Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Influence Cooperative Learning Method and Personality Type to Ability to Write The Scientific Article (Experiment Study on SMAN 2 Students Ciamis Learning Indonesian Subject)
The purpose of this research was to know the influence of cooperative learning method (Jigsaw and TPS) and personality type (extrovert and introvert) toward students’ ability in scientific writing at the SMA Negeri 2 Ciamis class XII. The research used experimental method with 2 x 2 factorial design. The population was the students of class XII which consisted of 150. The sample was 57 students. The results showed that: (1) The ability to write scientific articles of students learning by cooperative learning method jigsaw model (= 65,88) is higher than students who learn by cooperative technique method of TPS (= 59,88), (2) Ability writing scientific articles of students whose extroverted personality (= 65.69) is higher than introverted students (= 60.06); (3) there is interaction between cooperative learning method and personality type to score of writing ability of scientific article (4) ability to write scientific article of extrovert student and studying with technique of Jigsaw (= 77,75) higher than extrovert student learning with cooperative learning method model of TPS (= 53,63) to score of writing ability of scientific article, (5) ability to write introverted student's scientific article and get treatment of cooperative learning method of jigsaw model (= 54,00) lower than introverted student learning TPS technique = 66,13), (6) the ability to write extroverted students' scientific articles studied with jigsaw techniques, and introverted students who studied Jigsaw techniques (= 77.75) were higher than those with introverted personality types studied by the Jigsaw technique (= 54.00 ), (7) Ability to write scientific articles of students learning by cooperative techniques of TPS technique and have extrovert personality type ( = 53.63) lower than introverted students learning TPS techniques (= 66.13)
FULLY HUMAN BEING PADA REMAJA SEBAGAI PENCAPAIAN PERKEMBANGAN IDENTITAS
Tulisan bertujuan mengetahui keterkaitan antara fully human being dengan perkembangan identitas pada remaja. Pada artikel ini dijelaskan tentang tahapan perkembangan remaja, teori Gestalt terkait fully human being serta faktor-faktor yang mempengaruhi fully human being pada remaja
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MELALUI KETELADANAN DAN PEMBIASAAN
Pendidikan karakter merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh berbagai personil sekolah, bahkan yang dilakukan bersama-sama dengan orang tua dan anggota masyarakat untuk membantu anak-anak dan remaja agar menjadi atau memiliki sifat peduli, berpendirian, dan bertanggung jawab. Menyikapi pentingnya pendidikan karakter, maka sangat diperlukan pendidikan karakter di sekolah untuk mewujudkan peradaban bangsa dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan. Bagian pertama dalam studi ini akan memperkenalkan makna pendidikan karakter, fungsi dan tujuan pendidikan karakter. Bagian kedua akan membahas nilai-nilai pendidikan karakter dan pentingnya pendidikan karakter. Akhirnya, bagian terakhir dari tulisan ini akan menjelaskan tentang implementasi pendidikan karakter di sekolah melalui keteladanan dan pembiasaan
ANALYSIS LEARNING SOCIAL SCIENCE CHARGED THE VALUES OF ENTREPRENEURSHIP IN PRIMARY SCHOOL (Case Study in Social Science Education in Class IV SDPN Pajagalan 58 Bandung)
Entrepreneurship education is a government program that is conducted every level of education. Implementation of the values of entrepreneurship learning in primary schools is an effort to promote entrepreneurship, so that people can develop into a reliable personal and be the generation that can create jobs. This study aims to assess the extent to which the learning of Social Sciences can provide space in growing the value of entrepreneurship in primary school students. This research was conducted in SDPN Pajagalan 58 with qualitative approach case study method. The subject is the person responsible for entrepreneurship education program, one teacher of Social Sciences and seventeen students of class IV. Based on the survey results revealed that entrepreneurship education program has been designed as possible into school programs that are implemented on an ongoing basis. The values of entrepreneurship has been published in school activities such as extracurricular activities, events and activities programmed habituation. Planning learning Social Sciences laden entrepreneurial values starting from the manufacture of the syllabus and lesson plans. Implementation of classroom learning is done in accordance with the lesson plan gives more space for students to develop a personality. Assessment of learning laden entrepreneurial values is done through observation and checks on student attendance. At the time of the learning takes place, the student has demonstrated an attitude / entrepreneurial character that is honest, self-discipline, confidence, leadership, creative, independent, hard work, responsibility, curiosity, communicative, and cooperation. The main problem is the plan that is prepared teacher is not maximized and not yet fully apply in learning. From the results of this study are expected to provide benefits for the development of entrepreneurship education in primary schools, especially in SDPN Pajagalan 58 and become material for the evaluation of Bandung City Education Department
Pengaruh Metode Pembelajaran Examples Non Examples Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Mengenal Penggunaan Uang Sesuai Dengan Kebutuhan
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode Examples Non Examples terhadap kognitif siswa Pada Materi Mengenal Penggunaan Uang Sesuai dengan Kebutuhan di Kelas III Sekolah Dasar Negeri No 47 Sinar Kasih. Metode yang digunakan metode kuantitatif deskriptif. Bentuk penelitian Quasi-Eksperimen. Hasil analisis data observasi guru dengan persentase 100%, berkriteria baik, sedangkan data observasi siswa dengan persentase rata-rata 86,93% berkriteria baik. Berdasarkan perhitungan hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata pretest untuk kelas eksperimen 41,66, serta kelas kontrol 46,85 dan nilai rata-rata posttest untuk kelas eksperimen 77,59, serta kelas kontrol 69,07. Peningkatan Kognitif siswa dihitung dengan rumus Indeks Gains dan didapat nilai 0,62 artinya terdapat peningkatan yang tinggi kognitif siswa setelah menggunakan metode pembelajaran examples non examples. Teknik pengolahan data menggunakan Uji t-dua sampel karena jumlah siswa 27 orang kelas ekperimen dan 27 orang kelas kontrol serta data berdistribusi normal dan homogen. Hasil dari uji hipotesis diperoleh Pada hasil pretest diketahui bahwa nilai thitung adalah -1,7 sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan db (N1+N2-2 = 52) adalah 2,011. Hal ini berarti nilai thitung ˂ttabelyaitu -1,7 ˂ 2,011 maka Ho diterima yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan kognitif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, sedangkan pada hasil posttest diketahui bahwa nilai thitung adalah 2,79 sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan db (N1+N2-2 = 52) adalah 2,011. Hal ini berarti nilai thitung ˃ttabelyaitu 2,79 ˃ 2,011 maka Ha diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan kognitif siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil angket respon siswa dengan rata-rata 88,15% dengan kriteria sangat kuat
Local History of Jakarta and MulticulturalAttitude (Historical Local Study of Betawi Ethnic)
This is a literature review about local history of Jakarta and multicultural attitude. In the context of local history of Jakarta, ethnic Betawi as ethnic origin Jakarta is formed from the process of inter-ethnic assimilation imported by the Dutch colonial government in its political and economic interests. In its development, the Betawi ethnic group continued to strengthen and succeeded in establishing their own distinctive identity as well as disturbing with other ethnic groups in Indonesia, although in their present development their existence is decreasing due to development interest which is not able to open wide room for Betawi ethnicity itself because various causes. The Betawi ethnic group has a strong identity concerning Betawi cultural heritage such as strong religious soul, respect for diversity, friendly, homoris, helpful, open, tolerant to differences and so on. As a part of Jakarta's local history, ethnic Betawi history can be explored as a source of inspiration and a source of awareness in instilling multicultural souls in Jakarta, as a metropolitan city with increasingly diverse ethnicity towards social life within the framework of peace and harmony
The Quality Analysis of Final Examination Test in Biology Education Major
The goal to be achieved in this study is to analyze the quality of the exam questions even semester 2015/2016 school year in Biology Education program. This research uses descriptive method. With the object of research about the exam semester even the academic year 2015/2016 in Biology Education program. Exam analyzed amounted to 14 subjects consisting of 81 questions. The instrument used is the documentation of the exam of the semester of the academic year 2015/2016. The data obtained were analyzed by descriptive analysis including data reduction, systematic data presentation, and conclusion drawing. The result of the research shows that the quality of the final exam of the semester of the academic year 2015/2016 in the Biology Education study program is obtained by the low level knowledge aspect of 81.48%, and the high knowledge aspect of 18.52%
Peningkatan Keterampilan Menyimak Cerita Pendek dengan Model Cooperativesomatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) pada Siswa Kelas VII F SMP Negeri 3 Singkawang Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak siswa karena minat belajar siswa masih rendah.Hasil belajar siswa kelas VII f pada aspek menyimak masih rendah dengan persentase ketuntasan 50% dari 32 siswa. Peneliti mencoba melakukan suatu pembaharuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita pendek dengan model cooperative somatic auditory visualization intellectualy. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menyimak cerita pendek dengan model Cooperative Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI). Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menyimak cerita pendek dengan model Cooperative Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI). Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif.Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Perencanaan pembelajaran siklus I dan II terdiri atas merumuskan bahan pembelajaran dan tujuan, merencanakan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan sumber dan penggunaan media pembelajaran serta merencanakan evaluasi pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan perencanaan yang telah disusun.Perencanaan siklus I memiliki kendala pada guru masih kurang mengembangkan materi pembelajaran, masih kurang dalam menentukan alokasi waktu, dan guru masih kurang dalam menentukan sumber belajar.Perencanaan siklus II berjalan dengan baik semua aspek dalam perencanaan sudah dilaksanakan oleh guru.Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum adanya tindakan, persentase ketuntasan belajar siswa yaitu siswa 50%. Setelah tindakan siklus I dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 50% dan meningkat lagi pada siklus ke II menjadi 93,75%. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar guru dapat menerapkan model Cooperative Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa.
Menyibak Relevansi Permasalahan Sosial dalam Kumpulan Cerita Pendek Karya Agus Noor dengan Kenyataan Sosial
Kumpulan cerpen karya Agus Noor memiliki kaitan yang erat dengan kehidupan sosial. Keterkaitan ini dapat dilihat dari adanya berbagai permasalahan sosial di dalamnya serta relevansi permasalahan tersebut dengan kenyataan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan sosial dalam kumpulan cerita pendek karya Agus Noor serta relevansi permasalahan tersebut dengan kenyataan sosial. Pendekatan strukturalisme dan sosiologi sastra digunakan untuk menganalisis kumpulan cerita pendek ini. Analisis data menggunakan metode dialektik. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan 10 permasalahan sosial dalam kumpulan cerita pendek karya Agus Noor, meliputi:(1) kejahatan; (2) kemiskinan; (3) disorganisasi keluarga; (4) pelanggaran terhadap norma masyarakat; (5) masalah lingkungan hidup; (6) masalah generasi muda; (7) korupsi; (8) masalah kependudukan; (9) terorisme;(10) permasalahan sosial yang lain, seperti rasa gengsi, politik, ketidakadilan, dan kepercayaan pada takhayul. Kesepuluh permasalahan tersebut memiliki relevansi dengan kenyataan sosial baik saat karya itu ditulis maupun saat ini. Hasil penelitian ini diharapka
Analisis Struktural Antologi Puisi Hujan Lolos di Sela Jari Karya Yudhiswara
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Hujan Lolos di Sela Jari karya Yudhiswara. Metode yang digunakan adalah deskriptif berbentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah analisis struktural. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hal yang berkenaan dengan struktur fisik yakni, kumpulan puisi Hujan Lolos di Sela Jari karya Yudhiswara menggunakan struktur fisik kecuali metrum. Pada struktur batin sebagian besar bertema ketuhanan dan kemanusiaan. Perasaannya menunjukkan rasa religius. Nada atau sikap yang diperlihatkan melalui kata-kata yang lugas berupa kritik dan menasehati. Amanatnya adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemunkaran sebagai cerminan beriman kepada Tuhan