Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
TRANSFORMASI PENGETAHUAN KEGEMPAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU SASAK DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Gempa bumi adalah getaran bumi yang berdampak destruktif bagi manusia. Oleh karena itu, belajar dari pengalaman yang telah memberikan wawasan yang berguna terhadap masalah-masalah yang disebabkan oleh ancaman gempa bumi. Maka sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan kegempaan masyarakat yang didasarkan pada kearifan lokal, dilakukan di pulau Lombok. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma kualitatif dengan dua tahapan, yakni tahapan analisis hermeneutik dan fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Lombok dari pengalaman gempa di masa lalu yang dialami oleh nenek moyangnya telah mendapatkan transfer pengetahuan berupa kearifan lokal yang dipelihara secara turun temurun yakni berupa sesengak betegel eleq sabuk belo. Kesimpulannya bahwa masyarakat terdahulu sebenarnya telah memiliki pengetahuan-pengetahuan berupa kearifan lokal yang dijaga dan diwariskan kepada generasi muda dan saluran yang bisa digunakan melalui pendidikan khususnya pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Identification Of KOLB’S Learning Style In Seventh Grade Students and The Effect On Misconception In Science Learning
The purpose of this study is to identify Kolb’s learning style of seventh-grade students. Learning style is a combination of the way how the student absorbs then processes the information. Kolb's learning style, developed by David Kolb, combines students' learning tendency and produces four learning styles; they are diverger, assimilator, converger, and accommodator. Learning style is one of the factors can cause misconceptions. A misconception is a difference between a student's conceptions and the expert. Usually, the concepts are difficult to correct. This misconception will affect a student's achievement and disturb in understanding and developing a student's knowledge. The method applied in this study was a survey method with describtive qualitative technique. The data were collected using Kolb's Learning Style Inventory (KLSI) 3.1 version. The subjects were 78 students in three schools with high, medium, and low grades The results indicated that from 78 students, there were 40 divergers (51%), 12 assimilators (15%), ten convergers (13%), and 16 accommodators (21%). Each kind of learning style affects a student's misconception. This research benefits in identifying misconceptions probably faced by students in certain subjects of science learning
META ANALISIS MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kembali penggunaan model discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa SD dengan merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan merumuskan kesimpulan. Metode penelitian ini menggunakan meta analisis dengan merangkum hasil dari berbagai penelitian studi dokumen data penelitian dari jurnal terkait penggunaan model discovery learning yang dipublikasikan di jurnal Nasional. Teknik pengumpulan data dengan cara non tes yaitu dengan menelusuri jurnal elektronik melalui Google Cendekia dan Google Scholar. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelusuran diperoleh 15 artikel dari jurnal. Berdasarkan hasil analisis ternyata model discovery learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa mulai dari yang terendah 13% sampai yang tertinggi 53% dengan rata-rata 33%. Dari perhitungan effect size terhadap 15 artikel dari jurnal yang telah di analisis dihasilkan effect size rata-rata sebesar 3,55
The Effectiveness of POE (Predict-Observe-Explain) Learning Model for Improving Student Analytical Skills
This study aims to determine (1) differences in students' analytical skills in learning physics with the POE (Predict-Observe-Explain) learning model and direct instruction learning, (2) improve students' analytical skills by learning physics POE learning models. This study uses a quasi-experimental method and control-group pre-test post-test design. The research subjects were Grade VIII students of a junior high school in a District of Wonosobo Regency, Central Java. The data instruments is test. Data analysis techniques using different test and gain test. The results showed: (1) there were differences in analysis skills between students who used the POE learning model and did not use the POE model seen from the results of the t-test with dk 47 and 5% significance level where tcount> ttable was 5.49> 2.012, (2) improvement of students' analytical skills using the POE model is greater than the students who do not use the POE model with a gain test of 0.60 (medium criteria)> 0.32 (medium criteria)
Penguatan UMKM Melalui Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Jangkauan Pemasaran Produk Handcraft Desa Babakanmulya Kuningan Jabar
Permasalahan UMKM handcraft di Desa Babakanmulya adalah kesulitan dalam media pemasaran dan masih rendahnya kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam memasarkan produk handcraft. Adanya permasalahan tersebut menjadi perlu adanya sebuah pelatihan terkait optimalisasi penggunaan media sosial sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran produk. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan wawasan mengenai optimalisasi penggunaan media sosial dalam upaya meningkatkan jangkauan pemasaran produk handcraft . Metode pengabdian yang digunakan yaitu ceramah, workshop, praktik, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa terciptanya media promosi produk sebagai sarana pemasaran serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pemilik UMKM dalam pemanfaatan media sosial sebagai strategi meningkatkan jangkauan pemasaran produk handcraft
PENGARUH JENIS KELAMIN PADA PENERAPAN MODEL OUTDOOR LEARNING TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA GEOGRAFI IKIP PGRI PONTIANAK
Model pembelajaran dapat digunakan sebagai inovasi untuk memperbaiki proses belajar mahasiswa program studi geografi di IKIP PGRI Pontianak. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui tingkat motivasi mahasiswa laki-laki pada penerapan model pembelajaran outdoor learning pada mahasiswa geografi IKIP PGRI Pontianak. 2) mengetahui tingkat motivasi mahasiswa perempuan pada penerapan model pembelajaran outdoor learning pada mahasiswa geografi IKIP PGRI Pontianak. 3) mengetahui perbedaan tingkat motivasi mahasiswa laki-laki dan perempuan pada penerapan model pembelajaran outdoor learning pada mahasiswa geografi IKIP PGRI Pontianak. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan bentuk pre eksperimen dan rancangan One- shot case study. Jumlah populasi 75 mahasiswa terdiri dari 3 kelas dengan sampel seluruhnya dari data populasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) tingkat motivasi mahasiswa laki-laki pada penerapan model pembelajaran outdoor learning pada mahasiswa geografi IKIP PGRI Pontianak dengan jumlah persentase sebesar 86,74. 2) Hasil penelitian menunjukkan tingkat motivasi mahasiswa laki-laki pada penerapan model pembelajaran outdoor learning pada mahasiswa geografi IKIP PGRI Pontianak dengan jumlah pesesentasi sebesar 82,84. 3) Sedangkan hasil perbedaan tingkat motivasi mahasiswa laki-laki dan perempuan pada penerapan model pembelajaran outdoor learning pada mahasiswa geografi IKIP PGRI Pontianak dengan uji T terdapat hasil dengan Sig. (2-tailed) 0,602 dan nilai probabilitas sebesar 0,050, maka hasilnya adalah Ho di terima dengan hasil uji Sig. (2-tailed) = 0,602 < 0,050. Yang berarti dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penerapan model pembelajaran outdoor learning terhadap motivasi berdasarkan jenis kelamin mahasiswa geografi IKIP-PGRI Pontianak. Effect size untuk melihat pengaruh jenis kelamin pada pembelajaran outdoor learning terhadap motivasi mahasiswa geografi IKIP-PGRI Pontianak dengan hasil 0,3 yang tergolong rendah, hasil ini menunjukkan jenis kelamin tidak menentukan tingkat motivasi yang signifikan dengan pembelajaran outdoor learning dan bisa juga dipengaruhi oleh berbagai jenis faktor lainnya
Comparison of the Dominance of Internal and External Influences on the Return of Shares of Companies Listed in IDX30
This study aims to determine the comparison of external and internal influences on stock returns on the Indonesia Stock Exchange. The research method uses quantitative methods from secondary data of financial analysis on 16 companies from 30 companies on the IDX Index that have a high level of liquidity and have a large capitalization selected by the IDX (Indonesia Stock Exchange) with several selection criteria, the selection is carried out by the IDX regularly 2 times every year, namely in February and August. from 2014-2018 and data from Bank Indonesia on economic growth and inflation in the same year. The data analysis technique used multiple regression. The results show that the influence of external factors in the form of economic growth and inflation is more dominant than the company's internal factors in the form of DY (Dividend Yield), EPS (Earning Per Share), ROE (Return On Equity), PER (Price Earning Ratio) affect stock returns. Implementation for companies that go public needs to pay attention to the dynamics of environmental changes, especially the inflation rate which can cause investors to sell their shares, while this phenomenon is an opportunity for some investors to get a cheaper share price than many other investors have released
The Effectivity of Problem Based Learning with Scaffolding on Creative Thinking Ability of Senior High School Students in Terms of Gender
This study aims to explain how the effectiveness of problem based learning with scaffolding on creative thinking abilities of senior high school students in terms of gender on the subject of Static Fluid. This type of research is quasi experimental using nonequivalent control group design. There are two classes in this study, namely the control class just with problem based learning and experimental class using problem based learning with scaffolding. The test instrument used was essay question. Conclusions are drawn based on results of data processing and analysis using T-test and two-way anova with SPSS 24.0. Based on the results of analysis and discussion, in this study the following conclusions were obtained: (1) Students creative thinking ability a taught using problem based learning with scaffolding were better than students' creative thinking ability taught using only problem based learning; (2) There are not differences in students' creative thinking abilities in terms of gender; (3) There is no an interaction between problem based learning with scaffolding with gender on students' creative thinking abilities. (4) Using problem based learning with scaffolding of students' creative thinking abilities in physics is more effective with an effect size value of 0.645 with a medium category
KONSELING FITNES (COUNSELING FITNESS) COUNSFIT TEKNIK ISLAMI UNTUK MOTIVASI DIRI DALAM OLAHRAGA MAHASISWA PRODI BK DI LAB BK UM METRO
Tujuan dalam penelitian ini: Untuk mengetahui Konseling Fitness menggunakan Teknik Islami untuk memotivasi diri Mahasiswa Prodi BK UM Metro. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini Case Study melihat langsung fenomena sosial yang terjadi di LAB BK UM Metro. Subjek Penelitian ini menggunakan Klien yang memiliki masalah terkait olah raga dan objeknya adalah Mahasiswa Prodi BK di Lab BK UM Metro berjumlah 10 Mahasiswa.Teknik Analisis Data Deskriptif Kualitatif melalui Triangulasi Data. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan analisis deskriptif pre interview 1 dari 9 mahasiswa ketika di Tanya langsung di rekam pada kanal Youtube counsfit: https://www.Youtube .com/c/COUNSFITCounselingFitness mahasiswa tahu tentang sunnah Rasul dalam Olahraga dan menjawab benar jadi sekitar 10%, dan pada post interview setelah mahasiswa di persiapkan untuk membaca dulu bahwa dalam islam itu penting untuk berolahrga, 10 Mahasiswa dapat menjelaskan juga dan di rekam pada kanal Youtube Counsfit jika di pesentasekan 99,9 % Mahasiswa terjadi perubahan pengetahuan dari pre interview awal dan post interview akhir berikut link Youtube COUNSFIT hasil pre interview: https://www.Youtube .com/watch?v=VIrqn_Aj3Yk&t=119s dan post interview : https://www.Youtube .com/watch?v=dP-XZZcLUlw&t=50s
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK DI ERA PANDEMI COVID-19
Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bergerak begitu cepat ikut mempengaruhi praktik pembelajaran di pendidikan tinggi. Saat ini pembelajaran dapat dilakukan tidak harus dalam waktu dan tempat yang sama. Hal ini tentu harus didukung bahan ajar yang dapat memfasilitasi kebutuhan pembelajaran online, untuk itu perlu dikembangkan bahan ajar elektronik untuk membantu mahasiswa dalam pembelajaran secara online. Pada penelitian ini peneliti membatasi pada tahap analisis kebutuhan saja, karena bagian ini merupakan informasi penting untuk dijadikan landasan dalam proses pengembangan produk yang sesuai kebutuhan di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar elektronik yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator analysis pada tahap model pengembangan ADDIE. Angket tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif berdasarkan hasil dari responden yang meliputi (a) analisis karakteristik pebelajar (b) analisis sumber daya, dan (c) analisis tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa analisis karakteristik pebelajar menunjukkan bahwa 87,03% mahasiswa memiliki pengetahuan terhadap penggunaan bahan ajar elektronik dalam pembelajaran, 94,44% mahasiswa memiliki pandangan yang positif terhadap pemanfaatan bahan ajar elektronik dalam pembelajaran, 100% mahasiswa memiliki kebiasaan menggunakan digital resource dalam kehidupan sehari-hari, 100% mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap penggunaan bahan ajar elektronik dalam pembelajaran, serta 94,44% Memiliki ketertarikan terhadap bahan ajar elektronik untuk menumbuhkan kemandirian belajar. Sedangkan hasil analisis sumber daya menunjukkan 87,03% mahasiswa mengetahui bahwa substansi konten bahan ajar tersedia di jurnal, buku, dan sumber-sumber yang ada kaitannya dengan materi perkuliahan, 100% mahasiswa memiliki laptop/gadget yang dapat mendukung pemanfaatan bahan ajar elektronik, dan 100% mahasiswa memiliki pemahaman terhadap penggunaan digital teknologi dalam pembelajaran