Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP KEMATANGAN KARIR SISWA SMK NEGERI 2 SINGKAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kematangan karir pada siswa SMK Negeri 2 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 2 Singkawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas XI jurusan Administrasi 1 SMK Negeri 2 Singkawang yang memiliki tingkat wawasan dan persiapan karir yang lebih rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karir siswa masuk dalam kriteria tinggi (72,49 %). Saran yang dapat diberikan adalah siswa diharapkan mampu mempertahankan kemampuan dan kemantapan karir yang dimiliki menjadi terbiasa walaupun tanpa penguatan dan konsekuensi yang telah dipelajari selama mendapat layanan bimbingan kelompok dengan self management
PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Tujuan penelitian yaitu menghasilkan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Dari hasil uji coba lapangan, kemampuan motivasi belajar siswa SMA mengalami perkembangan setelah mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dengan metode problem solving. Keseluruhan nilai asymp sig 0,028 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan metode problem solving efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Saran: penggunaan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving sebaiknya dapat dimulai dengan mendiagnosa secara cermat kondisi objektif siswa yang akan dijadikan sebagai anggota kelompok, metode problem solving yang digunakan sebagai dasar perlakuan mengandung nilai kebermanfaatan dan kebermaknaan bagi siswa SMA serta guru dapat menggunakan model bimbingan kelompok dengan metode problem solving untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMA
Penerapan Model Learning Cycle (LC) 7E Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Zat dan Wujudnya di Kelas VII
Penelitian ini bertujan untuk mendapatkan gambaran mengenai skor rata-rata hasil belajar siswa, mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan respon siswa terhadap penerapan model LC 7E pada hasil belajar siswa tentang zat dan wujudnya. Bentuk desain penelitian yang digunakan pre experimental design dengan one group pre-test post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Torsina Singkawang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposive yang berjumlah 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LC 7E dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan skor N-gain sebesar 0,55 dengan kategori sedang. Respon siswa terhadap model LC 7E sebesar 80% dengan kategori positif
Miskonsepsi Buku Ajar Fisika SMA Kelas X Pada Pokok Bahasan Dinamika Gerak
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk miskonsepsi pada pokok bahasan dinamika gerak dalam buku ajar fisika SMA kelas X. Adapun buku ajar yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester I karangan RA dan SI yang diterbitkan tahun 2012 oleh penerbit IP, (2) Fisika untuk SMA/MA Kelas X Semester I karangan TPM yang diterbitkan tahun 2013 oleh penerbit VP, dan (3) Fisika Peminatan untuk SMA/MA Kelas X karangan SN dan SZ yang diterbitkan tahun 2013 oleh penerbit YW. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah data berupa aspek penjelasan konsep, penulisan rumus, penulisan simbol, penulisan satuan, dan penyajian gambar pada pokok bahasan dinamika gerak dalam buku ajar fisika SMA. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data dalam buku ajar fisika SMA yang dibandingkan dengan buku teks fisika universitas. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa miskonsepsi pada pokok bahasan dinamika gerak terdapat dalam buku ajar fisika SMA. Buku ajar IP mengalami miskonsepsi pada aspek penjelasan konsep dengan persentase 10%, penulisan rumus dengan persentase 57,14%, penulisan simbol dengan persentase 46,15%, dan penyajian gambar dengan persentase 20%. Buku ajar VP mengalami miskonsepsi pada aspek penjelasan konsep dengan persentase 10%, penulisan rumus dengan persentase 85,71%, penulisan simbol dengan persentase 79,62%, dan penyajian gambar dengan persentase 80%. Buku ajar YW mengalami miskonsepsi pada aspek penjelasan konsep dengan persentase 10%, penulisan rumus dengan persentase 85,71%, penulisan simbol dengan persentase 69,23, dan penyajian gambar dengan persentase 20%. Pada aspek penulisan satuan, tidak terdapat miskonsepsi dalam buku ajar IP, VP, dan YW
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share pada Materi Listrik Dinamis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI TKR1 SMK Negeri 2 Tarakan
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan materi pelajaran listrik dinamis di kelas XI TKR1 SMK Negeri 2 Tarakan. Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) observasi (observasing) dan (4) refleksi (reflecting). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) materi pelajaran listrik dinamis dengan kegiatan: (1) tahap think, siswa diberi peluang menyelesaikan masalah listrik dinamis berupa muatan atom dalam suatu unsur, (2) tahap pair, siswa bersama pasangannya menalar keterkaitan antara muatan inti atom dengan elektron, (3) tahap share, siswa bersama-sama kelompok mengomunikasikan hasil temuannya di depan kelas tentang gerakan elektron dapat menimbulkan muatan listrik dinamis. Hasil belajar fisika dengan menggunakan Think Pair Share mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari angka 72,90% pada siklus I menjadi 81,18% pada siklus II
Analisis Model Pembelajaran Tipe Think-Pair-Share Berbasis Pemecahan Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa
Pembelajaran fisika sampai saat ini lebih mengutamakan penilaian hasil belajar tanpa menilai proses pembelajarannya. Selain itu, sistem penilaian prestasi siswa lebih banyak didasarkan melalui tes-tes yang sifatnya menguji kemampuan kognitif tingkat rendah sehingga menyebabkan rendahnya prestasi siswa Indonesia di bidang sains khususnya fisika yang masih di bawah rata-rata internasional. Kemampuan kognitif tingkat rendah ini belum melibatkan proses analisis siswa. Untuk melibatkan proses analisis siswa diperlukan tes yang menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi. Namun untuk memberikan tes yang dapat menguji kemampuan kognitif tingkat tinggi diperlukan proses pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa. Pembelajaran yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui pembelajaran langsung dengan tujuan agar siswa dapat memperoleh ingatan dalam jangka panjang dan siswa juga dapat mengonstruk pengetahuannya sendiri, tetapi kenyataannya secara umum pembelajaran fisika didominasi dengan metode ceramah. Aktivitas siswa hanya terbatas pada mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan bila guru memberikan pertanyaan, maka proses pembelajaran tersebut jelas tidak mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam beraktivitas. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah model pembelajaran tipe Think-Pair-Share (TPS) berbasis pemecahan masalah. Model ini dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada diri siswa, membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga siswa belajar konstruktif tidak bersifat hapalan dan melatih siswa untuk melakukan proses berpikir dan mengungkapkan pendapat dalam memecahkan permasalahan yang ada. Dengan adanya model pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang meliputi keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan seiring dengan meningkatnya prestasi belajar siswa serta terwujudnya pmbelajaran fisika yang lebih bermakna
Partnership Management of Fishing Vessel of Nautica Study Program (Case Study at State Vocational High School 1 Pemangkat)
The Nautical fishing vessel study program is the most superior study program compared to the other four (4) Study Programs. The uniqueness of Nautical fishing vessel study program is a very prominent partnership with the business world that is able to establish cooperation with companies in Asia and Europe in the form of a dual system education and graduate distribution to the world work. This study aims to clearly describe the partnership management of the Nautical Fishing Vessel Study Program in SMKN 1 Mapping formulated in several research questions with the principles of planning and implementation of management. The approach used in this research is qualitative descriptive with case study research type namely 1) Data Reduction, done by reviewing all data obtained well through the interview; 2) Display Data, namely by systematize principal information with the theme and pattern that appears to be in accordance with the conclusions of data collected will be meaningful; 3) Taking conclusions and data on the summary of information data that appears in the Display data, simple data, meaning, solid conclusions are made. The data obtained in the study is processed qualitatively based on the answers obtained by way of describing the answer in the form of conclusion. Summaries conducted to conduct analysis of research findings among other: a) Understanding of the object between the first of the SMK and second party World business / industrial world; b) mutual agreement which is the initial stage of good cooperation between the parties concerned; c) joint actions to achieve the objectives of the partnership: mutual benefit between the two parties
Implementation of Accreditation-Based Management Standards at the Pontianak Green Community Learning Activity Center
The purpose of this study is to describe the planning of accreditation-based management standards at the community learning center (PKBM) of Pondok Hijau in Pontianak and describe the planning of accreditation-based management standards at the learning center of Pondok Hijau Pontianak community. The approach used in this study is qualitative research, with ethnographic procedures, because researchers intend to explore in-depth and comprehensive information, then analyze, and interpret individual patterns or behaviors that develop over time in non-formal education units, namely PKBM. As for the object of research or data sources (informants) are: Chairperson, GTK, parents of students, figures/forums representative of the local community, Department of Education and Culture, as well as partners of education units that are used as research objects in PKBM Pondok Hijau Pontianak, and research results more emphasis on meaning than generalization. The results obtained from this study are 1) planning for the implementation of management standards has met the maximum achievement according to the PKBM unit accreditation assessment rubric; 2) implementation of management standards still need to be more intensively involved with related parties; 3) supervision ofthe implementation of management standards has not met the maximum achievement according to the accreditation guidelines; and 4) reports on the implementation of management standards meet the maximum achievements according to the rubric of accreditation assessment for PKBM clusters, both the results of activities and finances are reported in full per activity, submitted periodically to the relevant parties
The Analysis of Errors in Translation of Scientific Text from English to Indonesian Language
This study aims to find errors in the translation of scientific texts from English into Indonesian. This research uses the qualitative method with content analysis approach. The results showed that (1) the translation strategy, the majority of students used semantic strategy, especially modulation in translating scientific texts and at least used the special structural strategies of addition, (2) lexical error, the majority of students made formal lexical errors in word selection and the least (3) morphological errors, the majority of students make mistakes in the affixation field of improper use of affixation and the least of which are affixations that are not broken, (4) syntactic errors, syntactical errors found in the translation of scientific texts in the fields, phrases, clauses and sentences but the majority of students make mistakes in the field of sentences are the use of illogical phrases and the fewest errors in the field clause is the addition of auxiliary verbs in the equational or nominal clause, and the separation of the perpetrator (subject) and the word in the active clause, (5) the factor causing errors in translation ie the majority of students do not understand the source language text and the least of which is the quality of the source language using the incorrect grammatical, the sentence is vague, the idea is not coherent and many fungtuations
The Evaluation of Full Day School Program in SMAN 10 Singkawang
The objectives of this study include 1) describing and analyzing evaluations on context components which include: the development of the school's vision and mission that describes the objectives of Full Day School implementation in Singkawang 10 State Senior High School (SMAN 10 Singkawang); 2) Describe and analyze evaluations on input components which include: curriculum development, educators, administrative personnel, facilities and infrastructure as well as financing in accordance with educational standards; 3) describe and analyze evaluations on process components which include: learning process, management in accordance with educational standards; 4) describe and analyze evaluations on product components which include: UN scores and graduation for the 12th year students of the current year 2016-2018. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. From the data collected at the time of the research on the Evaluation of FDS Program at SMAN 10 Singkawang, the Context, Input, Process and Product evaluation obtained the following results: 1) In the evaluation of the context, the Vision and Mission of SMAN 10 Singkawang was in accordance with education. character based and government objectives in the FDS program; 2) In the Input evaluation it was concluded that the curriculum used in SMAN 10 Singkawang still refers to the KTSP and K13 curriculum, lack of teachers and TU and the lack of facilities and infrastructure available in schools; 3) In the process evaluation includes the learning process that has been carried out according to SNP standards, the teacher makes a lesson plan (RPP) as a PBM guide and is supervised by the Principal regularly and the Principal designs the school budget by arranging the RKAS within one year from the committee funding sources and BOSS; 4) Results of discussion about the results The product evaluation includes learning outcomes during the FDS implementation at SMAN 10 Singkawang can be concluded that during the 3 years running the implementation of FDS in SMAN 10 Singkawang has not improved the quality of education (seen from the UN average score data). Still below the average 6.00 (SNP standard)