Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)
Not a member yet
2407 research outputs found
Sort by
Keragaman Alat Evaluasi dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Ditinjau dari Aspek HOTS
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaman soal alat evaluasi pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Kurikulum 2013 yang berstandar HOTS yang terdiri dari C4 (analisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu buku teks Bahasa Indonesia Cerdas Berbahasa Indonesia Kelas XI SMA Kurikulum 2013,data yang digunakan adalah alat evaluasi pilihan ganda sebanyak 10 bab materi menggunakan teknik dokumentasi. Peneliti menemukan hasil dari seratus soal alat evaluasi yang dianalisis soal alat evaluasi berstandar HOTS hanya sebanyak 34 soal yang terdiri dari kategori C4 (analisis) pada kata kerja operasional membedakan sebanyak 13 alat evaluasi, kata kerja operasional mengorganisasi sebanyak 12 alat evaluasi, dan kata kerja operasional mengatribusikan sebanyak 6 alat evaluasi. Jumlah total keseluruhan sebanyak 31 alat evaluasi dengan persentase yaitu 91,18% . kategori C5 (mengevaluasi) pada kata kerja operasional memeriksa sebanyak 3 alat evaluasi, kata kerja operasional mengkritik sebanyak 0 alat evaluasi atau tidak ditemukan, dan jumlah keseluruhan sebanyak 3 alat evaluasi dengan persentase yaitu 8,82%. kategori C6 (mencipta) pada ketiga kata kerja operasinal merumuskan, merencanakan, dan memproduksi sebanyak 0 alat evaluasi atau tidak ditemukan dengan jumlah persentase 0 %. Hasil uraian di atas temuan tiap-tiap kategori standar HOTS maka dapat diketahui bahwa persentase kategori C4 (analisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta) belum didistribusikan secara merata terlihat dari temuan sebaran alat evaluasi yang berstandar HOTS setiap bab pada tes formatif hanya ditemukan sedikit dan terbatas
ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI TEORI BRUNER PADA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X MAS YASTI SINGKAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Yasti Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Pendekatan penelitian adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MAS Yasti Singkawang berjumlah 30 orang. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan spasial matematis siswa pada materi dimensi tiga, kemampuan awal siswa dan tahapan teori bruner (ikonik dan simbolik). Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan spasial dan wawancara yang disesuaikan dengan indikator kemampuan spasial matematis siswa dan telah diujikan dengan validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik persentase skor kemampuan awal dan kemampuan spasial matematis siswa, pendeskripsian data tiap butir soal dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) Kemampuan spasial (KS) matematis siswa dilihat dari kemampuan awal (KA) yaitu: untuk KA tinggi siswa memperoleh KS dengan rata-rata nilai sebesar 65,4 (kategori tinggi), untuk KA sedang siswa memperoleh KS dengan rata-rata nilai sebesar 46 (kategori sedang), dan tidak ada siswa yang memperoleh KA rendah. 2) KS matematis siswa dilihat dari teori bruner (tahapan ikonik, dan simbolik) pada materi dimensi tiga yaitu untuk subjek ber KS tinggi, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KS spasial sedang, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik tetapi mampu dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik, untuk subjek ber KS rendah, siswa kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap ikonik dan kurang dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan tahap simbolik
Hubungan Pengetahuan Dasar Matematika terhadap Kemampuan Konversi Satuan Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Sipil
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan dasar matematika mahasiswa baru Jurusan Teknik Sipil terhadap kemampuan konversi satuan, dan untuk mengetahui persentase kesalahan fisis yang telah dilakukan oleh mahasiswa baru Jurusan Teknik Sipil. Metode penelitian yang digunakan berupa analisis deskriptif korelasi. Sampel penelitian ini 53 orang mahasiswa baru Jurusan Teknik Sipil. Hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan yang positif antara pengetahuan dasar matematika dengan kemampuan konversi satuan mahasiswa baru, dimana nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,513. Jika dilihat dari koefisien determinasi yang besarnya 0,263, maka 26,3% kemampuan konversi satuan mahasiswa baru dapat ditentukan oleh pengetahuan dasar matematika mahasiswa. Persentase kesalahan fisis memasukan angka mahasiswa sebesar 38,67% dan kesalahan menuliskan satuan sebesar 32,31%
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO-VISUAL PADA MATERI SISTEM KORDINAT BOLA DAN SILINDER
Salah satu kendala dalam pembelajaran fisika matematik adalah sulitnya mahasiswa memahami konsep-konsep abstrak yang memerlukan penghayalan. Salah satu materi tersebut adalah sistem kordinat bola dan silinder. Untuk mengatasi hal tersbeut perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan media interaktif yang dapat memvisualisasikan materi tersebut dan dapat digunakan secara mandiri oleh mahasiswa. Media tersebut adalah Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual . Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari 4 tahap, namun dalam penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap ke-tiga (Pengembangan). Produk yang telah dihasilkan kemudian divalidasi oleh 3 orang ahli untuk menentukan kelayakan berdasarkan penilain ahli. Kemudian dilakukan uji coba terbatas pada 6 mahasiswa untuk mengetahui respon mereka terhadap produk penelitian dan menjadi salah satu acuan dalam perbaikan produk. Penilaian oleh ahli menunjukkan produk Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual sangat layak yang ditandai dengan skor persentasi 92,66%. Selain itu, persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual berada pada nilai 84,3% dengan kategori bai
Pelatihan Flipped Learning Berbasis Saintifik dan Implementasinya dalam Pembelajaran BDR di Sekolah Dasar
Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan atas dasar kebutuhan dari kelompok sasaran. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada guru SD dalam mengelola dan mengimplementasikan model flipped learning berbasis saintifik dalam pembelajaran BDR (Belajar di Rumah). PPM ini diikuti oleh guru SD di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantul. Peserta berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam PPM ini yaitu pelatihan, tanya jawab, diskusi, simulasi praktek pembelajaran, praktik mengajar dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua bulan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaskanakan selama dua bulan sejak 22 Mei 2021 sampai 21 Juli 2021. Adapun tahapan kegiatan meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan penilaian terhadap produk yang dihasilkan peserta, maka kemampuan peserta untuk menyusun perencanaan melalui pengembangan perangkat pembelajaran flipped learning berbasis saintifik, serta pelaksanaan praktek mengajar pembelajaran flipped learning berbasis saintifik dapat dinyatakan sudah terampil
Model Pembelajaran Problem Based Instruction terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif yang diberikan dengan model pembelajaran Problem Based Iinstruction (PBI) dan model langsung, mengidentifikasi pengaruh model pembelajaran PBI terhadap kemampuan komunikasi matematis dan berpikir kreatif, dan mengindentifikasi motivasi siswa terhadap model pembelajaran PBI terhadap kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental design dengan rancangan nonequivalent posstest-only control group design. Intsrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif, angket motivasi belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t independent, effect size, dan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif antara yang diajarkan melalui model PBI dengan model pembelajaran langsung berbeda, model PBI memberikan pengaruh yang besar terhadap kemampuan komunikasi matematis dan kemampuan berpikir kreatif, dan motivasi belajar siswa tinggi melalui model pembelajaran PBI
PEMANFAATAN APLIKASI CHINESESKILL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN
Seiring berkembangnya teknologi di era milenial ini, terdapat banyak aplikasi yang dapat membantu kita dalam belajar bahasa mandarin, salah satunya adalah ChineseSkill. Di dalam aplikasi ini terdapat bermacam-macam topik dialog yang sering di gunakan dalam kehidupan sehari hari, yang menarik dari aplikasi ini kita bisa mengetahui cara pengucapan dan pelafalan yang benar dalam berbicara. Untuk mengetahui apakah aplikasi ChineseSkill dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa mandarin, penulis menggunakan metode tes dan metode survei kuesioner untuk mengumpulkan data pada mahasiswa Angkatan 2019 Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin FKIP UNTAN. Dari hasil penelitian di dapati bahwa, peningkatan nilai rata-rata pengucapan mahasiswa kelas A dari 84,20 menjadi 91,51; peningkatan nilai rata-rata tingkat kefasihan dari 82,91 menjadi 91,96. Peningkatan nilai rata-rata pengucapan mahasiswa kelas B dari 86,35 menjadi 95,44; peningkatan nilai rata-rata tingkat kefasihan dari 86,42 menjadi 95,92. Dari hasil peningkatan dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan aplikasi ChineseSkill dapat membantu mahasiswa mendengarkan pelafalan yang benar, sehingga mahasiswa bisa memperbaiki pelafalan dan dapat memperhatikan intonasi serta tanda baca saat berbicara bahasa Mandarin
Promoting Collaborative Pedagogy in Classrooms: Challenges and Solutions
Collaborative pedagogy appears to be productive among students and thereby adopted in many classrooms to ensure that students are active participants in the knowledge production process. However, challenges exist among students, alongside their instructors, which hinders the active involvement of students in the collaborative knowledge production process. In the same vein, the study also examines the possible ways to navigate the challenges. The argument is located within social constructivism and conceptual analysis of collaborative pedagogy to explore the trajectories of collaborative classrooms in schools. In response to the challenges, the study proposed solutions that include promotion of unity in diversities among students, the introduction of cultural variations in classrooms, and instigation of student’s readiness to interact. The study concludes that collaborative knowledge construction is worthy of being promoted with the recommendation that schools should ensure that students are taught to be united in the process of generating knowledge and that there must be concerted efforts to teach different cultures in the system with student motivation for natural interest.
Strategies of Supporting Progressed Learners for Quality Teaching and Learning in Vhembe District, Limpopo, South Africa
Progressed learners differ from their counterparts. The difference is reflected in their assimilation, retention and abilities to reproduce what they are taught. Meanwhile, progressing learners due to policy is insufficient, certain support strategies are to be in place. Hence, the study investigated the strategies of supporting “qualified to be progressed” (QP) learners for quality learning and teaching. Mixed methods was employed for data collection. Random and purposive sampling techniques were used to select teachers and School Management Team (SMT) members respectively who formed the study sample. The study was conducted in 10 purposively selected secondary schools in the Vhembe education, Limpopo, South Africa. Questionnaires were used to collect data from 165 selected teachers who were the respondents for the quantitative part of the study. Meanwhile interviews were conducted for the 10 SMTs who formed the participants for the qualitative part of the study. Percentage was used to analyse the quantitative data, while the qualitative data were used for triangulation. The finding of the study showed amongst others that there are no specific support strategies put in place to assist progressed learners to catch up with their counterparts. The study recommends that schools and relevant education stakeholders put in place support strategies to assist progressed learners
Hubungan Minat Baca dan Penguasaan Kosa Kata terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi Siswa Kelas VI SDN 24 Macanang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di SDN 24 Macanang Kabupaten Bone yang berjumlah 34 orang sehingga keseluruhan populasi adalah sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan tes. Data dianalisis dengan teknik statistik correlation pearson product moment. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa; (1) Siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone sebanyak 35,3 persen dikatagorikan berminat dalam membaca, sisanya 64,7 persen dengan katagori cukup berminat. (2) 44,1 persen menguasai kosakata bahasa Indonesia, dan siswanya 55,9 persen dengan katagori cukup menguasai. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai rhitung untuk variabel minat baca terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 0,44. Jadi, nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel (0,44>0,34) sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan antara minat baca terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone” diterima. Sedangkan hasil uji hipotesis kedua menunjukkan nilai rhitung untuk variabel penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 0,12. Jadi, nilai rhitung lebih kecil daripada nilai rtabel (0,12>0,34) sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan antara penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone” ditolak