Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
CAP GO MEH SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN RESOLUSI KONFLIK DI TENGAH KERAGAMAN ETNIS KOTA SINGKAWANG
Artikel ini sendiri bertujuan untuk mengkaji tiga hal yaitu (1) Bagaimanakah rekam jejak Etnis Tionghoa di Indonesia, (2)Bagaimanakah pelaksaan tradisi Cap Go Meh di Singkawang? (3) Bagaimanakah peran dari tradisi Cap Go Meh untuk menanamkanpendidikan resolusi konflik pada masyarakat?. Artikel ini dikaji dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1)Kehidupan sosial masyarakat tionghoa di Indonesia telah mengalami pasang surut dari mulai dibatasi sejak keluarnya InpresNo 14 tahun 1967 yang melarang penyelenggaraan ibadah agama atau kepercayaan serta adat istiadat orang Tionghoa. Namun, padaera Presiden Abdurahman Wahid Inpres ini dihapus dan diganti dengan Keppres No 6 Tahun 2000 untuk memutihkan hak mereka.Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan dikeluarkan Undang-Undang No 40 Tahun 2008 yang melarang adanyadeskriminasi ras dan etnis. (2) Pelaksaan Tradisi Cap Go Meh di Singkawang dilakukan dilakukan melalui tiga acara besar yaitukegiatan Ritual Bersih Jalan di hari ke-14, Pawai Lampion di mala hari ke-15, dan Parade Tatung di hari ke-15. Kegiatan ini diikutioleh hampir semua etnis di Kota Singkawang baik sebagai pelaku parade maupun penonton acara. (3) Pelaksaan tradisi Cap Go Mehternyata dapat dijadikan sebagai media pendidikan resolusi konflik di masyarakat. Model pendidikan resolusi konflik tersebut dapatdikaji dari tiga pendekatan baik peace keeping, peace building, dan peace making. Peace keeping terlihat dari keberadaan oknum TNI,Polisi, dan tokoh lintas etnis maupun agama. Peace building terlihat dari adanya keikutsertaan dari Etnis Dayak dalam kegiatan CapGo Meh meskipun kedua etnis pernah terlibat konflik tahun 1967. Peace making terlihat dari berakhirnya kegiatan Cap Go Mehsebelum Adzan Dzuhur berkumandang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan antar etnis di Singkawan
The Effect of Perception about The Educational Services Quality and Organizational Environment on Students' Achievement Motivation in Environmental Health Department
Achievement motivation is an urge in a person to compete and become superior. Achievement motivation is needed so that students have the drive to compete with excellence standards, where this achievement motivation plays a role in developing activities and initiatives, directing and maintaining perseverance in learning activities. Motivation between one student and another student is different due to different perceptions of the quality of educational services. The environment around the education process that can be said as a conducive organizational environment plays a role in increasing the drive for the achievement of students. This study aims to describe and analyze the influence of perceptions about the quality of education services and organizational environment on achievement motivation. The approach in this study is quantitative in the form of causal studies, a sample of 68 students in the Department of Environmental Health of the Ministry of Health of Pontianak were taken using the proportionate stratified random sampling technique. Data retrieval is done by using a research instrument in the form of questionnaire which refers to the Likert scale. Data were analyzed using Rank Spearman test and Linear Regression. Descriptive analysis explained that perception variables about the quality of education services and organizational environment were very good, and achievement motivation was very high. The results of correlation analysis describe 1) student perceptions about the quality of education services significantly influence achievement motivation (r = 0.445), 2) Organizational environment significantly influences achievement motivation (r = 0.767) 3) Student perceptions of the quality of educational services and organizational environment collectively have a significant effect on student achievement motivation in the Department of Health Polytechnic of the Ministry of Health of Pontianak (R = 0.779). Conclusions from this study are student perceptions of the quality of education services and organizational environment affect the achievement motivation. Based on the results of the study, it is suggested that the Health Department of Pontianak Health Ministry Polytechnic should continue to maintain or even improve the quality of education services and organizationalenvironment by taking into account the advice provided by the school component through the suggestion box
Patologi Sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye
Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui bentuk-bentuk Patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah kutipan dan dialog yang mengidentifikasikan bentuk-bentuk patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye yang ditinjau dari sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukan sebagai refleksi sosial untuk menghadapi masalah sosial salah satunya adalah tentang masalah penyakit masyarakat atau dalam istilah ilmu sosiologi disebut patologi sosial. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bentuk-bentuk patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu berupa kriminalitas, perjudian, minuman keras, korupsi, dan prostitusi.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended pada Materi Lingkaran Ditinjau dari Minat Belajar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi lingkaran ditinjau dari minat belajar. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIE SMP Negeri 3 Singkawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan angket minat belajar, tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi lingkaran ditinjau dari minat belajar tinggi mempunyai rata-rata sebesar 52,34 yang berada pada kategori sedang, 2) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi lingkaran ditinjau dari minat belajar sedang mempunyai rata-rata sebesar 37,08 yang berada pada kategori sedang, dan 3) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended pada materi lingkaran ditinjau dari minat belajar rendah mempunyai rata-rata sebesar 45,23 yang berada pada kategori sedang
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Co-op Co-op Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Co-op Co-op terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singkawang. Sampel penelitian dengan teknik simpel random sampling, yaitu kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar tes. Hasil validasi soal tes dalam penelitian ini berkategori tinggi. Reliabilitas instrumen tes diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,786 dengan kategori cukup dan layak digunakan pada penelitian. Hasil rata-rata nilai pre-test dan post-test masing-masing sebesar 64,24 dan 86,58. Analisis Paired-Sampel T-Test dengan taraf signifikansi 0,05, diperoleh nilai sig (2 tailed) = 0,000, karena sig (2 tailed) < 0,05 maka ditemukan model pembelajaran kooperatif Co-op Co-op memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan menulis teks eksposisi pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Singkawang. Model pembelajaran kooperatif Co-op Co-op sebaiknya diterapkan pada materi pelajaran bahasa Indonesia yang lain dan di sekolah lainnya sebagai pembanding hasil temuan
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENANGANI PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMKN 5 SINGKAWANG
Perilaku agresif merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok yang dimaksudkan untuk menyakiti, melukai, dan merugikan orang lain baik individu maupun kelompok dengan niat atau kesengajaan baik secara verbal maupun nonverbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan faktor penyebab siswa berperilaku agresif di SMKN 5 Singkawang, (2) mendeskripsikan peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMKN 5 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini mengenai peran Guru BK dalam menangani perilaku agresif siswa di SMK N 5 Singkawang dapat disimpulkan bahwa (1) Faktor penyebab siswa berperilaku agresif verbal adalah karena konflik antar siswa, konflik antar kelas, perbedaan pendapat, dan bosan di kelas, serta cara mengajar guru yang unik dan faktor penyebab siswa berperilaku agresif nonverbal adalah karena Frustasi, masalah dalam keluarga, nilai yang tidak tuntas, stres karena beban pelajaran dan peringkat yang turun. (2) Peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif verbal adalah dengan menyelidiki permasalahan siswa tersebut, melakukan pemanggilan, menjadi mediator antar siswa dan memberikan pengarahan tentang dampak negatif dan kerugian akibat perilaku agresifnya tersebut dan peran Guru BK dalam menangani siswa yang berperilaku agresif nonverbal adalah dengan melakukan pemanggilan terhadap siswa, mencari tau permasalahannya, bekerja sama dengan Wali Kelas, melakukan pemanggilan terhadap orang tua atau wali, dan melakukan kunjungan ke rumah siswa (home visit) untuk membantu menyelesaikan permasalahannya
PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA PONTIANAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling berikut kelebihan dan kekurangan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar dan mendesain penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar komprehensif di SMA Negeri Kota Pontianak. Metode pengumpulan datanya menggunakan teknik komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Teknik analisis menggunakan tiga tahapan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi model program bimbingan belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) model faktual penyusunan program Bimbingan dan Konseling bidang bimbingan belajar SMA Negeri Kota Pontianak Guru Bimbingan dan Konseling melakukan need assesment menggunakan instrumen DCM dan sosiometri saja sebatas penggumpulan data bukan analisis data; (2) Penyusunan program Bimbingan dan Konseling konseptual tentang bidang belajar berbantuan sistem informasi menajemen dapat melibatkan kepala sekolah untuk monitoring kinerja guru Bimbingan dan Konseling dalam menyusun program Bimbingan dan Konseling, guru mata pelajaran dan wali kelas melakukan identifikasi masalah kesulitan belajar di kelas
Pengaruh Model Teams Games Tournament dan Student Team Achievement Division terhadap Hasil Belajar IPA di Sekolah Dasar
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh hasil belajar IPA dengan menggunakan model Teams Games Tournament (TGT) dan Student Achievement Division (STAD). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment Design. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik tes, observasi dan studi dokuken. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai t- test sebesar 0,865 dengan sig. (2- tailed) 0,391 > 0,05, maka H0 diterima karena nilai probabilitas > 0,05 sedangkan Ha ditolak. Ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran TGT dan STAD pada hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang
Community Empowerment through Freshwater Fish Processing (Toman) as a Result of Processed Creative Communities in Kumba Village, Jagoi Babang District, Bengkayang Regency
Training and mentoring are conducted for Kumba hamlet residents, especially among housewives in Jagoi Babang District. This mentoring program involves the lecturers and students of KKN STKIP Singkawang. A method that is used is the identification of the programs is socialization, training, and mentoring directly resulted in the form of the manufacturing practice of toman fish Abon. Toman fish processing into Abon is one way to utilize the potential of toman fish as a skills program to maximize innovative, creative and economic empowered business opportunities. The results of this socialization activity are students can play an active role in the activities and participants involved in Kumba Village can be understood the material presented. Overall, community empowerment partners can understand and practice material related to how they are created, the benefits, and marketing management. However, more intensive assistance is needed for business management related to business planning and financial management