Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Perancangan Aplikasi Pemantauan, Pengawasan Serta Pengelolaan Rumah Sakit Untuk Dinas Kesehatan Kota Bandung
Dalam upaya mencapai salah satu grand startegi Departemen Kesehatan RI tersebut Kementrian Kesehatan menetapkan aturan tentang sistem pelaporan rumah sakit dan puskesmas. Sistem pelaporan merupakan upaya pemerintah dalam mengumpulkan, mengelola dan menyajikan data rumah sakit dan puskesmas yang ada di daerahnya, baik dalam bentuk laporan ke dinas kesehatan provinsi maupun dalam bentuk pemetaan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam memantau kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa permasalahan pada sistem manajemen pelaporan yang diterapkan saat ini yaitu antara lain teknis pengumpulan data penyelenggaraan seluruh rumah sakit dan puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia, mengingat jumlah rumah sakit dan puskesmas yang sangat banyak serta lokasinya yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga terdapat masalah pada integrasi data antara dinas kesehatan dengan rumah sakit dan puskesmas yang dibawahinya, sehingga data yang didapat kurang akurat.
Pada penelitian ini dikembangkan sistem informasi pemantauan, pengawasan serta manajemen rumah sakit dan puskesmas yang akan meliputi antara lain fungsi input data secara online berdasarkan form-form data standar dari Kementrian Kesehatan, otomatisasi pengolahan data rumah sakit dan puskesmas, menyajikan pemetaan data dalam bentuk informasi berupa tabel dan grafik, dapat menghasilkan laporan sesuai dengan format dinas kesehatan provinsi, serta dapat memberikan informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
Usulan Perencanaan Kebijakan Persediaan Kategori Floor Tile Dengan Model P Dan Joint Replenishment Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan Pada Central Warehouse PT.XYZ Karawang
PT.XYZ Karawang merupakan distributor tunggal untuk produk-produk dari PT. ABC. Lokasi penyimpanan yang terletak di Karawang ini mendistribusikan banyak jenis keramik. Sebagai distributor tunggal, PT.XYZ harus mendistribusikan keramik baik ke 19 cabang di seluruh Indonesia maupun langsung ke end customer. Terdapat dua jenis keramik, yaitu floor tile dan wall tile.
Dalam menentukan kebijakan persediaan, PT.XYZ belum menggunakan perhitungan baku. Hal ini membuat PT.XYZ melakukan pembelian keramik berlebih sehingga menyebabkan overstock pada persediaan keramik. Kondisi ini membuat PT.XYZ harus menanggung tingginya biaya total persediaan di gudang.
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan usulan kebijakan persediaan keramik jenis floor tile 40x40 agar total biaya persediaan dapat diminimasi. Kebijakan persediaan yang diusulkan merupakan hasil perhitungan menggunakan metode joint replenishment dan Model P, dimana pemesanan keramik dilakukan secara bersamaan selama interval waktu tertentu. Hasil dari kebijakan ini berupan interval review, reorder point, maksimum inventori level maupun safety stock.
Hasil perhitungan kebijakan persediaan untuk floor tile 40x40 memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar 45.80% . atau sebesar Rp473.495.683. Dari hasil tersebut diperlukan pnerapan kebijakan keramik di PT.XYZ Karawang agar dapat menurunkan total biaya persediaa
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK KAOS PADA DOBUJACK INV. MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN (1-0) INSERTION INTRA ROUTE
Makalah ini membahas pemecahan permasalah pengiriman pada Dobujack Inv. Rute pengiriman kaos pada tiap pelanggan saat ini dilakukan oleh intuisi dari supir, maka dari itu efisiensi pengiriman tidak tercapai karena jarak serta waktu yang tidak pasti. Permasalahan penentuan rute tersebut termasuk dalam permasalahan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP tersebut adalah permasalahan penentuan rute pada pengiriman yang berpusat pada satu atau lebih depot dengan pelanggan yang tersebar serta permintaan yang berbeda-beda. Permasalahan VRP ini diselesaikan dengan menggunakan metode nearest neighbour pada awal pembentukan rute, selanjutnya di optimasi dengan menggunakan metode (1-0) Insertion Intra Route. Hasil penelitian ini menghasilkan tur dengan penghematan jarak dan waktu dalam melakukan pendistribusian untuk perusahaan
Optimasi Distribusi Semen PT. XYZ dengan Modifikasi Model Transportasi
Transportation plays an important role for the industry because the producers have an interest in getting their goods transported to the customer on time, at the exact spot and goods are in good condition. Sari et al (2013) have optimized the transportation problem on the cement distribution system of PT. XYZ. In those article, optimization is done by minimizing transportation costs using the initial fiscal solution with the Least Cost method and calculating the optimal solution with potential method. However, in that calculation, the distance factor between the warehouse and the distribution and transport capacity is not considered. In fact, in distributing a product, the mileage factor becomes important enough to be considered because it involves many things in its operation. Therefore, in this article, the cement distribution cost will be optimized by using modified model of the transportation model used in Sari et al (2013)
ANALISIS DAN PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE DIREKTORAT METROLOGI PADA FUNGSI LAYANAN PELANGGAN DAN PENGAWASAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ADM
Direktorat Metrologi merupakan dinas tingkat eselon II yang berada dibawah kementerian perdagangan. Direktorat Metrologi mempunyai tugas dalam pengelolaan bidang metrologi legal. Dalam melaksanakan tugasnya, Direktorat Metrologi menjalankan berbagai proses bisnis baik proses bisnis utama maupun pendukung. Kompleksitas proses bisnis yang dijalankan menjadi alasan dibutuhkannya teknologi informasi sebagai penunjang. Namun kebutuhan bisnis harus selaras dengan teknologi informasi yang digunakan. Enterprise architecture merupakan metode yang digunakan untuk menyelaraskan antara bisnis dengan teknologi informasi. TOGAF ADM digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan enterprise architecture. Domain pada TOGAF ADM yaitu business architecture, data architecture, application architecture, dan technology architecture. Penyusunan enterprise architecture berdasarkan aturan hukum yang berlaku, visi misi Direktorat Metrologi, dan rencana strategis yang dibuat oleh kementerian perdagangan. Perancangan dilakukan pada fungsi bisnis layanan pelanggan dan pengawasan Direktorat Metrologi. Dari perencanan enterprise architecture diperoleh gambaran teknlogi informasi yang akan diimplementasikan sesuai kebutuhan bisnis dalam upaya mencapai tujuan strategis
Model Penjadwalan Pada Batch Processor Tunggal Dengan Waktu Proses Yang Tidak Konstan Untuk Meminimasi Total Waktu Tinggal Aktual
Penjadwalan batch sudah didiskusikan di beberapa penelitian. Terdapat dua jenis penjadwalan batch yaitu job processor dan batch processor. Pada job processor, part diproses secara bergantian sampai semua part dalam satu batch selesai diproses, sedangkan pada batch processor part diproses bersama dalam satu waktu sehingga waktu untuk memproses batch besarnya sama dengan waktu untuk memproses satu part. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian ini waktu untuk memproses batch bukan hanya waktu untuk memproses satu part namun gabungan dari waktu yang diperlukan untuk memproses satu part dan waktu untuk memasang tools pada setiap part dalam satu batch. Penelitian ini merupakan tahap ke dua, setelah sebelumnya dikembangkan model yang sama namun untuk masalah single item dengan due date yang sama maka pada penelitian ini due date dari item berbeda – beda. Model penjadwalan untuk masalah multi due date diselesaikan dengan menganggap satu interval waktu yang merupakan selisih antar dua due date yang berurutan sebagai masalah common due date. Jumlah minimum batch yang terbentuk untuk setiap interval waktu ini adalah satu dan waktu minimal untuk memproses batch besarnya sama dengan waktu untuk memproses satu part ditambah dengan waktu yang diperlukan untuk memasang tools untuk seluruh part pada satu batch. Jika waktu pada interval waktu tidak cukup untuk memproses part yang diminta pada interval waktu tersebut maka part diproses pada interval waktu setelahnya. Model diuji dengan beberapa set data hipotetik. Variabel keputusan adalah jumlah batch dan ukuran batch untuk setiap interval waktu, dan urutan pengerjaan batch sehingga akan meminimasi total waktu tinggal aktual
Perancangan Sistem Enterprise Resource Planning Modul Payroll Berbasis ODOO 8 Dengan Metode Rapid Application Development Pada PT.XYZ
PT. XYZ merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang Manufaktur dan Distribusi Minuman. Hingga tahun 2016 PT. XYZ telah memiliki karyawan 550 orang yang terbagi-bagi berdasarkan kebutuhannya. Dengan jumlah karyawan yang selalu menaik setiap tahunnya PT. XYZ membutuhkan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik untuk meningkatkan kinerja karyawan. Salah satu faktor kenaikan kinerja karyawan yaitu dengan adanya penggajian. Proses penggajian PT. XYZ dilakukan satu bulan sekali dengan pemberian gaji yang berbeda setiap karyawan sesuai dengan gaji dan intensif yang di dapat. Adapun pencatatan penggajian menggunakan komponen gaji pokok, bonus, dan potongan. Terdapat permasalahan proses penggajian pada PT. XYZ diantaranya adanya komponen yang salah terinputkan dan berakibat pada perhitungan pengajian yang salah dan menyebabkan pembagian gaji yang terlambat.
Untuk menyikapi hal tersebut, sistem Enterprise Resource Planning (ERP) menjadi solusi untuk proses penggajian pada PT.XYZ. Dengan penggunaan ERP memungkinkan perusahaan terintegrasi dengan satu database yang memudahkan perusahaan dalam berbagi data. ERP. Salah satu software ERP yang dapat digunakan untuk mendukung proses penggajian yaitu Odoo 8. Odoo merupakan software ERP yang bersifat open source, dapat di kustomisasi sesuai dengan kebutuhan user & proses bisnis dari perusahaan yang menerapkan Odoo.
Perancangan sistem ERP untuk PT.XYZ menggunakan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD) dimana metode ini memiliki kelebihan diantaranya yaitu menghemat waktu dan biaya selama penelitian.
Dengan adanya perancangan sistem ERP untuk proses penggajian pada PT.XYZ diharapkan dapat memberikan dampak kemajuan perusahaan dalam mendukung proses penggajian dengan tepat, cepat, dan efesien sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta adanya laporan penggajian yang detai
Optimalisasi Ruang Penyimpanan Gudang Barang Jadi PT. XYZ Dengan Penerapan Racking System Untuk Meningkatkan Kapasitas Gudang Menggunakan Algoritma Dynamic Programming
PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri elektronika dan prasarana. PT. XYZ memiliki sebuah gudang yang menyimpan produk solar modul. Gudang tersebut mengalami overcapacity yang menyebabkan gudang tidak dapat menampung barang yang akan masuk ke gudang karena penuhnya ruang penyimpanan. Hal tersebut disebabkan oleh sistem penyimpanan di gudang masih menggunakan floor stake dengan 1 level dan media penyimpanan palet yang berukuran (1.7m x 1.1m) yang memiliki batas maksimum penumpukan 10 tumpukan karton. Sementara itu, tinggi gudang yang digunakan saat ini hanya 1.19m padahal tinggi bersih gudang yang dapat digunakan adalah 6m. Hal tersebut membuat utilisasi gudang saat ini secara volumetric sangat rendah yaitu sebesar 18%.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan utilisasi gudang barang jadi PT.XYZ. Permasalahan diselesaikan dengan menggunakan algoritma dynamic programming dengan cara mengkombinasikan antara rak selective dan non-selective (drive-in) untuk memaksimalkan jumlah lane untuk masing-masing rak untuk dapat memenuhi kebutuhan storage area pada gudang. Hasil dari penelitan ini adalah meningkatnya kapasitas gudang PT. XYZ dari kondisi eksisting yang memiliki kapasitas 156 palet posisi meningkat menjadi 492 palet posisi pada kondisi usulan
Perancangan Aplikasi Pengelolaan Dokumen Dan Simulasi Penilaian Akreditasi Di Prodi S1 Sistem Informasi Universitas Telkom
Program Studi (prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Telkom secara berkala melakukan proses persiapan akreditasi program studi untuk persiapan evaluasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Proses persiapan akreditasi yang dilakukan oleh prodi SI saat ini kurang lebih masih sama dengan apa yang dilakukan oleh prodi-prodi lain di Indonesia, yaitu mulai dari pembentukan tim persiapan akreditasi, pengumpulan dokumen-dokumen terkait akreditasi yang tersebar pada unit- unit di Universitas, serta simulasi penilaian yang dilakukan dengan menginput komponen penilaian satu persatu kedalam aplikasi pengolah data yang umum digunakan di Indonesia yaitu Microsoft Excel. Karena proses pengumpulan dan pengolahan data ini dilakukan hanya menjelang saat akreditasi, kondisi ini menyebabkan proses pengumpulan data maupun dokumen menjadi sulit dan membutuhkan sumber daya yang banyak baik dari sisi tenaga, waktu dan biaya.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada saat akreditasi, pada penelitian ini dibuat aplikasi pengelolaan dokumen dan penilaian akreditasi. Untuk tahap awal, aplikasi dibuat dalam ruang lingkup Borang Akreditasi Standar 5 yang membahas mengenai kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. Bagian ini dipilih karena meliputi banyak dokumen dan penilaian komponen akreditasi sehingga apabila berhasil dapat diterapkan untuk akreditasi secara keseluruhan. Aplikasi dibuat untuk pengelolaan tim akreditasi, pengelolaan dokumen sampai menghasilkan laporan Borang serta melakukan simulasi penilaian akreditasi. Metode yang digunakan pada perancangan sistem menggunakan metode waterfall karena kebutuhan sistem dianggap sudah jelas.
Dari hasil perancangan aplikasi yang dilakukan pada penelitian ini diperoleh peningkatan efisiensi sebesar 54% yang didapat dari jumlah aktivitas dari proses bisnis akreditasi standar 5 yang menggunakan aplikasi dibagi dengan jumlah total aktivitas. Selain peningkatan efisiensi, dengan menggunakan aplikasi ini dicapai peningkatan efektivitas sebesar 34% yang didapat dari jumlah penilaian otomatis yang dilakukan oleh sistem dibagi dengan jumlah seluruh penilaian komponen akreditasi standar 5
Perancangan Infrastruktur LAN Pada Yayasan Kesehatan (Yakes) Telkom Bandung Dengan Model Cisco Three Layer Hierarchical Menggunakan Metodologi Network Development Life Cycle (NDLC)
Yayasan Kesehatan Telkom merupakan organisasi pengelola layanan kesehatan di bawah perusahaan Telekomunikasi Indonesia dan membutuhkan infrastruktur jaringan LAN yang memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan. Cisco Three-Layer Hierarchical Model merupakan konsep yang dapat diterapkan dalam merancang infrastruktur jaringan LAN dengan membagi fungsi setiap perangkat jaringan berdasarkan lapisan core, distribution dan access. Network Development Life Cycle (NDLC) digunakan sebagai metode dalam perancangan infrastruktur jaringan LAN karena sifatnya yang berulang dan berkelanjutan untuk pengembangan infrastruktur jaringan suatu organisasi. Tahapan NDLC yang digunakan yaitu tahap Analysis, Design dan Simulation Prototyping. Perancangan infrastruktur jaringan tersebut akan disimulasikan dengan simulator GNS3. Hasil perancangan tersebut diuji dengan pengukuran Quality of Service (QoS) dengan parameter throughput, delay dan packet loss yang dianalisis dengan menggunakan wireshark. Penelitian ini menghasilkan rancangan infrastruktur jaringan LAN Yakes Telkom Bandung untuk memenuhi kebutuhan pengguna jaringan LAN dalam melakukan aktivitas proses bisnis dengan menerapkan redundant link dan QoS yang menghasilkan nilai delay, throughput dan packet loss yang baik sesuai standar ITU-T (The International Telecommunication Union-Telecommunication). Manajemen bandwidth diterapkan sesuai kebutuhan pengguna dan rancangan desain infrastruktur jaringan sesuai perkembangan teknologi informasi saat ini