Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
MEMBANGUN APLIKASI KEMAHASISWAAN BERBASIS WEB MODUL PENGELOLAAN KEGIATAN HIMPUNAN PADA SISI HIMPUNAN MENGGUNAKAN METODE ITERATIVE AND INCREMENTAL
Pengelolaan kegiatan himpunan yang dulunya masih menggunakan cara manual, yaitu melakukan pengajuan kegiatannya dengan menyerahkan berkas proposal pengajuan untuk meminta persetujuan. Kemudian harus mendapatkan persetujuan dari beberapa pihak terkait yang juga memakan waktu lumayan lama yang menjadikan hal tersebut tidak efektif. Hal yang tidak efisien saat proses pengajuan tersebut adalah pada saat himpunan harus melakukan print ulang saat himpunan menerima pemberitahuan bahwa ada yang harus direvisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web untuk pengelolaan kegiatan himpunan difokuskan pada sisi himpunan khusus untuk pengajuan proposal kegiatan sampai laporan pertanggung jawaban (LPJ) kegiatan menjadi terpusat yang berada di Google Drive. Untuk pengembangan aplikasi FAIRSHIP digunakan metodologi Iterative and Incremental yang dibuat ada 3 increment dengan melibatkan analisis, perancangan, coding, integrasi, pengujian, dan meninjau kekurangan secara bertahap. Aplikasi web itu sendiri dibangun dengan menggunakan konsep Model View Controller (MVC) yang memanfaatkan bahasa pemrograman PHP dengan CodeIgniter framework dan database MySQL. Dengan menggunakan aplikasi ini, himpunan tidak hanya dengan mudah untuk melakukan proses pengajuan proposal sampai kegiatan yang diajukan berhasil diselenggarakan. Pengujian yang dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan metode Black Box pada sudut pandang teknikal dan User Acceptance Test (UAT) pada sudut pandang strategis. Hasil pada pengujian Black Box menunjukkan bahwa secara keseluruhan aplikasi dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan dari user. Sementara itu, hasil skor UAT menunjukkan angka 85,23% yang berarti aplikasi dapat diterima dengan sangat baik oleh user. Secara keseluruhan, hasil yang dihasilkan dari kedua pengujian tesrsebut sudah cukup positif yang berarti bahwa fitur dalam aplikasi FAIRSHIP yang dikembangkan dapat diterapkan.  
PERANCANGAN E-BUSINESS DI CV. TRIMATRA UNGGUL SADAYA MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DAN E-SERVQUAL
Dalam era teknologi informasi seperti saat ini, hampir seluruh kegiatan transaksi dapat dikerjakan secara otomatis dan elektronik. Perkembangan teknologi menuntut agar sebuah usaha untuk memiliki akses data dan transaksi yang cepat dan tepat agar dapat bersaing. Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun dibidang usaha Digital Printing, CV. Trimatra Unggul Sadaya telah mampu melayani berbagai macam pekerjaan di bidang percetakan, namun dengan pasar yang terus tumbuh juga dengan banyaknya pesaing di lini yang sama, CV. Trimatra Unggul Sadaya harus mampu mempertahankan eksistensinya di bisnis percetakan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan inovasi yaitu dengan menambahkan layanan online printing dan mulai berpindah dari bisnis konvensional menjadi e-Business. Pada perancangan e-Business ini penulis menggunakan kuesioner untuk mengetahui keinginan konsumen dan metode QFD untuk mengetahui rincian fitur apa saja yang diinginkan konsumen di dalam web online printing. Untuk mengolah data kuesioner dan uji validitas digunakan software Microsoft Excel. Dalam menentukan parameter pada QFD digunakan dimensi e-Service Quality yang sebelumnya telah di dapat dari kuesioner. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hasil bahwa karakteristik teknis yang menjadi prioritas utama dari konsumen untuk fitur web online printing adalah “kesesuaian informasi”
KEEFEKTIFAN ONLINE KNOWLEDGE SHARING BEHAVIOR (STUDI KASUS: BLENDED LEARNING ITB)
Penerapan blended learning dapat mengintegrasikan manfaat yang diperoleh dari knowledge management dan e-learning. Pendekatan dengan mengombinasikan interaksi tatap muka dan interaksi online ini idealnya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Salah satu tantangan dalam penerapan blended learning adalah pelaksanaan online knowledge sharing yang konsisten dan berkesinambungan. Penelitian ini berupaya untuk menemukan cara meningkatkan keefektifan Online Knowledge Sharing Behavior (OKSB). Model OKSB pada penelitian ini mengintegrasikan model Knowledge Sharing Behavior dari Chen dkk. (2009) yang berbasis pada Theory of Planned Behavior dengan model Ma dan Yuen (2010) yang berbasis pada teori pengembangan dan pemeliharaan hubungan sosial. Penelitian ini memandang OKSB dipengaruhi oleh faktor intention, self-efficacy, social interaction, serta faktor kepuasan teknologi. Uji empiris dilakukan dengan melibatkan 110 orang mahasiswa peserta kelas blended learning ITB. Pengolahan data dengan menggunakan metode PLS menunjukkan bahwa social interaction yang terdiri dari perceived online attachment motivation dan perceived online relationship commitment menjadi faktor yang paling mempengaruhi OKSB. Namun, penelitian ini tidak mampu membuktikan bahwa knowledge sharing intention memengaruhi OKSB
PERANCANGAN ALOKASI PENYIMPANAN DI GUDANG BAHAN BAKU PADA DIVISI ALAT PERKERETAAPIAN PT PINDAD (PERSERO) UNTUK MENGURANGI WAKTU DELAY MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALISIS FSN DAN CLASS BASED STORAGE POLICY
PT Pindad merupakan perusahaan manufaktur di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi produk militer dan produk komersial. PT Pindad memiliki beberapa gudang, salah satunya adalah gudang Divisi Alat Perkeretaapian yang menyimpan berbagai bahan baku untuk memproduksi produk air brake system. Delay terjadi aktivitas storing dan picking, hal ini disebabkan karena adanya proses searching. Penempatan produk secara random oleh operator, menyebabkan alokasi penyimpanan SKU pada tempat penyimpanan tidak tertata rapi dan teratur. Langkah awal yang dilakukan adalah memetakan seluruh proses bisnis dan aktivitas yang terdapat pada gudang Divisi Alat Perkeretaapian PT Pindad dengan menggunakan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM) sehingga didapatkan waktu proses dan value dari masing-masing aktivitas. Untuk itu dilakukan alokasi penyimpanan produk agar mengurangi waktu non value added dengan pengklasifikasian menggunakan analisis FSN, kemudian dilakukan slotting dan zonafikasi untuk menentukan area penempatan barang untuk-untuk masing-masing SKU berdasarkan klasifikasi. Setelah dilakukan pengklasifikasian, slotting dan zonafikasi, maka langkah selanjutnya adalah merancang future state map perancangan usulan, sehingga didapatkan disimpulkan waktu delay menurun 22% dari total waktu keseluruhan waktu proses yaitu 846,26 detik atau 14,10 menit, dan penurunan persentase non value added sebesar 17%
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENANGANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN
PEMDA (Pemerintah Daerah) diharapkan memiliki Perda bangunan gedung yang mengatur tentang penataan bangunan dan lingkungan. Pada kenyataannya pembangunan bangunan masih banyak yang dibangun tanpa dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), selain itu masih banyak bangunan yang dibangun tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan yang menyebabkan rawan banjir, longsor, kumuh dan rawan kriminalitas. Penelitian ini merupakan perancangan aplikasi yang dapat mempermudah pemerintah dalam mengontrol bangunan yang mmiliki IMB. Aplikasi ini berisikan data bangunan, tata ruang, penggunaan lahan, dan fungsionalitas bangunan. Dari sistem ini akan ditampilkan informasi bangunan beserta kriteria atau fungsionalitas bangunan yang sesuai dengan IMB-nya. Fungsi lain dari aplikasi sistem informasi geografis (SIG) sebagai salah satu pendukung pengambilan keputusan perizinan pengajuan pembuatan IMB. Selain itu juga dapat digunakan untuk pendokumentasian data kepemilikan IMB menadi satu data base
PENGUJIAN DAN PERBAIKAN DESAIN MATERIAL HANDLING EQUIPMENT BUNCIS DI PT ABOFARM UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA MENGGUNAKAN METODE PENGEMBANGAN PRODUK ULRICH EPPINGER
Perancangan material handling equipment yang ergonomi merupakan salah satu cara untuk mengatasi musculoskeletal disorders (MSDs). Hasil implementasi desain material handling equipment menunjukkan beberapa masalah antara lain tingkat keberasilan operator dalam menggunakan alat 57%, jumlah kesalahan penggunaan alat yang besar, terdapat keluhan operator terkait teknis alat, Hal tersebut menunjukkan perlu perbaikan pada desain produk. Pada penelitian ini perbaikan desain menggunakan metode pengembangan produk Ulrich Eppinger. Selanjutnya dilakukan pengujian hasil perbaikan dengan menggunakan usability testing dan fisiologi kerja, sehingga diperoleh perbandingan antara prototype material handling equipement improvement 1 dan prototype material handling equipment improvement 2 berdasarkan aspek usability produk dan ergonomi fisiologi kerja. Hasil penelitian ini adalah prototype material handling equipment yang mudah digunakan, efektif, efisien dan memuaskan pengguna. Berdasarkan analisis usability testing dan fisiologi kerja diperoleh hasil prototype material handling equipment improvement 2 memiliki waktu kerja, tingkat keberhasilan penggunaan alat, jumlah kesalahan penggunaan alat, keluhan pengguna terkait teknis alat yang lebih sedikit dibandingkan prototype material handling equipment improvement 1. Dari hasil usability questionare diperoleh rata-rata tanggapan penguna terhadap aspek learability 4.19, aspek efficiency 4.84, aspek memorability 4.61, aspek error 4.6, aspek satisfaction 5,03 dari skala likert 1-5. Selain itu berdasarkan analisis pengaruh alat terhadap fisiologi kerja operator terdapat penurunan persentase cardiovascular load kondisi exsisting 32% menjadi 20% pada kondisi menggunakan prototype material handling equipment improvement 2. Hal tersebut menunjukkan pototype material handling equipment improvement 2 dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja operator
PENERAPAN ERP MODUL WAREHOUSE MANAGEMENT PADA WAROENK LAUNDRY DENGAN METODE SPIRAL
ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan sebuah konsep integrasi data dan informasi serta proses bisnis yang mengatur sumber daya internal dan eksternal dari sebuah perusahaan. Konsep ERP banyak dikembangkan ke dalam sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mempermudah integrasi data, salah satunya yaitu OpenERP. OpenERP merupakan sebuah perangkat lunak yang bersifat open source yang dapat memudahkan setiap orang yang menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak.
Penelitian kali ini menggunakan modul warehouse management pada OpenERP yang diterapkan ke dalam proses bisnis di Waroenk Laundry. Pengembangan perangkat lunak pada penelitian kali ini menggunakan metode spiral. Metode ini secara umum digunakan untuk pengembangan perangkat lunak OpenERP.
Hasil penerapan kali ini bertujuan agar fungsi warehouse pada Waroenk Laundry dapat terdokumentasi dengan baik dan tepat sehingga bisa mengatasi masalah yang ada
IDENTIFIKASI KEY POSITION DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN KRITERIA PROFIL KOMPETENSI TALENT KEY POSITION PADA PT. INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA
PT. INTI telah menerapkan program Management Trainee(MT) sejak 2009, sebagai tujuan untuk memperoleh potensi talentdan mempersiapkan mereka untuk menduduki posisi manajerial perusahaan di masa depan. Dalam kondisi ideal, MT diharapkan dapat melewati masa percobaan. Namun, ketidakcocokan karakter kandidat saat bekerja menjadi kendala sehingga beberapa dari mereka tidak lulus masa percobaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu merancang ulang pekerjaan untuk talent (Allen, 2008) dengan pendekatan Talent Management yang dimulai dengan mengidentifikasi key position untuk lima divisi yang termasuk dalam kegiatan bisnis utama perusahaan. Identifikasi key position dilakukan dengan proses pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk posisi manager dan supervisor berdasarkan krtiteria key position yang didefinisikan. Kemudian menganalisa kriteria talent perusahaan untuk key position, dan sumber talent bagi perusahaan untuk mendapatkan talent. Hasil identifikasi di 18 key position dengan tiga kriteria talent tambahan untuk posisi manager, dan empat kriteria talent tambahan untuk posisi supervisor. Untuk mendapatkan MT, perusahaan bisa melakukan perekrutan perkuliahan, karena sesuai dengan kebutuhan perusahaan MT yang didedikasikan untuk fresh graduate
PENENTUAN JUMLAH OPERATOR OPTIMUM DEPARTEMEN DESAIN PT SPT MELALUI PENDEKATAN HARD SYSTEM METHODOLOGY
PT SPT adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Salah satu divisi yang ada di perusahaan tersebut adalah departemen desain. Departemen ini mempunyai peran vital bagi perusahaan karena berhubungan langsung dengan permintaan dari pihak konsumen. Pada saat ini, departemen desain mempunyai beberapa permasalahan yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektifitas kerja dari departemen tersebut, yaitu jumlah permintaan yang fluktuatif dan tingginya down time operator. Kedua permasalahan ini mengakibatkan biaya yang tidak proporsional dengan jumlah pekerja di departemen desain. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk permasalahan ini adalah mengurangi jumlah operator tetap sehingga dapat menurunkan down time operator dan meminimumkan total biaya gaji operator. Dari permasalahan tersebut dibuat sebuah model dengan pendekatan Hard System Methodology menggunakan metode trial and error/estimasi parameter. Tujuan dari pembuatan model tersebut adalah untuk mendapatkan solusi optimal jumlah operator tetap yang dapat menurunkankan down time operator serendah mungkin sehingga diperoleh total biaya gaji operator minimum. Implementasi dari permasalahan ini adalah dengan melakukan pengurangan jumlah operator tetap dengan memperhatikan etika kemanusiaan dan memberlakukan subkont
AUDIT PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS RISIKO DENGAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 DI PERGURUAN TINGGI XYZ
Perguruan Tinggi XYZ merupakan Perguruan Tinggi yang menerapkan Teknologi Informasi (TI) dalam menunjang kegiatan operasionalnya. “Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Melalui Implementasi Tata Kelola Sesuai Prinsip Good University Governance” merupakan salah satu strategi Perguruan Tinggi XYZ ke depan, untuk itu tata kelola TI (IT Governance) harus segera diwujudkan. Masalah mendasar terkait IT Governance di Perguruan Tinggi XYZ saat ini adalah belum adanya pemahaman yang jelas terkait manajemen risiko TI dan pengukuran terhadap kinerja proses TI belum dilakukan. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukannya audit penerapan TI untuk mengevaluasi kontrol–kontrol TI serta mengetahui maturity level TI. Audit didukung dengan Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) versi 4.1 dan Risk IT Framework. Proses–proses TI yang akan diaudit yakni PO2, PO3, PO7, PO8, PO9, AI1, AI2, AI4, AI6, AI7, DS1, DS3, DS4, DS5, DS8, DS11, DS12, ME2. Audit ini terdiri dari 3 proses yakni pre audit, field work, dan reporting. Hasil audit menunjukkan bahwa maturity level penerapan TI di Perguruan Tinggi XYZ adalah 11% level Non Existent, 17% level Initial / Ad hoc, 33% level Repeatable but Intuitive, 39% level Defined, 0% level Managed and Measurable dan 0% level 5 Optimized. Rekomendasi perbaikan disusun berdasarkan periode yakni periode I (2014 – 2015) dan periode II (2015 – 2017) dan periode III (2017 – 2018)