Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Diagnosa Miskonsepsi Siswa tentang Getaran
Mengungkap miskonsepsi siswa tentang getaran merupakan tujuan dalam penelitian ini. Wawancara klinis dan individual demonstration interview dilakukan pada 18 orang siswa SMP di Pontianak yang dipilih dan dikelompokan dalam kolompok tinggi, kelompok sedang dan kelompok rendah (masing-masing kelompok 6 orang). Siswa menganggap frekuensi pada pegas dipengaruhi ampliutudo dan massa beban yang digantungkan merupakan bentuk miskonsepsi yang paling banyak dialami siswa. Siswa yang pintar dan kurang pintar memiliki peluang yang sama mengalami miskonsepsi tentang getaran.Kata Kunci: Miskonsepsi; Wawancara; Getaran Diagnosis of Students’ Misconceptions about VibrationABSTRACTRevealing student’s misconceptions about vibration was the purpose of this research. Clinical interviews and individual demonstration interviews were conducted with 18 selected junior high school students in Pontianak and grouped into high, medium and low groups (6 people in each group). Students think that the frequency of the spring is influenced by the amplitude and the mass is the most common form of misconception experienced by students. Smart and less intelligent students had the same opportunity to experience misconceptions about vibration
Implementation of Waitress Performance in Service at Feast Restaurant Sheraton Bandung Hotel and Towers
This study discusses how to implement the performance of waiters in providing services at the Feast Restaurant Sheraton Bandung Hotel and Towers. The performance of the waiter is the key to the success of the service in the restaurant because it is closely related to the quality of the service to be able to compete with other restaurants. In this case, the duties and responsibilities of the waiter are needed so that they can be carried out properly. This strategy was created as a reference for dealing with the constraints that exist at the Feast Restaurant Sheraton Bandung Hotel and Towers. In this study, the authors used qualitative methods with the type of data collection observation, interviews, and literature. The results of this study were expected to contribute to the servers at the Feast Restaurant Sheraton Bandung Hotel and Towers in carrying out their operations
Improving Mathematics Learning Outcomes On Integer Materials Through Think Pair And Share Learning Models
This study aims to: (1) determine the extent to which the Think Pair and Share learning model can improve Mathematics learning outcomes about integers in grade IV students of Nasem Merauke Elementary School, (2) improve mastery of Mathematics learning materials for grade IV students of Nasem Merauke Elementary School, so that student learning outcomes can improve, and (3) reflect on oneself for the sake of improving teacher abilities. This study employed a quantitative approach. This study indicated that fourth-grade students at Inpres Nasem Merauke Elementary School show improved understanding of integers subsequent to the application of the Think Pair and Share instructional style. The proportion of students achieving the learning completion in each cycle, from 17 students (68.00%) in cycle I to 22 students (88.00%) in cycle II, signifying a beneficial impact. The proportion of students who failed to fulfill the prerequisites fell from 8 (32.0%) in cycle I to 3 (12.00%) in cycle II. The Think Pair and Share learning model benefits students by fostering creativity, sustaining their interest in the content, and mitigating the effects of boredom on their learning experienc
Penggunaan Model Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Kearifan Lokal Pada Mata Kuliah Sastra Klasik
Penelitian ini Penggunaan Model Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunakan media pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Sementara menjadi fokus penelitian adalah berupa hasil pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal. Penelitian ini berjenis dekriptif. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang deskriptif kualitatif, yaitu mencoba menjawab masalah berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal pada Mata Kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran yang menggunakan model multiliterasi pada mata kuliah Sastra Klasik Kalimantan Barat. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa hasil pembelajaran ini mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran multilitrerasi berbasis kearifan lokal mampu memberikan umpan balik yang positif serta dapat memahami secara rinci untuk menganalisis sastra klasik atau cerita rakyat daerah Kalimantan barat.
Model Pembelajaran Problem Posing Berbantuan LKPD Terhadap Pengetahuan Matematis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan model pembelajaran Problem Posing berbantuan LKPD terhadap pengetahuan matematis siswa dan untuk mengetahui aktivitas siswa terhadap model pembelajaran Problem Posing. Metode penelitian ini mereupakan eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 5 Teriak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 5 Teriak. Data diperoleh melalui instrumen tes pengetahuan matematis serta angket aktivitas siswa. Instrumen yang digunakan pada tes pengetahuan matematis yaitu materi Segiempat. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan pengetahuan matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Posing berbantuan LKPD dan model pembelajaran langsung. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan teknik tes normalitas, uji homogenitas, dan uji t untuk dua sampel independent. 2) Aktivitas siswa tergolong aktif terhadap pembelajaran Model Problem Posing berbantuan LKPD
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR RANAH KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 8 SINGKAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat efikasi diri siswa kelas IV SD Negeri 8 Singkawang; 2) mendeskripsikan tingkat hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 8 Singkawang, 3) mengetahui terdapat atau tidak hubungan antara efikasi diri dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 8 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasional atau hubungan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri 8 Singkawang dengan jumlah siswa 31 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik komunikasi tidak langsung yaitu skala, dengan instrumen penelitian lembar skala efikasi diri dan dokumentasi. Skala efikasi diri berjumlah 25 pernyataan dengan pilihan jawaban ya dan tidak serta dokumentasi hasil belajar menggunakan nilai rapor mata pelajaran IPS kelas IV. Teknik analisis data yang digunakan yaitu persentase dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri siswa berada pada kriteria tinggi (62%), dan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS berada pada kriteria tinggi (72%). Efikasi diri tidak memiliki hubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS (r = 0,093, p < 0,05) artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa jika efikasi diri siswa tinggi atau rendah maka tidak ada hubungan dengan kenaikan atau penurunan hasil belajar ranah kognitif siswa pada mata pelajaran IPS
MAPPING THE SOCIAL DIMENSIONS OF SCHOOL SPORTS: A BIBLIOMETRIC STUDY OF SPORTS SOCIOLOGY RESEARCH
This bibliometric study investigates the critical role of social support in school sports, emphasizing its impact on students' personal development and engagement. Drawing on a comprehensive analysis of 2,245 articles published from 2014 to 2024, this research identifies emerging trends, influential authors, and key publications in the field. Findings reveal that participation in school sports enhances not only physical fitness but also emotional, cognitive, and social skills, ultimately contributing to life satisfaction and academic success. The analysis highlights the significance of a supportive network—including family, peers, and educators—in fostering positive outcomes for young athletes. Despite the growing interest in this area, gaps in the literature regarding the longitudinal evolution of social support in school sports are evident, necessitating further exploration of its dynamics across diverse cultural contexts. The study also presents a keyword cluster analysis that delineates two primary themes: methodological approaches and participant characteristics, shedding light on prevailing research foci. This research underscores the importance of interdisciplinary collaboration among educators, policymakers, and researchers to prioritize social support within school sports frameworks, thereby enhancing the educational experience and promoting holistic development among students
Analisis Kaidah Kebahasaan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMP
This research aims to describe the suitability of texts, especially linguistic rules, contained in textbooks with the criteria for selecting teaching materials. The method used in this research is a qualitative descriptive method with library study research techniques and discourse analysis techniques. The object analyzed is the linguistic rules in the 2017 Revised Edition of the Indonesian language textbook published by the Ministry of Education and Culture for classes VII, VIII and IX at junior high school level. The results of the research show that the linguistic rules contained in the textbook are in accordance with the criteria for selecting teaching materials. In detail, the suitability of linguistic rules in course book is as follows. (1) Based on relevance criteria, the linguistic rules in course book are of very good quality level. This means that the language rules in the course book are in accordance with the language rules contained in the 2013 Curriculum Basic Competencies. (2) Based on the criteria for consistency of language rules in the course book, including a consistently good quality level. This means that the language rules contained in textbooks can reach KD in the 2013 Curriculum because they contain knowledge and skills. Knowledge in the form of linguistic theory. Skills in the form of practice or training to apply knowledge. (3) Based on the criteria for adequacy of linguistic rules in textbooks, including a good quality level. The language rules stated in the course book are sufficient to facilitate the achievement of the specified KD
Identifikasi Konsep Fisika pada Permainan Cetor-Cetoran dan Monumen Patung Kuda yang Terdapat di Kota Prabumulih
Prabumulih adalah suatu kota yang terdapat di provinsi Sumatera Selatan. Di kota Prabumulih terdapat permainan cetor-cetoran yang merupakan salah satu permainan tradisional disana dan patung kuda yang menjadi salah satu ikon kota tersebut yang mana keduanya menerapkan beberapa konsep fisika didalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan konsep fisika pada permainan cetor-cetoran dan monumen patung kuda yang terdapat di kota Prabumulih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dua langkah, yaitu observasi dan identifikasi. Pada langkah observasi dilakukan dengan mencatat informasi yang didapat dan disaksikan selama penelitian, lalu dilanjutkan dengan identifikasi mengenai konsep fisika yang terlibat di dalamnya. Dari penelitian ini didapatkan bahwa permainan cetor-cetoran memanfaatkan konsep tekanan (sistem pelontaran peluru dan peluru mengenai objek), momentum (efek recoil pada cetor-cetoran), gerak dan kecepatan (peluru meluncur dan cetor-cetoran bergerak sebagai efek recoil), energi kinetik (setiap komponen yang bergerak dan peluru yang meluncur), energi potensial (ketika sistem cetoran-penembak dan peluru dalam keadaan diam), gaya gesek (timbul akibat pergerakan setiap komponen yang menghasilkan gesekan) dan monumen patung kuda memanfaatkan konsep perambatan cahaya (ketika lampu sorot dihidupkan), pemantulan cahaya (akibat adanya cermin cekung di lampu sorot untuk menerangi monumen patung kuda), dan satuan dasar pencahayaan (satuan yang diperhitungkan pada monumen patung kuda).Kata Kunci: Konsep Fisika; Permainan Tradisional; Monumen Patung KudaIdentification of Physics Concepts in the Game of Cetor-Cetoran and Horse Statue Monuments in Prabumulih CityABSTRACTPrabumulih is a city in the province of South Sumatra. In the city of Prabumulih there is a game of cetor-cetoran which is one of the traditional games there and a horse statue which is one of the icons of the city which both apply several physics concepts in it. The purpose of this study is to find out and explain the concept of physics in the game of cetor-cetoran and horse statue monuments in the city of Prabumulih. The method used in this study used two steps, namely observation and identification. In the observation step, it was carried out by recording the information obtained and witnessed during the research, then continued with the identification of the physical concepts involved in it. From this study, it was found that the game of the shooter used the concept of pressure (the system of throwing bullets and bullets hitting objects), momentum (the recoil effect on the shooters), motion and speed (the bullet slides and the slides as the recoil effect), kinetic energy (every moving component and the bullet slides), potential energy (when the shooter-and bullet system is at rest), friction force (arises from the movement of each component that produces friction) and the horse statue monument utilized the concept of light propagation (when the spotlight is turned on), light reflection (due to the presence of a concave mirror in the spotlight to illuminate the horse statue monument), and the basic unit of lighting (the unit taken into account on the horse statue monument)
EKSPLORASI MEKANISME BAPIDARA SEBAGAI ETNOMEDISIN PADA MASYARAKAT GANG CENDRAWASIH KOTA BANJARMASIN
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menguraikan Eksplorasi Mekanisme Bapidara Sebagai Etnomedisin Masyarakat Gang Cendrawasih, Kelurahan Kelayan Dalam, Kota Banjarmasin. Bapidara merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional yang berasal dari Masyarakat Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan nama penyakitnya adalah kapidaraan. Bapidara mulanya berasal dari tradisi pengobatan masyarakat Dayak Meratus, namun tradisi ini sudah mendapat pengaruh agama islam. Kapidaraan adalah sejenis penyakit yang tidak dapat dideteksi oleh dokter namun memiliki obat dengan cara bapidara. Bahan yang digunakan dalam pengobatan Kapidaraan adalah tumbuhan herbal yang tumbuh di Kalimantan. Biasanya dioleskan pada bagian ubun-ubun, telapak tangan, daerah ulu hati dan telapak kaki yang diiringi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran, agar makhluk gaib tidak lagi mengganggu pasien. Adapun metode penelitian ini yaitu metode kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Data dikumpulkan dari observasi dan wawancara mendalam. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling. Adapun teknik analisis data meliputi pengumpulan data yang sesuai dengan penelitian, kemudian data yang diperoleh di reduksi dan dikategorikan lagi data tersebut, setelah itu data disajikan dan diperoleh langkah terakhir dari Hasil penelitian yang menunjukkan dalam menghadapi fenomena ini Masyarakat Gang Cendrawasih juga menggunakan pikirannya lebih rasional. Akan tetapi Masyarakat Gang Cendrawasih yang secara rentang budaya sangat jauh dengan praktik animisme dan dinamisme serta segala sesuatu yang bersifat irrasional, sehingga Masyarakat Gang Cendrawasih kurang mempercayai praktik ini, praktik bapidara tetap harus kita jaga dan lestarikan bersama karena merupakan salah satu warisan budaya lokal Kalimantan agar anak, cucu juga menggetahui pengobatan tradisional bapidara yang terkandung nilai-nilai sosial, budaya, agama.