Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
TINGKAT RESILIENSI PASIEN COVID-19 PADA RUMAH SEHAT KOTA BAUBAU
Resiliensi merupakan kemampuan seseorang atau kelompok untuk bersikap lentur dan bertahan dalam menghadapi situasi yang sulit atau tidak menguntungkan. Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh pasien penderita COVID-19 sebagai kekuatan dalam diri (inner power) yang menunjang proses penyembuhan serta menghadapi berbagai dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkannya. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi pasien COVID-19 di Rumah Sehat Kota Baubau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survey pada 30 responden. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat 7 orang (23,33%) memiliki tingkat resiliensi pada kategori rendah, 21 orang (70%) kategori sedang dan 2 orang (6,67%) pada kategori tinggi. Disamping itu, merujuk nilai rata-rata perolehan skor keseluruhan pasien yaitu 165,3 berada pada interval kategori sedang, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat resiliensi pasien COVID-19 pada Rumah Sehat Kota Baubau dikategorikan berada pada level sedang
Effect of head teachers support for teachers professional development on inclusive education implementation
The study investigated the effect of head teachers’ support for teachers’ professional development on inclusive education implementation. Bartalanffy (1969) open systems advocates for head teachers to utilize management initiatives with partnerships to implement inclusive education. Descriptive survey was applied, and Chi-square tested the null hypothesis. Questionnaires were administered to 71 head teachers and 297 teachers, supplemented by document analysis. Interview was used on eight Quality Assurance Standards Officers (QASOs) and four Education Assessment Resource Centre Officers (EARCs). Quantitative data was coded and analyzed using descriptive statistics, and presented in frequency tables and bar graphs. Qualitative data was coded, transcribed and presented in narrative form. Both quantitative and qualitative data findings were discussed in juxtaposition with confirming or refuting the research evidence, and reinforcing the interpretation. The Chi-square results established that there was relationship between head teachers’ support for teachers’ professional development with inclusive education implementation. However, majority of head teachers and teachers lacked specialized skills in assessment of diverse learners, 77.5% and 80.5%; behaviour management, 74.7% and 79.1%; differentiated teaching, 80.3% and 81.1%, derailing teachers’ productivity and learners’ performance. Therefore, it was recommended that head teachers in collaboration with multi-agencies facilitate teachers’ inclusive education training in order to effectively implement inclusive education
Microsoft Office 365 on Learning History Subject
This research aimed at knowing the students' perception of Microsoft Office 365 on learning history. This research used a quantitative descriptive design. It was conducted at SMAN 4 Kendari, Southeast Sulawesi. The sample of this study was students in XI-1 grade. The students were 46. Research instruments used questionnaires and interviews. The result showed that the students had a positive response toward the use of Microsoft Office 365. Besides, 87% of students agree that they can understand History Subject during online learning. The most frequently used features were Teams (95.7%), SharePoint (2.2%), and Forms (2.2%). THowever, the obstacle of using this application is if students do not have facilities such as a good internet network, and laptops
Pengembangan Bahan Ajar Kajian Prosa Fiksi untuk Perguruan Tinggi Berbasis Mobile Learning
Tujuan penelitian ini menghasilkan prototipe bahan ajar kajian prosa fiksi mobile learning yang layak atau valid, efektif, dan praktis. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluation. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data meliputi teknik tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Melalui penelitian dan pengembangan ini dihasilkan prototipe bahan ajar kajian prosa fiksi berbasis mobile learning telah teruji validitas unsur materi, unsur penyajian, unsur kegrafikan, unsur kebahasaan, dan unsur media atau teknologi. Subjek uji coba satu-satu menilai bahan ajar dengan kategori layak, subjek uji coba lapangan utama menilai bahan ajar dengan kategori sangat layak, dan subjek uji coba lapangan operasional menilai bahan ajar dengan kategori sangat layak. Bahan ajar efektif terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa. Bahan ajar praktis dalam penggunaannya ditinjau dari hasil penilaian keterlaksanaan dan pengelolaan pemakaian bahan ajar di dalam pembelajaran
PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN MULTI REPRESENTASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI HIMPUNAN DI SMP NEGERI 12 SINGKAWANG
Kemampuan multi representasi matematis siswa berperan penting dalam pembelajaran matematika Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Creative Problem Solving terhadap kemampuan multire presentasi matematis siswa, ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal, dan aktivitas belajar siswa menggunakan model Creative Problem Solving pada materi himpunan kelas VII SMP Negeri 12 Singkawang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental.Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VII SMP Negeri 12 Singkawang yang terdiri dari empat kelas yang berjumlah 84 siswa.Sampel diambil dengan teknik purposive sampling.Adapun jumlahnya terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIID sebagai kelas kontrol. Hasil perhitungan menunjukkan:1) adanya perbedaan kemampuan multi representasi matematis siswa pada kelas yang menggunakan model Creative Problem Solving dan yang menggunakan model pembelajaran langsung; 2) Hasil perhitungan menunjukkan adanya perbedaan kemampuan multi representasi matematis secara signifikan pada kelas yang diajarkan dengan model Creative Problem Solving dan yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung; 3) analisis ketuntasan individual dan ketuntasan belajar siswa mencapai nilai KKM; 4) analisis lembar obsservasi aktivitas belajar siswa menunjukkan aktivitas belajar siswa secara keseluruhan tergolong aktif
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CONECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING (CORE) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VII
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran Connecting, Oganizing, Reflekting Extending (CORE) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII. Jenis penelitian ini adalah (Quasi Experimental) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis, lembar pengamatan aktivitas, lembar angket motivasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir Kritis matematis siswa antara yang menggunakan Model Pembelajaran CORE dan yang menggunakan model pembelajaran langsung pada kelas VII SMP Negeri 09 Singkawang. (2) kemampuan berpikir kritis matematis yang menggunakan model pembelajaran CORE telah mencapai ketuntasan (nilai KKM 70) baik secara individual maupun klasikal pada materi segiempat. (3) Motivasi siswa tinggi saat diterapkan Model Pembelajaran CORE terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada kelas VII (4) Aktivitas siswa tergolong aktif saat diterapkan Model Pembelajaran CORE terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Connecting, Oganizing, Reflekting Extending (CORE) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VII
KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA KOTA SURABAYA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kinerja guru BK, pembinaan kepala sekolah, pembinaan pengawas, imbal jasa, dan pengalaman diklat guru BK SMA Kota Surabaya tahun pelajaran 2019-2020; (2) signifikansi pengaruh pembinaan kepala sekolah, pembinaan pengawas, imbal jasa, dan pengalaman diklat baik secara simultan maupun secara parsial terhadap kinerja guru BK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif eksplanatoris. Populasi guru BK SMA Kota Surabaya sejumlah 256 orang. Sampel 154 orang diambil menggunakan tabel Krejcie & Morgan. Data dikumpulkan dengan kuesioner, dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Secara deskriptif kinerja guru BK SMA Kota Surabaya tergolong baik, pembinaan kepala sekolah terhadap guru BK tergolong baik, pembinaan pengawas baik, pemberian imbal jasa tergolong baik, dan pengalaman diklat guru BK tergolong baik; (2) Pembinaan kepala sekolah, pembinaan pengawas, pemberian imbal jasa, dan pengalaman diklat secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru BK. F = 164,9 dan sig p < 0.01. Sumbangan efektifnya 83.2%; (3) Secara parsial pembinaan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru BK., sumbangan efektifnya 87%; (4) Pembinaan pengawas berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru BK., sumbangan efektifnya 27.2%; (5) Pemberian imbal jasa berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru BK., sumbangan efektifnya 11.5%; (6) Pengalaman diklat berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru BK., sumbangan efektifnya 24.6%
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 4 SD
Pelaksanaan penilaian sikap sosial di beberapa sekolah dilihat belum maksimal karena penilaian hanya dilakukan berdasarkan pengamatan tanpa instrumen untuk menilai sikap sosial siswa khususnya sikap disiplin. Penelitian ini bertujuan sebagai bahan pertimbangan guru dalam melakukan pengembangan instrumen penilaian sikap sosial pada pembelajaran tematik kelas 4 tema 7 dan tema-tema berikutnya, meningkatkan kualitas instrumen penilaian, bahan referensi, dan pedoman guru mengembangkan instrumen penilaian sikap sosial yang disesuaikan KI dan KD. Indikator sikap yang dinilai dalam penelitian iniadalah sikap disiplin. Hasil dari penelitian ini, produk mendapatkan skor 80% dari uji validasi ahli instrumen dan masuk kedalam kategori tinggi, dan skor 87,5% dari uji validasi ahli bahasa dan masuk kedalam kategori sangat baik. Dari uji coba terbatas, didapatkan bahwa dari 30 butir pernyataan, 14 (46.67 %) butir pernyataan memiliki tingkat validitas tinggi, 14 (46.67%) butir pernyataan memiliki tingkat validitas cukup dan 2 (6.67 %) butir pernyataan memiliki tingkat validitas rendah. Instrumen memiliki tingkat reliabilitas instrumen dengan α sebesar 0.756 dengan kriteria cukup reliabel untuk digunakan. Produk instrumen penilaian sikap sosial valid dan reliabel sehingga layak untuk digunakan
Improving Critical Thinking Skills and Learning Outcomes of 4th Grade Students Through Discovery Learning Model
Lack of critical thinking skills in students is a problem faced in thematic learning at SD Negeri 2 Kedungrejo. Therefore, it had an impact on low learning outcomes. From this problem, this study aims to improve critical thinking skills and learning outcomes through discovery learning model. Classroom Action Research (PTK) was used in this study. While the data collection instruments included observation sheets, test questions, and questionnaires. The data analysis technique used a comparative descriptive technique. The subjects of this study were 22 4th grade students of SD Negeri 2 Kedungrejo. The results of this study indicated an improvement of critical thinking skills and students’ learning outcomes. This can be proven by the average value of students' critical thinking skills in cycle I of 54.67% and increased again in cycle II by 69.84%. Whereas for students’ learning outcomes, in cycle I showed students’ average score of 70. Moreover, it increased by an average value of 80 in cycle II. To sum up, these results showed that applying discovery learning model in the online learning process were able to improve students’ critical thinking skills and learning outcomes