Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN USULAN TATA LETAK FASILITAS PEMBUATAN MEETING CHAIR PADA DEPARTEMEN KONTRUKSI PT CHITOSE INDONESIA MANUFACTURING DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY DAN ALGORITMA BLOCPLAN UNTUK MEMINIMASI MOMEN PERPINDAHAN
PT Chitose Indonesia Manufacturing merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di produksi berbagai jenis kursi. Penelitian ini berfokus pada departemen kontruksi perusahaan. Berdasarkan pengamatan di lantai produksi, pada departemen kontruksi ini menggunakan process layout dimana mesin dikelompokan ke dalam tiga proses utama yaitu pressing, banding, dan shringking. Ada beberapa part yang melewati departemen kontruksi yaitu back pipe, seat pipe, dan leg pipe. Produk unggulan dari perusahaan ini adalah produk dengan kategori meeting chair. Kategori meeting chair diproduksi secara berkala dan dalam jumlah yang paling besar dibandingkan kategori produk lainnya. Permasalahan dalam departemen kontruksi adalah terjadinya backtracking, aliran material tidak teratur, perpindahan material yang jauh antar operasi dan adanya penambahan fasilitas mesin.
Penelitian ini dalam merancang tata letak fasilitas pabrik menggunakan pendekatan Group Technology (GT) dan Algoritma BLOCPLAN. Dalam pendekatan GT menggunakan 3 metode yaitu Rank Order Clustering (ROC), Similarity Coefficient Algorithm (SCA) dan Cluster Identification Algorithm (CIA) untuk mengelompokan part dan mesin.
Pada hasil perhitungan penelitian ini, layout usulan dengan menggunakan pendekatan Group Technology dan Algoritma BLOCPLAN diperoleh total From To Chart (FTC) momen perpindahan sebesar 3871.5 atau pengurangan sebesar 46,61% jika dibandingkan dengan existing layout
PENGEMBANGAN PROGRAM PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) DAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PLANT AMMONIA PT PUPUK KUJANG 1A
PT. Pupuk Kujang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dimana perusahaan tersebut memproduksi berbagai jenis pupuk diantaranya jenis ammonia, urea, dan granular. Untuk memproduksi sesuai dengan target produksi tentu didukung oleh mesin dan peralatan disetiap tahapan prosesnya dan harus dioperasikan dengan efektif dan efisien, untuk mengoperasikan mesin dan peralatan secara efektif dan efisien diperlukan sistem perawatan mesin yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA dan RCM II Decision Worksheet. Metode Reliability Centered Maintenance II ini digunakan untuk menentukan kegiatan interval perawatan berdasarkan pada RCM II Decision Worksheet sesuai dengan fungsi dan sistem kerja pada equipment kritis dan FMEA digunakan untuk mengidentidikasi penyebab kegagalan dan efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Metode lain yang digunakan yaitu dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan efektivitas mesin produksi
PENGEMBANGAN ORDER MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG PERBAIKAN PROSES BISNIS PENGELOLAAN PEMESANAN JASA INBOUND DAN OUTBOUND GUDANG DISERTAI AUDIT SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE GUNA MENANGGULANGI RISIKO PENGEMBANGAN SISTEM
PT XYZ adalah salah satu perusahaan penyedia jasa logistic atau bisa disebut 3PL. Salah satu customer yang menggunakan jasa 3PL adalah DEF Company. DEF company adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian dan import barang. Ketika melakukan aktivitas pelaporan dokumen pada proses inbound dan outbound, XYZ company mengalami keterlambatan pada bulan April 2014 sebesar 5%. Keterlambatan dokumen ini disebabkan oleh tidak terorganisirnya order dokumen yang ada, sehingga akan berdampak pada terlambatnya waktu pengiriman barang kepada konsumen. Pemetaan kondisi aktual dilakukan untuk mengetahui keterkaitan antar aktivitas yang terdapat pada proses inbound dan outbound DEF company produk pada XYZ Company Warehouse. Perbaikan pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode Business Process Improvement (BPI) dengan melakukan analisis Streamlining. Perbaikan proses bisnis yang diajukan menggunakan bantuan sistem informasi manajemen yang dapat mengelola proses pemesanan jasa inbound dan outbound gudang PT XYZ, yaitu Order Management System (OMS). OMS merupakan web application yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan menggunakan framework laravel dan menggunakan iterative dan incremental sebagai metodologi pengembangannya. Selama berjalannya seluruh proses, dari mulai proses dokumentasi proses bisnis aktual sampai pengembangan OMS selesai, dilakukan pengawasan audit system development life cycle yang bertujuan untuk memeriksa, mengawasi, dan memastikan bahwa proses pengembangan berjalan dengan lancar sehingga dapat terhindar dari keterlambatan bahkan kegagalan. Dalam melakukan audit terhadap pengembangan OMS, digunakan metodologi risk based audit serta mengacu pada framework atau best practice COBIT 5
RANCANGAN FRAMEWORK KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN PARKIR BERDASARKAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TRIAD
Pengelolaan dan retribusi parkir merupakan permasalahan yang kompleks, pengelolaannya memerlukan suatu aplikasi. Knowledge management system (KMS) merupakan suatu sistem berbasis teknologi informasi yang memfasilitasi kegiatan pengaturan knowledge organisasi untuk menciptakan business value. Di dalam perancangan KMS dapat dilakukan dengan pendekatan Knowledge management Triad yang fokus pada tinjauan terintegrasi antara people, process, dan technology. Kajian ini memberikan framework untuk menjadi landasan awal penelitian yang berhubungan dengan rancangan KMS pengelolaan retribusi dan parkir
PENGEMBANGAN MODUL LELANG PADA SIAPSIAPNIKAH.COM MENGGUNAKAN METODE EXTREME PROGRAMMING DAN KONSEP CROWDSOURCING
Wedding organizer adalah bisnis yang menyediakan produk atau jasa mengenai upacara pernikahan dan mengatur jalannya upacara. Wedding organizer mulai menggunakan internet sebagai media untuk mengiklankan dan mempromosikan produk dan jasanya. Selain itu, penduduk Indonesia lebih mudah menggunakan internet untuk mendapatkan informasi mengenai wedding organizer. Pada faktanya, harga adalah prioritas tertinggi ketika pelanggan mencari dan memilih wedding organizer. Selain mencari paket yang disediakan oleh wedding organizer, pelanggan seringkali menginginkan produk dan jasa diluar paket dan sesuai dengan anggaran. Dari fakta tersebut, penelitian ini membahas pengembangan modul lelang pada aplikasi website siapsiapnikah.com. Pada pengembangan modul sistem lelang digunakan sebagai solusi untuk mencari harga produk dan jasa pernikahan yang sesuai. Untuk mengimplementasikan sistem lelang pada website dengan baik, digunakan konsep crowdsourcing untuk mendapatkan banyak harga dari banyak wedding organizer berdasarkan kebutuhan pelanggan. Selain itu, peneliti menggunakan Extreme Programming sebagai metode pengembangan software dan Codeigniter sebagai framework. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi website yang memiliki sistem lelang untuk membantu pelanggan dalam mencari wedding organizer dan harga yang sesuai. Pelanggan akan mendapatkan banyak pilihan harga dari banyak wedding organizer berdasarkan kebutuhan pernikahannya
PERANCANGAN USER REQUIREMENTS SPECIFICATION (URS) SISTEM OTOMATISASI PELAYUAN TEH HITAM ORTHODOKS DI PT XYZ
Teknologi otomatisasi telah banyak diterapkan dalam dunia industri saat ini. Penggunaan teknologi otomatisasi dapat meningkatkan akurasi, presisi dan produktivitas dari suatu proses industri yang ditandai dengan meningkatnya jumlah dan kualitas output yang dihasilkan. Akan tetapi sebelum menerapkan teknologi ini, dibutuhkan sebuah perencanaan dan perancangan yang matang untuk menghindari terjadinya redesign sistem, karena teknologi otomatisasi membutuhkan biaya investasi yang besar. User Requirements Specification digunakan untuk memperlihatkan gambaran sistem otomatisasi yang diinginkan pada tahap perencanaan dan perancangan sistem. Terdapat beberapa bagian dalam User Requirements Specification, yaitu Process Description, Process and Instrumentation Diagram, dan Control Philosophy. Dengan disusunnya User Requirements Specification diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan, perancangan, serta penerapan sistem otomatisasi
ANALISIS PROSES MAINTENACE APLIKASI (KASUS : APLIKASI WEB EMISI GAS RUMAH KACA PADA SEKTOR INDUSTRI DI KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN)
Software engineering merupakan proses perubahan terhadap sebuah produk software yang bersifat bug-fix, penambaan fungsi baru, dan perbaikan kinerja sistem software, yang mana proses maintenance ini akan selalu diperlukan dalam semua organisasi yang didukung oleh sistem informasi. Pada penelitian ini akan membahas mengenai proses software maintenance dengan studi kasus pada aplikasi web emisi gas rumah kaca pada sektor industri di lingkungan kementrian perindustrian Indonesia. Metode yang digunakan dalam proses maintenance ini diadopsi dari reengineering software proses model dengan beberapa penyesuaian, yaitu inventory analisis, reverse engineering, data restructuring, dan forward engineering. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah new system dengan penambahan fitur pelaporan secara periodik, proses verifikasi, dan penambahan form IPCC
PERANCANGAN FRAMEWORK KONTEN ¬E-LEARNING PADA KEGIATAN MAINTENANCE MESIN BERDASARKAN KNOWLEDGE CONVERSION DENGAN METODE SECI
Knowledge merupakan informasi yang melibatkan aksi dan keputusan atau informasi dengan arahan [1]. Knowledge dibagi menjadi 2 (dua) tipe, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah knowledge yang terdiri atas model mental, kepercayaan, pengalaman dan merupakan personal, konteks spesifik yang sulit diformulasikan, dicatat, atau diartikulasikan [2]. Explicit knowledge merupakan knowledge yang dapat dikondifisikan dan ditransmisikan dalam sebuah bahasa yang sistematis dan formal, seperti dalam bentuk dokumen, database, web, e-mail, e-learning, grafik, dan lain-lain [2]. Knowledge merupakan aset perusahaan yang penting masa kini. Oleh karena itu, knowledge harus didokumentasikan dengan baik. Dalam penelitian ini dilakukan dokumentasi terhadap tacit knowledge yang dimiliki oleh operator maintenance untuk suatu mesin. Mesin yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah mesin Toshiba BMC 80.5. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kerangka kerja pembuatan konten e-learning dengan mendokumentasikan tacit knowledge operator maintenance dalam melakukan kegiatan maintenance mesin menjadi sebuah explicit knowledge, yaitu best practice berupa panduan pelaksanaan kegiatan maintenance dengan menggunakan metode SECI. Hasil rancangan berupa best practice digunakan sebagai bahan pada proses pengembangan e-Learning. Penelitian ini menghasilkan best practice kegiatan maintenance mesin yang digunakan sebagai bahan dalam membuat rancangan konten e-Learning
OFFICE ERGONOMICS ASSESSMENT PADA KANTOR BANK X
Seiring dengan tingginya intensitas penggunaan komputer, risiko MSDs menjadi semakin tinggi. Kerja komputer memiliki tiga faktor risiko, seperti pengulangan, kekuatan statis dan postur canggung. Sebuah tindakan pencegahan untuk meminimalisir risiko adalah untuk melakukan penilaian office ergonomic. Hasil penilaian akan menjadi dasar tindakan pencegahan lebih lanjut. Pada penelitian ini, MIRTH Office digunakan untuk penilaian. Dalam kuesioner ini ada tiga bagian, yaitu informasi umum, penilaian kesesuaian, dan survei pengaduan. Data lingkungan fisik juga akan dikumpulkan pada penelitian ini. Pengolahan data dilakukan, antara lain, identifikasi masalah, masalah pengelompokan, dan pengolahan survei pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat kelompok masalah, antara lain isu manajemen workstation, lingkungan fisik, fasilitas kerja, dan istirahat. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar keluhan responden pernah mengalami rasa tidak nyaman di mata, punggung, dan pinggang. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi ergonomi sedini mungkin, untuk mencegah risiko gangguan musculoskeletal disorders (WMSDs). Intervensi ergonomi dapat dilakukan dengan fasilitas penyesuaian dan kondisi kerja, serta penyediaan ergonomi pelatihan yang terkait