Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Problematika Pembelajaran Daring Bahasa Indonesia Era Pandemi Berdasarkan Perspektif Guru SMP Se-Kota Malang
Perubahan sistem pembelajaran yang terjadi secara cepat dan mendadak selama pandemi menimbulkan dampak pada tahap-tahap pembelajaran. Dampak tersebut ditandai dengan banyaknya problematika yang terdapat pada masing-masing tahapan pembelajaran yaitu problematika persiapan, problematika pelaksanaan dan problematika penilaian pembelajaran. Penelitian terhadap problematika yang dialami guru penting untuk dilakukan supaya kedepannya kendala yang sama tidak terulang atau dapat diminalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang terjadi pada setiap tahap pembelajaran yang ditinjau dari perspektif guru. Penelitian ini melibatkan guru SMP se-Kota Malang sejumlah 105 orang sebagai subjek peelitian. Metode penyajian data yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner daring yang dikemas melalui Google Formulir, kemudian disebarkan secara daring kepada responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa problematika pembelajaran daring Bahasa Indonesia selama pandemi yang dialami oleh guru SMP se-Kota Malang terdiri atas problematika persiapan, problematika pelaksanaan, dan problematika penilaian. Problematika yang terjadi pada tahap pelaksanaan didominasi oleh kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, kendala yang paling banyak terjadi adalah ketidakmampuan guru untuk digitalisasi bahan ajar. Problematika penilaian pembelajaran yang paling banyak dialami oleh guru adalah mengatur kedisiplinan siswa untuk mengumpulkan penugasan
Syntactical Error Analysis on Fieldwork Report Made by the Vocational High School Students
The study aimed to describe syntactical error on fieldwork report made by the students of SMK Semesta Bumiayu. It was descriptive qualitative research. The data were fieldwork report arranged by the students of SMK Semesta Bumiayu as many as 38 documents. Those were taken by reading and note-taking techniques, validated by content validation, and analyzed by agih method. The result showed that there were 97 syntactical errors coming from the fieldwork report like (1) inappropriate preposition of 7.21%, (2) redudancy of 13.40%, (3) double plural of 15.46%, (4) superlative form of 9.30%, (5) polysyndeton of 24.74%, (6) asyndeton of 11.34%, (7) foreign terms of 18.55%
THE EFFECT OF EXPERIENTIAL MARKETING AND E-SERVICE QUALITY ON CUSTOMER SATISFACTION WITH BRAND IMAGE AS AN INTERVENING VARIABLE
This study aims to test and analyze the influence of Experiential Marketing and E-Service Quality on customer satisfaction with brand image as an intervening variable. The population in the study was consumers of Dazzle Gejayan. The technique used in sampling in this study was purposive sampling, and a total sample of 100 Dazzle Gejayan consumers was obtained as respondents. Data collection was carried out using the questionnaire method, then the data obtained were processed using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 22. The results of this study show that Experiential Marketing has a positive and significant effect on Brand Image, E-Service Quality has a positive and significant effect on Brand Image, Brand Image has a positive and significant effect on Customer Satisfaction, Experiential Marketing has a positive and significant effect on Customer Satisfaction, E-Service Quality has a positive and significant effect on Customer Satisfaction Customer Satisfaction, directly Experiential Marketing does not have a significant effect on Customer Satisfaction through Brand Image, and directly E-Service Quality does not affect Customer Satisfaction through Brand Image
Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas IV SDN 62 Singkawang Desa Wisata Bagak Sahwa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN 62 Singkawang Desa Wisata Bagak Sahwa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek utama dalam penelitian ini adalah guru kelas IV SDN 62 Singkawang Desa Wisata Bagak Sahwa tahun pelajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengetahui bagaimana penanaman karakter peduli lingkungan pada siswa kelas IV SDN 62 Singkawang Desa Wisata Bagak Sahwa. Bedasarkan hasil penelitian, penanaman karakter peduli lingkungan khususnya pada aspek perawatan lingkungan, pengurangan penggunaan plastik, pengelolahan sampah sesuai jenisnya, pengurangan emisi karbon, dan penghematan energy sudah terlaksana dengan baik hal ini terlihat dari tindakan-tidangkan yang diambil oleh guru dimana proses pelaksanaanya diintegrasikan kedalam proses pembelajaran maupun diluar jam pembelajaran dengan melakukan kegiatan rutin sehari-hari maupun spontan. Faktor yang mempengaruhi penanaman karakter peduli lingkungan melalui pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SDN 62 Singkawang Desa Wisata Bagak Sahwa dikategorikan menjadi dua yaitu: faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter peduli lingkungan antara lain adalah adanya sarana dan prasarana, dan peran semua anggota sekolah. Sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah lingkungan
PELAKSANAAN FUNGSI KOMUNIKASI ADMINISTRASI DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MELAWI
Permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah mengenai Pelaksanaan Fungsi Komunikasi Administrasi Di Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi. Ruang lingkup dalam penelitian ini membahas tentang: a. Fungsi Kontrol, b.Fungsi Motivasi, c. Fungsi Emosi, dan d. Fungsi Informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1) Kepala Dinas Pendidikan, 2). Sekretaris Dinas Pendidikan, 3) Kepala Sub Bagian Aparatur dan Umum dan 4). Aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik-teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian Pelaksanaan Fungsi Komunikasi Administrasi Di Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi pada aspek: a). Fungsi Kontrol : Kepala Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Komite Sekolah, karena penilaian terhadap hasil keluaran pendidikan di sekolah-sekolah yang dilakukan oleh Komite Sekolah tersebut akan menjadi masukan bagi Dewan Pendidikan memetakan persoalan dalam pemerataan dan mutu keluaran pendidikan. b). Fungsi Motivasi : untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi. Alternatif paling utama untuk dilakukan yaitu: Memberikan contoh keteladanan kepemimpinan seorang pemimpin untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai. c). Fungsi Emosi : merupakan suatu pengaturan emosi didalam diri yang dapat memahami, dan memilih emosi yang dirasakan tanpa perlu menambahi atau mengurangi emosi itu sendiri. Makin matangnya seseorang pegawai dapat mengatur emosinya dengan baik dengan tugas dan kewajiban yang dijalankan. d). Fungsi Informasi yaitu, melaksanakan komunikasi administrasi melalui 3 hal yaitu: 1) komunikasi vertikal ke bawah yang berupa pengkoordinasian pekerjaan, pembagian pekerjaan, informasi program kerja, maupun pemberian informasi pekerjaan, 2) komunikasi vertikal ke atas berupa pengkoordinasian pekerjaan, kerja sama dalam pekerjaan, maupun sharing pekerjaan, dan 3) komunikasi horizontal yang berupa pengkoordinasian, kerja sama, maupun sharin
Training on Making Assessments and Media Bassed on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in Learning
The implementation of technology in learning activities, especially evaluation and learning media, has not been implemented optimally. The fact that educators do not assess all of these aspects and are still fixated on conventional assessments and innovative media and assessment designs as demanded by the 21st century, which is rarely done. For this reason, to improve the skills of educators, especially science educators who are members of the Mempawah Regency MGMP, training in making assessments and TPACK-based learning media is needed. The purpose of this activity is to improve the ability of educators to make TPACK-based assessments and media in learning and to describe educators' responses to the socialization activities carried out. This training uses a qualitative descriptive method and the material exposure through practice, discussion, and presentation. The results of the training are known to be very helpful for educators to develop assessments and learning media that are interesting, innovative, and effective for students by utilizing technology that is easily accessible to anyone and increasing the knowledge and creativity of educators regarding the implementation of technology in preparing assessments and learning media specifically for science subjects
The Correlation between Self-Awareness and Cognitive Learning Outcomes in Social Studies of Grade IV Students
The objectives of this study are: (1) to describe the self-awareness of grade IV students; (2) to describe the cognitive learning outcomes of grade IV students; (3) to find out how much of a correlation between self-awareness and cognitive learning outcomes. The research used was correlation research with a quantitative approach. The population and samples in the study were all grade IV students. The sampling technique in this study was the saturated sampling technique. The sampling technique was saturated sampling when all members of the population are used as samples. Data collection techniques in this study used questionnaires and documentation. Data analysis techniques by calculating the percentage of questionnaire scores obtained, the average, and correlation analysis with regression using Pearson product-moment. The results showed that (1) the results of calculating the scores of each indicator, indicator 3, namely having a mandir attitude, had a percentage of 84%, while the lowest percentage, namely indicator 1, recognized one's feelings and behaviours by 60%. The overall percentage of the student's self-awareness questionnaire score was 76.9%, which means each indicator is in a good category; (2) students' social studies cognitive learning outcomes in the average data of student scores of 70.69 were well categorized; and (3) there was a significant correlation between self-awareness and cognitive learning outcomes of social studies students with tcount = 5.012 > ttable = 2.004, a correlation coefficient value (r) of 0.56 in the sufficient category, and a determinant coefficient of 31.39%
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH MATERI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 3 MANDAU
Media pembelajaran ular tangga merupakan salah satu solusi untuk permasalahan pembelajaran khususnya pembelajaran sejarah yang sering dicap membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran ular tangga pada pembelajaran sejarah khususnya pada materi pergerakan nasional Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMAN 3 Mandau. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research & Development) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji secara keseluruhan kelayakan media pembelajaran ular tangga memperoleh persentase 97,14% dari ahli media, 96,67% dari ahli materi, 90% dari ahli soal dan 88,51% dari penilaian siswa dengan kategori keseluruhan “sangat layak”. Selain itu, terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah yang ditandai dengan meningkatnya hasil persentase angket motivasi belajar siswa sesudah menggunakan media pembelajaran ular tangga yang memperoleh persentase 86,78% dengan kategori “sangat baik” dibandingkan sebelum menggunakan media pembelajaran ular tangga yang hanya memperoleh persentase 51,24% dengan kategori “cukup baik”. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ular tangga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah khususnya kelas XI SMAN 3 Mandau
Self Regulated Learning dan Percaya Diri Siswa Ditingkatkan Melalui Layanan Bimbingan Kelompok
Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui hasil implementasi layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan self-regulated learning dan kepercayaan diri kelas VII.1 SMP Negeri (SMPN) 1 Metro, kelompok layanan bimbingan dapat meningkatkan self-regulated learning dan percaya diri kelas VII. 1 Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 1 Metro. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan. Subjek dalam penelitian ini, peneliti mengambil siswa kelas VII.1 SMPN 1 Metro. Dengan sampel 10 siswa dari 30 siswa. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan observasi dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh melalui pelaksanaan bimbingan kelompok untuk meningkatkan self-regulated learning dan percaya diri siswa, Dampak dari perubahan belajar dan kemampuan peserta didik untuk memahami materi pelajaran, (1) Perencanaan, (2) Self Monitoring, dan (3) Refleksi Diri / Evaluasi dalam pembelajaran. Melalui layanan bimbingan kelompok yang disediakan oleh konseling, guru dapat meningkatkan pembelajaran mandiri siswa kelas VII.1 SMPN 1 Metro. Ada peningkatan belajar mandiri siswa pada siklus pertama dapat dilihat dari persentase rata-rata adalah 2,7% dan siklus kedua sebesar 75%, yang mengarah ke peningkatan pembelajaran self-regulated dan percaya diri sebesar 47,8%
Pengaruh Pengunaan Model Pembelajaran Time Token Terhadap Hasil Belajar Siswa
penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengunaan model pembelajaran time token terhadap hasilbelajar siswa tema 7 kelas V SDN 3 srikaton. Desain penelitian ini ialah penelitian pre exsperimental dengan rancangan the one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini yaitu semua siswa kelas V SDN 3 srikaton yang berjumlah 22 orang. Sampel ini ditentukan dengan menggunakan sampling jenuh. Sampel ini terdiri dari semua siswa kelas IV dengan jumlah kurang 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji pired sample t test. Hasil analisis data diperoleh = 0,000 lebih kecil dari = 0,432 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran time token terhadap hasil belajar siswa pada tema peristiwa dalam kehidupan di kelas v sdn 3 srikaton tahun pembelajaran 2021/2022