Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Analisis dan Perancangan Enterprise Architecture Direktorat Metrologi Pada Fungsi Perencanaan Dan Operasional Menggunakan Framework Togaf ADM

    Full text link
    Direktorat Metrologi merupakan salah satu instansi pemerintahan yang memiliki fokus memberikan pelayanan jasa pengukuran terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP). Dalam menjalankan tugas pokok yang tertera pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (PERMENDAGRI) nomor 8/M-DAG/PER/2/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Perdagangan, yaitu melaksanakan perumusan, pelaksanaan dan pengendalian kebijakan, penyusunan pedoman, norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaaluasi pelaksanaan kebijakan dibidang metrologi legal, Direktorat Metrologi memiliki kegiatan utama yang dijalankan yaitu pelayanan perizinan dan non perizinan untuk meningkatkan citra pasar tradisional melalui kebenaran hasil pengukuran. Kegiatan bisnis tersebut akan lebih mudah apabila didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam menyelaraskan strategi dari aspek bisnis dan teknologi informasi tersebut dibutuhkan perancangan enterprise architecture yang dibantu dengan metode TOGAF ADM framework sebagai panduan dalam pembuatan perancangan tersebut.  Pembuatan rancangan enterprise architecture ini terdiri dari beberapa fase yang harus dijalankan, antara lain preliminary phase, architecture vision phase, business architecture phase, information system phase, dan technology architecture phase. Dalam penelitian ini akan dibahas strategi bisnis dan strategi teknologi informasi pada fungsi perencanaan dan operasional Direktorat Metrologi. Hasil dari penelitian ini berupa blueprint dari arsitektur bisnis dan teknologi informasi saat ini serta usulan/rekomendasi dalam melaksanakan perbaikan terutama pada fungsi perencanaan dan operasional yang dapat dijadikan acuan dalam pembuatan perencanaan strategis sistem informasi pada Direktorat Metrologi. &nbsp

    PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE FUNGSI PEMASARAN DAN CRM PADA INDUSTRI PARIWISATA DI PERUM PERHUTANI UNIT III DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF

    Full text link
    Abstrak—Perum Perhutani Unit III merupakan salah satu penyedia sektor pariwisata alam yang mengelola sumberdaya hutan di kawasan Jawa Barat dan Banten. Perkembangan industri pariwisata menuntut Perum Perhutani Unit III untuk memilih strategi pemasaran terbaik dan mengelola hubungan dengan pelanggan untuk menghasilkan keunggulan wisata yang kompetitif. Oleh karena itu, Perum Perhutani Unit III membutuhkan perancangan enterprise architecture yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran dan manajemen hubungan pelanggan melalui pemanfaatan dan penyelarasan teknologi informasi. Perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF yang mempunyai beberapa fase, diantaranya preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, dan technology architecture. Hasil perancangan ini berupa model bisnis target dan artifak. Kata Kunci: Enterprise Architecture, TOGAF, Pariwisata, Perum Perhutani, Pemasaran, Manajemen Hubungan Pelanggan   Abstract—Perum Perhutani Unit III is one of the providers of natural tourism sector that manages forest resources in West Java and Banten. The development of tourism industry demands Perum Perhutani Unit III to choose the best marketing strategy and manage customer relationship to produce competitive tourism advantage. Therefore, Perum Perhutani Unit III requires the design of enterprise architecture that can improve the performance of marketing and customer relationship management through the utilization and alignment of information technology. The design of enterprise architecture use TOGAF framework that has several phases, including preliminary phase, architecture vision, architecture business, information system architecture, and technology architecture. The results of this design are target business models and artifacts. Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF, Tourism, Perum Perhutani, Marketing, Customer Relationship Managemen

    Perancangan Dan Penjadwalan Aktivitas Distribusi Household Product Menggunakan Metode Distribusi Requirement Planning (DRP) Di PT. XYZ Untuk Menyelaraskan Pengiriman Produk Ke Ritel

    Full text link
    PT XYZ merupakan perusahaan yang menjual produk rumah tangga yang memiliki tiga Distribution Centre (DC). DC mengirimkan produknya ke lima ritel yaitu ritel 1, ritel 2, ritel 3, ritel 4 dan ritel 5. PT XYZ dalam proses pendistribusiannya belum melakukan suatu perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi produk, sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukan dan kekurangan persediaan produk pada ritel. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan penjadwalan aktivitas distribusi dengan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP). DRP mengantisipasi kebutuhan mendatang dengan perencanaan pada setiap level dalam jaringan distribusi. Dengan metode DRP, dilakukan perencanaan distribusi terhadap permintaan produk oleh ritel kepada DC dengan menggunakan tabulasi DRP yang mempertimbangkan safety stock dan kapasitas armada pengiriman sehingga diperoleh penghematan biaya distribusi dan pengiriman produk yang optimal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah berkurangnya pengiriman produk yang melebihi atau kurang dari kebutuhan ritel yang dapat mengakibatkan penumpukan dan kekurangan persediaan produk. Dengan menggunakan metode DRP dapat diperoleh penghematan biaya pengiriman sebesar 21% atau sebesar Rp 50.475.991 selama periode Januari 2016-Desember 2016. Diharapkan dengan adanya perencanaan dan penjadwalan aktivitas distribusi ini, pemenuhan permintaan pelanggan akan menjadi optimal, kinerja penjualan meningkat dalam memenuhi order dengan tepat waktu dan tepat jumlah

    Best Practice Perancangan Fasilitas Bangunan Dan Data Center Layout Berdasarkan Tiering Level Standar TIA-942 Dengan Metode PPDIOO Di Pemerintah Kabupaten Bandung

    Full text link
    Dengan perkembangan dan penggunaan teknologi informasi yang semakin meningkat pada era ini, membuat suatu perusahaan harus bisa dengan cepat beradaptasi untuk penggunaan teknologi informasi dalam perkembangan bisnisnya. Salah satunya yaitu data center yang merupakan suatu komponen pendukung utama yang sangat penting, karena untuk mendukung proses bisnis yang optimal pada suatu perusahaan, data center dituntut harus memberikan layanan yang optimal juga. Pemerintah Kabupaten Bandung merupakan merupakan salah satu badan struktural pemerintah yang mengurus segala keperluan masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Rencana Jangka Panjang Pemerintah Kabupaten Bandung periode 2016-2020, akan dilakukan pengembangan ruang server menjadi data center. Oleh karena itu dibutuhkan perancangan data center terkait fasilitas bangunan dan layout berupa kebutuhan ruangan, sistem layout rak, dan sistem pengkabelan sebagai dasar untuk membantu dalam melakukan pengembangan yang mengacu pada standar TIA-942. Dalam perancangan fasilitas bangunan dan data center layout ini, digunakan metode PPDIOO Network Life-Cycle Approach dengan tiga tahapan awal, yaitu: prepare, plan, dan design. Metode ini dipilih karena cocok dalam hal perancangan awal infrastruktur, memiliki cycle pada tahapnya, dan terdapat tahap optimize untuk pengembangan jangka panjang. Hasil akhir dari penelitian ini berupa rancangan usulan fasilitas bangunan dan data center layout untuk Pemerintah Kabupaten Bandung meliputi kebutuhan ruangan, sistem layout rak, dan sistem pengkabelan yang sesuai dengan standar TIA-942

    Analisa Kapabilitas Proses untuk Proses Injeksi dan Blow Moulding

    Full text link
    Penelitian ini ingin menunjukkan penerapan metode Capability Process (Cpk) dan metode DMAIC untuk meningkatkan kualitas produk dari proses produksi perusahaan rigid packaging. Distribusi produk dilakukan dalam skala nasional dan memiliki reputasi produk yang dibuat dengan baik. Sebelum, pendistribusian produk akan diinspeksi oleh Departemen Quality Assurance. Produk dengan spesifikasi sesuai standar akan distribusikan kepada customer. Define, langkah pertama yang dilakukan menentukan permasalahan yang akan ditinjau. Permasalahan yang akan ditinjau adalan nilai Cpk dari proses produksi. Measure, langkah kedua dalam penelitian ini dengan melakukan pengukuran dimensi produk menggunakan caliper, kemudian akan dihitung untuk mendapatkan nilai Cpk. Analyze, langkah ketiga yang dilakukan dengan mendeskripsikan hasil nilai Cpk, nilai Cpk < 1 menunjukkan perbaikan perlu dilakukan. Perbaikan akan dilakukan menggunakan bantuan fishbone diagram. Improve, langkah terakhir dalam penelitian ini dengan memberikan usulan perbaikan. Usulan perbaikan adalah perbaikan cetakan, revisi spesifikasi, dan perbaikan proses

    Perancangan Kebijakan Persediaan Produk Fast Moving Consumer Good Dengan Metode Probabilistik Continuous Review (S,S) Dan Continuous Review (S,Q) Untuk Minimasi Biaya Total Inventori Di Distribution Center PT. MMM Bandung

    No full text
    Pengendalian persediaan terhadap barang di gudang sangat penting bagi perusahaan, khususnya PT MMM untuk memenuhi permintaan pasar. Apabila persediaan kurang maka akan menyebabkan terjadinya lost sale. Namun apabila persediaan berlebih dapat menyebabkan penumpukan persediaan (overstock) yang berakibat pada tingginya biaya total persediaan. Tingginya persediaan kategori produk food di gudang PT MMM dikarenakan pemesanan barang dalam jumlah besar dalam setiap pemesanan tanpa didasari oleh perhitungan yang baik. Pengelolaan persediaan yang efektif akan menurunkan biaya persediaan produk food. Penelitian ini merancang kebijakan persediaan dengan klasifikasi ABC untuk produk food yang dibagi atas kelas A, kelas B, dan Kelas C. Kelas A menggunakan metode Probabilistik Continuous Review (s,S), sedangkan kelas B dan C menggunakan metode Probabilistik Continuous Review (s,Q). Dengan kebijakan ini mampu mengasilkan penghematan total biaya inventori dengan Continuous Review (s,S) sebesar 63% dan penghematan total biaya inventori dengan Continuous Review (s,Q) sebesar 57%. Kedua total biaya inventori kondisi usulan tersebut lebih rendah dari total biaya inventori pada kondisi existing

    Penerapan Lean Manufacturing Untuk Meminimasi Waste Waiting Time Pada Proses Produksi Spring Guide XXX Di CV. Gradient

    Full text link
    CV. Gradient merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi plastik menggunakan mesin injection molding. Produk pada penelitian ini fokus pada produk spring guide dengan tipe XXX. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan kuesioner terdapat beberapa waste yang ditemukan dalam proses produksinya, salah satunya adalah waste yang menjadi fokus penelitian yaitu waste waiting time.  Metode untuk meminimasi waste tersebut adalah dengan menggunakan konsep lean manufacturing. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi dan wawancara untuk memperoleh data-data yang menunjang pemetaan proses produksi spring guide yang terjadi dengan menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) sehingga diketahui total waktu non-value added akibat waste waiting time adalah 7161.87 detik atau 57.8% dari lead time. Setelah itu, dilakukan analisis akar penyebab waste waiting time dengan menggunakan 5 whys dan fishbone diagram. Hasil dari analisis akar penyebab waste dapat digunakan untuk menentukan usulan rancangan yang akan dibuat berupa jadwal pemeliharaan mesin injection molding menggunakan preventive maintenance untuk mengurangi aktivitas non-value added. Pada kondisi yang akan datang, usulan rancangan dapat menghilangkan waktu menunggu dan waktu perbaikan yang menyebabkan waste waiting time. Berdasarkan future state total waktu non-value added dapat dikurangi menjadi 721.87 detik atau 12.12% dari lead time yang diperoleh dari penghilangan aktivitas menunggu dan aktivitas perbaikan

    Perancangan Hammer Pada Mesin Hammer Mill Menggunakan Metoda Discrete Element Modelling Untuk Meningkatkan Kehalusan Penggilingan Kulit Kopi

    Full text link
    Hammer mill merupakan alat pengecilan ukuran bahan karena adanya tumbukan yang terus menerus antara bahan yang dimasukkan dengan hammer yang berputar pada kecepatan tinggi.  Kinerja penggilingan hammer mill diteliti menggunakan discrete element modelling (DEM) melalui rancangan eksperimen simulasi sehingga lingkungan simulasi virtual untuk mendapatkan pemahaman mendasar mengenai pengaruh desain hammer terhadap perubahan hasil penggilingan. Model simulasi disusun berdasarkan sistematika design of experiment untuk mengetahui rancangan hammer yang memberikan nilai respon terbesar berdasarkan faktor yang paling signifikan. Simulasi yang dilakukan menghasilkan nilai energi yang hilang pada partikel kulit kopi saat terjadinya tabrakan dengan hammer yang menggambarkan terjadinya perpecahan partikel di dalam penggilingan.  Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan rancangan hammer yang baru atau perbaikan rancangan hammer sebelumnya agar dapat meningkatkan kehalusan penggilingan kulit kopi. Rancangan simulasi yang dijalankan menyimpulkan desain hammer dengan menambahkan ketebalan serta menambah mata pisau menghasilkan rata-rata nilai respon terbesar yaitu  826,88 J. Faktor menambah menambahkan ketebalan menjadi faktor yang paling signifikan terhadap perpecahan partikel kulit kopi dengan nilai pengaruh sebesar 356,41J

    Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Rekam Medis Rumah Sakit Dengan Pendekatan Togaf ADM

    Full text link
    I-HOSST (Integrated Hospital Information System) merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk membantu menunjang kinerja pada setiap unit rumah sakit dengan mengintegrasikan tidak hanya aplikasi, tetapi juga database pasa setiap aplikasi rumah sakit. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan aplikasi pada rumah sakit guna menunjang kinerja pada setiap unit, semakin banyak pula ragam dan jumlah aplikasi yang dibangun. Namun pembangunan aplikasi tersebut tidak diiringi dengan perencanaan yang matang sehingga seringkali pembangunan aplikasi tidak saling terintegrasi. Hal ini menyebabkan pemanfaatan dari aplikasi itu sendiri belum maksimal. Salah satu contohnya pada Fungsi Rekam Medis di prosedur registrasi terkadang mengalami kesalahan sehingga 1 pasien dapat memiliki data lama dan data baru. Untuk menanggulangi kejadian ini, diperlukannya sebuah perancangan sistem yang dapat mengatasi masalah dan mampu terhubung dengan aplikasi yang ada untuk menghindari duplikasi data dan berdampak terhadap keselarasan dengan aplikasi lainnya yang ada pada rumah sakit. Untuk menunjang keselarasan tersebut diperlukan Enterprise Architecture yang sesuai pada Fungsi Rekam Medis menggunakan pendekatan TOGAF ADM. Adapun tahapan yang dilakukan pada penelitian ini berupa fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities And Solutions dan Migration Planning. Hasil akhir penelitian berupa architecture blueprint yang dapat digunakan RS sebagai acuan pembangunan SI dan business value assessment

    The Development of Post-implementation Erp Model: It-business Partnership, Erp Maintenance and Support

    No full text
    Kesuksesan penggunaan sistem Enterpraise Resource Planning (ERP) telah banyak diteliti. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang meneliti lebih lanjut keterkaitan antara IT-Business Partnership, Maintenance and Support dalam mendukung realisasi manfaat dari penggunaan sistem ERP. Penelitian ini dikembangkan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor yang termasuk dalam IT-Business Partnership, terhadap kegiatan dalam Maintenance and Support, pada fase post-project ERP. [1] membagi kegiatan Maintenance and Support menjadi tiga; ERP user support, ERP changes, dan ERP software update. IT Business Partnership digambarkan sebagai hubungan antara IT dengan bisnis, yang tergambarkan dalam 4 relasi, yaitu; Management’s-IT Ownership, User’s-IT Ownership, IT Professional’s-Business Ownership dan juga IT Manager’s-Business ownership. Berdasarkan dari 116 sampel responden perusahaan yang diolah, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat manfaat/keuntungan dari penggunaan sistem ERP yaitu IT Manager’s – Business Ownership, IT Proffesional’s – Business Ownership, Management’s – IT Ownership, User’s – IT Ownership, mempengaruhi tingkat ERP Enable Business Change (Maintenance and Support) baik secara langsung ataupun tidak langsung

    219

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇