Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
The Effect of Entrepreneurship Competency and Adaptability of Business Environment to Financial Performance of Small an Medium Business Units in Bima City
The number of SMEs and the absorption of large manpower does not contribute greatly to the value of production and investment in the agro-industry sector and non-agro industry sector is a reflection of most SMEs in Bima city. This problem occurs because there are so many considerations of it, one of them is lack of competence of SMEs business sector, the limitations in the ability to adapt with the environment changes including market of innovation, access to information and financing, the difficulty in the procurement of capital and cheap, the limitations in innovation, technology changing that will affect all business performance of SMEs. The higher social competence (interaction, social relations, and social adaptation) owned by entrepreneurs, the greater financial success that entrepreneurs will achieve and improve business performance. The research method used is explanatory research by using a survey sampling approach. Conventionally, explanatory research is used to explain the relationship between variables through hypothesis testing. Then, the questionnaires will be distributed 156 SMEs in Bima city where the questionnaire have tested the validity and reliability then processed by using SPSS so that the accuracy of analytical tools can be reliable. The long-term goal to be achieved is increasing the competitive advantage and performance of SMEs throughout Bima city. The specific targets of this research are the enhancement of competitive advantage and performance of SMEs in Bima city with the entrepreneurial competence that is able to build business network and assimilate to external environment changes that encourage the efficient use of resources, improving the ability to build business networks, multiple sources of economic growth, create employment, networking in collaboration with business partners and enhancement of competitiveness, a better service for clients and customers are need to be improved where they are not dependent on imported products that undermine the society economic tenacity, the ability to express themselves in constructing social relationship. The results of the t-test statistic for the obtained variable are t-count of 5.964 with a t-table value of 1.645 (5.964 ˃ 1.661) with a significance value of 0.000 less than 0.05 (0.000 < 0.05), the hypothesis that "Entrepreneurship competency influences SME financial performance in Bima City”. The results of the t-test statistic for the obtained variable are t-count of 0.373 with a t-table value of 1.645 (0.373 < 1.645) with a significance value of 0.710 greater than 0.05 (0.710 ˃ 0.05), hence the hypothesis that "Environmental Adaptability Business influences the financial performance of SMEs in Bima city
Measuring Automotive Company's Capabilities in Indonesia in Producing Profits Regarding Working Capital
The present research aims to determine company's ability to generate profit for capital or shareholders represented by proxy profitability and measured by return on equity (ROE) by taking into account working capital. The method of analysis used is multiple linear regressions with profitability as dependent variable and working capital as an independent variable in terms of cash cycle conversion variables, inventory turnover, and liquidity. The data used are secondary data from financial statements of automotive companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) with the observation period of 2012-2016. The finding indicates that cash conversion cycle variable has a significant effect on profitability with negative direction yet does not support the hypothesis. Turnaround voucher variables support hypotheses which have a positive effect on profitability. Liquidity variable has no significant effect on profitability. Limitation of this research is that working capital variable only based on 3 variables. Implications created by the present study are that independent variables in this study have only contributed in explaining the dependent variable by 27.9%. Therefore, future study needs to be expanded with other variables of working capital or other variables. In addition, unit of analysis can be extended to companies other than automotive
MODEL INTEGRATED COUNSELING PROBLEM SOLVING MAHASISWA BERBASIS LAYANAN SISTEM INFORMASI
Studi ini meneliti tentang model integrasi konseling problem solving mahasiswa berbasis sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran yang dialami subjek dari dua program studi, 2) Dampak psikologi yang dirasakan subjek, 3) Pengaruh konseling problem solving mahasiswa terhadap pemecahan masalah subjek. Subjek penelitian ini terdiri atas 20 mahasiswa 10 Mahasiswa Bimbingan dan Konseling dan 10 Mahasiswa Imu Komputer masing-masing memiliki latar belakang permasalahan yang berbeda. Subjek tujuan tersebut mempunyai permasalahan dan dengan keikhlasan hati untuk dapat menuangkan ke dalam forum layanan konseling mahasiswa berbasis sistem informasi. Metode dalam penelitian ini adalah Mix Method dengan Rancangan Metode Campuran Convergen. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan sistem informasi layanan konseling mahasiswa dengan penanganan secara langsung oleh dosen yang ditugaskan. Data kemudian diolah dengan menggunakan kaedah-kaedah penelitian kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga subjek memberikan respon positif terhadap konseling mahasiswa berbasis sistem informasi. Ketiga subjek mengakui bahwa konseling layanan berbasis sistem informasi memberikan solusi atas permasalahan mahasiswa alami. Ini menunjukkan bahwa sistem layanan konseling mahasiswa dengan menggunakan teknologi memberikan pengaruh terhadap pemecahan masalah, disamping itu mahasiswa lebih nyaman dalam menyampaikan permasalahan yang tengah dihadapi
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF REGULATED LEARNING
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) Mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di MTs Al Iman Kota Magelang, (2) Mengetahui kondisi obyektif motivasi belajar siswa, (3) menghasilkan model layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, (4) mengetahui efektivitas layanan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk peningkatan motivasi belajar siswa MTs Al Iman Kota Magelang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al Iman Kota Magelang yang berjumlah 29 siswa dan digunakan sebagai sampel 8 siswa. Desain penelitian menggunakan pre-experimental: one group pretest-posttest design dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired sample t-Test dengan pertimbangan dalam penelitian ini menggunakan satu variabel bebas (Independent Variabel). Hasil uji efektivitas dari penelitian ini adalah adanya peningkatan motivasi belajar melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning. Tingkat motivasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning. Hal ini dilihat dari peningkatan hasil skala motivasi belajar sebelum dan sesudah diberi layanan bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning sebesar 22,73 % dan diperkuat melalui uji efektivitas menggunakan t-test yang menunjukan -t hitung < -t tabel, yaitu -5,857 < -2,365 atau data Sig (0,001) < 0,05
PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN KOMPETENSI KONSELOR PADA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
Tujuan penelitian pembelajaran dengan metode jigsaw pada dasarnya adalah metode pembelajaran yang diarahkan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling dengan mendasarkan pada kompetensi guru meliputi aspek kepribadian, sosial, profesional, dan pedagogis. Namun, lebih menekankan pada standar kompetensi konselor yang menyatukan antara kompetensi akademik dan kompetensi profesional. Langkah-langkah dalam penelitian merujuk pada metode penelitian dan pengembangan berdasarkan metode jigsaw dengan modifikasi tahapan dan nilai-nilai yang pada umumnya bercirikan kerja kelompok untuk belajar dan partisipasi dalam kelompok, dengan kegiatan sebagai berikut:listening, speaking-student untuk lebih menguasai kompetensi, kerjasama setiap anggota, refleksi, dan berfikir kreatif. Dari penelitian diperoleh hasil, pembelajaran jigsaw dengan kompetensi konselor dapat disampaikan pada mahasiswa Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling dengan memperhatikan aspek (1) memahami secara mendalam konseli yang dilayani, (2) menguasai landasan dan kerangka teoretik bimbingan dan konseling
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN GAYA BELAJAR AUDITORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan gaya belajar auditorial peserta didik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (X1) dan gaya belajar auditorial (X2). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Y). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang yang berjumlah 34 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 82,44. Sementara itu, gaya belajar peserta didik juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai rata-rata 70,4. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial memberikan pengaruh yang kecil terhadap tingginya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik dengan effect size sebesar 0,32 dengan kriteria besarnya effect sizeberada pada katagori sedang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan gaya belajar auditorial peserta didik terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning (X1) dan gaya belajar auditorial (X2). Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (Y). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang yang berjumlah 34 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IV di Sekolah Dasar Swasta Bina Anak Muslim Singkawang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap meningkatnya hasil belajar peserta didik dengan nilai rata-rata 82,44. Sementara itu, gaya belajar peserta didik juga mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan nilai rata-rata 70,4. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik dengan gaya belajar auditorial memberikan pengaruh yang kecil terhadap tingginya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial peserta didik dengan effect size sebesar 0,32 dengan kriteria besarnya effect size berada pada katagori sedang
The Effectiveness of Four Corners Strategy in Teaching Writing Hortatory Exposition Text
This research investigated the use of Four Corners Strategy in teaching writing hortatory exposition text to the eleventh-grade students of SMAN 10 Pontianak in academic year 2015/2016. Four Corners is a strategy which allows students to think about a concept from four different perspectives of points of view. A quasi-experimental design was implemented to achieve the purpose of this study. The measurement technique was employed in this research. The data collection instrument was written test. This research used the t-test formula to analyze the quantitative data obtained through written test. Furthermore, an analytic scoring rubric was developed to assess the students’ writing in hortatory exposition text. The result of data analysis revealed the superiority of the experimental group to the control group. Hence, the four corners strategy was effective in helping the students to improve their writing hortatory exposition text
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET BAGI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK SEKOLAH DASAR
Penggunaan gadget dapat berdampak bagi perkembangan sosial anak. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dampak dari penggunaan gadget bagi perkembangan sosial anak sekolah dasar. Artikel ini merupakan hasil analisis dengan mengkaji literatur yang memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan. Model yang digunakan adalah studi literatur atau lirature riview. Dari hasil penelaahan, menunjukan bahwa sebagian besar anak menggunakan gadget hanya untuk bermain game dan menonton film animasi yang seharusnya gadget dapat dipergunakan untuk media pembelajaran bagi anak. Dalam hal ini sangat diperlukan pengawasan oleh orang tua untuk memonitoring kegiatan anak dalam menggunakan gadget sehari-hari untuk meminimalisir sisi negatif dari dampak penggunaan gadget pada anak serta guru sebagai dan sudah seharusnya anak lebih baik diarahkan kedalam kegiatan yang memiliki aktivitas dilingkungan agar mudah untuk bersosialisasi.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII Pada Materi Pengukuran
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran peningkatan pemahaman konsep siswa melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Alat pengukuran dalam penelitian ini test pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda, hasil post-test lebih tinggi dari hasil pre-test yaitu dari hasil rata-rata 35,25 menjadi 67,18. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan kategori sedang (N-gain=0,47) setelah diterapkan perlakuan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi pengukuran. Dalam penelitian ini aspek pemahaman konsep yang diukur dibatasi pada aspek; menafsirkan, mencontohkan, menjelaskan, membandingkan, dan mengklasifikasikan. Dari kelima aspek pemahamn konsep yang diukur yang mengalami peningkatan paling tinggi yaitu membandingkan sebesar 80%