Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Strategi IT Dalam Human Resource Information System (HRIS) Untuk Mencapai Strategi Green IT
Companies not only need a strategy to implement the business process, companies also require IT strategy must be aligned with the business strategy. IT strategic planning can provide a clear picture of the future of the company, utilization of resources on the things that are important or quantitative in nature and can be understood by the environmental conditions that affect the company. a prestigious consultant believes the technology strategy developed at this time one of them is a green IT strategy. Green IT is seen as an innovation because there are many people who give new insights into the perception or green IT could affect the existing knowledge and experience in this case is associated with information systems and technology to become an IT strategy. Based on the above figures and tables, of each sub-system on HRIS, and aspects of green IT strategies are assessed, then the strategy aspect of the challenge (chalenges) is the largest sub-system of recruitment. Where is the part that the use of resources and information technology still requires energy and the amount is large and consistent with the hypothesis that in order to create green IT, the use of computer resources in an efficient way to improve the economic viability, social responsibility and environmental impacts can be realized by determining the right IT strategy (see table 1). while Human resource information system (HRIS) that can be created innovative by implementing green IT strategy. PT Pertamina (Persero) has implemented the system in improving the performance and reducing the cost and resources that are not needed. For example, excessive use of paper in the preparation of reports, information and workforce benefits
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Kesehatan Masyarakat Di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Dengan Menggunakan Framework Togaf Adm
Perkembangan bisnis dan teknologi yang seimbang akan mendukung organisasi/perusahaan untuk mencapai tujuan dengan maksimal. Untuk itu diperlukan enterprise architecture yang menjamin keselarasan antara strategi bisnis dan teknologi informasi perusahaan sehingga terintegrasi dengan kebutuhan bisnis serta mendapat dukungan TI perusahaan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mempunyai misi yaitu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan layanan-layanan yang mendukung aktivitas bisnis Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung salah satunya adalah layanan informasi masyarakat. Pendekatan yang dilakukan dalam merancang sistem untuk layanan rujukan dan informasi masyarakat yaitu menggunakan penerapan enterprise architecture. Enterprise architecture dapat menjadi metode untuk merancang solusi sistem dan teknologi informasi sesuai dengan arahan bisnis. Perancangan EA pada penelitian ini menggunakan framework TOGAF ADM. TOGAF ADM memiliki kerangka serta metodologi yang lengkap dan dapat mendukung seluruh proses pengembangan enterprise architecture
Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Enterprise Resource Planning Modul Purchasing (MM-PUR) Pada SAP Dengan Metode Asap Di PT. Unggul Jaya Sejahtera
PT. Unggul Jaya Sejahtera memproduksi batik printing (batik cetak), perusahaan mulai beroperasi di tahun 1983. Perusahaan yang mendesain, memproduksi, dan memasarkan sendiri produk-produknya. Permasalahan pada PT Unggul yaitu belum terintegrasinya semua aktivitas dalam proses pengadaan dalam suatu sistem sehingga diperlukan untuk pengembangan sebuah sistem yang mengintegrasikan semua aktivitas dalam proses pengadaan. Selain itu diperlukan juga sistem yang mengintegrasikan proses pengadaan dengan proses bisnis yang lain seperti gudang, penjualan dan distribusi. Pengembangan sistem terintegrasi yang dimaksud dalam hal ini adalah perlunya suatu sistem ERP khususnya pada modul pengadaan dan pergudangan
Perancangan Infrastruktur Jaringan Nirkabel Menggunakan Metodologi Network Development Life Cycle (NDLC) Di Yayasan Kesehatan (Yakes) Telkom Bandung
Yayasan Kesehatan (YAKES) Telkom merupakan instansi kesehatan yang memberikan layanan kesehatan kepada seluruh karyawan dan pensiunan Telkom beserta keluarga inti, yang telah menerapkan infrastruktur jaringan WAN untuk mendukung proses bisnisnya. Namun dalam penerapannya, infrastruktur jaringan WAN masih bersifat single link atau tidak terdapat redundancy link. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dibutuhkan perancangan desain jaringan sebagai backup link. Perancangan desain jaringan usulan berupa desain jaringan nirkabel, yaitu wireless outdoor menggunakan metodologi Network Development Life Cycle (NDLC) yang melalui tahap analisis, tahap desain, dan tahap simulasi prototyping. Tujuan perancangan desain jaringan nirkabel usulan adalah untuk melakukan optimasi terhadap desain infrastruktur jaringan WAN saat ini, sehingga jaringan dapat berjalan dengan optimal yang nantinya akan berdampak terhadap proses bisnis. Pengujian redundancy link topologi jaringan nirkabel usulan dapat menggunakan dua metode untuk merepresentasikan koneksi wireless, yaitu metode bridging dan metode routing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa redundancy link berhasil diterapkan pada topologi jaringan nirkabel usulan
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) Di Universitas Telkom Menggunakan Togaf ADM
Universitas Telkom merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah badan penyelenggara Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang memfokuskan program studinya di bidang “Information and Communications Technologies, Management and Creative Industries” dalam mengembangakan ilmu dan seni yang didasarkan pada teknologi informasi. Pada era globalisasi saat ini Universitas Telkom harus mampu menghadapi kemajuan sistem informasi dan teknologi informasi untuk bersaing dalam dunia pendidikan. Dalam meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan yang didukung dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, Universitas Telkom harus mampu menyelaraskan antara strategi bisnis dengan teknologi informasi, khususnya pada fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berfokus pada perencanaan, pengembangan, pelayanan, dan evaluasi SDM. Enterprise architecture merupakan metode yang dapat digunakan untuk menyelaraskan antara strategi bisnis dengan teknologi informasi. Dalam melakukan perancangan EA dibutuhkan sebuah framework arsitektur untuk mengembangkan lingkup pembahasan secara luas dari arsitektur-arsitektur yang berbeda meliputi bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Framework yang digunakan pada penelitian ini adalah TOGAF ADM yang terdiri dari 9 fase, namun fase-fase yang dilakukan untuk merancang enterprise architecture pada penelitian ini hanya 7 fase yaitu preliminary phase, architecture vision, business architecture, information system architecture, technology architecture, opportunities and solutions, serta migration planning. Dari penelitian ini akan dihasilkan output berupa blueprint dari rancangan enterprise architecture pada fungsi Sumber Daya Manusia (SDM). Enterprise Architecture yang diharapkan dapat mempermudah pencapaian tujuan strategis yang sesuai dengan Fungsi SDM di Universitas Telkom dalam hal peningkatan fungsi bisnis, sistem informasi, dan teknologi informasi yang digunakan
Studi Kelayakan Bisnis Konten Kreatif Di Kota Bandung (Studi Kasus: PT. Akses Nusa Karya Infratek)
Pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia dari tahun 2006 hingga 2009 tercatat 2,9 % per tahun dengan rata-rata pertumbuhan industri kreatif di Indonesia sebesar 6,5 % padahal rata-rata negara di ASEAN hanya 5 % (Pusat data Republika, 20 Januari 2012). Kota Bandung, sebagai tempat lahir dan tumbuhnya PT ANK Infratek, bahkan terpilih dalam 5 besar kota kreatif se-Asia. Hal tersebut berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh salah satu media di Singapura yakni Channel News Asia pada Desember 2011 lalu. (Detik Bandung, Februari 2012). Industri kreatif di Indonesia cukup signifikan berkontribusi pada PDB negara. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1.2. Sementara itu indikator pertumbuhan ekonomi kreatif dapat dilihat pada Tabel. Bahkan pada tahun 2014, industry kreatif tumbuh pesat di Indonesia dari target 10%, di akhir 2014 pertumbuhannya mencapai angka 12,2%. Industri Kreatif merupakan jenis bisnis baru yang belum pernah dilakukan di PT ANK Infratek dan PT PT ANK Infratek berencana ingin mengimplementasikan dan menjalankan bisnis ini. Oleh karena itu analisis kelayakan bisnis perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari bisnis industri kreatif ini jika ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, aspek keuangan kemudian dilakukan analisis sensitivitas. Berdasarkan analisis dari aspek-aspek tersebut dapat diperoleh kesimpulan mengenai tingkat kelayakan implementasi bisnis industri kreatif ini oleh PT ANK Infrate
Analisa Dan Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Produksi Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Menggunakan Framework Togaf ADM
Teknologi informasi (TI) telah menjadi salah satu strategi utama dalam mendukung perusahaan atau instansi untuk keberlangsungan proses-proses yang ada sehingga dapat mencapai tujuannya. Begitu pula dengan instansi pemerintahan yang perlu menyelaraskan antara strategi bisnis instansi dengan strategi TI yang sesuai dengan kebutuhan instansi. Instansi pemerintahan yang menjadi objek pada penelitian ini adalah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distan Provinsi Jawa Barat). Distan Provinsi Jawa Barat merupakan instansi pemerintahan yang mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan urusan pemerintah daerah bidang pertanian tanaman. Dalam menjalankan proses bisnisnya, instansi belum dapat mengoptimalkan keberadaan dan penggunaan TI untuk mendukung keberlangsungan proses bisnisnya. Hal tersebut berdampak pada pelayanan proses produksi tanaman pangan dan hortikultura yang tidak efektif dan efisien. Gejala permasalahan yang terjadi dikarenakan tidak terdapatnya suatu standar atau pedoman dalam menjalankan proses bisnis instansi dengan dukungan TI yang tepat. Dalam menjawab permasalahan tersebut, dibutuhkannya suatu pedoman dalam menyelenggarakan urusan bisnis sehingga dapat selaras dengan strategi TI. Metode yang digunakan yaitu perancangan suatu Enterprise Architecture (EA) dengan bantuan framework TOGAF (The Open Group Architecture Framework) yang didalamnya terdapat beberapa fase perancangan arsitektur. Salah satu komponen TOGAF yaitu TOGAF ADM (Architecture Development Method), menjadi metodologi dan sebagai lingkup dari perancangan EA pada instansi. Fase-fase perancangan EA yang terdapat pada TOGAF ADM antara lain yaitu fase preliminary, architecture vision, business architecture, information system architecture, technology architecture, opportunities and solutions, dan migration planning. Perancangan arsitektur yang menggunakan TOGAF ADM nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bisnis instansi. Keluaran atau hasil dari perancangan EA pada instansi Distan Provinsi Jawa Barat yaitu berupa artifak-artifak pada komponen TOGAF ADM mulai dari fase preliminary hingga migration planning, serta architecture roadmap sebagai rekomendasi penerapan dan pengembangan TI. Dengan adanya blueprint dari arsitektur tersebut, maka instansi dapat memiliki pedoman pelaksanaan proses bisnis dan penarikan keputusan dalam penerapan sistem informasi maupun teknologi yang akan digunakan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan instansi
Sistem Informasi Pengelolaan Penjualan Aplikasi Pada Perancangan Startup Notice Dengan Metode SCRUM
Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penjualan produk atau jasa wajib memiliki sebuah media promosi agar dapat menarik dan berinteraksi dengan pelanggan. PT Notice Technology merupakan sebuah startup yang menyediakan solusi bagi dunia pendidikan melalui produk aplikasi yang dikembangkan, yaitu notice monitoring system. Startup yang baru didirikan tersebut belum memiliki sarana atau media yang dapat menjembatani komunikasi dengan calon pelanggan. Proses penjualan aplikasi masih dilakukan secara door to door sehingga hal ini kurang efektif untuk menjangkau pelanggan yakni sekolah atau institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Selain itu juga proses pencatatan keuangan hanya dilakukan melalui Ms Excel dan belum terintegrasi dengan database. Oleh karena itu, permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana membangun suatu sistem informasi pengelolaan penjualan yang efektif dan solutif bagi perusahaan dan pelanggan. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah scrum. Metode ini dipilih karena mampu menyelesaikan proyek-proyek kompleks dengan pendekatan yg inovatif. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan SMS Gateway sebagai media informasi yang masih sering digunakan oleh semua kalangan. Dengan adanya sistem informasi pengelolaan penjualan diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat bagi penjual dan pembeli dalam berkomunikasi, sehingga dapat meningkatkan penjualan dan menjaga loyalitas pelanggan.
 
Penerapan Lean Manufacturing Untuk Meminimasi Waste Waiting Pada Proses Produksi Hanger Sample Di CV. ABC Offset
ABC Offset adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan dengan sistem make to order, dimana salah satu produk yang konsisten dipesan adalah hanger sample yang dipesan oleh perusahaan tekstil. Pada bulan Januari, Februari, Juni, Agustus, dan Oktober produksi tidak mencapai jumlah permintaan (73%, 80%, 92%, 71%, dan 50%). Hal tersebut disebabkan oleh permasalahan yang menghambat jalannya proses produksi. Melalui hasil observasi lapangan dan hasil pengolahan kuesioner, diketahui bahwa waste dominan yang terjadi pada proses pembuatan hanger sample adalah waste waiting dan waste inventory, dimana penelitian ini akan berfokus pada waste waiting. Upaya meminimasi waste waiting pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Penelitian diawali dengan melakukan pengumpulan data, seperti alur proses produksi, waktu siklus, kuesioner, data permintaan, data produksi, data jumlah operator, dan data jam kerja. Selanjutnya dilakukan pemetaan aliran proses eksisting dengan menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) current state. Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi akar penyebab waste waiting dengan menggunakan diagram fishbone, diagram pareto, dan 5 whys. Setelah diketahui akar penyebabnya, dibuat usulan perbaikan guna meminimasi waste waiting dimana bidang ilmu yang akan digunakan adalah perancangan tata letak fasilitas dan perancangan produk. Kemudian value stream mapping (VSM) future state dibuat untuk memetakan perbaikan yang akan diusulkan.