UBM Journal (Universitas Bunda Mulia Jakarta)
Not a member yet
2474 research outputs found
Sort by
Analisis, Perancangan Dan Desain Sistem Informasi Penjadwalan Mata Kuliah Pada Universitas ABC
Penyusunan jadwal kuliah merupakan sebuah elemen dari banyaknya elemen pendukung lainnya dalam sebuah kegiatan perkuliahan yang sukses. Tidak sedikit institusi perguruan tinggi yang masih menggunakan spreadsheet manual dalam pembuatan jadwal kuliah, masalah yang dapat terjadi pada penyusunan jadwal adalah konflik waktu dari dosen, penggunaan ruangan yang bentrok dan duplikasi data. Universitas ABC, khususnya pada fakultas IT mengalami permasalahan yang serupa pada proses pembuatan jadwal kuliah sehingga menyebabkan kurang optimalnya penyusunan jadwal dan memakan waktu yang lebih dari seharusnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis, merancang, dan membuat desain sistem informasi penjadwalan mata kuliah pada fakultas IT Universitas ABC. Metode yang akan digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) dengan tahapan perencanaan kebutuhan melalui wawancara dengan staf akademik, perancangan perilaku user dan bagaimana data disimpan, serta desain sistem dengan menggunakan wireframe. Perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML) dengan melibatkan Use Case Diagram untuk memodelkan perilaku user dan Entity Relationship Diagram sebagai bentuk visual tentang bagaimana data disimpan pada sistem. Perancangan sistem mencakup beberapa fitur seperti pengelolaan dosen, waktu dan ruangan, validasi konflik otomatis, pengaturan preferensi waktu dan ruangan bagi para dosen, serta fitur pengajuan untuk revisi jadwal yang telah ditentukan. Hasil rancangan menunjukkan potensi besar dalam peningkatan efisiensi proses pembuatan jadwal kuliah dengan user friendly interface dan proses yang terstruktur pada sistem informasi penyusunan jadwal mata kuliah
WACANA BERPENDAPAT ROCKY GERUNG DALAM PEREMPUAN BICARA TVONE
Peran media berfungsi sebagai penyalur informasi yang sepenuhnya tidak netral dalam memproduksi wacana dalam masyarakat. Dan informasi yang disampaikan membentuk realita yang tidak netral. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Teun A Van Dijk. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu primer dan sekunder. Data primer diambil dalam tayangan ulang di platform youtube TvOne program acara Perempuan Bicara episode “Dianggap Hina Jokowi, Rocky Terancam Masuk Bui”. Data sekunder diambil dari artikel, jurnal, berita, buku, tesis yang berkaitan dengan penelitian ini. Setelah data diolah menggunakan analisis wacana kritis Teun A Van Dijk, kemudian dianalisis menggunakan teori bahasa dan kuasa Bennedict Anderson dan ruang publik Jurgen Habermas. Peneliti menemukan dua wacana yang berkembang, yaitu pro dan kontra. Dalam wacana pro Rocky Gerung bahwa tidak masalah Rocky mengkritik pemerintah dengan kata-kata ‘bajingan tolol’ atau gaya satir karena parlemen gagal menjalankan fungsinya sebagai pengkritik pemerintah. Dalam wacana kontra Rocky Gerung bahwa Rocky melakukan kasar dalam berbahasa, kekerasan psikologi dalam komunikasi, bertanggung jawab dalam ucapan sehingga Rocky pantas dihukum karena menggunakan kata-kata ‘bajingan tolol’
INDONESIAN EFL STUDENTS’ USE OF TECHNOLOGIES FOR SELF-DIRECTED LEARNING IN ACCOMPLISHING ACADEMIC ENGLISH WRITING TASKS
This study examines the use of technology for self-directed learning in accomplishing English writing tasks by Indonesian EFL students. The study are guided by two research questions: 1) How did university students use technologies to accomplish their academic English writing tasks?; 2) How did the use of technologies support university students’ self-directed learning (SDL)?A mixed-method approach was adopted in investigating these issues. Data were collected using questionnaire and in-depth interviews. The participants were students from three universities in Banten, South Jakarta, and Central Java. There were 51 students who filled out the questionnaire and only 13 of them were willing to be interviewed. The findings revealed that the majority of students used online apps to assist them in the process of drafting and editing their English writing tasks. The data indicate that knowledge on these online apps and how to utilize them are able to maintain their SDL in accomplishing their writing tasks. Their SDL is mostly influenced by their drive to obtain academic achievement. The findings also show that trainings on some technical skills and knowledge on editing apps are needed to maximize the students’ use of technology for their SDL
Analysis of the Preservation of Chinese Culture in Tehyan Village Tangerang
Indonesia, known as the "Country of a Thousand Islands," boasts a diverse array of ethnicities. The presence of numerous ethnic groups has endowed the Indonesian nation with rich racial and cultural diversity. It's widely recognized that Chinese people have long inhabited Indonesia, bringing with them not only their culture but also influencing Indonesian language, customs, and religion. In the city of Tanggerang, there exists a strong Chinese cultural presence in a village known as "Tehyan Village." The primary aim of this village is to preserve Chinese culture. Therefore, the author seeks a deeper understanding of the preservation status of Chinese culture in this village and the strategies employed for this purpose. This research uses a mixed-method approach through surveys, interviews, and literature review to gather relevant data. The findings indicate that TEHYAN Village employs various strategies to preserve Chinese culture, including the use of social media platforms. Additionally, cultural artifacts such as the Tjong Tek Bio pagoda, Tehyan musical instruments, and Cokek Sipatmo dance are utilized as forms of cultural preservation. The village regularly celebrates Chinese cultural festivals such as the Spring Festival, Winter Solstice, Dragon Boat Festival, Lantern Festival, Qingming Festival, Double Ninth Festival, and Hungry Ghost Festival. Furthermore, performances of Tehyan musical instruments and Cokek Sipatmo dance are common in the village, most of the people who participated in the activities in this village were young people in the Tehyan village. Due to the active participation of Tehyan Village people in every event organized by the village, the preservation of Chinese culture in Tehyan Village can be considered robust
Pengaruh Dukungan Sosial Orang Tua terhadap Motivasi Siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti
AbstrakProses belajar merupakan sebuah proses yang tiada henti dan akan selalu melekat pada diri individu. Orang tua sebagai sumber dukungan sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari motivasi dalam membantu keberhasilan akademik siswa dan hendaknya ditanamkan sedini mungkin, sehingga orang tua dapat menjadi guru pertama dalam memaksimalkan proses belajar. Untuk menunjang motivasi yang baik di sekolah, siswa perlu mendapatkan dukungan sosial dari orang tua sehingga dapat membantu meningkatkan motivasinya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat apakah terdapat pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasi sebab-akibat. Jumlah sampel sebanyak 169 orang siswa kelas VII-IX di SMPN 3 Lembah Gumanti dengan teknik pengambilan sampel secara random berstrata proporsional. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala MSLQ (Motivated Strategies for Learning Questionnaire) yang dibuat oleh Pintrich dkk (1991) (α = .878) dan menggunakan skala dukungan sosial orang tua oleh Putri (2022) (α = .912). Hasil pada penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok (p < .05), semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi, begitu juga sebaliknya. Adapun nilai sumbangan efektif (R2) sebesar .049. dapat diartikan bahwa dukungan sosial orang tua memberikan pengaruh sebesar 4,9% terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti
PERSEPSI DAN MOTIVASI WISATAWAN PADA TINGKAT KUNJUNGAN MUSEUM KATEDRAL JAKARTA
Penelitian ini secara mendalam memeriksa persepsi dan motivasi pengunjung terhadap Museum Katedral Jakarta, dengan fokus pada penggunaan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan informan terpilih. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana persepsi dan motivasi ini mempengaruhi tingkat kunjungan ke museum tersebut. Melalui proses wawancara, ditemukan bahwa pengelolaan informasi di museum yang menghubungkan pengunjung dengan lingkungannya memainkan peran penting dalam membangkitkan minat dan keterlibatan pengunjung. Ini menunjukkan bahwa pengunjung merasa terhubung secara pribadi dengan nilai-nilai dan sejarah yang diwakili oleh Museum Katedral Jakarta. Motivasi untuk mengunjungi museum ini sering kali dipicu oleh keinginan untuk memperoleh pemahaman lebih dalam, kepuasan intelektual, atau rasa pencapaian dalam menjelajahi warisan budaya dan agama yang ditampilkan. Selain keindahan arsitektur bangunan, daya tarik Museum Katedral Jakarta terletak pada signifikansinya bagi umat Katolik di Indonesia. Sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di negara ini, museum ini menegaskan pentingnya toleransi dan harmoni di tengah keragaman budaya dan agama yang ada. Penelitian ini juga menyoroti bahwa Museum Katedral Jakarta bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat pendidikan dan refleksi bagi pengunjung tentang sejarah, seni, dan nilai-nilai yang membentuk identitas nasional dan religiusitas Indonesia. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa meningkatnya pemahaman dan apresiasi terhadap warisan budaya dan agama dapat mendorong kunjungan yang lebih berkelanjutan ke museum ini, menjadikannya sumber pengetahuan yang berharga bagi masyarakat luas.Kata Kunci: Motivasi, Persepsi, Wisata Heritage, Tingkat kunjun
Representasi Hegemoni Patriarki dalam Serial Bridgerton Season 1
Bridgerton adalah serial orisinal Netflix yang berlatar pada era Regency Inggris (1811-1820) dan menampilkan kehidupan sosial aristokrat yang penuh dengan aturan, simbol, dan norma budaya yang ketat. Di balik kisah pencarian jodoh yang menjadi fokus utama musim pertamanya, serial ini juga memuat representasi hegemoni, terutama dalam konteks relasi sosial berbasis gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tanda dan simbol dalam Bridgerton Season 1 merepresentasikan hegemoni patriarki. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, analisis dilakukan terhadap lima adegan kunci yang dipilih berdasarkan kekuatan representatif dan relevansinya terhadap struktur sosial patriarkal. Setiap adegan dianalisis melalui lima kode Barthes: hermeneutik, proairetik, semik, simbolik, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hegemoni patriarki dalam serial ini tidak ditampilkan melalui kekuasaan yang eksplisit atau koersif, melainkan hadir secara halus melalui estetika visual, konvensi budaya aristokrat, dan relasi interpersonal antar tokoh. Perempuan direpresentasikan sebagai objek visual dan komoditas sosial yang nilainya ditentukan oleh pandangan serta otoritas laki-laki. Melalui visual yang indah dan narasi yang emosional, Bridgerton secara tidak langsung melanggengkan mitos patriarki dalam bentuk yang telah dinormalisasi. Dengan demikian, serial ini menjadi contoh bagaimana media populer bekerja sebagai ruang representasi dan reproduksi ideologi dominan, termasuk hegemoni patriarki
Prenuptial agreements: Negotiating women's roles and changing how people think love, commitment, and relationships
The topic of Prenuptial Agreements in Television Series (TV Series) has emerged as a phenomenon reflecting a shift in the societal significance of marriage within popular culture. This study aimed to analyze this concept as a trend in popular culture and negotiation methods for women in Marriage with Benefits, broadcast on Viu, employing a qualitative methodology and utilizing Sara Mills’ Critical Discourse Analysis, which includes subject-object positions and viewer positioning. The findings demonstrated that women are frequently assigned subordinate roles: yet, instances of resistance and negotiation illustrate the fluidity of gender power dynamics. TV Series are a key part of popular culture that changes how people think, act, dress, and talk. In light of Baudrillard's concept of Simulacra, the representation of Prenuptial Agreements appears as a simulation of reality, depicting love and commitment in an exaggerated manner, divorced from its original meanings. This is new because it uses Baudrillard's ideas on Simulacra and Hyperreality to look at how marriage is shown in popular media and how media shape people's views about Prenuptial Agreements through fake andmediated images. In the context of hyperreality, Prenuptial Agreements depicted in television programs go beyond mere fiction: they actively influence societal perceptions of love, commitment, and relationships
Organizational Citizenship Behavior : Hubungan Work-life balance, Transformational leadership, Dan Organizational Justice Pada Event Organizer
This study aims to analyze the relationship between work-life balance, transformational leadership, and organizational justice on organizational citizenship behavior (OCB) in employees in the Event Organizer sector. The main focus of this study is to identify the key elements that influence OCB, as well as provide recommendations for executive office management to create a work environment that is fair, balanced, and supports positive behavior in a dynamic and stressful organization. A quantitative approach was used by distributing questionnaires via Google Forms to 150 respondents selected by simple random sampling. Data analysis was conducted using multiple linear regression through SPSS 30.0. The results show that work-life balance has a positive but insignificant effect on OCB. In contrast, transformational leadership shows a negative influence that is also insignificant. Meanwhile, organizational justice had a significant negative impact on OCB. These findings indicate that OCB behavior in the event organizer sector is more influenced by individual characteristics and workplace dynamics than formal rules or leadership styles. Therefore, management is advised to increase work flexibility, strengthen two-way communication, and build a transparent justice system to encourage employee loyalty and voluntary behavior
Pengaruh Penjualan Instagram Terhadap Minat Pembelian Mie Mu Warga ‘Aisyyiah Kota Padang
Media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi platform strategis dalam memasarkan produk makanan lokal. Mie Mu, sebagai produk UMKM, memanfaatkan Instagram untuk memperluas jangkauan pasar. Warga ‘Aisyiyah Kota Padang merupakan komunitas potensial yang aktif di media sosial, sehingga penting untuk mengkaji pengaruh penjualan melalui Instagram terhadap minat beli mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penjualan melalui Instagram terhadap minat pembelian Mie Mu di kalangan warga ‘Aisyiyah Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan melalui Instagram berpengaruh signifikan terhadap minat beli Mie Mu. Sebagian besar responden menyatakan bahwa visual produk, testimoni, dan promosi digital meningkatkan keinginan mereka untuk membeli. Interaksi melalui fitur komentar dan pesan langsung juga memperkuat kepercayaan terhadap produk. Sebanyak 78% responden mengaku tertarik membeli setelah melihat promosi di Instagram.Kesimpulannya, strategi pemasaran digital melalui Instagram terbukti efektif dalam menjangkau target konsumen dan meningkatkan minat beli, khususnya di kalangan warga ‘Aisyiyah Kota Padang