Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Penggunaan Metode Percobaan Sederhana Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas 4 SDN 2 Kilensari
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPA anak kelas 4 di Sekolah Dasar Negeri 2 Kilensari dalam memahami materi gaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dengan menggunakan metode percobaan sederhana. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 13 orang. Rancangan penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, lembar tes, dan dokumentasi selama pembelajaran. Perkembangan proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan, baik dari segi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran maupun hasil belajar siswa. Aktivitas guru pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 11,77% dari 76,47% menjadi 88,24% dan aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 17,31% dari 67% menjadi 84,31%. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 15,38% dari 76,92% menjadi 92,30%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode percobaan sederhana dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada materi gaya
Origami Training to Train Students' Motor Skills at SLBC Dharma Miranti
Penekanan keterampilan hidup kepada anak berkebutuhan khusus sebagai bekal mereka untuk mandiri adalah kelebihan yang di miliki SLB dibandingkan sekolah lain untuk ABK. Mata pelajaran program khusus adalah mata pelajaran yang hanya ada dalam kurikulum di SLB. Khalayak sasaran kegiatan pelatihan origami untuk meningkatkan keterampilan motorik siswa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan khalayak sasaran yaitu siswa yang ada di SLBC Dharma Miranti Singkawang. Hasil karya yang telah dibuat oleh masing-masing siswa, diberikan untuk dibawa pulang agar dapat ditunjukkan kepada orang tua dan keluarga di rumah serta dapat memotivasi mereka untuk belajar membuat bentuk lainnya.Hasil dari pelaksanaan kegiatan pelatihan origami ini menunjukkan bahwa demonstrasi melipat kertas origami menjadi salah satu media pembelajaran yang interaktif karena terjadi interaksi yang baik antara tim pengabdian dengan sisw
The Epistemology of Transformative Learning: A Systematic Instructional Design Framework Model in Transformative Learning
Research in transformative learning has flourished in educational research in the latest decades. Among the research on transformative learning, the specific topic of how to develop instruction based on transformative learning is still very rarely found. The purpose of this study was to review the epistemology of transformative learning by introducing a systematic ID framework for transformative learning. The method of this study was the systematic literature review with three review stages: planning the review, conducting the review, and reporting the review. The review was focused on the academic paper in the research scope of transformative learning. As the result, we concluded the 3 main components of designing a transformative learning model: (1) transformative outcomes, (2) transformative scaffolding, and (3) transformative learning experience. The study also proposed 7 stages of systematic ID framework in designing transformative learning
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BENCANA BANJIR SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RESIKO BENCANA
Indonesia adalah salah satu negara didunia yang rawan terhadap bencana. Beberapa diantaranya adalah bencana gunung Meletus, gempa bumi, tsunami, longsor dan banjir. Banjir merupakan salah satu bencana yang tiap tahun melanda beberapa kota di Indonesia, termasuk kota Ambon provinsi Maluku. Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa waktu terakhir di kota Ambon mengakibatkan beberapa titik terendam banjir. Banjir dapat membawa dampak yang merugikan jika tidak segera ditangani. Salah satunya melalui jalur pendidikan dengan memberikan pemahaman mitigasi bencana banjir kepada siswa. Pengembangan media pembelajaran banjir ini menggunakan model 4D. Hasil validasi ahli media pembelajaran dengan skor modus 5 pada tiap indicator penilaian berarti sangat baik. Respon mahasiswa dengan skor modus 5 yang berarti sangat baik. Nilai rata-rata pretes siswa 68.50, setelah penggunaan media pembelajaran nilai rata-rata post test siswa menjadi 81.08. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran banjir berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap bencana banjir. Melalui pemahaman mitigasi banjir yang baik dapat menumbukan sikap sadar dan tanggap bencana sehingga dapat mengurangi resiko bencana banjr
Political Education in Increasing Student Participation as Novice Voters in Singkawang City
Secondary education students are Indonesian citizens who are categorized as first-time novice voters who are participating in political activities for the first time. Political education can increase students' awareness and knowledge in participating in politics, both in schools and in elections. This study aims to find out and analyze how political education can increase students' political participation as novice voters. This research uses a Descriptive method with research techniques for questionnaires/Google Forms, Interviews, Observations, and Documentation Studies, in high schools students throughout Singkawang City. The findings obtained by the authors in this study are that students as novice voters need to understand the importance of political education and also support activities related to political education. Based on the results of the study, it was concluded that political education for students in schools was carried out through PPKn subjects, student council activities (OSIS), Scout activities (Pramuka), and through election socialization conducted by the General Election Commission (KPU) of Singkawang City. Students who obtain such education, their political participation becomes increased. This is characterized by students being able to give opinions and arguing in the classroom, as well as having the awareness to participate and be active in organizations in the school. The political participation of students can also be seen from their readiness as novice voters, to take part in the 2024 general election
Respon Siswa Terhadap Penggunaan Modul Cerita Rakyat Berbasis Kearifan Lokal untuk Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan modul cerita rakyat berbasis kearifan lokal di kelas VII SMP Agape Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP Agape Pontianak dengan jumlah siswa sebanyak 37. Instrumen yang digunakan berupa angket yang telah divalidasi dengan hasil validasi bahwa instrumen layak digunakan. Bentuk angket yang digunakan adalah angket tertutup. Pertanyaan untuk angket sebanyak 14 dengan alternatif jawaban sangat setuju (skor 5), setuju (skor 4), ragu-ragu (skor 3), Tidak Setuju (skor 2), Sangat Tidak Setuju (skor 1). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul cerita rakyat berbasis kearifan lokal sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran dengan hasil respon siswa skor 83,74%.
Analisis Semiotik Roland Barthes dalam Antologi Puisi Sapardi Djoko Damono (Suatu Kajian Semiotik)
Penelitian ini bertujuan mengkaji lirik-lirik yang ada dalam antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dengan menggunakan pendekatan kualitatif dangan jenis penelitian analisis isi dari Weber diharapkan pembaca dapat memahami lebih spesipik perihal semiotik sastra terutama puisi. Maka dari itu, peranan semiotik dalam hal ini mengurai dan menjabarkan tanda-tanda lain yang ada dalam puisi tersebut menggunakan tahapan yang ada pada penandaan semiotik. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian semiotik ini adalah semiotik Roland Barthes. Larik pada antologi puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, akan dianalisis menggunankan lima pengkodean semiotik Roland Bartes, yaitu kode semik, hermanuetik, simbolik, proaretik dan genomik. Hasil penelitian didapatkan bahwa. Pertama, penggunaan kode semik pada studi semiotik Barthes, makna puisi akan dianalisis berdasarkan konotasi dari larik puisi dalam buku antologi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Kedua, penggunaan kode hermanuetik menganalisis larik-larik puisi yang bersifat teka-teki. Ketiga, penggunaan kode simbolik terlihat pada beberapa simbol-simbol dibalik larik-larik puisi kemudian simbol tersebut akan dianalisis maknanya. Keempat, penggunaan kode proaretik dalam analisis antologi puisi terletak pada beberapa larik puisi yang bersifat naratif yang memiliki proses sebab akibat di dalamnya. Kelima, penggunaan kode genomik dalam analisis antologi puisi yang mengandung unsur kulturan di mana pemaaknanan dari puisi tersebut mengunakan sudut pandang beberapa pihak
Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Suhu dan Kalor
Mendeskripsikan profil kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menyelesaikan soal suhu dan kalor berdasarkan aspek kemandirian belajar (rendah, sedang, dan tinggi) merupakan tujuan dari penelitian ini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei tanpa kelompok pembanding. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir tingkat tinggi kepada 126 peserta didik kelas XI MIA di SMA Negeri 1 Sungai Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam menyelesaikan soal suhu dan kalor tergolong rendah dengan rata-rata 34,08. Profil kemampuan berpikir tinggi peserta didik pada level menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6) berturut-turut 33,6%, 34,0%, 34,4% dari skor ideal. Uji One-Way ANOVA menunjukkan ada perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik antara kelompok kemandirian belajar rendah, sedang, dan tinggi karena nilai Fhitung > Ftabel (9,98 > 3,07). Kesimpulan penelitian ini yaitu kemandirian belajar yang dimiliki peserta didik berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kata Kunci:Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi; Suhu dan Kalor; Kemandirian Belajar Analysis of Student’s Higher Order Thinking Ability in Solving Temperature and Heat ProblemsABSTRACTTo describe the higher-order thinking ability profile of students in solving temperature and heat problems based on aspects of learning independence (low, medium, and high) was the aim of this study. This research was survey research without a comparison group. The data was collected through a learning independence questionnaire and a higher-order thinking ability test on 126 students of class XI MIA at SMA Negeri 1 Sungai Raya. The results of this study indicated that the higher-order thinking ability of students in solving temperature and heat problems was low with an average of 34.08. The higher-order thinking ability profile of students at the level of analyzing (C4), evaluating (C5), and creating (C6) were respectively 33.6%, 34.0%, 34.4% from the ideal score. The One-Way ANOVA test showed that there was a difference in the higher-order thinking ability profile of students in the low learning independence group, the medium learning independence group, and the high learning independence groups because the value of Fvalue > Fdistribution (9.98 > 3.07). It was concluded that the learning independence of students had a positive effect on higher order thinking ability
Analisis Kesulitan Belajar Fisika Siswa SMA melalui Kemampuan Multirepresentasi pada Pembelajaran Tatap Muka Masa Transisi COVID-19
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kesulitan belajar fisika yang dialami oleh siswa melalui kemampuan multirepresentasi pada soal pemecahan masalah fisika. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif model grounded theory dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Siswa kelas X yang berjumlah 25 siswa di SMA Negeri 1 Palangkaraya Tahun ajaran 2022/2023 sebagai subjek penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan multirepresentasi siswa kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki kecenderungan representasi matematis (M) dengan nilai persentase masing-masing 75%, 85,7%, dan 78,57%. Kesulitan belajar fisika yang dialami adalah merencanakan solusi (memahami bahasa soal dan solusi penyelesaian) dan melaksanakan rencana solusi (proyeksi gaya, menentukan komponen gaya yang bekerja pada benda, menentukan persamaan, pengaplikasian, perhitungan).Kata Kunci:Kesulitan Belajar Fisika; Multirepresentasi; Pemecahan Masalah; Transisi COVID-19Analysis of Difficulty Learning Physics for High School Students through Multirepresentation Ability in Face-to-Face Learning During the COVID-19 TransitionABSTRACTThe purpose of this research is to identify how difficulty learning physics who experienced by students through multirepresentation abilities in solving physics problems. This research was conducted through a qualitative method of grounded theory model with data collection techniques carried out by triangulation (combined) observations, tests, interviews, and documentation. Class X students a total of 25 students at SMA Negeri 1 Palangkaraya as research subjects for the academic year 2022/2023. The results of the data analysis showed that the high, medium, and low categories of students' multirepresentation abilities tended to represent mathematically (M) with percentage values of 75%, 85.7%, and 78.57% respectively. Difficulty learning physics experienced were planning solutions (understanding the language of questions and solving solutions) and carrying out solution plans (force projections, determining the components of forces acting on objects, determining equations, applications, and calculations)
NILAI BUDAYA SIPAKATAU MASYARAKAT BUGIS DALAM KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL: LITERATURE REVIEW
Nilai budaya yang semakin terkikis oleh budaya baru menimbulkan berbagai permasalahan dalam dinamika hubungan interpersonal masyarakat. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan konseling analisis transaksional berdasarkan nilai budaya sipakatau berdasarkan beberapa artikel yang dikaji. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan 15 artikel yang sesuai. Hasil dari kajian yang didapatkan kemudian digunakan dalam merumuskan konsep penerapan konseling analisis transaksional berbasis nilai budaya sipakatau untuk membangun interaksi antarindividu. Berdasarkan hasil kajian literatur yang didapatkan, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi antara konseling analisis transaksional berbasis nilai budaya sipakatau diprediksi mampu untuk membangun interaksi antarindividu sesuai falsafah Bugis. Konsep konseling analisis transaksional bertujuan mencapai situasi I’m Ok You’re Ok dalam proses interaksi antar individu. Nilai budaya sipakatau dapat digunakan konselor sebagai kompetensi budaya dalam membangun hubungan dengan konseli dan mengarahkan konseli untuk menginternalisasi nilai tersebut dalam membangun hubungan dengan orang lain