Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
    2407 research outputs found

    Evaluation of the Implementation of the Independent Curriculum Using the CIPP Model

    Get PDF
    The implementation of the Merdeka Curriculum in vocational schools requires systematic evaluation to ensure its effectiveness and relevance to industry needs. This study aimed to evaluate the implementation of the Merdeka Curriculum in the Welding Engineering Department of SMK Negeri 1 Bengkalis using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. A quantitative descriptive method was employed, involving teachers, students, and stakeholders as respondents. The context evaluation showed that curriculum goals were highly relevant and aligned with welding industry demands (85%, Very Good). Input evaluation indicated adequate teacher competence and learning materials, but limited infrastructure support (68%, Fair). The process evaluation revealed effective application of project-based learning, with high student engagement and active participation. Product evaluation showed that students achieved strong learning outcomes and welding competencies, and expressed general satisfaction with the curriculum. Overall, the results suggest that the Merdeka Curriculum is suitable for vocational education and supports student-centered learning. However, improvements in infrastructure and supervision are needed to strengthen the implementation. This study highlights the importance of ongoing curriculum evaluation to ensure alignment with industry expectations and the successful development of student competencie

    The Influence of Digital Literacy, Independence, and Learning Motivation on Student Learning Effectiveness Through Self-Efficacy

    Get PDF
    In the era of digital transformation, vocational students are required to master not only technical skills but also digital competence, learning autonomy, and strong motivation. However, various challenges such as low digital literacy, limited learning independence, and fluctuating motivation levels hinder the effectiveness of learning processes in vocational schools. This study aims to examine the influence of digital literacy, learning independence, and learning motivation on learning effectiveness, with self-efficacy acting as a mediating variable. A quantitative approach using an explanatory survey method was applied to a sample of 197 vocational high school students selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using a validated Likert-scale questionnaire and analyzed through Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results revealed that all three independent variables significantly affect learning effectiveness, both directly and indirectly through self-efficacy. Among them, self-efficacy demonstrated the strongest effect. The findings underscore the importance of enhancing students' self-efficacy to maximize the impact of digital literacy, autonomy, and motivation on learning outcomes. These results contribute to educational theory and practice by highlighting the mediating role of self-efficacy in vocational learning setting

    Analisis Kohesi Gramatikal dan Leksikal dalam Tulisan Siswa Kelas 12 Timor-Leste pada Mata Pelajaran BIPA

    Get PDF
    Penulisan yang koheren dan kohesif merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), terutama di lingkungan multibahasa seperti Timor-Leste, di mana bahasa ibu siswa dapat memengaruhi cara mereka membangun teks dalam bahasa kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur frekuensi, dan menganalisis konteks penggunaan kohesi gramatikal dan leksikal dalam tulisan deskriptif siswa kelas XII SMA Negeri Liquiçá, Timor-Leste. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan melalui tugas menulis teks deskriptif oleh 20 siswa yang diminta menggambarkan kecamatan asal mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesi gramatikal didominasi oleh penggunaan konjungsi (78 kali) dan referensi (25 kali), sedangkan kohesi leksikal paling sering muncul dalam bentuk repetisi (53 kali) dan kolokasi (28 kali). Sementara itu, penggunaan substitusi, elipsis, sinonim, dan antonim masih terbatas, yang mencerminkan minimnya variasi dalam struktur dan kosakata tulisan siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa telah memahami bentuk kohesi dasar, mereka masih memerlukan penguatan dalam penguasaan kohesi yang lebih kompleks. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan strategi pengajaran menulis dalam program BIPA yang lebih menekankan pada variasi kohesi dan pengayaan kosakata, serta memperhatikan latar belakang bahasa ibu siswa agar mampu menghasilkan teks yang koheren, variatif, dan efektif

    Strengthening Mathematical Literacy And Character Development Of Elementary School Students Through A VisiDi-MiPAI Media Based School Digital Corner

    Get PDF
    This study aims to strengthen mathematical literacy and student character at SDN 24 Sui Kakap, Kubu Raya Regency, through the implementation of the Pojok Digital Sekolah (Digital School Corner) based on the VisIDi-MiPAI media. The study is motivated by the importance of enhancing students' literacy and character, as well as initial observations showing that some students at SDN 24 Sui Kakap exhibit low levels of basic mathematical literacy (such as calculation skills, time reading, and mastery of multiplication/division). Additionally, several teachers reported encountering character-related issues among students, including lack of discipline, bullying, and disrespectful behavior. This research-based community service project uses a Service Learning approach, consisting of four phases: needs identification, planning, development, and evaluation. Descriptive analysis results indicate a strong tendency among experts to agree that the Digital School Corner has a high impact, based on the median and mode of individual and total scores. Inferential testing using the one-sample Wilcoxon Signed-Rank Test showed statistically significant results (p-value < 0.05), indicating expert consensus that the Digital School Corner has a high to very high impact in strengthening students' mathematical literacy and character.Moreover, focus group discussions (FGD) revealed the need for technical improvements in the VisIDi-MiPAI media, such as slowing down the text display for better readability and adding video and image content. In conclusion, the Digital School Corner has proven to be effective and significantly impactful in supporting educational goals.Penguatan Literasi Matematika Dan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Pojok Digital Sekolah Berbasis Media Visidi-MiPAIABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguatkan literasi matematika dan karakter peserta didik di SDN 24 Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, melalui implementasi Pojok Digital Sekolah berbasis media VisIDi-MiPAI. Dilatarbelakangi oleh pentingnya memperkuat literasi dan karakter peserta didik, serta observasi awal yang telah dilakukan menunjukkan sebagian peserta didik di SDN 24 Sui. Kakap mengalami rendahnya literasi matematika dasar (seperti kemampuan berhitung, membaca waktu, dan penguasaan perkalian/pembagian), disamping itu beberapa guru juga menghadapi peserta didik dengan permasalahan karakter seperti kurang disiplin, perundungan, dan sikap tidak hormat. Kegiatan ini merupakan pengabdian berbasis riset dengan pendekatan Service Learning, meliputi empat tahap: identifikasi kebutuhan, perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kecenderungan pendapat para ahli bahwa Pojok Digital Sekolah memiliki pengaruh tinggi, berdasarkan nilai median dan modus dari skor individu maupun total keseluruhan. Uji inferensial menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test satu sampel menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p-value < 0,05), mengindikasikan bahwa para ahli sepakat jika Pojok Digital Sekolah berpengaruh tinggi hingga sangat tinggi dalam menguatkan literasi matematika dan karakter peserta didik. Selain itu, diskusi kelompok terarah (FGD) mengungkap perlunya perbaikan teknis pada media VisIDi-MiPAI, seperti memperlambat tampilan teks agar lebih mudah dibaca oleh siswa, serta penambahan konten video dan gambar. Kesimpulannya, Pojok Digital Sekolah terbukti efektif dan berdampak signifikan dalam mendukung tujuan pendidikan.Kata Kunci : Literasi Matematika; Penguatan Karakter; Pojok Digital Sekolah; Media Visual Digital Interaktif; Wilcoxon Signed Rank Test Satu Sampe

    Graphic Design Training to Increase Brand Awareness and Creative Skills of the Community Through Digital Media

    Get PDF
    Digital transformation requires Micro, Small and Medium Enterprises (Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)) to be able to adapt, one of which is by strengthening their visual identity as part of their branding strategy. This Community Service Program (PKM) aims to increase brand awareness for MSMEs through training in simple technology-based graphic design. The implementation methods include basic design training, introduction to design tools such as Canva, and practice in creating promotional materials. The subjects of the activity were 23 MSME players who are members of the PKK and youth organisation under the guidance of Linggapura Tonjong Village. The training was held on Wednesday, 2 July 2025, at the Linggapura Village Hall, Tonjong. The training results showed a significant increase in visual design skills, branding consistency, and increased digital interaction through social media. This training demonstrates that simple technology-based educational interventions can be an effective solution in strengthening the competitiveness of UMKM in the digital era.Pelatihan Desain Grafis untuk Meningkatkan Brand Awarness dan Keterampilan Kreatif Masyarakat Melalalui Media DigitalABSTRAKTransformasi digital menuntut pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi, salah satunya dengan memperkuat identitas visual sebagai bagian dari strategi branding. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness) bagi pelaku UMKM melalui pelatihan desain grafis berbasis teknologi sederhana. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan dasar desain, pengenalan alat desain seperti Canva, dan praktik pembuatan materi promosi. Subjek kegiatan adalah 23 pelaku UMKM yang termasuk dalam PKK dan karangtaruna binaan Desa Linggapura Tonjong. Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 di Aula Balai Desa Linggapura, Tonjong.  Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan desain visual, konsistensi branding, serta peningkatan interaksi digital melalui media sosial. Pelatihan ini membuktikan bahwa intervensi edukatif berbasis teknologi sederhana dapat menjadi solusi efektif dalam memperkuat daya saing UMKM di era digital.Kata Kunci :masyarakat kreatif; desain grafis; brand awareness; Canva; pemasaran digital

    Profile of Students' Creative Thinking Ability Reviewed from Self-Confidence

    Get PDF
    Creative thinking skills are students' ability to find ways or solutions that are unusual, unique, and have never been found by others in solving problems. This study aims to describe the ability to think creatively from the perspective of students' confidence. The research method used was qualitative descriptive, with data collection techniques through questionnaires, tests, and interviews. Questionnaires were used to divide the categories of student confidence, written tests were used to determine creative thinking skills in solving problems, and interviews were used to dig deep into information to obtain information related to problem solving. The subject of this study was sixth-grade VIII students of SMP N 1 Pekuncen. Subjects were grouped into three categories of confidence, namely high, medium, and low, based on the results of the questionnaire, using the purposive sampling technique; two people were taken as subjects in each category. The material used was a two-variable linear equation system. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and a conclusion drawn. The results of the study explained that (1) students with high categories were able to find solutions appropriately and could write down many ways to solve problems; (2) students in the medium confidence category could write down many ways to solve problems but couldnot find the right solution; (3) students with low confidence categories were not able to find the right solution and were unable to write down many ways to solve problems

    Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V Pada Pembelajaran PPKN SDS Torsina III Singkawang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pembelajaran PPKn di kelas V SDS Torsina III Singkawang, serta 2) Mengevaluasi sejauh mana model pembelajaran Discovery Learning mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran PPKn di kelas tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen dengan metode kuasi-eksperimen, menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Seluruh siswa kelas V di SDS Torsina III Singkawang menjadi populasi penelitian ini, dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes esai yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney dan uji Effect Size menggunakan software SPSS 27. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pembelajaran PPKn, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. 2) Model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran PPKn, ditunjukkan dengan nilai Cohen's d sebesar 5,467 > 0,8

    PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMAN 7 PALU

    Get PDF
    Peneltiaian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan model penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI 1 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan XI 4 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol dengan jumlah populasi sebanyak 214 siswa. Instrumen peneltian ini berupa tes tulis 15 butir soal pilihan ganda. Hasil analisis data nilai pretest pada kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 53,19 dan nilai rata-rata posttest sebesar 60,66. Sedangkan hasil analisis data nilai pretest pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 53,55 dan nilai rata-rata posttest sebesar 72,75. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan uji-t dua sampel independen (Independent Samples T-Test ) menunjukkan bahwa nilai signifikansi (sig) (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,001. Maka pengambilan keputusan adalah H 0 ditolak dan H a diterima karena <0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis antara siswa dikelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 7 Pal

    STRATEGI PENINGKATAN SERVICE LEVEL SUPPLIER PADA PENILAIAN KINERJA WAREHOUSE DI PT. XYZ CABANG BANDUNG 2

    Get PDF
    PT. XYZ Cabang Bandung 2 merupakan salah satu perusahaan retail dengan sistem manajemen warehouse yang mendukung distribusi barang ke gerai-gerai wilayah Bandung dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimal untuk meningkatkan service level supplier yang sesuai dengan target pada penilaian kinerja warehouse. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama seperti sistem B2B terintegrasi dan reputasi pasar yang kuat, sedangkan kelemahan meliputi komunikasi yang kurang optimal dan keterbatasan infrastruktur gudang. Peluang seperti kolaborasi dalam perencanaan produksi dan pengembangan sistem informasi terintegrasi dapat dimanfaatkan untuk menghadapi ancaman seperti ketidakstabilan rantai pasok global dan fluktuasi permintaan. Strategi yang dihasilkan mengarahkan PT. XYZ pada kebijakan pertumbuhan agresif dengan fokus pada penguatan internal dan pemanfaatan peluang eksternal. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing perusahaan

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    No full text
    Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sering dianggap kurang menarik bagi siswa karena banyak pengajar yang masih menerapkan metode pengajaran dengan cara berbicara. Situasi ini mengakibatkan keberhasilan pembelajaran menjadi rendah.  Untuk itu, peneliti berencana menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang terbukti efektif meningkatkan performa belajar siswa, lebih interaktif, inovatif, serta menarik, untuk menyelesaikan permasalahan ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di kelas IV SDIT Global Madani Bekasi, dan melihat besar pengaruhnya pada peningkatan hasil belajar. Metode pre-eksperimen diterapkan dengan fokus pada perbandingan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diukur melalui pretest dan posttest diterapkan. Populasi penelitian mencakup siswa kelas IV di SDIT Global Madani Bekasi, di mana sampelnya melibatkan 25 siswa dari kelas IV-A. Hasil belajar IPS siswa saat pretest mengahsilkan rata-rata 23,32 dengan standar deviasi sebesar 4,670. Di sisi lain, saat posttest dihasilkan nilai rata-rata 33,96 dengan standar deviasi 4,596, di mana artinya terjadi peningkatan. Karenanya, dapat ditarik kesimpulan bahwasannya hasil belajar pretest dan posttest ada perbedaan signifikan. Ini mengindikasikan ada dampak signifikan dari penerapan model pembelajaran STAD terhadap kenaikan hasil belajar IPS siswa kelas IV-A di SDIT Global Madani Bekasi

    2,303

    full texts

    2,407

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇