Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
    2407 research outputs found

    Pentingnya Kualitas Pribadi Konselor Dalam Konseling Untuk Membangun Hubungan Antar Konselor Dan Konseli

    Get PDF
    Sasaran sistem konseling adalah menyediakan kondisi dimana dapat menolong klien agar bisa mengembangkan kekuatan psikologis untuk mengevaluasi perilakunya sekarang  dan  bisa mendapatkan perilaku yang lebih efektif. Proses belajar berperilaku efektif ini difasilitasi dengan menciptakan lingkungan konseling yang hangat dan aplikasi berbagai prosedur konseling. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kualitas hubungan antar pribadi yang baik konselor dan klien. Konseling sebagai sebuah profesi yang digambarkan dengan tampilan konselornya. Konselor profesional merupakan figur yang dapat menampilkan dirinya sebagai teladan. Di antara kompetensi konselor, yang paling penting adalah kualitas pribadi konselor  karena konselor sebagai pribadi harus mampu menampilkan jati dirinya secara utuh, tepat, dan berarti, serta membangun hubungan interpersonal  yang baik sehingga menjadi motor penggerak keberhasilan layanan. Pribadi konselor merupakan ‘instrumen’ yang menentukan hasil positif dalam proses konseling, sebab inti dari proses terapeutik dalam konseling yaitu hubungan yang dibangun antara konselor dan konseli. Sehingga kualitas pribadi konselor merupakan hal yang esensial bagi konselor untuk mencapai tujuan dalam proses konseling

    Implementasi Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Berbantuan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika

    Get PDF
    Beberapa aspek yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika, diantaranya adalah pemahaman konsep, pemecahan masalah serta penalaran dan komunikasi.Pemahaman konsep adalah kemampuan untuk memahami, memaknai, mengidentifikasi, serta mampu menjelaskan kembali konsep tersebut secara terperinci. Indikator pemahaman konsep yang akan dikaji dalam penelitian ini untuk menyatakan peserta didik yang telah memahami suatu konsep adalah (1) menyatakan ulang sebuah konsep, (2) mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, (3) memberikan contoh dan non contoh suatu konsep, (4) menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, (5) mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep, (6) menggunakan, memamfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu dan (7) mengklasifikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep diperlukan model pembelajaran yang tepat.Salah satu model pembelajaran yang tepat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep adalah model pembelajaran Group Investigation(GI).  Model pembelajaran Group Investigation (GI)adalah model pembelajaran berkelompok yang melibatkan peserta didik  secara aktif melakukan penyelidikan. Dalam model pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat memahami kajian materi yang bersifat abstrak, sehingga dapat membantu peserta didik memahami suatu konsep. Selain itu alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Alat peraga dalam pembelajaran adalah segala benda yang dirancang sedemikian rupa dan sengaja dipersiapkan untuk digunakan untuk memahami sebuah konsep. Dengan mengimplementasikan model pembelajaran Group Investigation berbantuan alat peraga, kemampuan pemahaman peserta didik akan meningkat

    TEACHER ROLE IN FORMATION POLITENESS OF STUDENT LEARNING PROCESS

    Get PDF
    Language as a communication tool has an important role in human interaction. Language can be used to convey ideas, ideas, feelings, desires, and so forth to others. To be able to communicate well certainly should be able to adjust the language used. One of the main functions of communication is to maintain the continuity of the relationship between the narrator and hearer. Language is an important pillar in the formation of character, in addition to religious education and moral education. In education, teachers must have pedagogical, professional, personal, and social. Teachers who have a good competence speech acts certainly have a good and well mannered to students. In the learning process, teachers and students communicate in give and receive course materials. The learning process is certainly not only provides knowledge alone, but give the values of character to students. In this case, the teacher must have a principle that must be controlled properly, correctly and precisely. Thus, teachers are expected to master the communication and understanding the principles of politeness in speaking well and correctly. The goal is a description of a form of politeness in the learning process. This research is a descriptive study which seeks to describe a form of politeness in the learning process. Data collection method used is the method refer to the data collection techniques are 1) recording technique using a tape recorder, and 2) technical note on the data card. Furthermore, methods of data analysis using pragmatic frontier

    Penerapan Model Pembelajaran Atraktif Berbasis Multiple Intelligences Tentang Pemantulan Cahaya pada Cermin

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran atraktif berbasis multiple intelligences dalam meremediasi miskonsepsi siswa tentang pemantulan cahaya pada cermin. Pada penelitian ini digunakan bentuk pre-eksperimental design dengan rancangan one group pretest-post test design. Alat pengumpulan data berupa tes pilihan ganda dengan reasoning. Hasil validitas sebesar 4,08 dan reliabilitas 0,537. Siswa dibagi menjadi lima kelompok kecerdasan, yaitu kelompok linguistic intelligence, mathematical-logical intelligence, visual-spatial intelligence, bodily-khinestetic intelligence, dan musical intelligence. Siswa membahas konsep fisika sesuai kelompok kecerdasannya dalam bentuk pembuatan pantun-puisi, teka-teki silang, menggambar kreatif, drama, dan mengarang lirik lagu. Efektivitas penerapan model pembelajaran multiple intelligences menggunakan persamaan effect size. Ditemukan bahwa skor effect size masing-masing kelompok berkategori tinggi sebesar 5,76; 3,76; 4,60; 1,70; dan 1,34. Penerapan model pembelajaran atraktif berbasis multiple intelligences efektif dalam meremediasi miskonsepsi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan pada materi fisika dan sekolah lainnya

    Membentuk Karakter Cerdas Melalui Bimbingan Dan Konseling Perkembangan Untuk Menghadapi MEA

    Get PDF
    Karakter cerdas pada peserta didik dapat dikembangkan melalui bimbingan dan konseling program perkembangan. Melalui bantuan seorang konselor profesional,peserta didik akan dapat mencapai tugas perkembangan.Serta karakter yang cerdas akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena layanan bimbingan dan konseling tidak hanya untuk pelajar yang memiliki masalah, tetapi pengembangan layanan bimbingan dan konseling ditujukan untuk semua siswa sehingga mereka dapat mencapai tugas perkembangan dan menjadi orang yang mandiri dan mantap.Pembentukan karakter cerdas dengan bimbingan dan konseling dilakukan atas pengembangan layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual ,layanan responsif, dan dukungan sistem.Sehingga peserta didik sebagai aset bangsa ini akan mampu menghadapi dengan negara-negara ASEAN dalam menghadapi MEA

    Konseling Behavioral Dengan Teknik Self Management Untuk Membantu Kematangan Karir Siswa SMK

    Get PDF
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), MTs, atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui setara SMP/MTs. SMK diharapkan bisa menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi pada kenyataannya pengangguran terbuka paling banyak dari SMK. Satu diantara tugas perkembangan remaja khususnya siswa SMK adalah tercapainya kematangan karir. Kematangan karir merupakan aspek yang perlu dimiliki siswa untuk menunjang karir dimasa depan. Kematangan karir yaitu sikap dan kompetensi yang berperan untuk pengambilan keputusan karir (B. Hasan, 2006). Siswa SMK dituntut agar dapat melakukan pemilihan karir secara tepat ketika ia dihadapkan dalam proses penjurusan untuk memilih pilihan karir tertentu. Salah satu upaya untuk membantu siswa SMK dalam menghadapi permasalahan kematangan karir yaitu melalui layanan konseling behavioral dengan teknik Self Management. Penulisan ini menggunakan metode kajian literatur, sehingga tujuannya adalah bagaimana konseling behavioral dengan teknik Self Management membantu siswa SMK dalam mengembangkan kematangan karirnya

    Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Gerak Harmonik Sederhana Di Kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo

    Get PDF
    Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Gerak Harmonik Sederhana Di Kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru bidang studi fisika di MAN Sanggau Ledo, bahwa guru dalam mengajar masih menggunakan metode tradisional, yaitu metode ceramah. Salah satunya materi gerak harmonik sederhana dan hasil belajar siswa pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo rendah yang kurang dari nilai KKM yaitu 70. Hal ini dibuktikan dari hasil ulangan siswa yang tuntas sebanyak 26,32% dan yang tidak tuntas sebanyak 73,69%, yang keseluruhan jumlah siswa 19 orang di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo Tahun Ajaran 2014/2015 semester ganjil,dan berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi yang ada disekolah tersebut belum pernah menerapkan model inkuiri terbimbing. Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum diajarkan dengan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. (2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. (3) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana di kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian exsperimen, bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design, dan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitaian ini siswa kelas XI IPA MAN Sanggau Ledo, dan dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan menggunakan nonprobability sampling,  teknik yang digunakan adalah sampling jenuh. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berbentuk essay. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa sebelum diajarkan dengan pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana memiliki rata-rata nilai 36.82 yang tergolong rendah dengan standar deviasi 9.48. (2) Hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana memiliki rata-rata nilai 65.45 yang tergolong cukup dengan standar deviasi 9.47. (3) Dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t, pada taraf signifikansi 5% diperoleh t hitung > t tabel atau 4.58 > 2.079, maka Ha diterima. Dengan demikian pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing pada materi gerak harmonik sederhana terdapat peningkatkan hasil belajar siswa

    MEDIA LITERACY COMPETENCY-ORIENTED LIFE SKILLS FOR HIGH SCHOOL TEACHER IN THE CITY OF BANDUNG IN THE FACE OF MEA

    Get PDF
    Use good media mass media as well as electronic media increases over time, especially with the presence of new media that is able to collect, process, and exchange information quickly. Research literacy competency media beorientasi life skills aims to describe the media literacy competency-oriented life skills which belonged to the high school teacher in the city of Bandung. Research methods using a descriptive qualitative approach method. The expected results are: (1) the discovery of the level and type of media literacy and competency (2) discovery of quality, factor endowments, and restricting the media literacy competency-oriented life skills teachers HIGH SCHOOL in Bandung. The results of the analysis of the data shows that the competence-based media literacy-oriented life skills teacher HIGH SCHOOL city of Bandung were still on secondary media literacy

    NATIONALISM APPLYING IN LEARNING CIVIC EDUCATION AS MORAL LEARNING MEDIA IN UNIVERSITY

    Get PDF
    This research will review about nationalism in university. The first part of this research will introduce the meaning of nationalism and relation with civic education in university. Nationalism is defined as a love of their country and most citizens feel a sense of nationalism. Civic education in the university is required to strengthen the students in shaping the attitude of nationalism. Students are spearheading the future of a country that they have to love their country because the science which is accepted must be applied in their social life. The main mission of civic education is to help students establish the values of their personality, in order to be able to realize the basic values of Pancasila consistently, also their sense of nationalism in developing science, technology and art with morality. The obstacle of applying nationalism in Civic Education is because of too theoretical and not oriented to the practice of students in community. Inculcation of nationalism should not use indoctrination.We need a civic education in students moral fortify until finally embedded as strong nationalism. This paper using library research. Secondary data was collected by identifying the relevan papers, books, and journal. The data was interpretated and analyzed descriptively. The second part: this research will give solution about method to inculcation of nationalism toward higher educational education. The final part : will give conclusion the best method to inculcation of nationalism in higer educational education and give suggestion to further research about inculcation of nationalism

    Peningkatan Self-Efficacy Pada Siswa Melalui Konseling Cognitive Behavioral

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan self efficacy siswa melalui konseling cognitie behavioral. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen subject tunggal (single subject experiment). Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling. Data dihitung dengan menggunakan penghitungan Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gain siswa pada level dengan scor 11, generalit y11, dan stenght 8.Saran yang dapat diberikan adalah, karena temuan penelitian digunakan dalam seting lebih sempit seingga temuannya tidak mampu untuk melakukan kesimpulan secara umum, sehingga penelitian selanjutnya dapat menggunakan seting kelompok agar mampu melakukan generalisasi penelitian

    2,303

    full texts

    2,407

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇