampling technique. The research analysis method uses path analysis to analyze the research results. The results showed that marketing psychology, tourist destinations and tourist satisfaction at Farmhouse Lembang tourist attraction are included in the good enough category. There is an influence of both marketing psychology and tourist destinations where the effect of tourist destinations is greater on tourist satisfaction. The influence of marketing psychology and tourist destinations has enough effect on tourist satisfaction and the rest is the influence of other variables not examined in this study that affect tourist satisfaction
PENGARUH FLASH SALE NIGHT PADA GAME VALORANT TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF DENGAN MEDIASI EMOSI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fitur Flash Sale Night Market pada game Valorant terhadap pembelian impulsif, dengan emosi konsumen sebagai variabel mediasi. Valorant, sebagai salah satu game daring populer, memiliki fitur promosi terbatas waktu yang disebut Night Market. Fitur ini dapat memicu emosi tertentu yang mendorong pemain melakukan pembelian secara spontan tanpa perencanaan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 114 responden yang merupakan pemain Valorant di wilayah Jabodetabek. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert, dan data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flash Sale Night Market berpengaruh signifikan terhadap emosi konsumen, dan emosi konsumen secara signifikan memengaruhi pembelian impulsif. Namun, pengaruh langsung dari Flash Sale Night Market terhadap pembelian impulsif tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, pengaruh tidak langsung melalui mediasi emosi konsumen terbukti signifikan, menandakan bahwa emosi memainkan peran penting dalam menjembatani pengaruh promosi terhadap perilaku pembelian impulsif
PENGARUH INOVASI TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN BERSAING DAN PENGALAMAN PELANGGAN MENGINAP DI HOTEL
Penelitian ini mengkaji pengaruh inovasi teknologi terhadap keunggulan bersaing dan pengalaman pelanggan di industri perhotelan dapat membantu perusahaan perhotelan dalam memilih jenis teknologi yang paling sesuai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi perusahaan perhotelan dalam mengembangkan strategi pemasaran serta meningkatkan keunggulan bersaing dan pengalaman pelanggan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan industri perhotelan secara keseluruhan. Penelitian yang mengkaji pengaruh inovasi teknologi terhadap keunggulan bersaing dan pengalaman pelanggan di industri perhotelan dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi penggunaan teknologi dalam layanan hotel. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif ditambah dengan literature review dengan menggunakan sumber referensi dari berbagai jurnal ilmiah. Penelitian kualitatif merupakan langkah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan atau ucapan, serta perilaku orang yang diamati. Hasil penelitian membuktikan bahwa Inovasi Berbasis Teknologi menjadi faktor yang akan mendorong terciptanya pengalaman menginap di hotel Cinnamon Bandung baik secara langsung maupun tidak langsung dengan mediasi keunggulan bersaing, oleh karena itu hendaknya pihak hotel Cinnamon Bandung selalu memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan Inovasi Berbasis Teknologi serta keunggulan bersaing
Menakar Potensi Pasar E-Commerce: Pelajaran dari Kesuksesan dari Platform E-Commerce Alibaba
Perkembangan e-commerce global menuntut strategi inovatif untuk meraih kesuksesan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi kunci yang diterapkan Alibaba Group dalam mendominasi pasar domestik dan memperluas jangkauan internasionalnya, serta menarik relevansinya bagi pengembangan e-commerce di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengandalkan analisis data sekunder dari laporan tahunan, jurnal akademis, dan publikasi terpercaya. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pilar strategi utama yang mendorong kesuksesan Alibaba: (1) Inovasi pemasaran melalui penciptaan dan pengembangan festival belanja "Single's Day" (11.11) yang memanfaatkan diskon besar-besaran, konten kreatif, dan teknologi kecerdasan artifisial; (2) Ekspansi global yang agresif melalui strategi Mergers and Acquisitions (M&A), seperti pengambilalihan Lazada di Asia Tenggara, untuk penetrasi pasar yang cepat dan efektif; serta (3) Implementasi filosofi "Customers First" yang diwujudkan melalui kemudahan transaksi, dukungan komprehensif bagi merchant, dan jaminan kualitas layanan. Strategi-strategi ini sukses karena didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen Tiongkok yang melekat pada media sosial dan sangat responsif terhadap nilai serta promosi. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa kesuksesan Alibaba menawarkan pelajaran penting bagi pelaku e-commerce, khususnya di Indonesia, tentang pentingnya menciptakan inovasi pemasaran yang disruptif, melaksanakan ekspansi strategis yang terencana, dan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai inti dari semua operasional bisnis untuk membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan
EKSPLORASI KEUNIKAN PRODUK: UJI COBA PENGGUNAAN BAHAN DASAR JAMUR SEBAGAI SUBSTITUSI PATTY BURGER
Penelitian ini melakukan uji coba penggunaan jamur champignon dan jamur shiitake sebagai alternatif substitusi daging sapi pada patty burger. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan membandingkan karakteristik tekstur, warna, aroma, dan rasa patty burger berbahan dasar jamur dengan patty burger berbahan dasar daging sapi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan lima perlakuan variasi bahan. Pengujian dilakukan oleh 80 panelis terpilih yang memiliki kriteria pengalaman konsumsi dan preferensi spesifik terhadap produk burger berbasis jamur. Analisis data terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji statistik deskriptif, uji normalitas dan uji paired sample t-test. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formula F4 (75% jamur champignon : 25% jamur shiitake) memiliki karakteristik tekstur (p-value=0,072) dan rasa (p-value=0,219) yang paling mendekati kontrol (F6) karena tidak memiliki perbedaan signifikan (p-value>0,05). Sementara itu, aspek warna dan aroma terbaik ditemukan pada formula F3 (p-value>0,05). Pada uji hedonik, formula F4 unggul dalam aspek tekstur, aroma, dan rasa dengan tingkat kesukaan yang setara dengan kontrol (p-value>0,05). Secara keseluruhan, formula F4 merupakan komposisi substitusi terbaik yang mampu menyamai kualitas organoleptik dan tingkat penerimaan hedonik patty daging sapi
The Relationship Between Financial Leverage and ESG Disclosure on Greenwashing
Greenwashing has become a critical issue, as companies may project an environmentally responsible image through reports without reflecting it in real practices. This study examines how financial (leverage) and nonfinancial ( ESG disclosure) pressures influence such behavior. This study uses data obtained from the financial and sustainability reports of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021- 2023, then processed with linear regression analysis using SPSS version 27. The results showed that companies with high financial leverage tend to avoid greenwashing. This means that financial discipline and compliance can arise from creditor pressure. In contrast, ESG disclosure encourages greenwashing practices, which suggests that companies tend to use sustainability reporting as a symbolic means to maintain their legitimacy and image in front of the public. These findings provide new insights for agency and legitimacy theories, as well as important input for regulators and companies, so that the concept of sustainability is not just for image and formality
Pengaruh Strategi Konten Viral Marketing Terhadap Brand Awareness: Studi Kasus Raum Cafe
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi pemasaran digital dalam membangun brand awareness, khususnya di era media sosial yang mendominasi kehidupan konsumen. Raum Café di Jakarta menghadapi tantangan persaingan yang ketat dan harus memanfaatkan tren pemasaran terbaru untuk tetap menarik perhatian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi viral marketing dan konten visual terhadap peningkatan brand awareness pada konsumen Raum Café. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui survei daring kepada konsumen yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi viral marketing dan kualitas konten visual berpengaruh positif terhadap brand awareness. Temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku usaha dalam mengoptimalkan strategi pemasaran digital melalui konten visual yang menarik dan strategi viral marketing yang tepat. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan literatur pemasaran digital di industri kafe di Indonesia
IDENTIFIKASI PENYAKIT DAUN SELADA MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) BERBASIS EKSTRAKSI FITUR VISUAL
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering terhambat oleh serangan penyakit. Identifikasi manual oleh petani seringkali tidak akurat karena kemiripan gejala visual antar penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem identifikasi penyakit otomatis menggunakan Support Vector Machine (SVM) berbasis ekstraksi fitur visual. Penelitian berfokus pada klasifikasi empat kondisi daun selada: Sehat, Bercak Daun Cercospora, Tipburn, dan Etiolasi. Metodologi yang digunakan meliputi ekstraksi fitur warna dari ruang warna HSV dan fitur tekstur menggunakan Gray-Level Co-occurrence Matrix (GLCM). Efektivitas augmentasi data dan optimasi hyperparameter menggunakan Particle Swarm Optimization (PSO) juga dievaluasi melalui tiga skenario perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa augmentasi data secara signifikan meningkatkan akurasi model dari baseline 69,57% menjadi 92,28%. Optimasi lebih lanjut dengan PSO berhasil meningkatkan performa hingga mencapai akurasi final sebesar 93,63%. Model terbaik menunjukkan F1-Score yang seimbang di atas 0,91 untuk semua kelas, membuktikan bahwa kombinasi metode ekstraksi fitur HSV dan GLCM, augmentasi data, dan optimasi SVM menggunakan PSO merupakan pendekatan yang andal dan efektif untuk identifikasi penyakit daun selada, serta menawarkan alat bantu yang prospektif untuk pertanian presis
DETEKSI PENYAKIT TANAMAN MERICA MENGGUNAKAN ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) BERBASIS CITRA DAUN
Deteksi penyakit pada tanaman merica (Piper nigrum) sangat penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas panen, namun metode identifikasi manual oleh petani seringkali tidak efisien dan subjektif. Keterbatasan ini mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Convolutional Neural Network (CNN), untuk menciptakan sistem deteksi yang cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan arsitektur CNN MobileNetV2 untuk mengklasifikasi empat kondisi daun merica (sehat, busuk pangkal batang, penyakit kuning, dan bercak daun) serta mengevaluasi secara kuantitatif pengaruh teknik augmentasi data terhadap performa model. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan membandingkan dua skenario: Model A yang dilatih menggunakan 420 citra daun asli dan Model B yang dilatih dengan dataset yang sama namun diperbanyak melalui teknik augmentasi meliputi rotasi, flipping, dan penyesuaian kecerahan. Kedua model diuji menggunakan 60 citra data uji yang terpisah dan dievaluasi kinerjanya berdasarkan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kinerja yang signifikan, di mana Model B (dengan augmentasi) mencapai akurasi keseluruhan sebesar 93%, meningkat dari 88% yang dicapai oleh Model A (tanpa augmentasi). Analisis kurva pelatihan juga membuktikan bahwa augmentasi data efektif menekan overfitting dan meningkatkan kemampuan generalisasi model. Kesimpulannya, arsitektur MobileNetV2 terbukti efektif untuk deteksi penyakit daun merica, dan penerapan teknik augmentasi data merupakan strategi krusial yang secara substansial meningkatkan akurasi dan keandalan model. Implikasi dari temuan ini adalah terbukanya potensi pengembangan aplikasi deteksi penyakit berbasis smartphone yang praktis dan dapat diandalkan untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan perawatan tanaman yang lebih efektif