Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
    2407 research outputs found

    The Three Tier-Test untuk Mengungkap Kuantitas Siswa Yang Miskonsepsi Pada Konsep Gaya Pegas

    Get PDF
    Sebelum memasuki ruang pembelajaran para siswa telah memiliki konsep masing-masing mengenai fisika. Konsep tersebut berasal dari interaksi siswa dengan lingkungan. Konsep awal yang dimiliki siswa tersebut sering kali mengalami miskonsepsi atau tidak cocok dengan konsep yang dimiliki oleh fisikawan.Faktor lain yang menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi adalah  proses pembelajaran yang dilakukan masih berfokus pada hafalan dan rumus sehingga pada saat siswa diberikan bentuk soal mengenai penguasaan konsep, siswa mengalami kesulitan. Berhasil atau tidaknya siswa dalam  mempelajari fisika sangat ditentukan oleh penguasaan konsep yang dimiliki. Penguasaan konsep yang kurang dapat menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi adalah suatu konsep yang tidak sesuai atau konsep yang salah dengan pengertian ilmiah dengan para ahli. Konsep yang salah atau tidak sesuai yaitu konsep yang bertentangan dengan konsepsi para fisikawan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kuantitas siswa yang miskonsepsi pada konsep gaya pegas. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Siswa diwajibkan untuk menjawab soal (dalam bentuk three tier-test) tentang konsep gaya pegas pada lembar jawaban, kemudian lembar jawaban siswa dianalisis. Terdapat dua sub  konsep distribusi miskonsepsi pada materi Gaya Pegas yaitu; 1. Pada susunan pegas seri gaya terbesar terjadi pada pegas yang dekat dengan beban; 2. Gaya yang bekerja pada masing-masing pegas paralel sama dengan gaya yang diberikan dimana . Hasilnya menunjukkan bahwa persentase kuantitas siswa yang miskonsepsi yang terjadi pada kedua  konsep adalah sama. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat memberikan solusi untuk mereduksi kuantitas siswa yang miskonsepsi pada materi gaya pegas.

    Campur Kode Pada Novel 99 Cahaya Di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais Dan Rangga Almahendra (Kajian Sosiolinguistik)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode pada novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra yang meliputi wujud dan bentuk campur kode serta faktor-faktor terjadinya campur kode pada novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu teknik langsung artinya peneliti sebagai instrumen kunci dan dibantu kartu pencatat data.Berdasarkan analisis data dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra terdapat wujud campur kode meliputi penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata sebanyak 37 buah, frasa sebanyak 10 buah, baster sebanyak 5 buah, perulangan kata sebanyak 7 buah, dan penyisipan unsur yang berwujud idiom sebanyak 2 buah. Bentuk campur kode yaitu bentuk ke dalam dan bentuk ke luar. Terjadinyacampurkodedisebabkanolehbeberapafaktor yaitu tempat dan waktu terjadinya sebuah tuturan (settings), peserta tutur  (participants), tujuan dari suatu peristiwa dalam suatu masyarakat (ends), pokok tuturan (act sequences), nada tutur (keys), sarana tutur (instrumentalities), norma tutur (norms), dan jenis tutur (genre). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang sosiolinguistik, khususnya kajian mengenai campur kode dalam karya sastra

    Nilai Budaya dalam Cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui sastra lisan cerita Batu Darah Muning dari Kabupaten Sintang. Masalah umum dalam penelitian ini adalah  “Bagaimanakah nilai pendidikan dalam cerita Batu Darah  Muning dari Kabupaten Sintang?” Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengetahui nilai pendidikan dalam cerita Batu Darah  Muning dari Kabupaten Sintang. Manfaat  penelitian  ini untuk  mengembangkan  ilmu  pengetahuan  dan mendukung   khasanah  penelitian  dalam dunia  sastra  Indonesia, di samping penelitian yang telah ada. Metode deskriptif digunakan dalam peenelitian ini karena penulis ingin mengambarkan nilai-nilai pendidikan yang ada pada cerita rakyat Batu Darah Muning sebagai objek penelitian. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua kutipan-kutipan yang terdapat dalam cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang  jumlah halaman tiga puluh dua dan diterbitkan oleh CV. Pionir Jaya Bandung. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi dokumenter, karena penulis menggunakan cerita rakyat sebagai sumber data. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa kartu pencatat data dari hasil pembacaan dan kajian terhadap cerita Batu Darah Muning. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian isi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan studi literatur dan triangulasi

    Peningkatan Keterampilan Menulis Rangkuman Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition Kelas VII B SMP Negeri 8 Singkawang Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai menulis siswa. Hal ini dikarenakan materi menulis sulit dikuasai, siswa kurang memberikan respon positif terhadap kegiatan menulis sehingga siswa kesulitan dalam mencapai tujuan dalam memahami pesan yang ingin pengarang sampaikan melalui tulisan. Selanjutnya penelitian ini difokuskan pada materi menulis rangkuman menggunakan model cooperative integrated reading and composition composition pada materi menulis rangkuman yang menemukan pokok-pokok isi buku dan mampu merangkai isi buku menjadi rangkuman. Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari pembelajaran menulis rangkuman menggunakan model cooperative integrated reading and composition. Model penelitian ini adalah deskriftif dengan bentuk kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau clasroom action, yaitu untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dari penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis rangkuman kelas VIII B SMP Negeri 8 Singkawang. Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum dilakukan tindakan nilai rata-rata siswa 41,17%. Setelah dilakukan tindakan siklus I adanya peningkatan menjadi  64,70%, sedangkan pada siklus II ketuntasan mencapai 87,87%. Berdasarkan penelitian ini guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa terhadap menulis, dalam pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran materi menulis rangkuman dengan menggunakan model cooperative integrated reading and composition pada kelas  VIII B SMP Negeri 8 Singkawang dapat meningkat

    DEVELOPMENT OF CHARACTER EDUCATION BASED ON LOCAL WISDOM IN INDEGENOUS PEOPLE TENGAHAN SEDANGAGUNG

    Get PDF
    The character education is built from the values of local wisdom that diverse. The value of local wisdom contains noble values of the ancestor of nation that can be used as capital to establish a nation with good and strong character. The role of local wisdom can be used to develop a character education. This study have reviewed same jurnal literature and article about development of character education based on local wisdom. The first part in the study will introduce the meaning of charater, character education, and local wisdom. The second part will discuss relation of character education and local wisdom, social culture on indigenous peoples Tengahan Sendangagung, the values of the local wisdom on indigenous peoples Tengahan Sendangagung, and the wisdom of the local indigenous people to develop a character education. Finally, the last part of this paper will explain some values of the local wisdom to develop character education

    Pola Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Anak Autis Di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Anak dengan spektrum autis memiliki masalah perkembangan yang cukup berat. Namun mereka memiliki hak yang sama dalam pendidikan, sehingga tidak jarang kita temui mereka di sekolah-sekolah, baik di sekolah luar biasa maupun sekolah umum (inklusi). Anak autis membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam mengoptimakan kemampuannya. Perkembangan anak autis tidak seperti anak pada umumnya, mereka sering membentuk pola tertentu dan membutuhkan konsistensi yang tinggi. Oleh karena itu sekolah melalui bimbingan konseling memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak terutama keluarga yang memiliki intensitas interaksi sangat tinggi bersama anak. Dengan adanya kerjasama sekolah dan keluarga melalui bimbingan dan konseling, juga akan memudahkan dan membantu keluarga terutama orangtua dalam membangun hubungan serta melakukan intervensi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dari berbagai sumber mutakhir yang sesuai. Kajian ini menghasilkan sebuah pola pelaksanaan bimbingan dan konseling secara umum yang melibatkan keluarga terutama orangtua guna mengoptimalkan kemampuan anak. Di dalam pola terdapat tiga proses yaitu (1) identifikasi merupakan pelaksanaan asesmen untuk mengetahui kondisi anak autis, baik masalah maupun potensi yang dimilikinya; (2) Solusi atau rancangan program bimbingan dan konseling berdasarkan hasil asesmen agar memberikan fokus yang jelas terhadap kemampuan anak yang akan di optimalkan.; dan (3) pelaksanaan. Pada proses yang terakhir yaitu pelaksanaan terjadi kerjasama antara (1) konselor dan anak, (2) konselor dan orangtua, serta (3) konselor terhadap hubungan orangtua dan anak. Dengan adanya pola pelaksanaan umum ini maka akan memudahkan sekolah dalam membantu siswa autis untuk mengoptimalkan kemampuannya. Sekolah dasar dipilih karena pada usia-usia inilah sekolah melalui bimbingan dan konseling mengenal anak secara utuh dari berbagai aspek serta mulai membangunnya menjadi pribadi dan perilaku serta perkembangan yang lebih optimal

    Penerapan Konseling Kelompok Dalam Aspek Kompetensi Intrapersonal Siswa Kelas X

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pelaksanaan layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kompetensi intrapersonal siswa kelas X disalah satu SMA Negeri di Kota Singkawang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random cluster sampling. Instrumen pengumpulan data menggunaakan RPL (Rancangan Pelaksanaan Layanan). Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diberikan perlakuan sebanyak tiga kali pertemuan dengan 4 tahap konseling, yang mana tahap demi tahap siswa mulai menunjukkan sikap percaya diri, mampu untuk memahami diri, menyadari kelemahan dan kelebihan, mampu membuat keputusan, mampu menghadapi kegagalan, disiplin diri, mampu mengendalikan diri, menghargai diri, dan menerima diri sebagai orang yang berharga

    Pemanfaatan Media Kit Oleh Guru Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 4 Kota Singkawang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar yang dicapai siswa dengan pemanfaatan media. Jenis  penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dan bentuk penelitiannya adalah deskriftif. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu tes, wawancara, dan observasi. Dari pemanfaatan media Kit yang digunakan terbukti dapat meningkatkan kemampuan penguasaan materi pembelajaran serta meningkatkan kemampuan kinerja ilmiah siswa terutama dalam melakukan percobaan, melakukan pengamatan, pengambilan keputusan dan melaporkan hasil percobaan. Sesuai hasil observasi, wawancara dengan guru dan siswa diperoleh data bahwa dalam pelaksanaan pemanfaatan media Kit dalam pembelajaran, guru menunjukkan kemampuannya mengoperasikan media Kit, melibatkan siswa, memberikan bimbingan kepada siswa dan memperhatikan keselamatan dalam pemanfaatan media Kit selama pembelajaran

    Analisis Reduksi Intensitas Cahaya Pada Smartphones’ Screen Protector Dan Dampaknya Pada Mata

    Get PDF
    Analisis reduksi intensitas cahaya yang melewati screen protector dan identifikasi kemampuan screen protector sebagai pelindung mata dilakukan dengan mengukur reduksi intensitas cahaya menggunakan luxmeter, kemudian menetapkan fokus bahasan yang mencakup kemampuan cahaya menembus screen protector dan analisis fisis screen protector sebagai pelindung mata. Peran sebagai pelindung mata dikaji melalui pendekatan peristiwa polarisasi yaitu proses terserapnya sebagian arah getar cahaya. Dihasilkan sebagian arah getar cahaya layar smartphone sebelum masuk ke mata akan terserap oleh screen protector sehingga dapat memperlambat terjadinya degenerasi makula. Rekomendasi pemilihan screen protector bergantung pada besarnya koefisien atenuasi (koefisien penyerapan) yang dimiliki masing-masing screen protector. Koefisien atenuasi terbesar dimiliki oleh screen protector jenis anti spy

    Constraint of Paud Teacher’s Innovativeness

    Get PDF
    The purpose of this   reasearch is to study the constraint of Paud teacher’s innovativeness by examining the threevariables which will become the strongest aspect to increase Paud teacher’s innovativeness such as organization culture, transformational leadership and job motivation. The survey is conducted by taking sample of 144 teachers who had been graduated from The Teachers Training College by proportional random sampling technique at Paud teachers in Bogor, west Java, Indonesia. The research used a Sequential Explanatory Design Mixed Method. The quantitative research is firstly conducted then followed by the qualitative research to support the research more comprehensively understood.The quantitative research portrays that there is a very significant positive correlation between those three variables strengthening the Paud teacher’s innovativeness. This relationship is also supported by the qualitative research  which organizational culture, transformational leadership and job motivation give higher scores to support Paud teacher’s innovativenes

    2,303

    full texts

    2,407

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇