Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD melalui Model Pembelajaran Discovery Learning
Penelitian ini berangkat dari kondisi keterampilan berpikir kritis siswa kelas 4 SD N Karangduren 02 masih rendah dan berdampak pada hasil belajar yang rendah pula. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan dilakukannya penelitian ini ialah meningkatkan keterampilan bepikir kritis dan hasil belajar melalui Model Pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK yang dilakukan dalam 2 siklus. Instrumen pengumpulan data diantaranya tes yang berupa soal tes untuk mengukur tingkat ketercapaian hasil belajar dan nontes berupa rubrik penilaian tugas untuk mengukur tingkat berpikir kritis peserta didik. Analisis data pada penelitian ini ialah analisis deskriptif komparatif. Tingkat bepikir kritis dan hasil belajar pada pra-siklus diantaranya berpikir kritis pada kategori sangat tinggi sebesar 7%, kategori tinggi sebesar 41%, dan kategori rendah sebesar 52% sehingga berdampak pada hasil belajar dengan presentase 46% mencapai ketuntasan dan 64% belum mencapai ketuntasan. Setelah dilakukannya penelitian tahap siklus I keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat menjadi 22% berada pada kategori sangat tinggi, 63% pada kategori tinggi, 15% pada kategori rendah. Hasil belajar peserta didik 63% sudah mencapai ketuntasan dan 37% belum mencapai ketuntasan. Pada siklus II meningkat lebih signifikan yaitu 63% dari keseluruhan peserta didik tingkat berpikir kritis berada pada kategori sangat tinggi dan 37% berada pada kategori tinggi, hasil belajar peserta didik juga terlihat 85% peserta didik mencapai ketuntasan dan 15% peserta didik belum mencapai ketuntasan
Laboratory Study of the Use of Additional Reacted and Activated Rubber (RAR) Materials on Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Mix
The development of infrastructure in Indonesia was increasing. The government focuses on boosting infrastructure development to create long-term economic growth. Therefore, a qualified infrastructure was a standard of an advanced rapidly economy. One of them is under construction was road and toll road infrastructure. As a result of the development was the occurrence of the increasing volume of vehicles on the road. Due to this resulting in an increased load reposition and also increased vehicle load on the road, it was then combined with a wet tropical climate or humid warm areas in Indonesia that have high rainfall and temperatures that can reach 38oC, resulting in structural damage such as cracks, rutting, stripping, and pothole. Performance from pavement also declined faster than the estimated plan. Roads in Indonesia mostly use the type of concrete asphalt mixture. Characteristics for concrete asphalt prioritize stability. In fact, the most important thing was the stability and durability of the road. Various ways can be done to overcome the road damage and acquire the ideal characteristics such as the use of added materials to Hot Mix Asphalt. To improve the performance of pavement characteristics, the use of added materials was expected to overcome problems that are affected by temperature, weather, increased vehicle volume, and increased traffic load. The added materials are to enhance Reacted and Activated Rubber (RAR) which was a developed crumb rubber to increase durability and keep the level of road pavement stability
EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING: SEBUAH STUDI PUSTAKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi landasan teori dan pelaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun landasan teori dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling. Hasil penelitian ini adalah terelaborasinya landasan teori dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling secara utuh meliputi: 1) pengertian evaluasi program, 2) komponen program bimbingan dan konseling, 3) pengertian evaluasi program bimbingan dan konseling, 4) manfaat melaksanakan evaluasi program bimbingan dan konseling, 5) prosedur evaluasi program bimbingan dan konseling, 6) hambatan evaluasi program bimbingan dan konseling
Self-Concept, Interest in Becoming a Teacher, Prerequisite Courses: What do the Most Determinant Factors in Microteaching Competencies of Prospective Teachers?
Self-concept, interest, learning motivation, and prerequisite knowledge potentially contributes to academic achievement. The aim of this study was to determine the relationship between self-concept, interest in becoming a teacher, academic achievement of prerequisite courses and prospective teachers’ competencies of microteaching. This correlational study involved 105 sixth semester students of science department in Education and Teacher Training Faculty (FKIP) of Pontianak, Tanjungpura University. The data collected by using the self- concept questionnaire and the questionnaire of interest in becoming a teacher. The achievement of prerequisite courses and the students’ competencies of microteaching taken from the academic subdivision of the faculty. The analysis found that self-concept, interest in becoming a teacher, and academic achievement in prerequisite courses associate significantly with prospective teachers’ competencies of microteaching (respectively rs = .35, rs = .38, and rs = .60, p < .05). In addition, coefficient of multiple correlation is also significant (R = .61, p < .05). It means that the relative contribution of predictor variables of this study on prospective teachers’ competencies of microteaching is 37.60% and the remaining 62.40% is determined by other uninvestigated variables. The study indicated that the prerequisite courses relate significantly with students’ ability to execute microteaching. Thus, an institution of teacher training should continually upgrade the quality of learning and instruction by providing the essential prerequisite content of courses the prospective teachers required
Internalization of Students’ Nationalism Sense through Outbound Learning Based on Local Wisdom
Outbound learning is a system that aims to assist students' learning process, contains a series of activities designed in the open nature, thus influencing and supporting the students' internal learning processes. Learning processes that are appropriate and attractive to students will encourage them to optimize their potential. The potential of local wisdom which is owned by students can be developed, have strategic value to maintain national defense, can strengthen nationalism sense, and can build national faith identity. Students as social agents who function to conserve the values of local wisdom and as a social asset that is useful to bring up a nationalism sense. The value of local wisdom implemented in learning must be based on assets of local cultural values and open to global knowledge and technology. Internalization of the values of local wisdom derived from cultural products and community works as learning media, is useful to bring up nationalism awareness. The values of local community wisdom are still conserved from generation to generation by the community as a moral responsibility to keep the tradition from becoming extinct
Improving Problem-Solving Ability and Character in Subject-Specific Pedagogic with Heuristic Strategy
This study aimed mainly at producing Subject Specific Pedagogic (SSP) Statistics based on Character-filled Heuristic Strategies to Improve Students' Qualified Problem-Solving Ability built on the level of validity, practicality, and effectiveness. The study at this time was in synergy with the previous research as a new frame of mind that became the concept of development in achieving the main objectives. The present study employed a quantitative descriptive method with logical, analytical, and descriptive reasonings supported with relevant literature data. The instruments used were a test of problem-solving abilities and a questionnaire that was then analyzed descriptively and inferentially with two-way ANOVA formula. The study concluded that the heuristic strategy through the stages of identification, plan, do and check is an alternative solution to learning mathematics with high strengths and potentials in integrating characters into learning scenarios to be able to improve students' problem-solving skills and develop their character containing Subject-Specific Pedagogic
OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN METODE GALLERY WALK (Sebuah Studi Literatur)
Model pembelajaran inkuiri adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan percaya diri. Saat merumuskan penemuannya diperlukan pemahaman konsep belajar yang dapat dimunculkan melalui metode pembelajaran gallery walk. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemahaman konsep belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa Sekolah Dasar (SD) melalui model pembelajaran inkuiri dengan metode gallery walk. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri dengan metode gallery walk dapat membantu mengoptimalkan pemahaman konsep belajar IPA Siswa SD
Nilai Budaya Dalam Mantra Masyarakat Daytak Salako Di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur
Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian nilai budaya dalam mantra Masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur meliputi sebagai berikut. (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan sesama (3) nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri (4) hubungan manusia dengan alam; serta (5) Implementasi mantra Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur dalam rencana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Metode penelitian mengunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini mengunakan pendekatan Antropologi Sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa kutipan kata, frasa, kalimat dan ungkapan dari rekaman mantra yang diucapkan Panyagohot. Jumlah data dalam penelitian ini sebanyak 7 mantra kemudian mantra-mantra tersebut selanjutnya dianalisis untuk diketahui nilai budaya yang terkandung dalam mantra dayak salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini wawancara, teknik catat, teknik rekam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil (1) bahwa nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan dalam mantra Masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkwang timur memiliki 6 wujud (2) nilai budaya hubungan manusia dengan sesama dalam mantra Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur memiliki 1 wujud (3) nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri dalam masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatn Singkawang Timur memiliki 6 wujud (4) nilai budaya hubungan manusia dengan alam dalam mantra masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur memiliki 3 wujud (5) implementasi mantra Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dapat memahami apa yang ada di dalam karya sastra seperti puisi rakyat ( mantra)
Training on Making Powerpoint Learning Media for Teachers at SDN 9 Singkawang
This service activity aims to increase teacher understanding and knowledge of the importance of learning media in learning activities in elementary schools (SD). In addition, this program also trains SDN 9 Singkawang teachers in designing and making instructional videos using powerpoint-based media. The specific target to be achieved is to increase teacher creativity in designing and using video learning media so that learning in schools will be more contextual. The method used in the implementation of this Community Service is in the form of counseling, training, and question and answer methods. This activity begins with observations in schools and related institutions / agencies in the first week. This was followed by core activities at SDN 9 Singkawang. The core activity is in the form of socialization activities about making instructional videos using powerpoint-based media for elementary school teachers at SDN 9 Singkawang. The target audience in this activity were elementary school teachers at SDN 9 Singkawang. This activity has been able to increase teacher knowledge about the urgency of instructional media and the development of forms of instructional media, especially those related to technological developments. This activity has also been able to improve the ability of teachers to operate computers or laptops, including loading powerpoint media and combining them
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE CONCEPT SENTENCE TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI
Penelitian ini bertujuan untuk, 1. Mengetahui keterampilan menulis puisi sebelum menggunakan model pembelajaran cooperative tipe concept sentence, 2. Mengetahui keterampilan menulis puisi sesudah menggunakan model pembelajaran cooperative tipe concept sentence, 3. Melihat pengaruh penggunaan model pembelajaran cooperative tipe concept sentence terhadap keterampilan menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 20 Singkawang tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen, menggunakan bentuk Pre Exprimental Design, dan pada penelitian ini digunakan rancangan One-Group Pretest-Posstest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Singkawang. Dalam penelitian ini sampel yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Penelitian pada tahap pertama atau pretest memperoleh mean sebebsar 68,56. Penelitian pada tahap kedua atau posstest memperoleh mean sebebsar 85,72, hasil mean yang diperoleh sangat berbeda dengan hasil mean yang di dapat pada saat tahap pretest. Berdasarkan hasil uji regresi linear dengan bantuan SPSS versi 17 maka jika nilai sig 0,150 (>) 0,05 dapat dikatakan ada hubungan dalam penggunaan model pembelajaran cooperative tipe concept sentence terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai Thitung lebih besar dati nilai Ttabel yakni 9,020 > 1,710, hal ini dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan nyata antara hasil belajar sebelum dan sesudah digunakannya model pembelajaran cooperative tipe concept sentence. Dengan diperolehnya hasil uji t tersebut maka hipotesis Ha yang berbunyi pengaruh penggunaan model pembelajaran cooperative tipe concept sentence terhadap hasil belajar menulis puisi diterima