Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pada Materi Lingkaran Kelas VIII
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi lingkaran kelas VIII. Penelitian yang digunakan true experiment design dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII di SMP Negeri 04 Singkawang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII D sebagai kelas kontrol. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus N-gain dan uji-t (independen) untuk mengetahui perbedaan peningkatan, Effect Size untuk mengetahui pengaruh, persentase aktivitas siswa dan nilai motivasi belajar siswa untuk mengetahui aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diberikan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang dibuktikan dengan nilai N-gain 0,51 kategori sedang pada kelas eksprimen dan 0,25 kategori rendah pada kelas kontrol serta uji-t (independen) diperoleh nilai thitung = 5,67 > ttabel = 2,00, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa yang dibuktikan perolehan nilai Effect Size sebesar 1,76 dengan kategori tinggi, (3) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap aktivitas siswa yang dibuktikan dengan perolehan persentase aktivitas 67,4% dengan kategori aktif, (4) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap motivasi siswa yang dibuktikan dengan nilai rata-rata motivasi belajar siswa keseluruhan sebesar 44,76 dengan kategori tinggi
Pembelajaran Model SAVI Berpendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa
Kemampun Pemecahan masalah siswa menjadi tuntutan tertinggi dalam dunia pendidikan termasuk pembelajaran matematika pada semua jenjang pendidikan, siswa yang yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah dengan baik akan mampu berhadapan dengan masalah-masalah nonrutin dan mampu menyusun langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah tersebut. Usaha peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dibentuk dari berbagai macam cara termasuk kreatifitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran dikelas dengan baik melalui penggunaan model dan pendekatan pada kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan pembelajaran model SAVI berpendekatan kontekstual; kelas dengan pembelajaran model SAVI dan kelas dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi-experimental) yang didesain dalam bentuk non-equivalent (pre-test and post-test) control-group design. Penelitian tahap pertama menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan menggunakan model SAVI berpendekatan kontekstual tuntas baik individual maupun klasikal, kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas yang diajarkan model SAVI berpendekatan kontekstual lebih baik dari siswa yang diajarkan SAVI lebih baik dari siswa dengan pembelajaran konvensional
MEDIA MUSIK DAN LAGU PADA PROSES PEMBELAJARAN
Suasana lingkungan belajar dalam kelas sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Suasana lingkungan belajar ini diwujudkan dalam bentuk pengkondisian ruang kelas pembelajaran. Pengkondisian ini menyangkut kondisi fisik bangunan dan juga kenyamanan tempat duduk siswa. Kecukupan cahaya atau penerangan juga diperlukan. Selain itu, hal ini juga dapat dilakukan dengan memberikan kenyamanan tambahan yang salah satunya dapat digunakan yaitu memberikan musik. Hasil-hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa musik bermanfaat bagi ibu hamil dan berpengaruh terhadap janin yang dikandung. Musik dapat mempengaruhi detak jantung pendengarnya. Musik juga dapat menenangkan pikiran seseorang dan menjadi alat bantu bagi pengembangan kecerdasan manusia. Salah satu jenis musik yang banyak dipakai dalam pengkondisian suasana belajar atau suasana kerja adalah jenis musik klasik. Hasil-hasil penelitian tindakan kelas menyatakan bahwa musik berpengaruh terhadap proses pembelajaran siswa dalam kelas
STUDY OF PRIMARY SCHOOL TEACHER COMPETENCE IN TANAH BUMBU REGENCY
Teacher competence is central factor that influencing teacher performance to create human resources with certain quality. Teacher competence influenced by many factors, such as educational background and teaching experience for his specific subject. This study aims to: 1) map the competence of primary school teachers in Tanah Bumbu Regency, and 2) analyze the effect of educational background and teaching experience to teacher competence. This study used quantitative approach. Population of this research is all primary school teachers in Tanah Bumbu regency which already followed Online Test of Teacher Competence (UKG Online) as many as 1,106 teachers. Samples were taken by using purposive random sampling as much as 20% of the total population that numbered 160 people. Variables of this study are: 1) Teacher Competence, 2) Educational Background and 3) Teaching Experience. This study used quantitative analysis includes percentage technique and multiple linear regressions. The results showed: 1) Primary school teacher competence in Tanah Bumbu Regency is above the national average score of 53.05, but still below the Minimum Competence Standards (SKM) of 55. The average score of pedagogic competence is 48.15 and professional competence is 55.91. 2) There is a significant simultaneous effect of educational background and teaching experience to teacher performance. Partially, only teacher experience variable that that significantly influence the teacher competence
Effect of Spiritual Leadership to Organizational Culture and Employee’s Loyalty
Although the leader of the Society’s Eye Hospital, East Java has the characteristics of spiritual leadership as in the dimensions of spiritual leadership developed by Fry (2003) including vision, hope / faith, and altruistic love, however the level of employee turn over is still high. To address this problem, the research is using a quantitative causality approach and SEM PLS model as the data analysis technique used. The result of the research shows that there is a significant positive influence on spiritual leadership towards the organizational culture. A significant positive influence of organizational culture also seen on employee’s loyalty, and there is a positive but insignificant influence of spiritual leadership on employee’s loyalty
Student Presentations Upgrades Through Use of Language Learning Strategies
This research is experimental testing of Language Learning Strategies to improve student presentation at the Indonesian Department of Education, University of Siliwangi Tasikmalaya. Learning stage presentations using Language Learning Strategies are as follows. (1) preparation, (2) presentation, (3) practice, (4) evaluation, (5) expansion activities. In each stage been LLS is eclectic in accordance with the needs of learning, good learning objectives, material characteristics, and the characteristics of the students. There is a significant difference between the mean score of the pretest to posttest mean score in the experimental class and there is a significant difference between the mean score of posttest in the experimental class with a mean score of posttest in control classes. This proves that effective language learning strategies to improve student presentation
Pemanfaatan Kulit Singkong Sebagai Bahan Baku Karbon Aktif
Karbon aktif merupakan produk dari proses aktivasi karbon yang kemampuan penyerapannya lebih tinggi dan memiliki kegunaan lebih banyak daripada karbon biasa. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Karbon aktif dapat dibuat dari karbon kulit singkong dengan cara dikarbonisasi untuk menghasilkan karbon pada suhu 2000C, 3000C, 4000C, 5000C, dan 6000C. Selanjutnya karbon diaktivasi secara kimia dengan larutan asam fosfat. Proses aktivasi kimia karbon kulit singkong dilakukan dengan merendam karbon kulit singkong dalam larutan H3PO4 2,5% selama 24 jam. Karbon aktif yang dihasilkan memenuhi standar (SNI) 06–3730-1995 dengan hasil pengujian kadar air antara 4,5% - 13% dimana standar SNI maksimum 15% dan kadar abu antara 1,5%-7,5% dimana standar SNI maksimum 10%, dan dan daya serap iodium antara 2.533,78 mg/g - 2.537,71mg/g dimana standar SNI maksimum 750 mg/g.
Analisis Plastik Biodegradable Berbahan Dasar Nasi Aking
Lingkungan bagi manusia merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupannya, karena lingkungan tidak hanya sebagai tempat manusia beraktivitas, tetapi juga sangat berperan dalam mendukung berbagai aktivitas manusia. Lingkungan tidak jauh dengan adanya limbah. Tidak sedikit masyarakat yang menyisakan nasi dan membuangnya, sehingga nasi menjadi limbah. Limbah nasi sering dikenal sebagai nasi aking. Kandungan pati yang terdapat pada nasi aking dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik biodegradable. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui laju penguraian atau biodegradasi plastik biodegradable terhadap lingkungan dengan variasi massa 5 gram, 8 gram, dan 11 gram. Untuk pencampuran kitosan dengan kadar 3gr dan gliserol 2mL diberikan dalam jumlah yang sama untuk masing-masing massa. Hasil dari penelitian ini didapatkan biodegradasi yang paling optimal dengan massa 8 gram selama 7 hari dan mempunyai kuat tarik 158.725 Kg/cm2
Penerapan Engaged Learning Strategy Dalam Menumbuhkembangkan Tanggung Jawab Belajar dan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tanggungjawab belajar dan kemampuan koneksi matematis siswa pada materi Fungsi Logaritma di kelas X IPA SMA Negeri 3 Singkawang yang menerapkan Engaged Learning Strategy. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan tanggung jawab belajar adalah sikap dan perilaku siswa yang menunjukkan kepatuhan umum dengan standar perilaku yang diharapkan serta komitmen sehubungan dengan belajar akademik siswa, yang bisa dilihat dari aspek-aspek seperti: (1) Memiliki Inisiatif, Otonomi dan Kendali Belajar (2) Berpartisipasi Aktif dalam Pembelajaran, (3) Orientasi Positif terhadap Sekolah, (4) Mampu Memanajemen Sumber Belajar. Sedangkan kemampuan koneksi matematis adalah kemampuan siswa menemukan dan menggunakan keterkaitan antar konsep dalam matematika dan kemampuan siswa menemukan dan menggunakan keterkaitan konsep matematika dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment (Eksperimen Semu) dengan rancangan one-group pre-test post-test design, dimana kemampuan koneksi matematis 37 siswa dalam pembelajaran diukur sebelum dan setelah pembelajaran yang menerapkan Engaged Learning Strategy. Dalam penelitian ini, tanggung jawab belajar diukur dengan menggunakan kuesioner penilaian diri sedangkan kemampuan koneksi matematis siswa diukur dengan menggunakan tes uraian. Hasil penilaian diri kemudian diolah dengan skala Likert yang dikonversi menjadi data kuantitatif sementara hasil tes uraian diolah dengan mengacu pada pedoman penskoran. Hasil analisis data menunjukkan secara umum tanggung jawab belajar siswa meningkat sebesar 6 % dimana peningkatan terbesar adalah indikator Berpartisipasi Aktif dalam pembelajaran. Hal ini terjadi karena masalah nyata yang digunakan dalam pembelajaran sehingga dapat memotivasi siswa untuk menginvestasikan minatnya dalam belajar. Sedangkan untuk kemampuan koneksi matematis dibatasi dalam penelitian ini hanya untuk koneksi dengan kehidupan sehari-hari dan antar konsep matematika. Secara keseluruhan kemampuan koneksi matematis mengalami peningkatan skor rata-rata sebesar 1,5%
Pengaruh Penerapan Hukuman Terhadap Kemandirian Siswa
Siswa adalah subjek yang belajar atau siswa disebut pelajar. Pelajaran di berikan kepada siswa yang sedang mengikuti proses pendidikan. Siswa dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat sedangkan siswa dalam arti sempit adalah anak yang belajar di sekolah. Dikatakan pelajar karena mereka mengikuti pembelajaran dalam konteks pendidikan di sekolah, intinya bahwa hakekat seorang pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu. Berdasarkan gambaran di atas dapat diketahuii bahwa kemandirian siswa adalah suatu sikap dimana seorang siswa atau subjec yang belajar mengembangkan diri dengan melalui jalur dan jenjang pendidikan yang betujuan untuk membentuk kepribadian seseorang untuk dapat berdiri sendir