Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penerapan Knowledge Management (KM) Terhadap Kesuksesan Pengadaan Sistem Informasi: Pendekatan Kuantitatif
Alih daya (outsourcing) sistem informasi atau sering kali disebut sebagai pengadaan sistem informasi dapat diartikan sebagai pengalihan sebagian atau seluruhnya fungsi sistem informasi dari sebuah organisasi kepada penyedia layanan eksternal, untuk memperoleh keuntungan ekonomi, teknologi dan strategis. Namun mendapatkan keuntungan dari outsourcing sistem informasi bukanlah hal yang mudah; terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keseluruhan keuntungan dari outsourcing sistem informasi, sehingga suatu organisasi dapat dikatakan berhasil dalam outsourcing sistem informasinya. Di lain pihak, penerapan Knowledge Management (KM) diartikan sebagai sebuah proses dari Knowledge Management yang disebut siklus pengetahuan (knowledge cycle), dimana terdapat kegiatan pembuatan (creation), penyebaran (sharing), dan penggunaan (application) pengetahuan didalamnya. Pada kebanyakan organisasi, KM dianggap sebagai faktor utama untuk memperoleh dan mendukung keunggulan bersaing. Selanjutnya, pengetahuan juga dianggap sebagai faktor sangat penting dalam keberhasilan outsourcing sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara penerapan Knowledge Management (knowledge creation, knowledge sharing, dan knowledge application) pada keberhasilan outsourcing sistem informasi melalui faktor penentu pengadaan sistem informasi (kualitas komunikasi dan kualitas kerjasama). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 66 manajer proyek sistem informasi pada sektor telekomunikasi di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa knowledge application sebagai tahap akhir pada penerapan KM memberikan pengaruh signifikan terhadap kesuksesan outsourcing sistem informasi melalui kualitas komunikasi dan kualitas kerjasama. Pada akhirnya, menyediakan model penerapan knowledge management dapat digunakan sebagai salah satu panduan bagi organisasi dalam melakukan outsourcing sistem informasi untuk mencapai kesuksesan dan memperoleh keseluruhan keuntungan dari outsorcing sistem informasi tersebut
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Direktorat Metrologi Pada Fungsi Kepegawaian Dan Keuangan Menggunakan Framework Togaf ADM
Direktorat Metrologi merupakan instansi pemerintahan yang bergerak dibidang pelayanan masyarakat dalam melakukan pengujian alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). Dalam melaksanakan tugas pokok yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendagri) nomor 8/M-DAG/PER/2/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Perdagangan. Terdapat salah satu aktivitas utama yang dilakukan, yaitu program pasar tertib ukur yang bertujuan untuk meningkatkan citra pasar tradisional melalui kebenaran hasil pengukuran pada pelayanan perizinan dan non-perizinan. Hal ini dapat dicapai dengan adanya teknologi informasi yang digunakan Direktorat Metrologi melalui sistem informasi Pelayanan Satu Pintu (PSP) yang digunakan untuk pengelolaan data penerimaan layanan kemetrologian. Namun dalam sistem informasi yang ada saat ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pada aktivitas bisnis yang dilakukan, sehingga sebagian aktivitas harus dilakukan secara manual. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan menyelaraskan antara aspek bisnis dengan aspek teknologi informasi, maka dibuat perancangan enterprise architecture dengan metode TOGAF ADM framework. The Open Group Architecture Framework (TOGAF) terdiri dari beberapa fase yang dijadikan guidelines dalam melakukan perancangan enterprise architecture, yaitu preliminary phase, architecture vision, business architecture, information system architecture, dan technology architecture. Dalam penelitian ini akan dibahas strategi bisnis dan infrastruktur Direktorat Metrologi khususnya fungsi kepegawaian dan keuangan. Dengan menggunakan framework TOGAF ADM dapat menghasilkan architecture blueprint sebagai bahan untuk menyusun IT master plan Direktorat Metrologi
Proses Refarming Frekuensi 1800 Mhz Phase 1 Untuk Layanan 4g Long Term Evolution Dengan Metode Direct Dan Indirect (Step-Wise)
Pemerintah menjanjikan akan segera menyediakan aturan terkait penyediaan layanan 4G LTE (Long Term Evolution) di frekuensi 1800 Mhz. Sebelum aturan terkait tersebut dibuat, ada salah satu proses yang harus dilakukan, yaitu penataan alokasi frekuensi yang ditempati operator-operator telekomunikasi di frekuensi 1800 Mhz. Penataan ulang ini dilakukan agar operator bisa menempati blok pita frekuensi secara berurutan untuk dapat mengoptimalkan spektrum yang mereka miliki saat ini. Metode penataan ulang yang berkembang terpecah menjadi dua, yaitu direct dan indirect. Direct adalah skenario pemindahan kanal bertahap per wilayah dengan cara menggeser frekuensi serempak. Sementara indirect adalah pemindahan kanal bertahap per wilayah dengan cara menggeser frekuensi tetapi disediakan kanal kosong untuk transisi. Lebar pita di frekuensi 1800 Mhz secara keseluruhan adalah 75 MHz. XL memiliki 22,5 Mhz dalam 2 blok terpisah terpisah, Telkomsel memiliki total 22,5 MHz dengan 3 blok frekuensi yang terpisah, Indosat memiliki total 20 MHz dengan 2 blok frekuensi yang terpisah, dan Tri memiliki total 10 Mhz yang sudah bergabung. Proses realokasi ini perlu mekanisme perencanaan dan aturan yang jelas agar tidak menimbulkan terganggunya penyelenggaraan layanan telekomunikasi oleh operator terhadap pengguna dan menimbulkan resiko-resiko lainnya
Mobile Forensics Investigation Proses Investigasi Mobile Forensics Pada Smartphone Berbasis IOS
Abstrak — Ponsel merupakan salah satu teknologi yang sering digunakan oleh manusia dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan utamanya adalah orang yang menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bentuk komunikasi melalui udara dapat tujuan bervariasi, dari yang hanya berbicara tentang hal-hal sederhana sampai hal-hal yang serius, misalnya tentang pekerjaan dan kegiatan positif dan negatif. Ini bisa menjadi bentuk negatif dari percakapan tentang rencana untuk kejahatan seperti pembunuhan, perampokan, pemerasan, korupsi dan narkoba. Analisis forensik digital dan peneliti harus dapat mengantisipasi hal-hal ini, sehingga ketika ada bukti ponsel yang disita dari para pelaku dapat diperiksa dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip dasar forensik digital. Penelitian ini menggunakan DFIF (Digital Forensik Investigasi Framework) dalam penyelidikan perangkat smartphone dengan mencari bukti berupa percakapan digital melalui pesan teks. Hasil investigasi yang dilakukan dalam bentuk informasi untuk membuktikan bahwa pelaku tindak pidana, informasi tersebut kemudian disajikan dalam bentuk laporan forensik yang akan digunakan selama persidangan.
Kata kunci: Smartphone, Bukti Digital, Mobile Forensics, Investigas
Perancangan Enterprise Architecture Pada Fungsi Pengembangan Karier Menggunakan Togaf ADM (Studi Kasus Universitas Telkom)
Universitas Telkom atau yang biasa disebut Tel-U merupakan perguruan tinggi swasta yang bergerak dibidang teknologi informasi dan komunikasi, manajemen dan industri kreatif. Saat ini penyedia lulusan infokom berasal dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, termasuk Tel-U. Jumlah lulusan Tel-U sampai saat ini telah mencapai 25.856 orang sejak tahun 1990. Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa tingkat akhir dan lulusan, Tel-U didukung oleh Direktorat Pusat Pengembangan Karir yang berada dibawah koordinasi Wakil Rektor III bidang Admisi dan Pengembangan Karier. Peran teknologi informasi cukup penting dalam mendukung kegiatan yang berada pada Direktorat Pusat Pengembangan Karier. Untuk dapat memanfaatkan peran teknologi secara maksimal sehingga dapat selaras dengan bisnis yang dijalankan, maka diperlukan perancangan Enterprise Architecture yang sesuai pada fungsi bisnis pengembangan karier Tel-U.
Terdapat framework yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan perancangan Enterprise Architecture, yakni TOGAF ADM. Perancangan Enterprise Architecture yang dilakukan pada penelitian ini akan meliputi fase Preliminary, Architecture Vision, Business Architecture, Data Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions dan Migration Planning.
Hasil dari perancangan Enterprise Architecture ini berupa artefak-artefak TOGAF ADM dan rekomendasi pengembangan TI dalam bentuk IT Roadmap. Dari hasil perancangan yang telah dibuat diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan teknologi informasi pada Universitas Telkom khususnya pada fungsi pengembangan karier
Perancangan Sistem Otomasi Untuk Kartu Tekstil Jacquard Pada Mesin Punching Untuk Di PT Buana Intan Gemilang
Indonesia’s textile industry has been successfully being the fifth ranked textile product exporter country by contributed Gross Domestic Bruto (GDP) which is 9% in non-oil industry. As the rapid development of technology, its encouraging textile industry to be able to implement it into the production process, its automation system regarding can improve the productivity. PT. Buana Intan Gemilang is one of textile industry which manufactures greige, sajadah, and curtains fabric within various pattern. Increasing demand regarding pattern therefore company should intensify productivity of machine, operator, and system in order to produce pattern card called jacquard card in thousand amounts. The Problem statement which showed is the manufacturing process is still manual rely on recur the operator’s activities, inconsistent cycle time that occurs on incapacity production target. Automation system design on punching machine using a Programmable Logic Controller (PLC) as the primary controller with using User Requirement Spesification (URS) for providing the solution in designing automated system implemented to solve the problem. According to conducted research it can be conclude that, automation system design for jacquard on punching machine at PT.Buana Intan Gemilang has been accomplished and decrease the cycle time around 10 seconds/card. By using automation system on jacquard card production is expected to increase the production capacity and eliminate the workload of operator therefore offer benefit and productivity of company
Pengukuran Tingkat Pengenalan Pengguna Games Terhadap Muatan Budaya Indonesia Pada Mobile Game Berbasis Android (Studi Kasus: Dakon, Karapan Sapi Dan Temple Rush Prambanan)
Era informasi global menjadikan budaya asing dengan mudahnya masuk dan mempengaruhi kebiasaan dan kehidupan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda. Salah satu media yang banyak datang dan mempengaruhi budaya anak muda adalah media game berbasis android. Untuk mencegah dan mengimbangi gencarnya penetrasi budaya asing melalui mobile game ini, para developer game lokal membuat dan mengembangkan mobile games berbasis android yang di dalamnya sarat muatan budaya asli Indonesia, diantaranya game Dakon, Temple Rush: Prambanan, dan Karapan Sapi. Identitas budaya Indonesia sudah dihadirkan dalam elemen tekstual berupa narasi atau gameplay dan elemen non-tekxtual berupa karakter, background, suara, dan animasi. Para pembuat dan pengembang game bermuatan budaya Indonesia ini berharap pengguna games dapat mengenal dan mengetahui budaya lokal Indonesia yang terkandung di dalam game tersebut. Untuk mengetahui tingkat pengenalan para pengguna game tersebut terhadap budaya Indonesia yang ada dalam games, perlu dilakukan pengukuran. Tingkat pengenalan atau pengetahuan seseorang terhadap suatu objek dapat diukur dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengukuran dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan dalam bentuk angket tentang objek pengetahuan yang akan diukur. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan jumlah skor jawaban dengan skor yang diharapkan (tertinggi). Pengukuran dalam penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan angket kepada 30 responden penggunan game Dakon, Temple Rush Prambanan, dan Karapan Sapi untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka terhadap muatan budaya asli Indonesia yang ada di dalamnya. Hasil dari pengukuran menunjukkan tingkat pengenalan atau pengetahuan para pengguna game terhadap muatan budaya Indonesia pada ketiga mobile games berbasis android tersebut (Dakon, Temple Rush: Prambanan, dan Karapan Sapi) adalah sebesar 75,17% atau berada dalam kategori cukup
Analisis Dan Perancangan Power Management Data Center Berdasarkan Tiering Level Di Pemerintahan Kabupaten Bandung Menggunakan Standar TIA-942 Dengan Metode PPDIOO Life-Cycle Approach
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bandung bertanggung jawab terhadap layanan dibidang komunikasi dan informatika. Saat ini dinas tersebut telah memiliki data center yang berfungsi sebagai penyedia layanan di bidang komunikasi dan informatika bertempat pada gedung kantor DISKOMINFO. Berdasarkan rencana jangka panjang kedepannya data center tersebut akan dikembangkan baik secara infrastruktur, hardware, dan layanan yang diberikan. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah perencanaan yang baik terhadap seberapa besar daya yang akan digunakan kedepannya dan sistem kelistrikan yang sesuai. Dibutuhkan perancangan power management data center yang sesuai dengan kebutuhan daya pada data center tersebut. Rancangan ini menggunakan metode PPDIOO Life-Cycle Approach pada tiga tahapan awal yaitu prepare, plan, design dan sesuai dengan standar TIA-942. Penggunaan metode ini cocok dengan pengembangan data center Pemerintah Kabupaten Bandung yang berkelanjutan dengan adanya tahap optimize untuk pengembangan jangka panjang data center tersebut. Hasil akhir dari penelitian ini berupa guideline pengembangan data center sesuai standar TIA-942 yang terbagi kedalama tiering level, diketahui bahwa penggunaan daya pada tier 1 sebesar 82954 watt membutuhkan generator yang berukuran 110 kVA, pada tier 2 penggunaan daya sebesar 111079 watt membutuhkan generator yang berukuran 145 kVA, dan pada tier 3 penggunaan daya sebesar 136309 watt membutuhkan generator yang berukuran 175 kVA
Pengembangan Proses Bisnis Pengawasan Terintegrasi Rasio Konglomerasi Keuangan Studi Kasus: Instansi X, Jakarta
Dalam rangka membantu pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan terintegrasi melakukan penilaian atas kondisi suatu konglomerasi keuangan berdasarkan data dan informasi keuangan dari grup konglomerasi keuangan, rasio komparatif dan trend analisis salah satunya diperlukan pengembangan proses bisnis pengawasan terintegrasi Financial Conglomerate Ratio (FICOR). FICOR adalah suatu kumpulan data keuangan dan rasio-rasio. Sumber data FICOR adalah data keuangan yang terdapat pada 3 (tiga) sektor pengawasan (Perbankan, Pasar Modal dan IKNB). Saat ini informasi dan data keuangan konglomerasi keuangan di instansi X, masih tersebar pada masing-masing sektor, belum terintegrasi, serta belum terdapat sistem informasi yang membantu pelaksanaan pengawasan tersebut secara otomatis. Pengembangan proses bisnis ini merupakan kegiatan pemenuhan kebutuhan instansi dalam hal pengawasan terintegrasi rasio konglomerasi keuangan, yang harus terintegrasi dengan seluruh sektor yang berbeda, dapat diproses dengan cepat, tersedia, dan dapat diakses ketika dibutuhkan. Penelitian dilakukan terhadap proses bisnis yang sedang berjalan saat ini khusus dalam kegiatan pengawasan rasio konglomerasi finansial serta analisis terhadap kondisi infrastruktur IT, dan desain sistem informasi saat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan proses bisnis saat ini guna memenuhi kebutuhan pengawasan rasio konglomerasi keuangan yang terintegrasi. Metode pengembangan proses bisnis yang akan dilakukan adalah melakukan proses pengumpulan data melalui dokumen internal sebagai referensi untuk melakukan proses analisis, membuat pemetaan proses bisnis yang sedang berjalan serta merancang proses bisnis sesuai dengan yang dibutuhkan. Kegiatan pengembangan proses bisnis ini merupakan tahap awal untuk penelitian selanjutnya yaitu integrasi data dan pengembangan sistem informasi pengawasan terintegrasi rasio konglomerasi keuangan